Pd diskusi sebelumnya pembicaraan mengenai Nyonya Liu dan Liu Xiaobo.
Seandainya pembicaraan anda tidak berkaitan dgn Liu apa tidak lebih baik
membuka topik tersendiri.
Statement anda "Siapa saja dan apapun bentuknya dalam memusuhi RRT akan
mendapat Hadiah Nobel dan akan menjadi Pahlawan Dunia Barat" juga tidak tepat
sama sekali, memangnya ada berapa banyak orang yg mendapat nobel dgn kriteria
anda itu? Bukankah hal ini ngelantur? Satu2nya warga Tiongkok yang dapat Nobel
Perdamaian ya cuman Liu seorang, dan juga merupakan satu2nya orang didunia yg
dapat nobel karena pandangan politik yg berbeda dgn pemerintah RRT (catat, saya
katakan disini pemerintah bukan rakyat).
On Tuesday, July 18, 2017 10:19 AM, DR. Alexander Tjaniago
<[email protected]> wrote:
Andaikan Anda bisa berbahasa Indonesia,baca yang tulis baik-baik,dan disitu
tidak ada nama Liu atauz sepertinya,
konstatasi umum daripraktek, Politik negeri-negeri Barat,terutama USA/EU dan
NATO.
--------------------------------------------
Pada Sel, 18/7/17, Jonathan Goeij <[email protected]> menulis:
Judul: Re: [GELORA45] Dunia internasional kritik perlakuan Cina terhadap
pegiat HAM yang wafat
Kepada: "DR. Alexander Tjaniago" <[email protected]>,
"[email protected]" <[email protected]>, "Chan CT"
<[email protected]>
Tanggal: Selasa, 18 Juli, 2017, 7:02 PM
Nyonya
Liu melakukan pembunuhan2 yg anda katakan dibawah dan pantas
ditahan rumah?Anda
itu suka ngelantur dan menghubungkan kehal yg tidak
berkaitan.
On
Tuesday, July 18, 2017 9:30 AM, DR. Alexander Tjaniago
<[email protected]> wrote:
Bung
ChanCT,
Siapa
saja dan apapun bentuknya dalam memusuhi RRT akan
mendapat Hadiah Nobel dan akan menjadi Pahlawan Dunia
Barat,
tetapi
pembunuhan sekitar 4 juta Warganegara Iraq dan Libya,
Ratusan Ribu Warganegara Yugoslovakia, pembunuhan
Warganegara Afghanistan
selama
25 Tahun ini oleh Demokrasi Barat/USA & NATO,itu
dinamakan Kemanusiaan dan Demokrasi. dan akan ditulis
besar-besar, dan di
mamahbiak oleh semua yang anti
RRT dan anti hubungan kemanusiaan yang menghargai
souverenitas sebuah negara.
--------------------------------------------
Pada Sen, 17/7/17, 'Chan CT' [email protected]
[GELORA45] <[email protected]>
menulis:
Judul: Re: [GELORA45] Dunia internasional kritik perlakuan
Cina terhadap pegiat HAM yang wafat
Kepada: [email protected],
[email protected]
Tanggal: Senin, 17 Juli, 2017, 8:12
AM
Memangnya nonya Liu
diapakan???
From: [email protected]
[GELORA45]
Sent: Monday, July 17, 2017 1:01 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [GELORA45] Dunia
internasional
kritik perlakuan Cina
terhadap pegiat HAM yang wafat
Bagaimana dengan Nyonya
Liu?
---In
[email protected],
<SADAR@...> wrote
:
Goei: Liu adalah seorang pemenang nobel,
... tahanan
politik yg "kesalahannya"
karena mempunyai
pandangan politik yg berbeda dgn
pihak penguasa itu saja.
Chan:
Jelas
pengangkatan LiuXB pemenang
Nobel-Perdamaian adalah permainan
politik barat yang sangat
ngaco! Perdamaian
apa yang digiatkan Liu??? Padahal
kenyataan sebaliknya,
bukan perdamaian, tapi
kekacauan, kerusuhan bahkan
MENGORBANKAN kw2 untuk
mencapai tujuan
politiknya, gulingkan Pemerintah RRT!
Padahal itulah sikap,
tindakan radikalis
yang TIDAK BEDA dengan radikalis
pengibar panji Islam!
BIADAB dan sangat, SANGAT
TIDAK MANUSIAWI! Yang HARUS DIKIUTUK
rakyat sedunia, ...!
Ini
pertama.
Kedua, agar anda ketahui, di Tiongkok
ini sangat buaanyaak
orang punya beda pendapat, bahkan
anggota PKT yang juga
mengkritik politik yang
sedang dijalankan, baik dari sudut
pandang ekstrim kiri,
Maois maupun daari
sudut pandang kanan, yang cenderung ke
pandangan Sosial
Demokrat. Dan adalah
juga kenyataan, selama mereka tidak
bersikap berlebih,
melampaui batas tentu
tidak apa2, TIDAK ada yang ditahan
apalagi dipenjarakan.
Sedang Liu XB
masalahnya bukan pendapat beda, tapi
dia sudah menjadi kaki
tangan NGO asing,
termasuk CIA saja! Macam Joshua Wong
di HK itu,
...
Ketiga, masalah perawatan kesehatan
dan
pengaturan kremasi dan
pelarungan abu di laut, jelas sudah
disampaikan abang Liu,
Liu XaoGuang yang
menyatakan berterimakasih pada
pemerintah dan PKT telah
memberikan perawatan dan
pengaturan jenasah LiuXB dengan
sebaik-baiknya dan sesuai
permintaan keluarga.
Lalu, apa yang masih perlu diributkan
lagi???
Salam,
ChanCT
From: jonathangoeij@...
[GELORA45]
Sent: Monday, July 17, 2017 11:40 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [GELORA45] Dunia
internasional
kritik perlakuan Cina
terhadap pegiat HAM yang wafat
Melihat diskriminasinya
tentu tidak bisa seperti itu, Liu
adalah
seorang pemenang nobel, merupakan
seorang
extraordinary among the
extraordinaries, lagipula Liu bukanlah
kriminal melainkan
tahanan politik
yg "kesalahannya" karena
mempunyai pandangan politik yg berbeda
dgn pihak penguasa
itu saja.
Merupakan hal yg lumrah dan seharusnya
kalau dunia
internasional memperhatikan
secara khusus, sama saja bila terjadi
pd pemegang nobel
perdaimaian yg lain
katakanlah pd Malala, Nelson Mandela,
ataupun Aung San Suu
Kyi, ataupun pd
tingkatan yg lebih rendah sedikit pd
Ahok ataupun Joshua
Wong.
Ahok saya pandang lebih dari seorang
tahanan politik daripada
kriminal penista agama. Kesalahan
beliau karena sebagai
orang Tionghoa dan juga
non Islam berani2nya terjun kedalam
dunia politik dan
mempunyai prospek besar
jadi presiden sehingga hanya kasus
omongan yg sebenarnya
tidak ada apa2nya
dipolitisir dan kriminalisasi
sedemikian rupa.
Tentang pengobatan di Tiongkok memang
ada kemungkinan besar
dalam beberapa bidang tertentu justru
lebih maju dari
pengobatan dunia barat
mengingat sejarah pengobatan yg
sedemikian lama, hal yg juga
terbukti dgn
menangnya Tu Youyou dalam Nobel
Medicine.
Yg saya angkat bukanlah masalah
apakah
pengobatan di Tiongkok
maju atau tidak, tetapi apakah Liu
mendapat perhatian dan perawatan yg
sepantasnya.
---In [email protected],
<bhjo@...> wrote :
Kalau bukan di
politisasi, apalagi??? Doctor from MD
Anderson Cancer Center
in Houston/Texas
and doctor from University of
Heidelberg in Germany HAS NO
BUSSINESS to come to
China to see Liu
(pemberontak-teroris).
1) Di China, ada ribuan atau ratusan
ribuan orang yg. kena
kanker hati sebab di China (dan juga di Asia) banyak yg.
kena infeksi kronis
hati (Chronic Hepatitis) sebagai
penyebab kanker hati.
Kenapa mereka tidak di
datangi oleh dokter dari Amerika atau
Jerman? Karena Liu
pemenang Hadiah Nobel
maka dia di datangi utk. propaganda
Barat. Selain itu,
apakah bukan suatu
diskriminasi terhadap penderita2
kanker hati lain di China,
yg. disebut saja
tidak (tidak ada harganya)?
2) Karena China banyak penderita
kanker
hati, belum tentu
terapi di Amerika dan Jerman lebih
baik daripada di China
karena dokter2 China
lebih banyak berpengalaman dalam
bidang penyakit ini,
terutama dibidang
operasinya. Jadi juga propaganda utk
menjelekkan
China.
BH Jo
---In [email protected],
<jonathangoeij@...>
wrote :
Yg
meminta dirawat di Jerman atau Amerika
itu Liu sendiri
"He
said his first preference would be
Germany, but if that
wasn’t workable, then
the United States would be fine,
too."
California pernah di-sued oleh
keluarga inmate yg
meninggal dipenjara
karena tidak mendapat perawatan
pengobatan yg selayaknya, di
pengadilan
California kalah dan akibatnya
diadakan overhaul penanganan
kesehatan inmate2
itu. Saat ini masalah kesehatan
diperhatikan penuh bahkan
banyak yg menyindir
perawatan tingkat Kaiser Permanente
bagi inmate. Masalah
sindiran itu benar atau
tidak saya tidak tahu jelas, tetapi
dalam pandangan saya
inmate itu tidak punya
kebebasan mencari perawatan dokter
atau rumah sakit sehingga
sudah selayaknya
penanganan kesehatan dijamin
sepenuhnya oleh negara.
Tidak tahu bagaimana dgn Tiongkok?
---
The
doctors, Joseph M. Herman of the
University of Texas MD
Anderson Cancer Center
and Markus Büchler of the University
of Heidelberg, who
evaluated Mr. Liu on
Saturday, said he had indicated that
he wanted to be sent
abroad for the
remainder of his treatment.
“While
a degree of
risk always exists in the movement of
any patient, both
physicians believe Mr.
Liu can be safely transported with
appropriate medical
evacuation care and
support,” the doctors said in a
joint statement.
They added that they
were willing to provide Mr. Liu such
care.
Shang
Baojun, a lawyer who represented Mr.
Liu at his trial in
2009 on charges of
state subversion, said by phone, “He
said his first
preference would be Germany, but if
that wasn’t workable,
then the United States
would be fine, too.”
https://www.nytimes.com/2017/07/09/world/asia/liu-xiaobo-china-cancer.html
---In
[email protected],
<bhjo@...> wrote :
Benar
inilah kejahatan negara2 Barat dimana
kematian si
pemberontak-teroris LiuXB
dipolitisasi. Dia meninggal karena
kanker hati. Di Amerika
atau Eropa, orang yg.
kena kanker hati juga biasanya akan
mati dgn. terapi apa
saja. Koq katanya mesti
dirawat di Amerika atau Jerman, ya
juga si pemberontak akan
mati disana. Kecuali
kalau kanker/tumornya masih kecil dan
belum menyebar ke
organ2 lain, yg. jarang
sekali terjadi (dimana terapinya
adalah transplantasi
hati).
BH
Jo
---In
[email protected],
<SADAR@...> wrote
:
Yaaa jelaslah, bahwa masalah Liu
Xiaobo
ini dipotisasi oleh
barat saja, dari pengangkatan Hadiah
Nobel, sampai
kematian-nya kemarin ini.
Tapi mereka TIDAK BERHASIL melihat
kenyataan
kelemahan/kegagalan fatal LiuXB
yang mereka usung pejuang HAM itu!
LiuXB gagal mengatasi
beban pikirannya
sendiri! Beban pikiran hidup dalam
penjara itulah yang
membuat kena kanker dan
mati-muda, ...
Pertama, sebagai pejuang HAM yang
mengatas namakan
kemanusiaan, jelas tokoh2 pegiat
DEMOKRASI dalam
melancarkan aksi Tian An
Men, 4 Juni 1989 itu, justru yang
mengabaikan kemanusiaan!
TIDAK lebih dahulu
mengambil keputusan MENYELAMATKAN
pendemo! Sebaliknya,
justru mengambil sikap
hendak mengorbankan pendemo2, darah
mereka yang meembanjiri
lapangan Tian An Men
untuk menekan roboh Pemerintah
Tiongkok! Itulah seruan Chai
Ling, pimpinan-aksi
lapangan Tian An Men, yang menyerukan
pendemo BERTAHAN,
tidak mundur sampai
batas ultimatum membersihkan lapangan
Tian An Men! Dan
akhirnya membuat Chai
Ling bertobat menjadi Kristianis-taat,
menyimpulkan
seandainya saja dia ketika
itu sudah mengenal TUHAN, tentu harus
lebih dahulu
menyelamatkan kawan
seperjuangan, membubarkan dan
mempersihkan pendemo-pendemo
di lapangan Tian An
Men sebelum jam ultimatum tiba dan
dengan demikian TIDAK
teerjadi seorang korban
pun! Itupula teriak seorang ibu yang
anaknya jadi KORBAN di
Lapangan Tian An
Men, pada saat Wu Erkaisi menghibur
ibu ini, jangan kalian
besar-besarkan angka
korban dimalam hari itu! Makin besar
angka KORBAN makin
BESAR TANGGUNGJAWAB
kalian!
Chai Ling sebagai Kristianis bahkan
berani mengklaim, selama
25 tahun ini (memperingati Tragedi
Tian An Men ditahun 2014
– BBC), warga
Tiongkok sudah lebih 100 juta yang
menganut agama Kristen!
Bahkan sesumbar,
yakin RRT akan berubah beradab dengan
maraknya agama Kristen
didaratan TIongkok,
... dan akhirnya mengalahkan paham
komunis. Heheheee,
...
Chai Ling
menyembayangi korban Tian An
Men. Chai Ling
ditahun 2014 – Ming Bao/Harian
Ming
Sayang, seribu sayang, sekalipun
tokoh2
utama Pegiat DEMOKRASI
di lapangan Tian An Men ini sudah
“menyadari KESALAHAN”
perjuangan mereka, tapi
nampaknya BELUM ada KEBERANIAN membuat
satu KESIMPULAN
bersama dimana KESALAHAN
dan bagaimana seharusnya melancarkan
perjuangan dan
memenangkan perjuangan
mencapai TUJUAN! Hanya sekali-kali
suaranya TETAP digunakan
untuk terus membakar
kegiatan demokrat, khususnya menentang
pemerintah Tiongkok
yang masih komunis
itu!
Setiap orang boleh2 saja mempunyai
pikiran/pendapat berbeda,
bahkan menentang Pemerintah pusat
sekalipun. Hanya saja
harus dipikirkan
baik-baik bagaimana memperjuangkan dan
memenangkan dengan
pengorbanan sekecil
mungkin, tidak asal seruduk tanpa
mempedulikan berapa besar
korban yang terjadi!
Tanpa peduli mengambil jalan BUNUH
DIRI dengan tidak
pedulikan berapa besar
KORBAN yang jatuh! Itu namanya
membenturkan telor pada batu.
Setelah jatuh
korban, ... berapapun angka
sesungguhnya, kenyataan TIDAK
SATU pun tokoh2
utamanya jatuh KORBAN! Semua lolos dan
akhirnya hanya
mencari hidup
menyelamatkan diri sendiri2 tanpa
membuat kesimpulan agar
pejuang lain tidak
meneruskan kesalahan mereka. Dan
ternyata kesalahan mereka
itu justru yang
dilanjutkan oleh pejuang DEMOKRAT di
HK denganmelancarkan
aksi demo mengangkangi
jalan2 utama di HK akhir tahun 2014!
Masih beruntung lah
pejuang2 Demokrat HK,
pemerintah Pusat dan HK ketika itu,
telah merubah sikap
perjuangan, TIDAK
MENINDAS dengan KEKERASAN! Membiarkan
mereka kewalahan
sendiri harus hidup-tidur
dijalan dan akhirnya menyerah sendiri
setelah hampir 2
bulan!
Kedua, Ada pendapat sementara dokter,
termasuk sinshe (dokter
tradisional Tionghoa) menyatakan
pikiran manusia SANGAT
menentukan KESEHATAN
seseorang! Pikiran sedih, kecewa,
stress, ... yang merupakan
beban pikiran
berkepanjangan itulah yang
mengakibatkan bermacam penyakit!
Siapa bisa mengobati
dan mencegah perkembangan penyakit
LiuXB? Ya, ... Liu
sendirilah! Tiada obat
mujarab kecuali Liu berhasil melepas
beban pikiran hidup
dipenjara! Liu seorang
pejuang yang tidak memperhitungkan
konsekwensi perjuangan,
sikap yang dijalankan
selama ini dalam melawan Pemerintah.
Setelah dijatuhi
hukuman dan melewati
kehidupan di penjara, jelas Liu TIDAK
berhasil melepas BEBAN
PIKIRAN nya dan
akibatnya kena kanker! Artinya
pengobatan sebaik apapun
TIDAK akan menyembuhkan,
kecuali dia diberi KEBEBASAN
diluarnegeri! Dan itu tentunya
menyalahi HUKUM,
...
Mengapa pihak kedokteran Tiongkok
terlambat mengetahui kanker
LiuXB, diketahui setelah serius ddn
dimasa akhir? Mungkin
masih bisa
diperdebatkan, ... tapi pernyataan
pihak RS tidak tepat
membawa Liu berobat
diLN, adalah keputusan TEPAT! Buktinya
tidak lebih beberapa
hari penyakit Liu
merosot drastis dan mati juga! Itulah
kenyataan yang
terjadi, kecuali memang
menghendaki Liu mati diatas pesawat???
Bukankah dengan
begitu lebih tidak
manusiawi??? Atau memang bertujuan
bikin ribuuuut
saja!
Kematian Liu Xiao Bao sepenuhnya
adalah
akibat KESALAHAN
dirinya sendiri, ... tidak ada yang
perlu dibesarbesarkan
apalagi dipuja-puji
dan dihormati! Biarlah LiuXB pergi
meninggalkan dunia fana
ini dengan penuh
ketenangan dan seperti abangnya
menyatakan, atas nama
keluarga Liu bersyukur dan
berterimakasih pada Pemerintah dan PKT
tetap
memperlakukannya sebagai manusia
yang perlu dilayani pengobatan dan
menyelesaikan
akhir-hidupnya.
Salam,
ChanCT
From: jonathangoeij@...
[GELORA45]
Sent: Sunday, July 16, 2017 1:22
AM
Dunia
internasional kritik perlakuan Cina
terhadap pegiat HAM yang
wafat
14
Juli 2017
Tautan
eksternal dan akan terbuka di
layar baru
Bagikan
artikel ini dengan
Facebook Bagikan
artikel ini dengan
Twitter Bagikan
artikel ini dengan
Messenger Bagikan
artikel ini dengan Email
Kirim
Hak
atas fotoLIU
XIA / HANDOUTImage
captionLiu
Xiaobo meraih Nobel Perdamaian 2010.
Dia meninggal dunia
akibat kanker
liver.
Cina
menghadapi berbagai kritik dari dunia
internasional atas
perlakuan terhadap Liu
Xiaobo, pegiat hak asasi yang
meninggal dunia pada usia 61
tahun akibat kanker
liver.
Komite
Nobel di Norwegia mengatakan
pemerintah Cina menanggung
'tanggung jawab besar'
atas kematian Liu yang diganjar Nobel
Perdamaian pada
2010.
Di
samping menyebut kematian Liu
"terlalu dini",
Komite Nobel juga menyatakan sikap
Cina yang menolak kepergian Liu untuk
berobat ke luar negeri
"sangat
mengganggu".
Menanggapi
kritik itu, pemerintah Cina menegaskan
bahwa penanganan Liu
adalah urusan dalam
negeri dan negara-negara lain
"tidak berada dalam
posisi untuk membyat
pernyataan yang tidak patut".
Duka
pemimpin dunia atas wafatnya
pembangkang Cina, Liu
Xiaobo
Pembangkang
Cina dibebaskan untuk berobat kanker
Seruan
agar Cina bebaskan Liu Xiaobo
Menteri
Luar Negeri Jerman, Sigmar Gabriel,
menyesali Liu tidak bisa
berobat ke luar
negeri.
"Cina
kini punya tanggung jawab untuk
menjawab pertanyaan secara
cepat, transparan,
dan masuk akal mengapa penyakit
kankernya tidak diketahui
jauh sebelumnya," kata
Gabriel.Hak
atas fotoHANDOUPT/AFPImage
captionLiu
Xiaobo dan istrinya, Liu Xia, pada
tahun 2002. Sejumlah
pihak kini mendesak
pemerintah Cina membebaskan Liu Xia
untuk bepergian ke luar
negeri.
Pernyataan
senada dikemukakan Menteri Luar Negeri
Inggris, Boris
Johnson.
"Liu
Xiaobo seharusnya diizinkan memilih
perawatan medis di luar
negeri, yang
berulang kali ditolal aparat Cina. Ini
tindakan yang salah
dan kini saya
mendesak mereka mencabut semua
pelarangan terhadap janda
Liu," kata Johnson.
Pemerintah
Cina melarang Liu hijrah ke luar
negeri untuk menjalani
perawatan. Larangan itu
disertai pernyataan para ahli kesehatan Cina yang
menegaskan
bahwa dia sudah
terlalu sakit untuk melakukan
perjalanan.
Namun
seorang dokter Jerman dan Amerika
Serikat—yang beberapa
waktu lalu mengunjungi
dan memeriksanya di sebuah rumah sakit
di
Shenyang—berpendapat Liu Xiaobo
masih
mampu melakukan perjalanan.
Setelah
Liu Xiaobo meninggal dunia, Jerman,
Inggris, AS, dan Prancis
meminta kepada Cina
untuk membolehkan jandanya, Liu Xia
bertolak ke luar
negeri.
Permintaan
ini mendapat dukungan Komisioner
Tinggi PBB untuk HAM, Zeid
Ra'ad Al Hussein,
yang mendesak Cina "menjamin
kebebasan pergerakan Liu
Xia."Hak
atas fotoGETTYImage
captionLiu
Xiabo pertama kali dikenal pada masa
unjuk rasa terkenal di
Lapangan Tiananmen,
Beijing, tahun 1989.
'Kekuatan
Barat' mempolitisasi
Pernyaan
resmi Kementerian Luar Negeri Cina
menyebutkan:
"Penanganan kasus Liu Xiaobo
merupakan urusan dalam negeri Cina dan
negara-negara asing
tidak berada dalam
posisi untuk membuat pernyataan yang tidak patut".
Sebagaimana
dikutip kantor berita Xinhua,
juru bicara Kementerian Luar Negeri
Cina, Geng Shuang,
menambahkan bahwa pejabat
kesehatan Cina telah mengerahkan upaya
penuh untuk merawat
Liu.
Sebuah
surat kabar yang dikelola pemerintah
menerbitkan editorial
yang menuding
'kekuatan Barat' mempolitisasi
peristiwa itu.
Sejumlah
koresponden mengatakan peliputan
kematian Liu Xiabo di Cina
sangat sepi. Kantor
berita Xinhua
dan CCTV
hanya merilis pernyataan singkat pada
situs berbahasa
Inggris bahwa Liu
Xiaobo, sang 'terpidana subversif,
telah meninggal
dunia.
Harian
Global
Times yang merupakan corong Partai
Komunis Cina
menerbitkan editorial
berbahasa Inggris bahwa Liu Xiaobo
adalah "korban
penyesatan" Barat.
"Pihak
Cina senantiasa berfokus pada
perawatan Liu, tapi beberapa
kekuatan Barat selalu
mencoba mengalihkan ke isu politik dan membesar-besarkan
perawatannya sebagai
isu 'hak asasi'."
Di
media sosial, reaksi atas kematian Liu
Xiaobo telah
disensor. Sejumlah komentar
dihapus, termasuk pesan berbunyi 'RIP' dan emoji
lilin.