Bragging?

Itu hasil riset dari PWC!

Koq bragging?

Maksudnya PWC bragging release data itu?

 

Bukan masalah bragging melainkan ente bashing RI.

Itu data!

Bagaimana caranya ente bashing RI pakai data PWC itu?

Caranya dengan mengatakan PWC meramal. Alasannya hanya 2: PPP (yang adalah 
asumsi PWC bukan ente) dan “gejolak politik besar” (nah yang ini baru asumsi 
ente hehehehehe yg semua orang tahu apalagi PWC moso’ gak tahu asumsi ini?!!).

 

Koq bisa hasil riset PWC disamakan dengan ramalan?

Kan jelas ente gak ngerti arti ramalan dan analysis research.

 

Masalahnya kan ente gak percaya RI di no. 5 itu sebetulnya gak masalah. 
Siapapun boleh interpretasi data hasil suatu analisa dan riset, persoalannya 
ente karena memang mau bashing RI, makanya ngamuk seakan2 PWC goblok bikin 
ramalan yg mengatakan RI di no. 5.

Ini kan kutak katik di otak ente!

 

Negara2 lain kan ente gak lain! Ane pancing pake’ USA dan RRT, ente kan 
tersentak tapi gak bilang apa2 apakah PWC juga meramal. Jelas sekali ente 
setuju USA dan RRT dino. 1 dan 2. Gaya2 kasih komentar USA = RRT. Tetapi mana 
ente mau membenarkan riset PWC itu? Hehehehehehe.

18 negara yang lain malahan gak disinggung2 sama sekali!

 

Jadi kan jelas sekali ente hanya mempersoalkan RI saja, diimana ente gak 
percaya RI bisa jadi no. 5!

Bukan bashing RI?!!! Hehehehe

 

 

Nesare

 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Friday, September 15, 2017 11:00 AM
To: Yahoogroups <[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Re: Ekonomi indonesia no. 5 didunia 2030 menurut PWC

 

  

 

Kepala anda kepanasan ya? posting awal anda hanya mengutip bagian Indonesia 
yang artinya itu fokus dan bragging anda. Lihat copy & paste dibawah. Tidak 
terlihat sama sekali intention anda membicarakan 22 negara lain.

 

Laporan/proyeksi PWC itu dalam PPP, kalau tidak membahas dalam PPP terus apa 
lagi?

 

Penyebutan adanya beberapa gejolak politik besar dalam jangka waktu yang tidak 
lama itu untuk menunjukkan ketidak stabilan politik, dalam melakukan proyeksi 
tentu berdasarkan historical data, yang artinya kemungkinan adanya gejolak 
politik besar lagi cukup besar. Sama sekali tidak stabil, yang menunjukkan 
proyeksi dalam jangka waktu sekian lama sangat diragukan.

 

---

kutipan:

PWC telah mengeluarkan kekuatan ekonomi dunia 2030. Nomer 5 adalah Indonesia.

 

 
<http://www.businessinsider.com/pwc-predicts-the-most-powerful-economies-by-2030-2017-8/#21-nigeria-1794-trillion-1>
 
http://www.businessinsider.com/pwc-predicts-the-most-powerful-economies-by-2030-2017-8/#21-nigeria-1794-trillion-1

 <https://seasia.co/2017/09/03/21-most-powerful-economies-in-2030> 
https://seasia.co/2017/09/03/21-most-powerful-economies-in-2030

 

5. INDONESIA — $5.424 trillion

According to a professional body  
<https://www.icas.com/ca-today-news/four-ways-the-worlds-economy-could-change-in-2017-pwc>
 ICAS last year, Asia will remain the fastest growing region of the world 
overall, with Indonesia on course to become the world’s 16th trillion dollar 
economy, drawing some attention away from the traditional hubs of China and 
India.

It's not surprising though that this one and only nation in the region could 
project more towards 2030.

https://groups.yahoo.com/neo/groups/GELORA45/conversations/topics/213248 
<https://groups.yahoo.com/neo/groups/GELORA45/conversations/topics/213248?soc_src=mail&soc_trk=ma>
 

 

 

 

---In [email protected] <mailto:[email protected]> , <nesare1@... 
<mailto:nesare1@...> > wrote :



Alaahhhh hanya bisa nulis kaya’ gini.

Buktikan kalau ane gak bisa baca tulisan orang?!

 

Sudah jelas thread ini, ente hanya cuplik dari data dari internet yg mengatakan 
PPP adalah salah satu asumsi yg dipakai oleh PWC dalam metodologi risetnya. 
Ente pake’ data yg sebetulnya adalah dikeluarkan oleh PWC sendiri, plus ente 
tambah dengan “gejolak politik besar”, langsung mengultimatum hasil riset PWC 
itu = ramalan.

 

Lebih parah lagi adalah hanya RI yang dipakai sbg sample utk mengatakan PWC 
meramal!

Ada 22 negara lain yang tidak singgung!

Jelas sekali kan diotak ente hanya mau bashing RI dengan menggunakan/mengatakan 
PWC meramal.

Sedangkan itu adalah hasil riset!

 

Coba pikir2 baek2 rangkuman ane ini. sudah ane peringatkan ente jangan maen2 
dengan orang Indonesia!

 

Nesare

 

 

From: [email protected] <mailto:[email protected]>  
[mailto:[email protected]] 
Sent: Thursday, September 14, 2017 10:37 AM
To: Yahoogroups <[email protected] <mailto:[email protected]> >
Subject: RE: [GELORA45] Re: Ekonomi indonesia no. 5 didunia 2030 menurut PWC

 

 

 

Anda ini baca tulisan orang saja tidak sanggup, tidak ada harganya diladenin.

 

 

---In  <mailto:[email protected]> [email protected], < 
<mailto:nesare1@...> nesare1@...> wrote :




Oh sekarang baru ngomong RRT dan USA? Hehehehehe RRT dan USA itu sama ya 
posisinya? PWC sudah bikin riset analisanya. Ente pake’ apa bilang RRT dan USA 
itu sama?

Lalu gimana dengan 18 negara yg lain ente pake’ apa utk mengatakan PWC meramal?

 

Koq lari ke bank dunia? Ngomongin PWC saja belum selesai!

 

Koq bisa ngomong bank dunia tidak salah? Yang ngomong ini siapa? Siapa yang 
bilang benar atau salah?

Lari nih yeah!

 

Orang lagi ngomong ente yang bilang hasil riset PWC adalah ramalan!

Bener2 goblok tapi ya kalau ente tahu ente goblok mestinya ente sudah insyaf 
dan menerima dan tidak goblok lagi donk!

 

Ayo lari yg kencang!





Nesare

 

From:  <mailto:[email protected]> [email protected] [ 
<mailto:[email protected]> mailto:[email protected]] 
Sent: Wednesday, September 13, 2017 4:35 PM
To: Yahoogroups < <mailto:[email protected]> [email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Re: Ekonomi indonesia no. 5 didunia 2030 menurut PWC

 

 

Anda itu sudah kepala besar otak udang, kesurupun, juga mesumnya bukan main 
sukanya menelanjangin orang. Kalau hobby anda lihat orang telanjang pergi saja 
ke nudis resort sana puas2in diri anda.

 

Saat ini RRT dan USA keduanya menempati posisi pertama dan kedua, dari segi GDP 
PPP Tiongkok posisi pertama, dari segi cash USA posisi pertama. Dalam laporan 
PWC posisi keduanya masih tetap sama tidak berubah. Tidak ada yang menarik yg 
dibicarakan.

 

Khusus tentang PPP apakah benar daya beli $1 di Indonesia kurang lebih setara 
dengan $3 di USA? Saya rasa kok tidak tepat dan terlalu generalisasi karena 
bagi orang perorang belum tentu sama. Sebagai contoh harga Porsche 911 di USA 
cuman sekitar $90 ribu sedang di Jakarta Rp 3,3 milyar atau sekitar $250 ribu 
hampir 3x harga USA, atau dengan kata lain bagi pembeli Porsche $1 di USA 
kurang lebih setara dengan $3 di Indonesia justru berketerbalikan dengan PPP yg 
dikeluarkan Bank Dunia.

 

Tetapi apakah Bank Dunia salah? Tidak juga karena PPP sejatinya penggunaannya 
untuk mengukur Poverty Threshold.

 

 

---In  <mailto:[email protected]> [email protected], < 
<mailto:nesare1@...> nesare1@...> wrote :





Jonathan: Dilihat dari kemungkinan perubahan PPP itu saja proyeksi PWC lebih 
merupakan ramalan daripada mendekati kenyataan

Nesare: kelihatan belangnya kan? jelas sekali ente hanya bashing Indonesia!

 

Ini penjelasan/argument ane kenapa ente hanya bashing Indonesia:

PWC mengeluarkan riset itu mencakup 21 negara. Yang ente omong ttg PPP itu 
hanya Indonesia! Kenapa ente gak ngomong ttg negara2 lain? Gimana analisa PWC 
terhadap 20 negara lain ini? Apakah RRT dan USA juga ramalan bisa jadi no. 1 
dan no.2?

 

Masa’ orang pinter seperti ente hanya bilang PWC meramal (sudah gak ngerti beda 
dan arti ramalan vs analisa dan riset) karena PWC pakai PPP plus ditambah 
dengan PWC tidak tahu “peristiwa politik besar”, ente bashing RI dengan 
mengatakan PWC meramal!

 

Coba kalau bukan butatuli plus tukang bashing, apa ini namanya?!!!






Tak telanjangi terus ente!!!!

Jangan maen2 sama orang Indonesia!!!!

 

Nesare

 

From:  <mailto:[email protected]> [email protected] [ 
<mailto:[email protected]> mailto:[email protected]] 
Sent: Tuesday, September 12, 2017 1:32 PM
To: Yahoogroups < <mailto:[email protected]> [email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Re: Ekonomi indonesia no. 5 didunia 2030 menurut PWC

 

 

 

Yang dikatakan orang kesurupan itu umumnya bertolak belakang dengan dunia 
nyata; so, dikatain "goblok dan ngibul" sama orang kesurupan tidak ada problema 
sama sekali karena kenyataannya bertolak belakang.

 

Proyeksi PWC itu dalam PPP bukan dalam nominal (atau cash value), PPP Indonesia 
2016 sekitar 3x lebih sedikit yang bisa dilihat dari GDP Nominal yg hanya 
sekitar $900an billion sementara GDP PPP sekitar $3 trilliun, yang artinya 
untuk saat ini $1 di Indonesia mempunyai daya beli setara dengan $3 di USA. 
Dalam menentukan GDP World Bank melihat sekeranjang items (umumnya kebutuhan 
pokok) yg setiap jangka waktu tertentu akan direvisi, yang artinya PPP saat ini 
dibandingkan tahun-tahun kedepan belum tentu sama apalagi sampai th 2030. 
Melihat trend kenaikan harga bahan pokok baik itu beras, daging, ikan, ayam, 
garam, dlsb. yang sangat tinggi (seperti yang diberitakan) yang artinya daya 
beli berkurang, artinya juga PPP mengecil. Ditambah lagi dengan perdagangan 
dunia yang semakin meng-global artinya harga barang disatu negara dengan negara 
lain tidak akan jauh berbeda, yang akan berpengaruh pada PPP. Sebagai contoh 
beras (yang import dari Thailand) di USA dan Indonesia harganya bisa jadi sama 
atau hanya selisih sedikit saja.

 

Dilihat dari kemungkinan perubahan PPP itu saja proyeksi PWC lebih merupakan 
ramalan daripada mendekati kenyataan

 

 

---In  <mailto:[email protected]> [email protected], < 
<mailto:nesare1@...> nesare1@...> wrote :






Hehehehehe biar kesurupan masih bisa kasih argument bahwa ente goblok dan 
ngibul.

Ini ngibulnya: ente bilang jawaban bahwa PWC meramal adalah PPP dan gejolak 
politik besar. Sedangkan PPP itu adalah salah satu asumsi yg dipakai oleh PWC 
dalam analisanya. Ente cuplik dari bacaan ente yg pasti dari media diinternet. 
Lalu klaim seakan2 PPP itu asalnya dari ente.

 

Gimana bisa PPP itu jawaban dari ente?

Wong PPP itu adalah PWC dalam menghasilkan riset analisanya!

 

Ngibul aja!

Sudah ngibul bilang orang lain kesurupan!

Kalau bukan buta tuli dan goblok apa namanya?!!

 

Nesare

 

 

From:  <mailto:[email protected]> [email protected] [ 
<mailto:[email protected]> mailto:[email protected]] 
Sent: Tuesday, September 12, 2017 12:09 AM
To:  <mailto:[email protected]> [email protected]
Subject: RE: [GELORA45] Re: Ekonomi indonesia no. 5 didunia 2030 menurut PWC

 

 

kesurupan?


---In  <mailto:[email protected]> [email protected], < 
<mailto:nesare1@...> nesare1@...> wrote :

Oh gitu tokh logikanya?

Kalau PWC meramal, ente ngapain?

 

Orang ini memang harus dibabat keakarnya!

 

Saya diamkan ketika ente bilang ini adalah jawabannya PWC meramal itu adalah 
begini:

 

Makin jauh sebuah proyeksi tingkat ketepatan akan semakin kecil juga akan 
terlalu banyak asumsi yang dipakai, sebuah hal sederhana saja misalnya politik 
yang stabil padahal dalam kenyataannya sejak 1945 sampai sekarang telah terjadi 
setidaknya 3x gejolak politik besar, perhitungan PPP Indonesia saat ini mungkin 
sekitar 3x cash apakah 13 th yad masih tetap sama,  bagaimana dgn growth dengan 
asumsi berapa persen dan bagaimana mengambil angka itu apakah dari proyeksi 
pemerintah yang setiap tahun dikatakan tidak memenuhi target Jadi disini 
proyeksi yang sedemikian jauh lebih tepat kalau dikatakan ramalan

 

Perhitungan PPP itu adalah fakta dari PWC dalam metodologinya melakukan riset 
ini. Itu salah satu asumsi PWC gunakan dalam menghasilkan riset itu. Tentu 
asumsi lain masih banyak yang dipakai PWC dalam bikin riset itu. Asumsi2 yg 
dipakai tentunya adalah rahasia perusahaan PWC dalam melakukan riset itu.

 

Ente dengan sombongnya pakai salah satu asumsi yaitu PPP ditambah dengan 
gejolak politik besar, sebagai jawaban bahwa PWC meramal!

 

Koq bisa2nya bilang PPP itu adalah jawaban PWC meramal?

Sedangkan PPP itu adalah salah satu asumsi yg dipakai oleh PWC dalam analisanya 
bikin riset itu!

 

Dari mana ente bisa tahu PPP ini dalam analisa menghasilkan suatu riset?

Emangnya setiap riset seperti ini harus pakai PPP dalam analisanya?

Kan jelas sekali ente dapat fakta ini dari internet?!

Lalu dicomot dari internet, lalu diklaim sbg jawaban/argument utk bilang PWC 
meramal.

 

Goblok atau gila ini?

 

 

Lalu ente tulis seperti ini lagi seterusnya:

 

Kalau argumen anda "Ane tahu itu bukan ramalan krn PWC itu lembaga keuangan yg 
terkenal kredibel" saya rasa anda itu kayak katak didalam tempurung, baru2 ini 
PWC kena denda $6.6 million karena misconduct " 
<https://wwwbloomberg.com/quote/4471079Z:LN> PricewaterhouseCoopers LLP was 
fined 5.1 million pounds ($6.6 million) for misconduct over its audit of  
<https://wwwbloomberg.com/quote/TNO:LN> RSM Tenon Group Plc in the largest-ever 
sanction issued by the U.K. accounting regulator." (Bloomberg, August 16, 2017)

 

Ane diamkan. Eh gak ada argumennya. Hanya kasih fakta ini bahwa PWC bisa 
meleset risetnya.

 

Semua orang tahu riset apapun didunia ini bisa salah. Science selalu bisa 
salah. Tetapi yg orang lihat adalah science itu berdasarkan asumsi. Kalau 
ramalan tidak. Ramalan berdasarkan mistik dan non science lainnya.

 

Yang ente tertawakan itu kan hasil science nya PWC.

Ane bilang ente butatuli dan gila krn ente mentertawakan riset PWC sbg ramalan.

Ane gak bilang riset PWC itu salah atau benar.

Yg menyalahkan riset PWC itu adalah ente. Kenapa? Ya jelas sekali jawabannya 
dengan label: ramalan. Jelas sekali ente mentertawakan riset PWC itu adalah 
ramalan.

 

Masih ngeyel?

Orang mentertawakan ente krn ente bilang riset PWC itu ramalan.

Orang gak ngapa2in ente kalau riset PWC salah. Gak ada yg ngutak ngatik ini.

Yg ngutak ngatik ini alias riset PWC bisa salah itu ente.

 

Kalau bukan goblok apa namanya?!!

 

Wong ane hanya bilang PWC menghasilkan riset, analisa dan prediksi bukannya PWC 
selalu benar atau selalu salah.

Eh ente bak orang pinter lalu mentertawakan hasil PWC itu adalah ramalan dan 
menganggap hasil analisa dan prediksi PWC itu salah.

Gila kan?

 

Orang ngomong apa aja gak ngerti, tapi maunya hanya bashing PWC saja bilang PWC 
meramal dan salah.

Dasar sombong minta ampun orang satu ini!

 

Mana ada argumennya bilang PWC itu meramal? Gak ada kan?

Yg dibilang jawaban hanya ini: “PPP, cash dan gejolak politik besar”.

Hehehehehehe

 

Nesare

 

 

 

From:  <mailto:GELORA45@yahoogroupscom> [email protected] [ 
<mailto:[email protected]> mailto:[email protected]] 
Sent: Sunday, September 10, 20

(Message over 64 KB, truncated)



Kirim email ke