Jelas sekali bragging, anda bragging PWC memroyeksikan Indonesia kekuatan 
ekonomi no 5 dunia th 2030 dgn GDP sebesar "$5.424 trillion" tanpa keterangan 
sama sekali betapa angka itu dalam PPP yang telah mark-up sekian kali lipat 
dibandingkan nominal. Bukankah itu hanya sekedar membuai pembaca, menjual mimpi.

---In [email protected], <nesare1@...> wrote :

Bragging?Itu hasil riset dari PWC!Koq bragging?Maksudnya PWC bragging release 
data itu? Bukan masalah bragging melainkan ente bashing RI.Itu data!Bagaimana 
caranya ente bashing RI pakai data PWC itu?Caranya dengan mengatakan PWC 
meramal. Alasannya hanya 2: PPP (yang adalah asumsi PWC bukan ente) dan 
“gejolak politik besar” (nah yang ini baru asumsi ente hehehehehe yg semua 
orang tahu apalagi PWC moso’ gak tahu asumsi ini?!!). Koq bisa hasil riset PWC 
disamakan dengan ramalan?Kan jelas ente gak ngerti arti ramalan dan analysis 
research. Masalahnya kan ente gak percaya RI di no. 5 itu sebetulnya gak 
masalah. Siapapun boleh interpretasi data hasil suatu analisa dan riset, 
persoalannya ente karena memang mau bashing RI, makanya ngamuk seakan2 PWC 
goblok bikin ramalan yg mengatakan RI di no. 5.Ini kan kutak katik di otak 
ente! Negara2 lain kan ente gak lain! Ane pancing pake’ USA dan RRT, ente kan 
tersentak tapi gak bilang apa2 apakah PWC juga meramal. Jelas sekali ente 
setuju USA dan RRT dino. 1 dan 2. Gaya2 kasih komentar USA = RRT. Tetapi mana 
ente mau membenarkan riset PWC itu? Hehehehehehe.18 negara yang lain malahan 
gak disinggung2 sama sekali! Jadi kan jelas sekali ente hanya mempersoalkan RI 
saja, diimana ente gak percaya RI bisa jadi no. 5!Bukan bashing RI?!!! Hehehehe 
 Nesare  From: [email protected] [mailto:[email protected]
Sent: Friday, September 15, 2017 11:00 AM
To: Yahoogroups <[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Re: Ekonomi indonesia no. 5 didunia 2030 menurut PWC   
Kepala anda kepanasan ya? posting awal anda hanya mengutip bagian Indonesia 
yang artinya itu fokus dan bragging anda. Lihat copy & paste dibawah. Tidak 
terlihat sama sekali intention anda membicarakan 22 negara lain. 
Laporan/proyeksi PWC itu dalam PPP, kalau tidak membahas dalam PPP terus apa 
lagi? Penyebutan adanya beberapa gejolak politik besar dalam jangka waktu yang 
tidak lama itu untuk menunjukkan ketidak stabilan politik, dalam melakukan 
proyeksi tentu berdasarkan historical data, yang artinya kemungkinan adanya 
gejolak politik besar lagi cukup besar. Sama sekali tidak stabil, yang 
menunjukkan proyeksi dalam jangka waktu sekian lama sangat diragukan. 
---kutipan:PWC telah mengeluarkan kekuatan ekonomi dunia 2030. Nomer 5 adalah 
Indonesia. 
http://www.businessinsider.com/pwc-predicts-the-most-powerful-economies-by-2030-2017-8/#21-nigeria-1794-trillion-1https://seasia.co/2017/09/03/21-most-powerful-economies-in-2030
 5.. INDONESIA — $5.424 trillionAccording to a professional body ICAS last 
year, Asia will remain the fastest growing region of the world overall, with 
Indonesia on course to become the world’s 16th trillion dollar economy, drawing 
some attention away from the traditional hubs of China and India.It's not 
surprising though that this one and only nation in the region could project 
more towards 
2030.https://groups.yahoo.com/neo/groups/GELORA45/conversations/topics/213248   
---In [email protected], <nesare1@...> wrote :

Alaahhhh hanya bisa nulis kaya’ gini.Buktikan kalau ane gak bisa baca tulisan 
orang?! Sudah jelas thread ini, ente hanya cuplik dari data dari internet yg 
mengatakan PPP adalah salah satu asumsi yg dipakai oleh PWC dalam metodologi 
risetnya. Ente pake’ data yg sebetulnya adalah dikeluarkan oleh PWC sendiri, 
plus ente tambah dengan “gejolak politik besar”, langsung mengultimatum hasil 
riset PWC itu = ramalan. Lebih parah lagi adalah hanya RI yang dipakai sbg 
sample utk mengatakan PWC meramal!Ada 22 negara lain yang tidak singgung!Jelas 
sekali kan diotak ente hanya mau bashing RI dengan menggunakan/mengatakan PWC 
meramal.Sedangkan itu adalah hasil riset! Coba pikir2 baek2 rangkuman ane ini. 
sudah ane peringatkan ente jangan maen2 dengan orang Indonesia! Nesare  From: 
[email protected] [mailto:[email protected]
Sent: Thursday, September 14, 2017 10:37 AM
To: Yahoogroups <[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Re: Ekonomi indonesia no. 5 didunia 2030 menurut PWC   
Anda ini baca tulisan orang saja tidak sanggup, tidak ada harganya diladenin.  
---In [email protected], <nesare1@...> wrote :


Oh sekarang baru ngomong RRT dan USA? Hehehehehe RRT dan USA itu sama ya 
posisinya? PWC sudah bikin riset analisanya. Ente pake’ apa bilang RRT dan USA 
itu sama?Lalu gimana dengan 18 negara yg lain ente pake’ apa utk mengatakan PWC 
meramal? Koq lari ke bank dunia? Ngomongin PWC saja belum selesai! Koq bisa 
ngomong bank dunia tidak salah? Yang ngomong ini siapa? Siapa yang bilang benar 
atau salah?Lari nih yeah! Orang lagi ngomong ente yang bilang hasil riset PWC 
adalah ramalan!Bener2 goblok tapi ya kalau ente tahu ente goblok mestinya ente 
sudah insyaf dan menerima dan tidak goblok lagi donk! Ayo lari yg kencang!



Nesare From: [email protected] [mailto:[email protected]
Sent: Wednesday, September 13, 2017 4:35 PM
To: Yahoogroups <[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Re: Ekonomi indonesia no. 5 didunia 2030 menurut PWC  
Anda itu sudah kepala besar otak udang, kesurupun, juga mesumnya bukan main 
sukanya menelanjangin orang. Kalau hobby anda lihat orang telanjang pergi saja 
ke nudis resort sana puas2in diri anda. Saat ini RRT dan USA keduanya menempati 
posisi pertama dan kedua, dari segi GDP PPP Tiongkok posisi pertama, dari segi 
cash USA posisi pertama. Dalam laporan PWC posisi keduanya masih tetap sama 
tidak berubah. Tidak ada yang menarik yg dibicarakan. Khusus tentang PPP apakah 
benar daya beli $1 di Indonesia kurang lebih setara dengan $3 di USA? Saya rasa 
kok tidak tepat dan terlalu generalisasi karena bagi orang perorang belum tentu 
sama. Sebagai contoh harga Porsche 911 di USA cuman sekitar $90 ribu sedang di 
Jakarta Rp 3,3 milyar atau sekitar $250 ribu hampir 3x harga USA, atau dengan 
kata lain bagi pembeli Porsche $1 di USA kurang lebih setara dengan $3 di 
Indonesia justru berketerbalikan dengan PPP yg dikeluarkan Bank Dunia. Tetapi 
apakah Bank Dunia salah? Tidak juga karena PPP sejatinya penggunaannya untuk 
mengukur Poverty Threshold.  ---In [email protected], <nesare1@...> 
wrote :



Jonathan: Dilihat dari kemungkinan perubahan PPP itu saja proyeksi PWC lebih 
merupakan ramalan daripada mendekati kenyataanNesare: kelihatan belangnya kan? 
jelas sekali ente hanya bashing Indonesia! Ini penjelasan/argument ane kenapa 
ente hanya bashing Indonesia:PWC mengeluarkan riset itu mencakup 21 negara. 
Yang ente omong ttg PPP itu hanya Indonesia! Kenapa ente gak ngomong ttg 
negara2 lain? Gimana analisa PWC terhadap 20 negara lain ini? Apakah RRT dan 
USA juga ramalan bisa jadi no. 1 dan no.2? Masa’ orang pinter seperti ente 
hanya bilang PWC meramal (sudah gak ngerti beda dan arti ramalan vs analisa dan 
riset) karena PWC pakai PPP plus ditambah dengan PWC tidak tahu “peristiwa 
politik besar”, ente bashing RI dengan mengatakan PWC meramal! Coba kalau bukan 
butatuli plus tukang bashing, apa ini namanya?!!!




Tak telanjangi terus ente!!!!Jangan maen2 sama orang Indonesia!!!! Nesare From: 
[email protected] [mailto:[email protected]
Sent: Tuesday, September 12, 2017 1:32 PM
To: Yahoogroups <[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Re: Ekonomi indonesia no. 5 didunia 2030 menurut PWC   
Yang dikatakan orang kesurupan itu umumnya bertolak belakang dengan dunia 
nyata; so, dikatain "goblok dan ngibul" sama orang kesurupan tidak ada problema 
sama sekali karena kenyataannya bertolak belakang. Proyeksi PWC itu dalam PPP 
bukan dalam nominal (atau cash value), PPP Indonesia 2016 sekitar 3x lebih 
sedikit yang bisa dilihat dari GDP Nominal yg hanya sekitar $900an billion 
sementara GDP PPP sekitar $3 trilliun, yang artinya untuk saat ini $1 di 
Indonesia mempunyai daya beli setara dengan $3 di USA. Dalam menentukan GDP 
World Bank melihat sekeranjang items (umumnya kebutuhan pokok) yg setiap jangka 
waktu tertentu akan direvisi, yang artinya PPP saat ini dibandingkan 
tahun-tahun kedepan belum tentu sama apalagi sampai th 2030. Melihat trend 
kenaikan harga bahan pokok baik itu beras, daging, ikan, ayam, garam, dlsb. 
yang sangat tinggi (seperti yang diberitakan) yang artinya daya beli berkurang, 
artinya juga PPP mengecil. Ditambah lagi dengan perdagangan dunia yang semakin 
meng-global artinya harga barang disatu negara dengan negara lain tidak akan 
jauh berbeda, yang akan berpengaruh pada PPP. Sebagai contoh beras (yang import 
dari Thailand) di USA dan Indonesia harganya bisa jadi sama atau hanya selisih 
sedikit saja. Dilihat dari kemungkinan perubahan PPP itu saja proyeksi PWC 
lebih merupakan ramalan daripada mendekati kenyataan  ---In 
[email protected], <nesare1@...> wrote :




Hehehehehe biar kesurupan masih bisa kasih argument bahwa ente goblok dan 
ngibul.Ini ngibulnya: ente bilang jawaban bahwa PWC meramal adalah PPP dan 
gejolak politik besar. Sedangkan PPP itu adalah salah satu asumsi yg dipakai 
oleh PWC dalam analisanya. Ente cuplik dari bacaan ente yg pasti dari media 
diinternet. Lalu klaim seakan2 PPP itu asalnya dari ente. Gimana bisa PPP itu 
jawaban dari ente?Wong PPP itu adalah PWC dalam menghasilkan riset analisanya! 
Ngibul aja!Sudah ngibul bilang orang lain kesurupan!Kalau bukan buta tuli dan 
goblok apa namanya?!! Nesare  From: [email protected] 
[mailto:[email protected]
Sent: Tuesday, September 12, 2017 12:09 AM
To: [email protected]
Subject: RE: [GELORA45] Re: Ekonomi indonesia no. 5 didunia 2030 menurut PWC  
kesurupan?


---In [email protected], <nesare1@...> wrote :Oh gitu tokh 
logikanya?Kalau PWC meramal, ente ngapain? Orang ini memang harus dibabat 
keakarnya! Saya diamkan ketika ente bilang ini adalah jawabannya PWC meramal 
itu adalah begini: Makin jauh sebuah proyeksi tingkat ketepatan akan semakin 
kecil juga akan terlalu banyak asumsi yang dipakai, sebuah hal sederhana saja 
misalnya politik yang stabil padahal dalam kenyataannya sejak 1945 sampai 
sekarang telah terjadi setidaknya 3x gejolak politik besar, perhitungan PPP 
Indonesia saat ini mungkin sekitar 3x cash apakah 13 th yad masih tetap sama,  
bagaimana dgn growth dengan asumsi ber

(Message over 64 KB, truncated)

Kirim email ke