Anda itu memang chicken yang tidak berani berpendapat sendiri hanya bisanya 
bersembunyi dibalik orang lain dan putar puter kata2 belaka.
Kutipan si ayam:
Artinya apa pendapat john rosa ini? artinya pasti ada orang PKI dalam gerakan 
G30S itu!
Sudah biasa intel2 itu masuk kemana2 termasuk intel PKI masuk ke Islam dan 
militer!
---In [email protected], <nesare1@...> wrote :


Lagi ngomong apa orang gila satu ini?!!

Koq bisa2nya mengklaim John Rosa bilang PKI pelaku pembunuhan para jendral?!!!!

 

Pertamanya nuduh ane bilang begitu, sedangkan ane gak pernah bilang John 
mengklaim PKI pelaku pembunuhan para jendral.

Ente jangan sembarangan nuduh ane bilang: “john rosa bilang PKI pelaku 
pembunuhan para jendral” loh!!!

Baca baek2 tulisan ane!

 

Perkara persepsi seseorang mengklaim john bilang PKI pelaku pembunuhan para 
jendral, ya silahkan2 saja. tetapi ane tidak berpandangan begitu setelah 
mengikuti jalan pikiran john rosa.

 

Walaupun john rosa ribut2 sama asahan aidit, itu ya boleh2 saja bagi ane. 
Tetapi yang gak boleh saling menyalahkan. Kenapa gak boleh? Karena disitulah 
letak opini seseorang dimana opini itu berlandaskan asumsi.

John rosa membuka wawasan baru dalam melihat peristiwa 1965. Begitu juga kita 
harapkan semua orang baik sejarahwan ataupun amatiran melihat peristiwa 1965 
itu dari dimensi lain. Dimensi satu2nya hanyalah milik Orba dulunya. Sekarang 
dengan susah payah muncul analisa2 tandingan2nya. John rosa adalah salah 
satunya. Silahkan ngomong, diskusi, argue tetapi jangan seperti ente maen 
dakwa2an bahwa john rosa bilang: PKI pelaku pembunuhan para jendral.

 

Mana argumentnya ente bilang john rosa mengklaim PKI pelaku pembunuhan para 
jendral?!!!!!

Koq berani2nya bilang gak ada yg menyangkal?!!!

 

Nesare

 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Monday, October 16, 2017 1:46 PM
To: Yahoogroups <[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] (Tiada) Proklamasi Indonesia Tanpa Wikana

 

 

Ente memang gobloknya minta ampun! Dalam hal ini tidak ada seorangpun yang 
menyangkal.

 

 

---In [email protected], <nesare1@...> wrote :

Gobloknya minta ampun!

Siapa yg bilang john rosa mengatakan PKI pelaku pembunuhan para jendral?!!!!!

 

Ente tahu ndak siapa john rosa itu? Lulusan mana? Aliran ideologinya apa?

 

Nesare

 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Thursday, October 12, 2017 9:52 PM
To: [email protected]
Subject: RE: [GELORA45] (Tiada) Proklamasi Indonesia Tanpa Wikana

 

 


John Roosa mengatakan PKI pelaku pembunuhan para jendral???? Ah yang bener aja!

Justru John Roosa mengatakan pengakuan2 yg dipakai Soeharto sebagai bukti itu 
didapat dari hasil penyiksaan berat yang kemudian disangkal ybs. Ini cuplikan 
tulisan Roosa:

 

 

kutipan:

 

Proving the Case 

 

The first evidence the army adduced that the Communist Party of Indonesia, the 
PKI, was the mastermind of the September 30th Movement were confessions from 
two army officers who had participated in the movement. They had supposedly 
confessed while under interrogation to have acted on orders from the PKI An 
army information document released in early December 1965 cited the transcripts 
of the interrogations as proof of the PKI’s leadership of the September 30th 
Movement.52 Thus began the Suharto regime’s practice of treating interrogation 
reports (Berita Acara Pemeriksaan or Proses Verbaal) as solid evidence when 
backing its claims before the public. 

 

One of the so-called confessions was by Colonel Abdul Latief. I have a copy of 
the transcript of his interrogation held on October 25, 1965.53 In the 
transcript, he admits to being a “sympathizer” of the PKI who was willing to 
accept orders from the party. He unequivocally states that the PKI “planned the 
kidnapping” of the six generals and that he was a mere “implementer” of the 
party’s plan.54 He confesses to having been “more loyal to the party’s orders” 
than to those of his own superior officer.55 When Latief was brought to trial 
in 1978, after thirteen years of captivity, he claimed that he was barely 
conscious during the interrogation. According to his courtroom testimony, 
interrogators from the military police came to Salemba prison when he was still 
suffering from the wounds inflicted during his capture two weeks earlier. The 
soldiers who raided his hiding place on October 11 had fired a bullet into his 
left knee and rammed a bayonet into his right thigh, breaking the femur.56 His 
interrogation was held while he was lying prostrate on a table, doped up on 
painkillers, immobile with both his legs in casts, and starving from not having 
been given enough food for days. During the twelve-hour interrogation, from 
3:00 PM to 3:00 AM, he occasionally passed out. At his 1978 trial, he admitted 
to having put his signature on the transcript so that the interrogation would 
end: “I hoped that once I recovered or was in a condition to be interrogated 
again I could correct it.”57

 

He was interrogated again, in late December 1965, and he did correct the claims 
in the first interrogation transcript.58 His second interrogator, from the 
police, seems to have been more willing to accept his story, unlike the 
military police who interrogated him earlier. His story changed dramatically. 
He denied that he had any affiliation to the PKI and insisted that the PKI had 
not led the September 30th Movement. The Suharto regime’s publications never 
cited, or even mentioned, his second interrogation. 

https://cip.cornell.edu/DPubS?service=Repository&version=1.0&verb=Disseminate&view=body&content-type=pdf_1&handle=seap.indo/1211483265#

 



---In [email protected], <nesare1@...> wrote :

Ente ini sombong sekali.

Pengetahuan ente itu cetek.

Tanya baek2 sama orang yg lebih tahu.

Jangan seakan2 ente itu tahu sedangkan gak ngerti permasalahannya!

 

John Roosa dalam bukunya, Pretext for Mass Murder: The September 30th Movement 
and Suharto's Coup d'Etat in Indonesia, 2006, menunjukkan bahwa peran Aidit 
bukan hanya pasif namun sangat dominan.

Dalam buku itu john roosa bilang Aidit dan kelompok kecilnya (Sudisman, Oloan 
Hutapea, Lukman 
dan Rewang) sangat terlibat dalam rencana gerakan. Dalam pertemuan mereka Aidit 
menyarankan pembentukan "Dewan Revolusi" sebagai upaya Nasakomisasi yang 
terdiri 
dari militer dan tidak mencerminkan PKI. Aidit menyatakan kudeta seperti di 
Aljazair tidak akan mengubah perimbangan kekuasaan, namun hal itu akan dapat 
meradikalisasi massa serta meningkatkan tuntutan (buku Tornquist). Dalam 
rencananya, strategi Aidit tersebut membonceng Sukarno dan akhirnya PKI 
diharapkan dapat berkuasa.

 

Artinya apa pendapat john rosa ini? artinya pasti ada orang PKI dalam gerakan 
G30S itu!

Sudah biasa intel2 itu masuk kemana2 termasuk intel PKI masuk ke Islam dan 
militer!

 

Ente kan hanya kutak katik di cakrabirawa yang sempit.

Persis kalau ada orang menggede2kan peran syam kamaruzaman.

Masalah 1965 itu banyak misterinya yang gak bakalan bisa diungkapkan 
keseluruhan karena pelaku2nya sudah meninggal dan atau dibunuh.

 

Ente jangan suka meramal2.

Yang ada orang2 seperti john rosa dll menganalisa dari science nya. Artinya ini 
adalah hasil analisa.

 

Jangan2 ente mau bilang analisa john rosa = ramalan juga ya karena ente gak 
setuju hasilnya?

Hehehehehehehe. Lucu akh ente ini!!!

 

Nesare

 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Thursday, October 12, 2017 11:03 AM
To: GELORA45@yahoogroupscom; Chan CT <sadar@...>
Subject: Re: [GELORA45] (Tiada) Proklamasi Indonesia Tanpa Wikana

 

 

Seharusnya kata2 anda ini "Dalam pengertian saya, sekalipun pelaku G30S adalah 
perajurit TNI, konkritnya dari pasukan Tjakrabirawa dan katakanlah ada sebagian 
benar dan terbukti anggota PKI, TAPI, tetap MEREKA itu palaksana PERINTAH saja! 
Yang mutlak HARUS diseret keluar, dijernihkan adalah jenderal-jenderal dibalik 
yang merupakan DALANG G30S! " anda sampaikan pada pemerintah dan Agus Wijoyo 
dkk yg sampai sekarang mengatakan dirinya korban PKI, pada dasarnya tidak ada 
itu korban PKI yang betul korban tentara/TNI.

 

Atas dasar apa anda mengatakan para prajurit Tjakrabirawa itu anggota PKI?

 

 

 

On Thursday, October 12, 2017, 1:22:33 AM PDT, Chan CT <sadar@...> wrote:

 

 

TIDAK BEGITU, bung Goei! Dalam pengertian saya, sekalipun pelaku G30S adalah 
perajurit TNI, konkritnya dari pasukan Tjakrabirawa dan katakanlah ada sebagian 
benar dan terbukti anggota PKI, TAPI, tetap MEREKA itu palaksana PERINTAH saja! 
Yang mutlak HARUS diseret keluar, dijernihkan adalah jenderal-jenderal dibalik 
yang merupakan DALANG G30S! Saya menduga KERAS, sebagaimana diungkap Dr. 
Subandrio, jenderal Suharto itulah DALANG G30S sesungguhnya!

 

Jadi, sekalipun ada kesertaan anggota PKI disitu,m tetap tidak membuktikan PKI 
adalah DALANGT G30S! Yang justru menarik, kalau BETUL dan bisa dibuktikan 
jenderal Suharto itu juga Biro Chusus PKI yg langsung dibina DN Aidit! Dan 
karena G30S hanya permainan dan digerakkan segelintir anggota PKI saja, ... 
bukan keputusan Polit Biro Partai dan melibatkan bagian besar anggota PKI, 
tentu sulit dikatakan PKI secara organisasi terlibat G30S!

 

Itu saja, ....

 

Salam,

ChanCT

 

 

 

From: Jonathan Goeij jonathangoeij@... [GELORA45]

Sent: Wednesday, October 11, 2017 10:58 PM

To: Yahoogroups

Subject: Re: [GELORA45] (Tiada) Proklamasi Indonesia Tanpa Wikana

 

 

Bung Chan, saya tidak ikut dalam diskusi yg sedemikian panjangnya itu. Hanya 
mau menyoroti bagian ini saja, terlihat pandangan anda sedemikian baik dan 
murah hati terhadap para tentara TNI yang melakukan pembunuhan para Jendral 
itu. Tetapi kok saya tidak melihat anda menyanggah ataupun memberi penerangan 
pada Agus Wijoyo atau pemerintah yang tetap saja terus menerus mendengungkan 
PKI-lah yang membunuh para jendral. Tidak ada yang mau BASMI habis pasukan 
Tjakrabirawa ataupun TNI yang melakukan pembunuhan, tetapi PKI jelas sudah di 
BASMI habis tempo hari dan tetap akan di BASMI habis sekarang ini. Seharusnya 
anda memberi penekanan yg membunuh bukan PKI tetapi prajurit2 TNI sendiri. 
Bukankah yang bisa mengusut itu pemerintah yang berkuasa?

 

 

Kutipan:

Juga, TIDAK SALAH menyatakan yang membunuh 6 jenderal itu TNI, khususnya 
pasukan Tjakrabirawa, ..! Tapi kan, TETAP harus dibedakan antara perajurit 
pelaksana perintah dengan komandan, jenderal yang turunkan perintah! Jangan 
lalu seluruh pasukan Tjakrabirawa harus dihujat dan di BASMI habis! Usutlah 
siapa sesungguhnya jenderal dibalik G30S itu! Dan inilah tugas pekerja sejarah 
anak bangsa ini untuk menjernihkan masalah, ... jangan tergantung Pemerintah 
yang berkuasa! Dan harus dikerjakan lebih cekatan dan cepat, karena makin 
tertunda lebih lama, akan makin sulit menemukan data-data akurat yang selama 
ini sudah cukup banyak dibawa kubur oleh tokoh-tokoh, pelaku yang banyak 
mengetahui kejadian nyata!

 

---In [email protected], <SADAR@...> wrote :

Hehehee, ... ini nenek dalam tempurung berkeras kepala TIDAK HENDAK melihat 
keunggulan RRT/PKT dalam melanjutkan TUGAS REVOLUSI SOSIALISME yg telah padam 
di Sovyet, dengan kiprah yg lebih DHASYAT didunia internasional dalam 
menghadapi dan mematahkan satu persatu politik Imperialisme AS untuk terus 
mengangkangi dunia!

 

Coba sekarang dijawab, kalau bukan RRT/PKT yang memikul TUGAS meneruskan 
Sosialisme didunia, lalu negara mana didunia ini yang bisa dan berkemampuan 
memikul tugas itu? Korea Utara dengan Kim Jung Un si badut itu? Hehehee, ....

 

Disinilah perbedaan diantara kita, pada saat kita memuji, memuja tokoh besar 
macam Lenin, Stalin, Mao, tidak berarti kita tidak boleh mengkritik KESALAHAN 
yang mereka lakukan. Dan pada saat kita mengkritik kesalahan pemimpin BESAR 
Bangsa, jangan kebablasan jadi menghujat, menghitamkan segalanya! 
Pertahankanlah apa yang BENAR sedang kesalahan yang pasti terjadi, yaa koreksi 
yang salah saja, tanpa menghapus jasa dan mengecilkan kebesarannya! 
Bagaimanapun juga kita harus dengan mata jeli melihat kesalahan yang terjadi 
dalam praktek perjuangan yg terjadi, .... Inilah yang ditekankan Deng dalam 
menyimpulkan KESALAHAN KRUSCHOVE saat mengkritik kesalahan Stalin! Dan, jangan 
pula rakyat TIongkok mengikuti kesalahan menghitamkan Mao, menghujat Mao, ... 
Bagaimanapun juga kesalahan yg terjadi, Ketua Mao TETAP merupakan pemimpin 
BESAR bangsa Tionghoa! Pemimpian BESAR RAKYAT Tiongkok yang tetap harus 
dihormati,...!

 

Kesalahan Mao terjadi karena tergesa-gesa hendak mewujutkan sosialisme di 
Tiongkok! Akhirnya mengikuti kesalahan Stalin melancarkan revbolusi Sosialis, 
ditahun 1956 dengan membasmi kapitalis yg baru tumbuh dan masih sangat miskin 
di Tiongkok! Yang BENAR itu saat Lenin kembali memperkenankan kapitalis hidup 
dan berkembang ditahun 1921, menjadi “KAPITALISME NEGARA”, proletariat yang 
sudah berkuasa mengendalikan kapitalis! Begitulah saya perhatikan bagaimana 
PKT, meengendalikan dan menjinakkan kapitalis-kapitalis yang tumbuh berkembang 
di Tiongkok. Misalnya, kasus terakhir bulan yl. orang terkaya Wang Jian Lin, 
berhasil dilarang dan dihentikan usaha penjualan saham nya diluar negeri!

 

Begitu juga masalah KESADARAN masyarakat yang TIDAK BISA DIPAKSAKAN apalagi 
dengan kekerasan! Sudah betul diawal tahun 1950-an Ketua Mao mendorong 
KESADARAN PETANI untuk bekerja kolektif, tergabung dan membentuk koperasi untuk 
mempercepat mengembangkan produksi. Usaha kesadaran pembentukan koperasi 
pertanian ini kembali digencarkan saat USAHA MENGENTASKAN KEMISKINAN DIDESA 
Setelah KOMUNE RAKYAT dibubarkan tahun 1980, dan petani merasakan kembali tanah 
(hakguna tanah) dibagikan keperseorangan/keluarga, mereka yang mempunyai tenaga 
kerja KUAT dan keahlian bertani, bisa maju cepat mengembangkan produksi dengan 
baik, tapi bagi mereka yang tenaga-kerja kurang dengan sendirinya menemui 
kesulitan, ... usaha pertanian menjadi lebih menemui KESULITAN, setelah 
industri di kota-kota menyedot banyak tenaga kerja dari desa. Timbul problem 
nyata kehidupan didesa, untuk bertahan dan mengembangkan produksi pertanian! 
Dalam proses kehidupan dan kerja nyata yang dihadapi petani-p-etani itu 
sendiri, timbul KESADARAN keharusan membentuk koperasi, usaha kerja kolektif 
untuk meningkatkan produksi dan memperbaiki hidupnya! Dan ternyata, inilah 
PROSES KESADARAN alamiah yang didorong PKT! Begitulah dalam 4 tahun terakhir 
ini, RRT BERHASIL baik mengentaskan lebih 50 juta rakyatnya dari kemiskinan!

 

Dan koperasi-koperasi desa itulah yang menanggung tunjangan kesehatan warga 
desa, menanggung warga yang sakit, anak-anak yang lahir dan orang-tua-jompo dan 
menanggung pendidikan anak-anak sampai Univ. Banyak desa-desa terbelakang dan 
sangat miskin, sudah berubah menjadi desa-desa sedikit makmur bahkan 
penghasilan petani sudah melebihi buruh dikota! PKT kembali dengan tegas 
membangkitkan kehidupan partai komunis yang menjadi kepentingan RAKYAT yang 
harus didahulukan! Mendorong pensiunan TPRT untuk ikut turun kedesa-desa 
membantu pekerjaan mengentaskan kemiskinan, ... mereka berani menargetkan 10 
juta rakyat b ebas dari kemiskinan setiap tahun, jadi tahun 2020 nanti di RRT 
tidak ada lagi orang miskin! Mencapai tingkat kehidupan masyarakat sedikit 
makmur! Dan, ingat, ... prestasi dahsyat PKT ini justru dicapai saat dunia 
kapitalis menghadapi krisis ekonomi! Dan dunia kapitalis jadi banyak 
mengharapkan “bantuan” RRT untuk memecahkan kesulitan mereka!

 

Nampaknya nenek dalam tempurung ini jadi BUTA, ... matanya TIDAK lagi bisa 
melihat CAHAYA MERAH MATAHARI kejayaan RRT yg menempuh jalan SOSIALISME berciri 
khas Tiongkok!

 

Kembali kemasalah menyikapi jenderal-jenderal, anda kurang memperhatikan 
bagaimana konkritnya Ketua dalam bersikap terhadap jenderal-jenderal Kuomintang 
yang dihadapi, tentu dan PASTI tidak digempur secara serampangan, neng! Ketua 
Mao selalu memilah-milah dan selalu menentukan mana yang diserang lebih dahulu 
dan mana yang sementara dikesamping dahulu. Bahkan PEKERJAAN MKTBP itulah 
dijalankan Ketua Mao dengan baik, berusaha menarik atau mempengaruhi jenderal 
KMT itu juga terus dijalankan! Dan, cara berjuang ketua Mao yang sangat lincah 
begini justru bikin pusing Chiang Kaisek! Justru KEBERHASILAN Ketua Mao bekerja 
didalam tubuh KMT itu, khususnya jenderal-jenderal KMT itu, Beijing bisa 
dibebaskan dengan cara DAMAI, selamat dari kehancuran! Itu kan berkat jenderal 
Fu Zhuoyi, yg sudah dipengaruhi sekretaris pribadi dan bahkan putrinya sendiri  
ternyata komunis, padahal Fu adalah jenderal andalan Chiang Kaisek!

 

Jenderal Agus dituduh kiri itu bukan saya yang bilang, lho! Anda harus melihat 
bahwa dikalangan jenderal-jenderal itu juga macam-macam pikiran dan 
pendapatnya. Pada saat ada jenderal yang bersikap “bersahabat”, bersedia 
bekerjasama, kenapa harus ditampik dengan segala kecurigaan? Kalau jenderal 
macam Agus ini diserang juga, lalu anda sudah ada kekuatan cukup untuk 
menyerang semua jenderal yang ada?

 

From: Tatiana Lukman jetaimemucho1@... [GELORA45]

Sent: Wednesday, October 11, 2017 1:34 AM

To: diskusiforum@... ; Yahoo! Inc. ; Jaringan Kerja Indonesia ; Gelora 45 ; 
Sastra Pembebasan ; Yahoo! Inc. ; Yahoo! Inc

Cc: Yahoogroups ; Rachmat Hadi-Soetjipto ; Daeng ; Harry Singgih ; Gol ; Farida 
Ishaja ; Mitri ; Lingkar Sitompul ; Ronggo A. ; indo1@... ; Billy Gunadi ; Oman 
Romana ; Harsono Sutedjo

Subject: Re: Re: [GELORA45] (Tiada) Proklamasi Indonesia Tanpa Wikana

 

Chan: Patut diperhatikan, dalam rangka “MEMPERINGATI 100Th Kemenangan Revolusi 
Oktober”, Republik Rakyat Tiongkok pada tgl 26 September yl. menjelang Kongres 
19 PKT, melangsungkan SEMINAR Revolusi Oktober dan Sosialisme Berciri Khas 
Tiongkok, ... Bertekad teguh meneruskan OBOR Revolusi Oktober yang telah padam 
di Sovyet terus menyala lebih membawa dibumi Tiongkok! Kenyataan tidak dapat 
disangkal, setelah Sovyet roboh ditahun 1991, obor Sosialisme telah jatuh 
dipundak Rakyat Tiongkok dan, PKT dalam 30 tahun terakhir ini menunjukkan 
KEMAMPUAN memikul TUGAS MULIA Lenin-Stalin yang telah dicampakkan Gobarchove 
dan mengakibatkan Sovyet roboh dibawah gempuran Budaya dan Finans Kapitalisme! 
Untuk mengenal lebih baik karya Lenin, PKT kembali menerbitkan Karya Lenin 
Lengkap dalam bhs. Tionghoa, a

(Message over 64 KB, truncated)


Kirim email ke