Seharusnya kata2 anda ini "Dalam pengertian saya, sekalipun pelaku G30S adalah
perajurit TNI, konkritnya dari pasukan Tjakrabirawa dan katakanlah ada sebagian
benar dan terbukti anggota PKI, TAPI, tetap MEREKA itu palaksana PERINTAH saja!
Yang mutlak HARUS diseret keluar, dijernihkan adalah jenderal-jenderal dibalik
yang merupakan DALANG G30S! " anda sampaikan pada pemerintah dan Agus Wijoyo
dkk yg sampai sekarang mengatakan dirinya korban PKI, pada dasarnya tidak ada
itu korban PKI yang betul korban tentara/TNI.
Atas dasar apa anda mengatakan para prajurit Tjakrabirawa itu anggota PKI?
On Thursday, October 12, 2017, 1:22:33 AM PDT, Chan CT
<[email protected]> wrote:
TIDAK BEGITU, bung Goei! Dalam pengertian saya, sekalipun pelaku G30S adalah
perajurit TNI, konkritnya dari pasukan Tjakrabirawa dan katakanlah ada sebagian
benar dan terbukti anggota PKI, TAPI, tetap MEREKA itu palaksana PERINTAH saja!
Yang mutlak HARUS diseret keluar, dijernihkan adalah jenderal-jenderal dibalik
yang merupakan DALANG G30S! Saya menduga KERAS, sebagaimana diungkap Dr.
Subandrio, jenderal Suharto itulah DALANG G30S sesungguhnya! Jadi, sekalipun
ada kesertaan anggota PKI disitu,m tetap tidak membuktikan PKI adalah DALANGT
G30S! Yang justru menarik, kalau BETUL dan bisa dibuktikan jenderal Suharto itu
juga Biro Chusus PKI yg langsung dibina DN Aidit! Dan karena G30S hanya
permainan dan digerakkan segelintir anggota PKI saja, ... bukan keputusan Polit
Biro Partai dan melibatkan bagian besar anggota PKI, tentu sulit dikatakan PKI
secara organisasi terlibat G30S! Itu saja, ... Salam,ChanCT From: Jonathan
Goeij [email protected] [GELORA45] Sent: Wednesday, October 11, 2017
10:58 PMTo: Yahoogroups Subject: Re: [GELORA45] (Tiada) Proklamasi Indonesia
Tanpa Wikana
Bung Chan, saya tidak ikut dalam diskusi yg sedemikian panjangnya itu. Hanya
mau menyoroti bagian ini saja, terlihat pandangan anda sedemikian baik dan
murah hati terhadap para tentara TNI yang melakukan pembunuhan para Jendral
itu. Tetapi kok saya tidak melihat anda menyanggah ataupun memberi penerangan
pada Agus Wijoyo atau pemerintah yang tetap saja terus menerus mendengungkan
PKI-lah yang membunuh para jendral. Tidak ada yang mau BASMI habis pasukan
Tjakrabirawa ataupun TNI yang melakukan pembunuhan, tetapi PKI jelas sudah di
BASMI habis tempo hari dan tetap akan di BASMI habis sekarang ini. Seharusnya
anda memberi penekanan yg membunuh bukan PKI tetapi prajurit2 TNI sendiri.
Bukankah yang bisa mengusut itu pemerintah yang berkuasa? Kutipan:Juga, TIDAK
SALAH menyatakan yang membunuh 6 jenderal itu TNI, khususnya pasukan
Tjakrabirawa, ...! Tapi kan, TETAP harus dibedakan antara perajurit pelaksana
perintah dengan komandan, jenderal yang turunkan perintah! Jangan lalu seluruh
pasukan Tjakrabirawa harus dihujat dan di BASMI habis! Usutlah siapa
sesungguhnya jenderal dibalik G30S itu! Dan inilah tugas pekerja sejarah anak
bangsa ini untuk menjernihkan masalah, ... jangan tergantung Pemerintah yang
berkuasa! Dan harus dikerjakan lebih cekatan dan cepat, karena makin tertunda
lebih lama, akan makin sulit menemukan data-data akurat yang selama ini sudah
cukup banyak dibawa kubur oleh tokoh-tokoh, pelaku yang banyak mengetahui
kejadian nyata!
---In [email protected], <SADAR@...> wrote :
Hehehee, ... ini nenek dalam tempurung berkeras kepala TIDAK HENDAK melihat
keunggulan RRT/PKT dalam melanjutkan TUGAS REVOLUSI SOSIALISME yg telah padam
di Sovyet, dengan kiprah yg lebih DHASYAT didunia internasional dalam
menghadapi dan mematahkan satu persatu politik Imperialisme AS untuk terus
mengangkangi dunia! Coba sekarang dijawab, kalau bukan RRT/PKT yang memikul
TUGAS meneruskan Sosialisme didunia, lalu negara mana didunia ini yang bisa dan
berkemampuan memikul tugas itu? Korea Utara dengan Kim Jung Un si badut itu?
Hehehee, ... Disinilah perbedaan diantara kita, pada saat kita memuji, memuja
tokoh besar macam Lenin, Stalin, Mao, tidak berarti kita tidak boleh mengkritik
KESALAHAN yang mereka lakukan. Dan pada saat kita mengkritik kesalahan pemimpin
BESAR Bangsa, jangan kebablasan jadi menghujat, menghitamkan segalanya!
Pertahankanlah apa yang BENAR sedang kesalahan yang pasti terjadi, yaa koreksi
yang salah saja, tanpa menghapus jasa dan mengecilkan kebesarannya!
Bagaimanapun juga kita harus dengan mata jeli melihat kesalahan yang terjadi
dalam praktek perjuangan yg terjadi, ... Inilah yang ditekankan Deng dalam
menyimpulkan KESALAHAN KRUSCHOVE saat mengkritik kesalahan Stalin! Dan, jangan
pula rakyat TIongkok mengikuti kesalahan menghitamkan Mao, menghujat Mao, ...
Bagaimanapun juga kesalahan yg terjadi, Ketua Mao TETAP merupakan pemimpin
BESAR bangsa Tionghoa! Pemimpian BESAR RAKYAT Tiongkok yang tetap harus
dihormati,...! Kesalahan Mao terjadi karena tergesa-gesa hendak mewujutkan
sosialisme di Tiongkok! Akhirnya mengikuti kesalahan Stalin melancarkan
revbolusi Sosialis, ditahun 1956 dengan membasmi kapitalis yg baru tumbuh dan
masih sangat miskin di Tiongkok! Yang BENAR itu saat Lenin kembali
memperkenankan kapitalis hidup dan berkembang ditahun 1921, menjadi
“KAPITALISME NEGARA”, proletariat yang sudah berkuasa mengendalikan kapitalis!
Begitulah saya perhatikan bagaimana PKT, meengendalikan dan menjinakkan
kapitalis-kapitalis yang tumbuh berkembang di Tiongkok. Misalnya, kasus
terakhir bulan yl. orang terkaya Wang Jian Lin, berhasil dilarang dan
dihentikan usaha penjualan saham nya diluar negeri! Begitu juga masalah
KESADARAN masyarakat yang TIDAK BISA DIPAKSAKAN apalagi dengan kekerasan! Sudah
betul diawal tahun 1950-an Ketua Mao mendorong KESADARAN PETANI untuk bekerja
kolektif, tergabung dan membentuk koperasi untuk mempercepat mengembangkan
produksi. Usaha kesadaran pembentukan koperasi pertanian ini kembali
digencarkan saat USAHA MENGENTASKAN KEMISKINAN DIDESA. Setelah KOMUNE RAKYAT
dibubarkan tahun 1980, dan petani merasakan kembali tanah (hakguna tanah)
dibagikan keperseorangan/keluarga, mereka yang mempunyai tenaga kerja KUAT dan
keahlian bertani, bisa maju cepat mengembangkan produksi dengan baik, tapi bagi
mereka yang tenaga-kerja kurang dengan sendirinya menemui kesulitan, ... usaha
pertanian menjadi lebih menemui KESULITAN, setelah industri di kota-kota
menyedot banyak tenaga kerja dari desa. Timbul problem nyata kehidupan didesa,
untuk bertahan dan mengembangkan produksi pertanian! Dalam proses kehidupan dan
kerja nyata yang dihadapi petani-p-etani itu sendiri, timbul KESADARAN
keharusan membentuk koperasi, usaha kerja kolektif untuk meningkatkan produksi
dan memperbaiki hidupnya! Dan ternyata, inilah PROSES KESADARAN alamiah yang
didorong PKT! Begitulah dalam 4 tahun terakhir ini, RRT BERHASIL baik
mengentaskan lebih 50 juta rakyatnya dari kemiskinan! Dan koperasi-koperasi
desa itulah yang menanggung tunjangan kesehatan warga desa, menanggung warga
yang sakit, anak-anak yang lahir dan orang-tua-jompo dan menanggung pendidikan
anak-anak sampai Univ. Banyak desa-desa terbelakang dan sangat miskin, sudah
berubah menjadi desa-desa sedikit makmur bahkan penghasilan petani sudah
melebihi buruh dikota! PKT kembali dengan tegas membangkitkan kehidupan partai
komunis yang menjadi kepentingan RAKYAT yang harus didahulukan! Mendorong
pensiunan TPRT untuk ikut turun kedesa-desa membantu pekerjaan mengentaskan
kemiskinan, ... mereka berani menargetkan 10 juta rakyat b ebas dari kemiskinan
setiap tahun, jadi tahun 2020 nanti di RRT tidak ada lagi orang miskin!
Mencapai tingkat kehidupan masyarakat sedikit makmur! Dan, ingat, ... prestasi
dahsyat PKT ini justru dicapai saat dunia kapitalis menghadapi krisis ekonomi!
Dan dunia kapitalis jadi banyak mengharapkan “bantuan” RRT untuk memecahkan
kesulitan mereka! Nampaknya nenek dalam tempurung ini jadi BUTA, ... matanya
TIDAK lagi bisa melihat CAHAYA MERAH MATAHARI kejayaan RRT yg menempuh jalan
SOSIALISME berciri khas Tiongkok! Kembali kemasalah menyikapi
jenderal-jenderal, anda kurang memperhatikan bagaimana konkritnya Ketua dalam
bersikap terhadap jenderal-jenderal Kuomintang yang dihadapi, tentu dan PASTI
tidak digempur secara serampangan, neng! Ketua Mao selalu memilah-milah dan
selalu menentukan mana yang diserang lebih dahulu dan mana yang sementara
dikesamping dahulu. Bahkan PEKERJAAN MKTBP itulah dijalankan Ketua Mao dengan
baik, berusaha menarik atau mempengaruhi jenderal KMT itu juga terus
dijalankan! Dan, cara berjuang ketua Mao yang sangat lincah begini justru bikin
pusing Chiang Kaisek! Justru KEBERHASILAN Ketua Mao bekerja didalam tubuh KMT
itu, khususnya jenderal-jenderal KMT itu, Beijing bisa dibebaskan dengan cara
DAMAI, selamat dari kehancuran! Itu kan berkat jenderal Fu Zhuoyi, yg sudah
dipengaruhi sekretaris pribadi dan bahkan putrinya sendiri ternyata komunis,
padahal Fu adalah jenderal andalan Chiang Kaisek! Jenderal Agus dituduh kiri
itu bukan saya yang bilang, lho! Anda harus melihat bahwa dikalangan
jenderal-jenderal itu juga macam-macam pikiran dan pendapatnya. Pada saat ada
jenderal yang bersikap “bersahabat”, bersedia bekerjasama, kenapa harus
ditampik dengan segala kecurigaan? Kalau jenderal macam Agus ini diserang juga,
lalu anda sudah ada kekuatan cukup untuk menyerang semua jenderal yang ada?
From: Tatiana Lukman jetaimemucho1@... [GELORA45]Sent: Wednesday, October 11,
2017 1:34 AMTo: diskusiforum@... ; Yahoo! Inc. ; Jaringan Kerja Indonesia ;
Gelora 45 ; Sastra Pembebasan ; Yahoo! Inc. ; Yahoo! Inc.Cc: Yahoogroups ;
Rachmat Hadi-Soetjipto ; Daeng ; Harry Singgih ; Gol ; Farida Ishaja ; Mitri ;
Lingkar Sitompul ; Ronggo A. ; indo1@... ; Billy Gunadi ; Oman Romana ; Harsono
SutedjoSubject: Re: Re: [GELORA45] (Tiada) Proklamasi Indonesia Tanpa Wikana
Chan: Patut diperhatikan, dalam rangka “MEMPERINGATI 100Th Kemenangan Revolusi
Oktober”, Republik Rakyat Tiongkok pada tgl. 26 September yl. menjelang Kongres
19 PKT, melangsungkan SEMINAR Revolusi Oktober dan Sosialisme Berciri Khas
Tiongkok, ... Bertekad teguh meneruskan OBOR Revolusi Oktober yang telah padam
di Sovyet terus menyala lebih membawa dibumi Tiongkok! Kenyataan tidak dapat
disangkal, setelah Sovyet roboh ditahun 1991, obor Sosialisme telah jatuh
dipundak Rakyat Tiongkok dan, PKT dalam 30 tahun terakhir ini menunjukkan
KEMAMPUAN memikul TUGAS MULIA Lenin-Stalin yang telah dicampakkan Gobarchove
dan mengakibatkan Sovyet roboh dibawah gempuran Budaya dan Finans Kapitalisme!
Untuk mengenal lebih baik karya Lenin, PKT kembali menerbitkan Karya Lenin
Lengkap dalam bhs. Tionghoa, agar rakyat Tiongkok harus benar-benar bisa
memahami Leninisme dari karya langsung Lenin sendiri!Tatiana: Sudah saya
singgung SEMINAR yang diorganisasi kaum remo Tiongkok menjelang Kongres PKT
yang remo dalam komentar tentang Konferensi di Amsterdam. Coba kawan-kawan
perhatikan kok Gorbachov yang disebut sebagai orang yang mencampakkan
Sosialisme. Heran bin ajaib si Chan tidak menyinggung REVISIONISME MODERN
dengan dedengkotnya KHRUSTJOV sebagai biang kerok dari pengkhianatan terhadap
Sosialisme. Mengatakan “ PKT dalam 30 tahun terakhir ini menunjukkan KEMAMPUAN
memikul TUGAS MULIA Lenin-Stalin….”adalah penipuan dan sekaligus penghinaan
terhadap Lenin dan Stalin!! Politikus dan wartawan Indonesiapun sudah semakin
banyak yang tahu dan mengatakan dengan gamblang bahwa di TKK sekarang yang ada
adalah sistim KAPITALIS!!! Bayangkan, selama 30 tahun RESTORASI KAPITALIS DENG
XIAOPING diberi nama oleh Chan….kemampuan memikul TUGAS MULIA LENIN DAN
STALIN!!! Jadi Lenin dan Stalin dianggap seolah-olah merestui restorasi
kapitalis Deng!!!Chan: Beberapa tulisan, makalah dan tanggapan dari Seminar
yang berlangsung tgl. 26 Sept. itu, yang menurut saya PANTAS diajukan untuk
kalian ketahui: adalah, pernyataan keharusan bagi setiap komunis yang mengaku
materialisme dan realistis, bisa melihat keberhasilan Lenin-Stalin dengan
Revolusi Oktober meembangun negara sosialis pertama didunia ini! Bukan saja
berhasil mempertahankan Sovyet menghdapi serangan Hitler dimasa PD-II, tapi
juga BERHASIL membawa Sovyet tumbuh menjadi negara industri yang sanggup
bersaing dengan imperialisme AS, tidak hanya dibidang ekonomi, pertahanan tapi
juga termasuk kemajuan teknologi, peluncuran satelit dan astraunot diruang
angkasa sampai ke Bulan! Disaat itu sampai tahun-tahun 60-an kehidupan rakyat
Sovyet juga bisa dikatakan telah mencapai kesejahteraan yang lumayan, ... BEBAS
dari KEMISKINAN! Ini kenyataan pertama yang harus diakui!
Tatiana: Sudah saya bilang bahwa si Chan ini lidah tak bertulang, oportunis!!
Sekarang dia puji-puji Lenin dan Stalin. Padahal dulu dia bilang Lenin salah,
karena membabat kaum kapitalis. Begitu juga Mao yang mengikuti kesalahan
Lenin. Baca sendiri tulisan Chan” Mao akhirnya juga tergesa-gesa wujudkan
masyarakat sosialisme, mengikuti kesalahan Lenin, ditahun 56 menyerukan tingkat
revolusi sosialis dimulai. Bagaimana seorang pemimpin yang sudah bikin
kesalahan begitu serius secara strategis, sekarang dia puji “…keberhasilan
Lenin-Stalin dengan Revolusi Oktober meembangun negara sosialis pertama didunia
ini!Padahal dulu Si Chan juga yang bilang ….SOSIALISME itu belum ada contoh
dan ada Negara yang BERHASIL mewujudkan dalam kenyataan. Inilah kata-katanya
dulu:Iyaa, ... masalah pokoknya adalah sudut pandang yang berbeda. Apalagi
masalah jalan SOSIALISME itu belum ada contoh dan ada negara yang BERHASIL
mewujudkan dalam kenyataan. Bahkan Sovyet dan RRT dimasa Mao itu juga belum
mencapai negara sosialisme sesungguhnya, baru langkah pertama dari perjalanan
jauh menuju sosialisme juga. Sovyet sudah roboh, diikuti negara-negara sosialis
Eropah timur,….Nah, sekarang dia jilat air ludahnya sendiri dan memuji Lenin
dan Stalin yang berhasil membangun Negara sosialis pertama di dunia ini!!!Chan:
Kedua, setiap BANGSA yang besar tidak bisa tidak harus mempunyai pimpinan,
Lenin-Stalin itulah Pemimpin BANGSA Rusia yang tidak boleh disangkal! Bangsa
Rusia menjadi bangsa yang besar, Sovyet menjadi negara-kuat justru karena ada
pemimpin macam Lenin-Stalin! Inilah keritik keras PKT, dan diingatkan kembali
dengan TEGAS oleh Deng, pada tahun 1980 atas kesalahan Khruschove yang
kebablasan dalam mengkritik kesalahan Stalin yang dikatakan otoriter dengan
KEKERASAN itu! Bahwa negara-kuat harus mencerminkan adanya “KEBEBASAN PRIBADI”
juga tidak salah! Tapi yang lebih PENTING dan UTAMA adalah adanya PERSATUAN dan
KESTABILAN POLITIK untuk bersama-sama melangkah maju dengan derap langkah
SEREMPAK! ... Disinilah keunggulan Stalin dalam mengangkat KESATUAN BANGSA,
membuat Bangsa Rusia besar dan membawa rakyat Sovyet maju sejahtera, ...
KENYATAAN yang tidak boleh disangkal, sekalipun dalam mpelaksanaan disana-sini
ada kesalahan!Tatiana: Masih terus si Chan memuja Lenin dan Stalin!!!
“Lenin-Stalin itulah Pemimpin BANGSA Rusia yang tidak boleh disangkal! Bangsa
Rusia menjadi bangsa yang besar, Sovyet menjadi negara-kuat justru karena ada
pemimpin macam Lenin-Stalin !” Numpang tanya, sistim apa yang membuat Sovyet
menjadi Negara kuat???? Kapitalisme atau Sosialisme atau Tsarisme???Ooo,
sekarang dia sebut nama Khrustjov yang “kebablasan dalam mengkritik kesalahan
Stalin yang dikatakan otoriter dengan KEKERASAN itu”…. Jadi kesalahannya
Khrustjov HANYA KEBABLASAN dalam mengkritik kesalahan Stalin?!! Terus bagaimana
dengan REVISIONISME MODERN yang telah memecah dan akhirnya membubarkan Gerakan
Komunis Internasional?? Gimana dengan konsep-konsep remo: Negara seluruh
rakyat, PArtai seluruh rakyat, koeksistensi damai dengan imperialism, transisi
damai ke sosialisme??? Apa sudah lupa semua itu atau sengaja
melupakannya???Tahu nggak kawan-kawan??? Kaum remo TKK sedang menggunakan Lenin
dan Stalin untuk kepentingan nasionalnya sendiri yang sedang menghadapi
masalah-masalah serius politik (seperti pembangkangan di HK…) dan maslah
ekonomi-sosial. Mereka pakai nama Stalin untuk membenarkan KEKERASAN yang
dilakukan pemerintah Tkk terhadap berbagai macam pembangkangan, yang datang
dari kanan ( yang dari kanan menuntut demokrasi liberal) maupun dari kiri!!!
Mereka bicara tentang KESTABILAN POLITIK DAN PERSATUAN yang akan terus mereka
jaga dengan melakukan TINDAKAN KEKERASAN terhadap semua unsure-unsur yang
menentangnya!!!Dan untuk itu mereka pakai nama Lenin dan Stalin!! Dan semua itu
untuk mencapai TIONGKOK YANG KUAT, seperti dulu SOVIET dibawah Lenin dan
Stalin!!! Ha…ha.. dikiranya semua orang BUTA dan tak mampu melihat akal bulus
kaum remo!!! Sudah tentu mereka tidak akan pernah mengakui bahwa apa yang
dibangun Lenin dan Stalin dulu SAMA SEKALI TIDAK SAMA dengan yang sedang
dibangun di Tkk sekarang!! Lenin dan Stalin membangun SOSIALISME. Lihat
sendiri hasil-hasilnya di bawah ini.
<!--[if !vml]--><!--[endif]-->Bandingkan dengan hasil yang dicapai 30 tahun
kapitalisme Deng xiaping!!!Chan: Begitulah penekanan Deng bagi rakyat Tiongkok
harus BELAJAR baik dari kesalahan Khruschove tsb! JANGAN sampai Rakyat Tiongkok
juga melanjutkan KESALAHAN yang sama! Sebagaimana kita ketahui bersama, ketika
itu ada arus keras hendak mengkritik kesalahan Mao, khususnya masa RBKP yang
berlebihan! Ada usaha meng-HITAM-kan segala jasa Mao, ...! BERUNTUNG, Deng
berhasil mengarahkan perjuangan dan membawa rakyat Tiongkok terus maju
melangkah menuju jalan SOSIALISME berciri khas Tiongkok! Dan dalam waktu
relatif singkat, 30 tahunan BERHASIL mencapai kemajuan yang dahsyat dan dengan
demikian BERKEMAMPUAN menerima TUGAS meneruskan obor Revolusi Oktober yang
jatuh diatas pundaknya! Bahkan RRT dengan BAIK menerima tugas pusat perjuangan
SOSIALISME didunia ini yang telah beralih ke Tiongkok! Meneruskan perjuangan
Sovyet Uni dahulu dalam menghadapi dan melawan IMPERIALISME AS yg hendak
menguasai dan mengangkangi dunia, ...!Tatiana: Ini bener-bener kaya dagelan
yang nggak lucu! Deng menekankan rakyat TKK harus belajar dari kesalahan
Khrustjov!!! Tapi tetap nggak dibilang Revisionisme Modern!! Sekarang mau
bonceng nama Mao, padahal justru PKT dan Deng sendiri yang SANGAT BENCI KEPADA
RBKP…Membubarkan KOMUNE RAKYAT, mengganti konstitusi Negara ( misalnya,
menghapus semua hak-hak demokratis buruh dan jaminan social, pendidikan dan
pelayanan kesehatan gratis) dan partai (mem bolehkan kaum kapitalis masuk
partai…), perbuatan siapa itu??? Mengatakan RBKP salah, padahal justru RBKP
adalah tesis Mao melanjutkan revolusi di bawah kondisi kediktatoran
proletariat!!! Memuakkan sekali apa yang si Chan tulis itu….bla-bla-bla berisi
kebohongan dan pemutar balikkan, persis seperti rezim Suharto memutar balik
fakta sejarah!! Eh, jangan lupa ya Chan, Deng yang mengusir orang-orang PKI
dari Tkk untuk memuluskan pemulihan hubungan diplomatic dengan rezim fasis
Suharto!! Dan jangan lupa ya Chan, pada Kongres PKT yang nggak tahu yang
keberapa, siapa yang diundang??? GOLKAR!!! (INI diceritakan almarhum
S.Suroso).Soal melawan Imperialisme, tolong tanya dan tunjukkin di SEMINAR ITU
pernyataan atau resolusi mendukung perjuangan rakyat sedunia, seperti
Venezuela, Korut, Rojava….. Eh tahu nggak kepada siapa Tkk berpihak dalam
masalah rakyat dan refugee Rohingya??? Ya sudah tentu memihak kepada
Pemerintah… yang sudah dinyatakan sebagai pelanggar HAM berat alias melakukan
Genosida persis seperti rezim Suharto!!!cHAN: Sedang nenek yang satu ini,
masih saja menutup diri dalam tempurung, dan tidak berhasil melihat realitias
perjuangan dunia NYATA didunia! Tetap saja tenggelam dalam subjektivisme
dalil-dalil DOGMA klasiknya yg dipegang teguh! Masih juga belum bisa
menggunakan ajaran Ketua Mao, khususnya Tentang Kontradiksi, untuk menganalisa
situasi kongkrit yang dihadapi. Main gempur saja semua jenderal-jenderal yang
dihadapi. Tentu saja semua jenderal yg berada dalam jajaran Pemerintah “TIDAK
SESUAI” dengan pendapat dan pendiriannya! Bagaimana kita bisa mengharapkan di
pemerintah sekarang yang berkuasa itu ada jenderal KOMUNIS??? Kalau toch ada,
PASTI juga tidak bisa sama sepenuhnya dengan dirinya! Lalu, dihajar juga dengan
alasan MUNAFIK, RENEGAT? Yaa, kalau begitu berjuang saja sendiri didalam
tempurung itu! Hehehee, ...Tatiana: balik sekarang kepada “nenek yang menutup
diri dalam tempurung”. Eh Chan kamu tahu, apa yang terjadi di Venezuela,
pernah kamu ke Venezuela, pernah kamu ke Brazil, pernah kamu ke Mexico, pernmah
kamu ke Argentina, pernah kamu ke Tunisia, pernah kamu ke Spanyol, pernah kamu
ke Yunani, BUKAN untuk turisme!! Tahu kamu perjuangan rakyat-rakyat di negeri
itu?? Kenyataan realitas perjuangan mereka? Tolong tunjukkan DALIL-DALIL DOGMA
KLASIK yang menurut kamu , masih saya pegang!! Jangan abstrak DAN ASAL JEPLAK
saja!Soal jenderal-jenderal… teori Mao yang mana yang membenarkan kamu untuk
membedakan Agus Wijoyo dari jenderal-jenderal anti-komunis yang lain??Siapa
yang mengharapkan ada jenderal KOMUNIS di pemerintah?? Tolong buktikan itu!!!
Yang saya bilang MUNAFIK DAN RENEGAT adalah KAMU!!! BUKAN ORANG LAIN!!! Baca
yang betul!!! Rupanya kamu sudah “jatuh cinta” pada Agus Wijoyo ya, sehingga
melupakan kata-kata penilaiannya terhadap penyerangan dan pembatalan diskusi di
LBH Jakarta??!! Mengapa aku pernah bilang penyataan kamu “tendensius? Dan kamu
tidak mengerti!!!??? Ya, orang yang sudah pindah dan nyeberang barisan tidak
sadar bahwa posisi ideology kelas reaksioner itu tercermin dalam semua tulisan
anda… Agus Wijoyo menuduh PKI sebagai pembunuh ayahnya! Agus Wijoyo menuduh
PKI berontak di Madiun!! Agus Wijoyo menuduh PKI melakukan terror pada rakyat
dalam Aksi Sepihak. Dan kamu bilang ini wajar-wajar saja!!. Ya sudah tentu
wajar, justru karena dia merupakan bagian dari TENTARA , jadi tidak ada lainnya
dari jenderal lainDari sekian banyak jenderal-jenderal yang harus kita hadapi,
bukankah kita harus bisa menentukan jenderal mana yg UTAMA digempur dahulu,
diblejeti kereaksioneran dan tangannya berlumuran darah pelanggaran HAM!
Darimana kekuatan anda untuk sekaligus menyerang dan gempur semua
jenderal-jenderal itu??? Bahwa Jenderal Agus masih saja menyalahkan dan
memojokkan PKI itu juga wajar-wajar saja! Tapi, bukankah ditahun yl. saat
menyelenggarakan Simposium Membongkar Tragedi 1965, itu bisa juga dikatakan
merupakan satu usaha jenderal Agus untuk menemkukan atau menjernihkan “SIAPA”
sesungguhnya yang membunuh ayah nya itu! Sampai-sampai ketika itu dia dituduh
jenderal-KIRI! Tentu kita juga tetap harus melihat kenyataan, masih sangat
kuatnya jenderal-kanan yang pemuja Suharto, jadi juga tidak perlu terlalu
berilusi simposium macam itu bisa membawakan HASIL baik! Dan kenyataan juga
KANDAS, ...!Tatiana: Ah, siapa sih yang percaya akan tuduhan bahwa AGus “KIRI”
?? Sama juga siapa yang percaya pada tuduhan jokowi PKI?? Barangkali hanya
kamu yang percaya!? Bahkan orang yang menuduhpun sebetulnya tahu bahwa tuduhan
itu ngawur!!! Itu hanya maneuver untuk memenangkan pertarungan di kalangan
elit demi kekuasaan!!! Siapa yang mau MENGGEMPUR para jenderal??? Kamu ya?
Ngapain dan siapa yang bicara soal kekuatan untuk menggempur??? Sama sekali
bukan urusanku untuk “menggempur” jenderal ini atau jenderal itu!! Sama sekali
tidak ada tujuan, baik taktis maupun strategis “menggempur” jenderal-jendral!!!
PIcik sekali kamu!!! Tidak bisa membedakan hal ihwal dan tidak menempatkan
diskusi pada proporsinya.
On Sunday, October 8, 2017 5:56 AM, 'Chalik Hamid' via forumdiskusi
<diskusiforum@...> wrote:
----- Pesan yang Diteruskan -----Dari: 'Chan CT' SADAR@... [GELORA45]
<[email protected]>Kepada: Tatiana Lukman <jetaimemucho1@...>;
"[email protected]" <[email protected]>; Jonathan Goeij
<jonathangoeij@...>Cc: Yahoogroups <[email protected]>; DISKUSI FORUM
HLD <diskusiforum@...>; Daeng <menakjinggo@...>; Gol <gogol.r@...>; Billy
Gunadi <billygunadie@...>; Rachmat Hadi-Soetjipto <nc-hadisora@...>; Ronggo A.
<ronggo303@...>; Oman Romana <oromana0037@...>; Farida Ishaja
<farida.ishaja@...>; "indo1@..." <indo1@...>; Harry Singgih <harrysinggih@...>;
Harsono Sutedjo <harsutejo@...>; Mitri <scorpio2001id@...>; Lingkar Sitompul
<lingkarsitompul@...>Terkirim: Minggu, 8 Oktober 2017 04.51.16 GMT+2Judul: Re:
[GELORA45] (Tiada) Proklamasi Indonesia Tanpa Wikana Patut diperhatikan,
dalam rangka “MEMPERINGATI 100Th Kemenangan Revolusi Oktober”, Republik Rakyat
Tiongkok pada tgl. 26 September yl. menjelang Kongres 19 PKT, melangsungkan
SEMINAR Revolusi Oktober dan Sosialisme Berciri Khas Tiongkok, ... Bertekad
teguh meneruskan OBOR Revolusi Oktober yang telah padam di Sovyet terus menyala
lebih membawa dibumi Tiongkok! Kenyataan tidak dapat disangkal, setelah Sovyet
roboh ditahun 1991, obor Sosialisme telah jatuh dipundak Rakyat Tiongkok dan,
PKT dalam 30 tahun terakhir ini menunjukkan KEMAMPUAN memikul TUGAS MULIA
Lenin-Stalin yang telah dicampakkan Gobarchove dan mengakibatkan Sovyet roboh
dibawah gempuran Budaya dan Finans Kapitalisme! Untuk mengenal lebih baik karya
Lenin, PKT kembali menerbitkan Karya Lenin Lengkap dalam bhs. Tionghoa, agar
rakyat Tiongkok harus benar-benar bisa memahami Leninisme dari karya langsung
Lenin sendiri! Beberapa tulisan, makalah dan tanggapan dari Seminar yang
berlangsung tgl. 26 Sept. itu, yang menurut saya PANTAS diajukan untuk kalian
ketahui: adalah, pernyataan keharusan bagi setiap komunis yang mengaku
materialisme dan realistis, bisa melihat keberhasilan Lenin-Stalin dengan
Revolusi Oktober meembangun negara sosialis pertama didunia ini! Bukan saja
berhasil mempertahankan Sovyet menghdapi serangan Hitler dimasa PD-II, tapi
juga BERHASIL membawa Sovyet tumbuh menjadi negara industri yang sanggup
bersaing dengan imperialisme AS, tidak hanya dibidang ekonomi, pertahanan tapi
juga termasuk kemajuan teknologi, peluncuran satelit dan astraunot diruang
angkasa sampai ke Bulan! Disaat itu sampai tahun-tahun 60-an kehidupan rakyat
Sovyet juga bisa dikatakan telah mencapai kesejahteraan yang lumayan, ... BEBAS
dari KEMISKINAN! Ini kenyataan pertama yang harus diakui! Kedua, setiap BANGSA
yang besar tidak bisa tidak harus mempunyai pimpinan, Lenin-Stalin itulah
Pemimpin BANGSA Rusia yang tidak boleh disangkal! Bangsa Rusia menjadi bangsa
yang besar, Sovyet menjadi negara-kuat justru karena ada pemimpin macam
Lenin-Stalin! Inilah keritik keras PKT, dan diingatkan kembali dengan TEGAS
oleh Deng, pada tahun 1980 atas kesalahan Khruschove yang kebablasan dalam
mengkritik kesalahan Stalin yang dikatakan otoriter dengan KEKERASAN itu! Bahwa
negara-kuat harus mencerminkan adanya “KEBEBASAN PRIBADI” juga tidak salah!
Tapi yang lebih PENTING dan UTAMA adalah adanya PERSATUAN dan KESTABILAN
POLITIK untuk bersama-sama melangkah maju dengan derap langkah SEREMPAK! ...
Disinilah keunggulan Stalin dalam mengangkat KESATUAN BANGSA, membuat Bangsa
Rusia besar dan membawa rakyat Sovyet maju sejahtera, ... KENYATAAN yang tidak
boleh disangkal, sekalipun dalam mpelaksanaan disana-sini ada kesalahan!
Begitulah penekanan Deng bagi rakyat Tiongkok harus BELAJAR baik dari kesalahan
Khruschove tsb! JANGAN sampai Rakyat Tiongkok juga melanjutkan KESALAHAN yang
sama! Sebagaimana kita ketahui bersama, ketika itu ada arus keras hendak
mengkritik kesalahan Mao, khususnya masa RBKP yang berlebihan! Ada usaha
meng-HITAM-kan segala jasa Mao, ...! BERUNTUNG, Deng berhasil mengarahkan
perjuangan dan membawa rakyat Tiongkok terus maju melangkah menuju jalan
SOSIALISME berciri khas Tiongkok! Dan dalam waktu relatif singkat, 30 tahunan
BERHASIL mencapai kemajuan yang dahsyat dan dengan demikian BERKEMAMPUAN
menerima TUGAS meneruskan obor Revolusi Oktober yang jatuh diatas pundaknya!
Bahkan RRT dengan BAIK menerima tugas pusat perjuangan SOSIALISME didunia ini
yang telah beralih ke Tiongkok! Meneruskan perjuangan Sovyet Uni dahulu dalam
menghadapi dan melawan IMPERIALISME AS yg hendak menguasai dan mengangkangi
dunia, ...! Sedang nenek yang satu ini, masih saja menutup diri dalam
tempurung, dan tidak berhasil melihat realitias perjuangan dunia NYATA didunia!
Tetap saja tenggelam dalam subjektivisme dalil-dalil DOGMA klasiknya yg
dipegang teguh! Masih juga belum bisa menggunakan ajaran Ketua Mao, khususnya
Tentang Kontradiksi, untuk menganalisa situasi kongkrit yang dihadapi. Main
gempur saja semua jenderal-jenderal yang dihadapi. Tentu saja semua jenderal yg
berada dalam jajaran Pemerintah “TIDAK SESUAI” dengan pendapat dan
pendiriannya! Bagaimana kita bisa mengharapkan di pemerintah sekarang yang
berkuasa itu ada jenderal KOMUNIS??? Kalau toch ada, PASTI juga tidak bisa sama
sepenuhnya dengan dirinya! Lalu, dihajar juga dengan alasan MUNAFIK, RENEGAT?
Yaa, kalau begitu berjuang saja sendiri didalam tempurung itu! Hehehee, ...
Dari sekian banyak jenderal-jenderal yang harus kita hadapi, bukankah kita
harus bisa menentukan jenderal mana yg UTAMA digempur dahulu, diblejeti
kereaksioneran dan tangannya berlumuran darah pelanggaran HAM! Darimana
kekuatan anda untuk sekaligus menyerang dan gempur semua jenderal-jenderal
itu??? Bahwa Jenderal Agus masih saja menyalahkan dan memojokkan PKI itu juga
wajar-wajar saja! Tapi, bukankah ditahun yl. saat menyelenggarakan Simposium
Membongkar Tragedi 1965, itu bisa juga dikatakan merupakan satu usaha jenderal
Agus untuk menemkukan atau menjernihkan “SIAPA” sesungguhnya yang membunuh ayah
nya itu! Sampai-sampai ketika itu dia dituduh jenderal-KIRI! Tentu kita juga
tetap harus melihat kenyataan, masih sangat kuatnya jenderal-kanan yang pemuja
Suharto, jadi juga tidak perlu terlalu berilusi simposium macam itu bisa
membawakan HASIL baik! Dan kenyataan juga KANDAS, ...! Juga, TIDAK SALAH
menyatakan yang membunuh 6 jenderal itu TNI, khususnya pasukan Tjakrabirawa,
...! Tapi kan, TETAP harus dibedakan antara perajurit pelaksana perintah dengan
komandan, jenderal yang turunkan perintah! Jangan lalu seluruh pasukan
Tjakrabirawa harus dihujat dan di BASMI habis! Usutlah siapa sesungguhnya
jenderal dibalik G30S itu! Dan inilah tugas pekerja sejarah anak bangsa ini
untuk menjernihkan masalah, ... jangan tergantung Pemerintah yang berkuasa! Dan
harus dikerjakan lebih cekatan dan cepat, karena makin tertunda lebih lama,
akan makin sulit menemukan data-data akurat yang selama ini sudah cukup banyak
dibawa kubur oleh tokoh-tokoh, pelaku yang banyak mengetahui kejadian nyata!
Jadi perajurit pelaku kekejaman kemanusiaan yang harus tunduk menjalankan
PERINTAH, setelah bertobat dan mengakui kesalahannya, yaa, biarlah diberi
kesempatan untuk BERSAHABAT dengan para korban, termasuk segenap keluarganya!
Tidak perlu saling bermusuhan, ...! Apalagi bagi anak-anak jenderal yg juga
KORBAN itu, yang jelas TIDAK terlibat kekejaman kemanusiaan, tentu TIDAK
MASALAH bersahabat dengan anak-anak KORBAN sisi lain, lha mereka kan sama-sama
KORBAN kekejaman kemanusiaan! KORBAN-KORBAN konyol yang tidak seharusnya
terjadi! Sudah cukup BAGUUUS, anak-anak jenderal yg jadi korban itu sudah
bersediaq bersahabat dengan anak-anak KORBAN yg dituduh membunuh ayah-ayah
mereka! Tidak meneruskan pertengkaran dan dendam yang tidak ada juntrungnya
itu, ... tidak perlu melanjutkan pertengkaran, permusuhan orang-tua mereka!
Biarlah mereka, anak-anak KORBAN itu menjadi sahabat, lha memang sama-sama
tidak bermasalah, kok! Sekalipun dalam kenyataan melihat masa-lampau itu, dalam
melihat siapa sesungguhnya Dalang G30S masih berbeda pendapat! Bukankah yang
lebih PENTING adalah menatap kedepan, kehendak MAJU BERSAMA, BEKERJA BERSAMA
membangun masyarakat lebih baik dan sejahtera! Jadi, kalau orang sudah
mengulurkan tangan bersalaman, tidak perlu ditampik, sekalipun kita juga boleh
saja mencurigai motif nya! Biarlah nanti setelah apa yang kita curigai,
kemunafikan bersalaman itu muncul, baru dihadapi! Begitulah bersatu dan
berjuang didalam kesatuan kontradiksi yang terjadi dalam masyarakat! Setiap
saat tetap harus bersiap-siap menghadapi pertempuran dan penghianatan! Pecahnya
persatuan dan kerjasama, tanamkan saja kewaspadaan itu, ...! Jangan pula
meneruskan kesalahan lama, ...keenakan bekerja sama! Hehehee, ... Jadi,
sebaiknya jangan buru-buru dan gampang2an nuduh PKT REMO, renegad! Ingatlah
bagaimana PKI dahulu menuduh Tan Ling Djieisme, tapi justru parlementerisme
itulah yang dijalankan PKI dengan KONSEKWEN! Yang lebih penting perlu
kejernihan apa dan dimana kesalahan, kesalahan dahulu bukan pada kerjasama
dengan Pemerintah yang berkuasa, tapi ketidak siapan PKI digebug! Kesalahannya
bukan menggunakan parlemen, kesempatan legal yang diberikan pemerintah ketika
itu, tapi keenakan gunakan jalan parlementer dan TIDAK siapkan diri kalau
digebug! Untuk mengikuti lebih lanjut bagaimana peran Tjakrabirawa bisa klik
link dibawah ini:
Pengakuan Mengejutkan eks-Cakrabirawa.
https://groups.yahoo.com/neo/groups/GELORA45/conversations/messages/214575
Kami Hanya Menjalankan Perintah, Jenderal!
https://www.youtube.com/watch?v=oi0w3Wq1wqQ Salam,ChanCT From: Tatiana
Lukman jetaimemucho1@... [GELORA45]Sent: Saturday, October 7, 2017 1:04 AMTo:
[email protected] ; Jonathan GoeijCc: Yahoogroups ; DISKUSI FORUM HLD ;
Daeng ; Gol ; Billy Gunadi ; Rachmat Hadi-Soetjipto ; Ronggo A. ; Oman Romana ;
Farida Ishaja ; indo1@... ; Harry Singgih ; Harsono Sutedjo ; Mitri ; Lingkar
SitompulSubject: Re: [GELORA45] (Tiada) Proklamasi Indonesia Tanpa Wikana
Saya kenal banyak orang, terutama generai muda, yang sama sekali tidak punya
latar belakang keluarga korban 65 dengan jelas dan gamblang menyatakan bahwa
yang bunuh 6 jenderal dan 1 kapten adalah Cakrabirawa, artinya TENTARA. Kalau
orang mau mengakui bahwa itulah faktanya, maka anak-anak para jenderal itu,
seperti Letjen Agus Wijoyo, kalau mau rekonsiliasi, ya SEHARUSNYA dengan
anak-anak para PEMBUNUH ayah mereka, yaitu anggota Cakrabirawa yang melakukan
serangan, penculikan dan pembunuhan itu, bukan? Mengapa mereka
ber"rekonsiliasi" dengan satu dua anak penggede PKI dan anggota Gerwani atau
korban pemenjaraan, penyiksaan dan pembuangan rezim Suharto??? Kelihatannya,
sementara anak penggede PKI dan sementara korban 65 yang tampil untuk jadi
"contoh" rekonsiliasi dengan sementara anak jenderal-jenderal, tidak sadar
bahwa mereka digunakan oleh media dan "otak" di belakang etalase rekonsiliasi
justru untuk terus memfitnah PKI sebagai "pembunuh" 6 jenderal dan kapten
itu.Dan disini masuk peran si remo dan renegad Chan yang membantu pendukung
ORBA dengan turut mengorek-ngorek 'kejahatan' PKI untuk "membuktikan" dan
menuntut PKI untuk bertanggung jawab atas banjir darah 65-66!!!! Letjen Agus
Wijoyo walaupun sudah mengakui dan percaya bahwa keenam jenderal dan kapten itu
tidak disiksa atau disayat-sayat badannya dan kemaluannya, tapi TETAP
MENGANGGAP PKI MELAKUKAN PEMBUNUHAN DAN MENEROR MASYARAKAT. Dibawah ini
kata-katanya:…” PKI harus bertanggung jawab atas kekerasan yang mereka lakukan
di tahun 1948, pada 1 Oktober 1965 dan sebelumnya. Mereka melakukan pembunuhan
dan meneror masyarakat. Puncaknya adalah membunuh para jenderal di malam kelam
tersebut.”.
Pandangan Agus Wijoyo ini PADA HAKEKATNYA senafas dengan pandangannya si Remo
dan renegad Chan. Kelihatan sekali kebenciannya terhadap PKI. Yah, tidak
heran!!! Dan juga kelihatan letjen Agus Wijoyo tidak berbeda dari para
jenderal yang sampai sekarang terus mempertahankan pandangan bahwa PKI dalang
G30 S dan memberontak!!!
Saya ingat dulu si Pelana Kuda alias Atjong dikeluarkan oleh Chan dari milis
Gelora 45, disebabkan oleh sikapnya yang sangat membenci PKI dan bersyukur
adanya penindasan Suharto yang dianggapnya sebagai penyelamat Indonesia. Saya
tidak tahu apa anda ingat itu? Eh....tahu-tahunya secara diam-diam diterima
kembali si Pelana Kuda. Bahkan Chan turut mempropagandakan penjualan CD
musiknya Pelana Kuda. Saya sama sekali tidak heran melihat tingkah lakunya si
Chan. Chan dan Pelana Kuda sama!!!!Karena saya belajar dari pengalaman dan
sejarah, orang remo adalah pembantu kaum imperialis dan sudah tentu juga
antek-antek lokalnya. Karena remo menghilangkan kontradiksi dan perjuangan
kelas yang memudahkannya untuk loncat ke seberang barisan di mana dulu dia
berada.
On Thursday, October 5, 2017 10:22 PM, "Jonathan Goeij jonathangoeij@...
[GELORA45]" <[email protected]> wrote:
Saya rasa Wikana menjadi salah satu dari sekian banyak orang yang hilang
tidak ketentuan rimbanya dijemput tentara. Si Agus Wijoyo saya rasa sedang
berada di-awang2 menikmati sanjungan seakan dirinya orang berjiwa besar yang
memaafkan. On Thursday, October 5, 2017, 11:04:27 AM PDT, Tatiana Lukman
<jetaimemucho1@...> wrote: Dan bagaimana nasib Wikana setelah G30S? Setelah
dijemput tentara, lantas hilang tidak diketahui apa yang terjadi....??? Ada
yang tahu apa yang terjadi dengan dirinya? KALAU memang benar Wikana hilang,
tak diketahui apa yang terjadi dengan dirinya, maka ia hanya satu dari puluhan
ribu atau ratusan ribu yang hilang lenyap seperti ditelan bumi.... Bukannya
saya tidak merasakan kesedihan dari anak-anak para jenderal yang dibunuh
tentara juga..... Tapi jutaan harus mati, dipenjara, disiksa dan dihilangkan
untuk "membalas" kematian 6 jenderal dan seorang kapten!!! Seperti banyak
terjadi di jaman Nazi, untuk seorang tentara Nazi yang terbunuh, penduduk
sekampung harus mati....Persahabatan, undangan makan, silaturahmi antara
anak-anak para jenderal dan keluarga serta korban genosida adalah urusan
pribadi. Yang menarik perhatian, Agus tidak henti-hentinya menggunakan
kesempatan silaturahmi dan rekonsiliasi untuk "mengingatkan" akan "kejahatan"
dan 'hutang darah" PKI baik di aksi sepihak, peristiwa Madiun atau kejadian
lain.
On Tuesday, October 3, 2017 6:15 PM, "jonathangoeij@... [GELORA45]"
<[email protected]> wrote:
(Message over 64 KB, truncated)