Tolak Penggusuran, Warga Kapuk Poglar Siap Bergabung Aksi Hari Buruh
22 April, 2018Suasana peringatan hari kartini di Kampung Kapuk Poglar yang
terancam di gusur [foto : MRA]Mrb, Jakarta – Warga yang terancam penggusuran di
Kapuk Poglar, Jakarta Barat, menyatakan siap terlibat dalam peringatan hari
buruh 1 Mei (Mayday) dan akan menuntut pemerintah menghentikan penggusuran
tanah dan kehidupan rakyat. Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara parade
peringatan hari Kartini 21 April lalu di kampung Kapuk Poglar.Menik Rahayu,
selaku Ketua Serikat Perempuan Indonesia (SERUNI) Ranting Kapuk menuturkan ”
Parade ini tidak hanya untuk memperingati hari Kartini, namun juga untuk
memperkuat warga Kapul Poglar yang terancam di gusur, serta sebagai rangkaian
kegiatan FPR untuk menuju MayDay”.Peringatan Hari Kartini yang jatuh pada hari
ini diperingati dengan berbagai kegiatan yang menarik dan mendidik. Front
Perjuangan Rakyat (FPR) Jakarta bersama Warga Kapuk Poglar menyelenggarakan
Parade Busana dan Acara kebudayaan.Parade Kartini dimulai pukul 07.00 dengan
melakulan parade keliling kampung yang didominasi oleh perempuan dan anak-anak
berjumlah 50 orang. Kemeriahan parade juga ditambah dengan berbagai poster dan
lagu-lagu. Terdapat hal menarik dalam parade, sebab baik poster maupun
lagu-lagu yang dinyanyikan merupakan simbol perjuangan warga. Seperti Poster
yang bertuliskan “Tanah Untuk Rakyat” atau Spanduk yang juga bertajuk
“menyongsong hari buruh sedunia”.Peringatan Hari Kartini yang berbeda dengan
banyak peringatan di tempat lain ini merupakan ruang dari warga untuk
memyampaikan aspirasinya. Termasuk mengenai hak atas tempat tinggal, perampasan
upah, diskriminasi terhadap perempuan, hingga masalah akses pendidikan. Sebuah
refleksi yang sangat baik dalam meneladani perjuangan RA Kartini.Kegiatan
parade di tutup dengan tarian dan foto bersama. Menik juga menyampaikan “selain
ada parade di pagi hari, di sore hari nanti juga akan ada Panggung Kebudayaan
di sini. Panggung tersebut juga menjadi kegiatan FPR untuk menuju MayDay. Kami,
juga menyampaikan akan siap terlibat dalam aksi di 1 Mei bersama klas buruh dan
kaum tani serta seluruh rakyat tertindas” imbuhnya.Menentang penggusuranWarga
Kapuk Poglar yang sudah mendiami tanah di daerah ini sejak tahun 1970 terancam
di gusur dari tempat hidupnya akibat tanahnya diklaim oleh Polda Metro jaya dan
rencananya akan di bangun asrama POLRI. Mendapat perlawanan warga sejak tahun
1995 POLRI terus menebar ancaman dan berupaya melakukan penggusuran lagi pada
tahun 1997, kemudian tahun 2002 dan terakhir 2016 hingga saat ini.Tidak saja
warga kapuk Poglar yang menolak penggusuran, berbagai organisasi rakyat telah
menyatakan sikapnya untuk mendukung perjuangan warga Kapuk Poglar, setidaknya
ada dua aliansi organisasi yang meberikan dukungan terhadap perjuangan warga
untuk menolak penggusuran, yakni dari Front Perjuangan Rakyat (FPR) dan Aliansi
Pemuda Mahasiswa Indonesia (APMI). hari ini mereka membaur dengan warga Poglar
untuk menghadang penggusuran, bahkan perwakilan dari berbagai organisasi ini
telah cukup lama dan tinggal bersama warga secara bergiliran untuk memperkuat
persatuan warga dalam memperjuangankan hak atas tanah dan menetang
penggusuran.#rma