Bung Chan,
Saya baru sempat baca peraturan sepotong2 yang ditulis di koran/majallah,
belum baca text asli peraturannya :
1 tenaga ahli TKA harus didampingi 1 orang dari Indonesia untuk pengalihan
teknologi.
Kalau pakai 1 buruh kasar Tiongkok, harus minimum pakai 10 buruh kasar
Indonesia
Jadi tidak dilarang pakai buruh kasar dari Tiongkok. Mestinya perusahaan
sudah memperhitungkan mengapa
sampai perlu pakai tenaga kerja dari Tiongkok, yang mahalan. Mungkin supaya
proyek cepat selesai ?
Mungkin sebagai pembimbing cara kerja ?
Nah, jadi kalau ada X tenaga ahli Tiongkok, pendampingnya dari Indonesia
juga X orang.
Jumlah Buruh kasar Tiongkok, jadinya = 2000 - X. Jumlah buruh kasar
Indonesia minimum = 10 ( 2000 - X)
Jumlah total tenaga kerja Indonesia = X + 10(2000-X) = 13000 - 2000 =
11000.
X + 20.000 - 10X = 11.000
20.000 - 9 X = 11.000
9 X = 9000X -----> X = 1000.
Jadi ada 1000 tenaga ahli Tiongkok, 1000 pendamping dari Indonesia,
1000 buruh kasar Tiongkok, 10.000 buruh kasar Indonesia.
Total 2000 TKA dan 11000 Tenaga Kerja dari Indonesia.
Jumlah keseluruhan tenaga kerja = 13000.
Itu kalau peraturan dipenuhi. Saya hanya bisa check dari angka2, logis
tidak pemberitahuan jumlah tenaga kerjanya.
Kalau pada masa pembangunan pabrik, memang dibutuhkan sekali ahli2, orang2
yang terampil dan berpengalaman,
supaya pabrik cepat selesai dibangun. Orang2 yang bangun pabrik, bisa kerja
7 hari seminggu, dan 12 jam sehari.
Tetapi bonusnya juga besar begitu proyek selesai sebelum waktunya.
Begitu pabrik selesai dibangun, yang membangun 90 % balik. Yang lain
mungkin masih brtugas ngajari pakai alat2nya
dan jalankan prosesnya, atau datangkan instrukteur berpengalaman untuk
ngajari.
Salam,
KH
2018-04-28 2:32 GMT+02:00 Chan CT <[email protected]>:
> Bung Djie,
>
> Beberapa hari ini saya TIDAK BERHASIL kirim tulisan ke yahoogroups dimana
> saya tergabung, termasuk GELORA45. Kalau sebelumnya terkadang saja
> ditendang balik, ... Entah mengapa. Dengan message yang sama dan ANEH!
> Kalau dikatakan “Connestion Lost”, kenapa saya masih tetap saja bisa terima
> masuk kiriman yang keluar dari GELORA45???
> The following message to <[email protected]> was undeliverable.
> The reason for the problem:
> 5.4.7 - Delivery expired (message too old) [Default]
> * 'Connection Lost'*
>
> Saya tertarik mengomentari makin melonjaknya TKA ilegal dan yang dikatakan
> dari Tiongkok yg paling banyak, ... seiring dengan makin banyaknya
> investasi modal Tiongkok di Indonesia. Tentu sebaiknya Dept. Tenaga Kerja
> harus meneliti lebih lanjut dengan data akurat, berapa jumlah TKA
> sesungguhnya di Indonesia, dan berapa jumlah TKA illegal yang diperkirakan
> dan, ... bisa menemukan jalan keluar sebaik-baiknya, bukan untuk digoreng
> dan diperbesar masalahnya yang bertujuan menghujat masukkan modal Tiongkok
> di Indonesia. Realistislah dalam melihat permasalahan secara konkrit
> dilapangan, tidak berdasarkan HOAX apalagi jelas FITNAH memutarbalikkan
> fakta saja!
>
> Kemarin ini saya membaca satu tulisan “Kisah Menempa
> PabrikBaja-Takberkarat Di Indonesia” di Sulawesi-Tengah, Morowali, bagi yg
> bisa berbhs. Tionghoa bisa ikuti dengan klik:
> http://www.gelora45.com/news2/WeiXin_20180426.pdf Bagaimana perjanjian
> penanaman modal Tiongkok itu ditandatangani masa Presiden SBY, ditahun
> 2009, mereka harus membangun dari wilayah terbelakang yang tidak ada, air,
> listrik dan harus “MEMBELI” tanah dari petani diwilayah itu. Kesulitan yang
> dihadapi dalam “MEMBELI” tanah petani itu, yang terus dinaikkan harganya
> begitu tahu Tiongkok mau beli, ... kemudian ssaat proses pembangunan
> menggunakan buruh/pekerja lokal, pejabat setempat menggunakan kesempatan
> dalam kata sambutannya lebih dahulu berkampanya dengan menekankan
> keberpihakkan pada buruh/pekerja untuk dapatkan dukungan! Jadi pihak
> pengurus usaha Tiongkok betul-betul HARUS lebih memperhatikan dan
> mempererat hubungan persahabatan lebih baik dengan buruh/pekerja lokal, ....
> bisa hidup bersama, bekerja bersama dengan bersahabat dan harmonis, ...!
> Itulaaah yang terjadi, sekalipun diluar kampleks tetap saja ada sekelompok
> massa yang berdemonstrasi dengan orasi meneentang modal-asing dan TKA
> Tiongkok yang digunakan.
>
> Lalu, berapa jumlah buruh/karyawan di Morowali itu? *"Ternyata saya
> dapati dari 13 ribu tenaga kerja di sana, memang 2.000 berasal dari
> Tiongkok. Tapi sisanya anak negeri Indonesia,"* kata Moeldoko.
> http://www.gelora45.com/news2/RibuanBuruhChinaDiMorowali.pdf Tentu boleh
> saja dinilai kembali, apakah jumlah 2000 TKA dari jumlah 13 ribu
> buruh/karyawan disitu masih dianggap terlalu banyak dan buatlah ketentuan
> baru? Tapi, dengan masuknya modal Tiongkok di Morowali itu, kenyataan
> disambut baik penduduk sekitar dan mereka ikut menikmati pembangunan disitu
> yang terjadi, ... khususnya dapatkan aliran listrik dan pasar jadi
> bergairah dengan pemusatan buruh/karyawan di Morowali itu. Dan, ... setelah
> usaha produksi Baja-Takberkarat itu resmi dibuka oleh Presiden Jokowi, 29
> Mei 2015, ... kemudian bisa ditargetkan Oktober 2018 yad. produksi bisa
> mencapai 3 juta Ton! Indonesia menjadi penghasil baja-takberkarat No.2 di
> dunia, ...!
>
> Salam,
> ChanCT
>
>
> *From:* kh djie [email protected] [GELORA45]
> *Sent:* Saturday, April 28, 2018 4:55 AM
> *To:* Gelora45 ; Beng-Hoey Jo
> *Subject:* Re: [GELORA45] Investigasi Ombudsman Temukan Banyak TKA jadi
> Buruh Kasar hingga Sopir
>
>
>
> Bung Jo,
> Pernah dimuat di majallah Tempo mengapa Perusahaan Tiongkok pakai Tenaga
> kerja dari sana,
> karena sudah berpengalaman, dan karena itu sangat efficient. Di samping
> itu semangat kerjanya.
> Di Tempo juga ditulis kalau di jakarta ada makelar yang bisa kasih ijin
> bekerja. Bayarnya sampai 8 juta.
> Saya cari kembali belum ketemu.
> Ada tulisan kalau ada 4 golongan Tenaga kerja asing;
> Yanti menjelaskan, tenaga kerja asing asal China paling banyak bekerja di
> Indonesia. "Kami membaginya empat ya, ada pembimbing, jabatan manajemen,
> pengacara, dan buruh konstruksi untuk PLTU dan smelter," kata Yanti. Selain
> itu, Yanti menjelaskan dari Januari hingga Juli 2017, perusahaan yang
> mengajukan rencana penggunaan tenaga kerja asing (RPTKA) paling banyak dari
> sektor konstruksi, pembangunan smelter, dan PLTU.
> http://www.reportaseindonesia.com/berita-7029-banyak-tenaga-kerja-
> asing-ilegal-mayoritas-dari-cina-faktanya-pengangguran-di-
> indonesia-meningkat.html
> https://www.kaskus.co.id/thread/55e3f19c1a997582478b4570/lika-
> liku-buruh-cina-siasati-izin-ini-investigasi-tempo/
> http://industri.bisnis.com/read/20170713/12/671203/ini-
> penyebab-tingginya-tka-ilegal-di-indonesia-
> Salam,
> KH
>
> 2018-04-27 21:04 GMT+02:00 [email protected] [GELORA45] <
> [email protected]>:
>
>>
>>
>> Alasan yg logis: Barangkali efisiensi, kebagusan dan kecepatan bekerjanya
>> TKA adalah 5x atau lebih dari pada bekerja lokal, jadi biarpun memberi gaji
>> 3-4× lebih tinggi tetap masih untung.
>>
>
>
>
>