Di Indonesia juga ada jutaan orang muda yang perlu hidup, 
dan Jokowi malah mempersempit hak mereka membuka 
lebar-lebar peluang bagi buruh kasar asing untuk cari makan /
cari hidup di Indonesia. Yang dibawa investor dipastikan 
dapat pekerjaan. Tapi toh kemudian banyak yang menghilang 
atau kedapatan mengawini perempuan setempat. Belum lagi 
yang masuk berpura-pura sebagai turis dan yang ilegal. 

 --- djiekh@... wrote :


 Di desa, penghasilan orang kecil kalau daerahnya tanahnya tidak subur. 
Penghasilan seminggu kalah dengan penghasilan orang sehari kerja di kota.
 Prof. Yusuo Zhang kirim masterstudentennya memberikan bantuan untuk
 memajukan petanian di desa. Mahasiswanya tinggal 2 tahun di desa dari 1000 
orang.
 Pengiriman penyuluh pertanian dari kota yang tidak tinggal bersama petani, 
 ternyata tidak effektif.
 Anak2 muda meninggalkan desanya. Yang menggarap tanah hanya orang2 tua.
 Sekolah2 dasar banyak yang hampir tutup atau sudah tutup. Anak2 dibawa
 orang tuanya ke kota. 
 Sekarang dengan naiknya penghasilan orang di kota2 kecil, banyak buruh milih 
kerja
 di kota kecil dekat desanya, yang sewa tempat tinggalnya tidak semahal di 
Beijing
 dan Shanghai.
 Orang muda yang berpengalaman kerja suatu bidang, cari pekerjaan sebagai
 TKA, banyak ke Indonesia. Mereka mengejar pendapatan sebanyak-banyaknya, 
 dengan banyak kerja lembur berhari-hari, seperti milik sendiri.


2018-04-28 8:45 GMT+02:00 ajegilelu@... mailto:ajegilelu@... :

Kalau alasannya karena buruh-buruh kasar Cina sehebat itu, 
lalu kenapa dikirim ke Indonesia? Bukankah sering dikabarkan 
pemerintah RRC sedang giat membangun pedesaan untuk 
mencapai kemakmuran pada tahun 2020? Tentu buruh-buruh super itu dibutuhkanlah 
untuk membangun negerinya 5x lebih

 bagus dan 5x lebih cepat.
 

Logika buruh lokal mah sederhana: kenapa cuma investor Cina
 yang bawa-bawa buruh kasar?

 

 --- bhjo@... wrote :

 

 Alasan yg logis: Barangkali efisiensi, kebagusan dan kecepatan bekerjanya TKA 
adalah 5x atau lebih dari pada bekerja lokal, jadi biarpun memberi gaji 3-4× 
lebih tinggi tetap masih untung.
 

 

Kirim email ke