Survei, Presiden Soeharto Persentase Tertinggi Jalankan Tugasnya, Jokowi Ketiga
Senin, 21 Mei 2018 | 7:54

http://sp.beritasatu.com/home/survei-presiden-soeharto-persentase-tertinggi-jalankan-tugasnya-jokowi-ketiga/124211

Soeharto [google]Soeharto [google]

Berita Terkait

 * Presiden Jokowi Minta Mitsubishi Motors Penuhi 4 Permintaan
   
<http://sp.beritasatu.com/ekonomidanbisnis/presiden-jokowi-minta-mitsubishi-motors-penuhi-4-permintaan/123794>
 * Bulan Mei, Pemerintah Luncurkan Sistem Pengurusan Izin Daring
   
<http://sp.beritasatu.com/ekonomidanbisnis/bulan-mei-pemerintah-luncurkan-sistem-pengurusan-izin-daring/123790>
 * Besan Tutup Usia, Presiden Jokowi Melayat ke Rumah Duka
   
<http://sp.beritasatu.com/home/besan-tutup-usia-presiden-jokowi-melayat-ke-rumah-duka/123465>
 * Presiden Jokowi Ajak Direktur IMF Ini Blusukan ke Rumah Sakit
   
<http://sp.beritasatu.com/ekonomidanbisnis/presiden-jokowi-ajak-direktur-imf-ini-blusukan-ke-rumah-sakit/122958>
 * Anies Belum Mau Jadikan Soeharto Nama Jalan di Jakarta
   
<http://sp.beritasatu.com/home/anies-belum-mau-jadikan-soeharto-nama-jalan-di-jakarta/122581>

[JAKARTA] Dalam survei Indo Barometer berkaitan evaluasi 20 tahun Reformasi terungkap, masyarakat juga menilai bahwa presiden yang paling berhasil menjalankan tugasnya adalah Soeharto dengan persentase 32,9%, disusul Soekarno 21,3%, Joko Widodo (Jokowi) 17,8%, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) 11,6%, BJ Habibie 3,5 %, Abdurrahman Wahid 1,7%, dan Megawati Soekarnoputri 0,6 %.

Namun hasil tersebut menunjukkan dinamika jika dibandingkan dengan survei serupa pada tahun 2011. Di survei Indo Barometer tahun 2011, dengan kategori yang sama, Soeharto mendapat persentase 40,5%. Jumlah tersebut menurun dari hasil survei tahun ini.

"Tapi sebanyak 36,3% publik menilai kondisi Indonesia saat ini pada masa reformasi lebih baik dibanding orde lama dan baru," katanya.

Sementara sebanyak 32,6% masyarakat menilai masa orde baru lebih baik atau terdapat selisih sekitar 3,7% dari yang memilih masa reformasi. Dari hasil survei juga, Jokowi mendapat persentase 30,3% untuk presiden yang dinilai berhasil perbaiki kondisi Indonesia, kemudian Soeharto dengan persentase 41,8% untuk presiden yang dinilai sama saja atas kondisi Indonesia, dan kondisi yang lebih buruk juga diterima Soeharto dengan persentase 45,4 %.

Sementara itu, Aktivis 1998 yang juga Politisi PDIP, Budiman Sudjatmiko mengatakan, membandingkan presiden-presiden setelah reformasi dengan Soeharto seperti membandingkan orang yang mempunyai modal waktu dan modal kekuasaan besar untuk menyelesaikan masalah dengan orang-orang yang modalnya kecil dan waktunya terbatas.

"Jadi wajar ada persepsi bahwa Pak Harto cukup berhasil. Pascareformasi kan cuma 3 tahun, 2 tahun, 5 tahun. Pak Harto 32 tahun. Jadi wajar kalau dia membangun lebih banyak jembatan, bendungan. dan kuasa lebih besar," katanya.

Apalagi saat itu, Soeharto juga mengontrol legislatif dan yudikatif, sedangkan presiden-presiden pasca reformasi tidak bisa melakukan itu. Dahulu, katanya, pusat dan daerah dikontrol tetapi setelah reformasi tidak lagi dan berlaku otonomi daerah. [D-14]



---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com

Kirim email ke