Inilah akar masalah sesungguhnya, bukan hanya PKI terkibuli Suharto, tapi juga Presiden Soekarno bahkan banyak rakyat masih saja terbuai oleh "jasa PEMBANGUNAN" semu, gelembung bola-sabun bergemilauan yang terjadi selama 32 tahun masa jabatan Presiden Suharto ini!

Coba saja baca pemberitaan kemarin bagaimana Yusril, menteri Sekneg bisa merasa "KASIHAN" dimintai Suharto 20M untuk betulin rumah ISTANA Cendana yang katanya bocor, dan anehnya masih juga diberikan setelah disetujui Presiden SBY!

Sekalipun sudah lengser, Suharto TETAP saja masih bisa perlakukan NEGARA RI milik pribadinya! Sungguh luar biasa KESERAKAHAN manusia yang satu ini, ... sudah dinobatkan Presiden terkorup didunia, begitu kayanya menikmati kehidupan mewah selama lebih 32 tahun diatas PENDERITAAN 2 ratusan juta RAKYAT, setelah lengser masih juga merogoh duit RAKYAT yg masih papa-miskin!



[email protected] [GELORA45] 於 21/5/2018 23:52 寫道:


Bung Djie,


Saya berpikir, seandainya tidak ada Operasi Pembebasan Irian Barat tentu Soeharto tidak akan diangkat jadi Panglima Komando Mandala (dan kemudian Pangkostrad) yg memberi Soeharto taring membangun kekuatan/klik di AD dan juga menjalin hubungan dengan pihak luar negeri terutama US/CIA yg pada akhirnya Soeharto menggulingkan Soekarno sendiri.

Jadi disini menurut saya, kesalahan terbesar Soekarno adalah menuruti nafsu imperialisme serakah akan wilayah, tanpa Operasi Trikora tentu tidak akan ada genocide 500 ribu rakyat Papua (sekitar 25% populasi) dan tidak akan ada kudeta Soeharto dgn korban 3 juta orang itu.


---In [email protected], <djiekh@...> wrote :

Bung Jo,
Suharto itu sudah tiga kali lolos :
1. Peristiwa 3 juli 1946.
2. Komplotan menggagalkan Bambang Supeno yang pangkatnya lebih tinggi dari dia     jadi Pangdam Diponegoro, sehingga akhirnya jabatan Pangdam jatuh ke dia. 3. Korupsi di Pangdam Diponegoro. Mau dipecat oleh jendral Nasution. Ditempeleng     oleh Achmad Jani, karena memalukan angkatan Darat. Gatot Subroto ( wakil KSAD)     menghubungi bung karno, bahwa Suharto masih dapat dibina, supaya disekolahkan     saja dulu. Kesalahan fatal pertama dari bung Karno mnuruti saran Gatot Subroto.     Kesalahan fatal kedua, tentunya karena belakangan mengangkat dia jadi kepala Kostrad
https://klikfakta.wordpress.com/2012/11/11/catatan-harian-soebandrio-g30s-pki-bag-3/
Salam,
KH

2018-05-21 15:49 GMT+02:00 jonathangoeij@... <mailto:jonathangoeij@...> [GELORA45] <[email protected] <mailto:[email protected]>>:

        Akhir 50-an atau awal 60-an Soeharto sebenarnya sudah "mati"
        karirnya dimiliter karena ketahuan korupsi, tetapi kemudian
        di"bangkit"kan kembali oleh Presiden Soekarno diangkat jadi
        Panglima Komando Mandala untuk misi merebut Irian Barat. Misi
        tsb. berhasil dijalankan Soeharto dengan sukses, Irian Barat
        berhasil direbut dan bersamaan dengan itu juga Soeharto
        berhasil menyusun kekuatan di Angkatan Darat yg pd gilirannya
        dipakai untuk melakukan kudeta th 65. Ada pattern yg sama pd
        perebutan Irian Barat dan kudeta 65: genocide atau pembantaian
        masal.


        Yg mengherankan bagi saya adalah bagaimana bisa seseorang yg
        sdh ketahuan korupsi kemudian diangkat jadi Panglima Komando
        dgn kekuasaan militer ditangan yg sedemikian besarnya? Apakah
        sebenarnya Soeharto asalnya orangnya Soekarno sendiri, yg
        terjadi pagar makan tanaman?


        ---In [email protected]
        <mailto:[email protected]>, <jetaimemucho1@...> wrote :

        Oooo, ya jelas Soeharto berhasil menjalankan tugasnya setelah
        membunuh 3 juta manusia tak berdosa, memenjara puluhan ribu,
        menghilangkan ribuan, menyengsarakan jutaan anak-anak yang
        terlantar karena orang tuanya dibantai atau dipenjara,
        membungkam dan membodohkan manusia Indonesia selama lebih dari
        30 tahun yang akibatnya masih terasa sampai sekarang!!! Dan
        jelas juga "keberhasilannya" fasis pembunuh Suharto dengan
        menyerahkan kekayaan alam perut bumi kepada kaum pemodal
        multinasional, menggunduli hutan-hutan tropikal, mencemari
        lingkungan. Jelas sekali suksesnya Suharto dalam memupuk dan
        membesarkan Oligarki dengan kaum konglomeratnya yang sampai
        sekarang terus mempertahankan dan mengembangkan kekuasaan dan
        kekayaannya di bawah semua presiden yang menggantikannya!!!
        Soeharto juga telah berhasil mengembangkan dikalangan elit
        kekuasaan mentalitas budak kepada modal asing dan semua
        lembaga keuangan imperialis!!! Suharto juga berhasil
        menciptakan dan memelihara impunitas angkatan bersenjata dalam
        semua bidang kehidupan masyarakat Indonesia!!!Tak heran dan
        sangat logis kalau Soeharto akan terus dipuja oleh lapisan
        masyarakat yang telah diuntungkan oleh kudeta merangkaknya!!!


        On Monday, May 21, 2018 6:17 AM, "ChanCT SADAR@... [GELORA45]"
        <[email protected] <mailto:[email protected]>>
        wrote:


        Survei, Presiden Soeharto Persentase Tertinggi Jalankan
        Tugasnya, Jokowi Ketiga
        Senin, 21 Mei 2018 | 7:54
        http://sp.beritasatu.com/home/ survei-presiden-soeharto-
        persentase-tertinggi-jalankan- tugasnya-jokowi-ketiga/124211
        
<http://sp.beritasatu.com/home/survei-presiden-soeharto-persentase-tertinggi-jalankan-tugasnya-jokowi-ketiga/124211>

        Soeharto [google]Soeharto [google]

        Berita Terkait

          * Presiden Jokowi Minta Mitsubishi Motors Penuhi 4
            Permintaan
            
<http://sp.beritasatu.com/ekonomidanbisnis/presiden-jokowi-minta-mitsubishi-motors-penuhi-4-permintaan/123794>
          * Bulan Mei, Pemerintah Luncurkan Sistem Pengurusan Izin
            Daring
            
<http://sp.beritasatu.com/ekonomidanbisnis/bulan-mei-pemerintah-luncurkan-sistem-pengurusan-izin-daring/123790>
          * Besan Tutup Usia, Presiden Jokowi Melayat ke Rumah Duka
            
<http://sp.beritasatu.com/home/besan-tutup-usia-presiden-jokowi-melayat-ke-rumah-duka/123465>
          * Presiden Jokowi Ajak Direktur IMF Ini Blusukan ke Rumah
            Sakit
            
<http://sp.beritasatu.com/ekonomidanbisnis/presiden-jokowi-ajak-direktur-imf-ini-blusukan-ke-rumah-sakit/122958>
          * Anies Belum Mau Jadikan Soeharto Nama Jalan di Jakarta
            
<http://sp.beritasatu.com/home/anies-belum-mau-jadikan-soeharto-nama-jalan-di-jakarta/122581>

        [JAKARTA] Dalam survei Indo Barometer berkaitan evaluasi 20
        tahun Reformasi terungkap, masyarakat juga menilai bahwa
        presiden yang paling berhasil menjalankan tugasnya adalah
        Soeharto dengan persentase 32,9%, disusul Soekarno 21,3%, Joko
        Widodo (Jokowi) 17,8%, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) 11,6%,
        BJ Habibie 3,5 %, Abdurrahman Wahid 1,7%, dan Megawati
        Soekarnoputri 0,6 %.
        Namun hasil tersebut menunjukkan dinamika jika dibandingkan
        dengan survei serupa pada tahun 2011. Di survei Indo Barometer
        tahun 2011, dengan kategori yang sama, Soeharto mendapat
        persentase 40,5%. Jumlah tersebut menurun dari hasil survei
        tahun ini.
        "Tapi sebanyak 36,3% publik menilai kondisi Indonesia saat ini
        pada masa reformasi lebih baik dibanding orde lama dan baru,"
        katanya.
        Sementara sebanyak 32,6% masyarakat menilai masa orde baru
        lebih baik atau terdapat selisih sekitar 3,7% dari yang
        memilih masa reformasi. Dari hasil survei juga, Jokowi
        mendapat persentase 30,3% untuk presiden yang dinilai berhasil
        perbaiki kondisi Indonesia, kemudian Soeharto dengan
        persentase 41,8% untuk presiden yang dinilai sama saja atas
        kondisi Indonesia, dan kondisi yang lebih buruk juga diterima
        Soeharto dengan persentase 45,4 %.
        Sementara itu, Aktivis 1998 yang juga Politisi PDIP, Budiman
        Sudjatmiko mengatakan, membandingkan presiden-presiden setelah
        reformasi dengan Soeharto seperti membandingkan orang yang
        mempunyai modal waktu dan modal kekuasaan besar untuk
        menyelesaikan masalah dengan orang-orang yang modalnya kecil
        dan waktunya terbatas.
        "Jadi wajar ada persepsi bahwa Pak Harto cukup berhasil.
        Pascareformasi kan cuma 3 tahun, 2 tahun, 5 tahun. Pak Harto
        32 tahun. Jadi wajar kalau dia membangun lebih banyak
        jembatan, bendungan. dan kuasa lebih besar," katanya.
        Apalagi saat itu, Soeharto juga mengontrol legislatif dan
        yudikatif, sedangkan presiden-presiden pasca reformasi tidak
        bisa melakukan itu. Dahulu, katanya, pusat dan daerah
        dikontrol tetapi setelah reformasi tidak lagi dan berlaku
        otonomi daerah. [D-14]


        ------------------------------------------------------------------------
        AVG 標誌 <http://www.avg.com/internet-security>     
        這封電子郵件是由 AVG 反病毒軟體進行病毒檢測。
        www.avg.com <http://www.avg.com/internet-security>


        
<https://mail.yahoo.com/neo/launch?.src=ym&reason=myc&soc_src=mail&soc_trk=ma#DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2>







---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com

Kirim email ke