Akhir 50-an atau awal 60-an Soeharto sebenarnya sudah "mati" karirnya dimiliter 
karena ketahuan korupsi, tetapi kemudian di"bangkit"kan kembali oleh Presiden 
Soekarno diangkat jadi Panglima Komando Mandala untuk misi merebut Irian Barat. 
Misi tsb. berhasil dijalankan Soeharto dengan sukses, Irian Barat berhasil 
direbut dan bersamaan dengan itu juga Soeharto berhasil menyusun kekuatan di 
Angkatan Darat yg pd gilirannya dipakai untuk melakukan kudeta th 65. Ada 
pattern yg sama pd perebutan Irian Barat dan kudeta 65: genocide atau 
pembantaian masal. 

 Yg mengherankan bagi saya adalah bagaimana bisa seseorang yg sdh ketahuan 
korupsi kemudian diangkat jadi Panglima Komando dgn kekuasaan militer ditangan 
yg sedemikian besarnya? Apakah sebenarnya Soeharto asalnya orangnya Soekarno 
sendiri, yg terjadi pagar makan tanaman? 


---In [email protected], <jetaimemucho1@...> wrote :

 Oooo, ya jelas Soeharto berhasil menjalankan tugasnya setelah membunuh 3 juta 
manusia tak berdosa, memenjara puluhan ribu, menghilangkan ribuan, 
menyengsarakan jutaan anak-anak yang terlantar karena orang tuanya dibantai 
atau dipenjara, membungkam dan membodohkan manusia Indonesia selama lebih dari 
30 tahun yang akibatnya masih terasa sampai sekarang!!! Dan jelas juga 
"keberhasilannya" fasis pembunuh Suharto dengan menyerahkan kekayaan alam perut 
bumi kepada kaum pemodal multinasional, menggunduli hutan-hutan tropikal, 
mencemari lingkungan. Jelas sekali suksesnya Suharto dalam memupuk dan 
membesarkan Oligarki dengan kaum konglomeratnya yang sampai sekarang terus 
mempertahankan dan mengembangkan kekuasaan dan kekayaannya di bawah semua 
presiden yang menggantikannya!!! Soeharto juga telah berhasil mengembangkan 
dikalangan elit kekuasaan mentalitas budak kepada modal asing dan semua lembaga 
keuangan imperialis!!! Suharto juga berhasil menciptakan dan memelihara 
impunitas angkatan bersenjata dalam semua bidang kehidupan masyarakat 
Indonesia!!!Tak heran dan sangat logis kalau Soeharto akan terus dipuja oleh 
lapisan masyarakat yang telah diuntungkan oleh kudeta merangkaknya!!!
 


 On Monday, May 21, 2018 6:17 AM, "ChanCT SADAR@... [GELORA45]" 
<[email protected]> wrote:

 

   
 Survei, Presiden Soeharto Persentase Tertinggi Jalankan Tugasnya, Jokowi Ketiga
 Senin, 21 Mei 2018 | 7:54
 
http://sp.beritasatu.com/home/survei-presiden-soeharto-persentase-tertinggi-jalankan-tugasnya-jokowi-ketiga/124211
 
http://sp.beritasatu.com/home/survei-presiden-soeharto-persentase-tertinggi-jalankan-tugasnya-jokowi-ketiga/124211
 
 
 Soeharto [google] 
 
 Berita Terkait
 Presiden Jokowi Minta Mitsubishi Motors Penuhi 4 Permintaan Bulan Mei, 
Pemerintah Luncurkan Sistem Pengurusan Izin Daring Besan Tutup Usia, Presiden 
Jokowi Melayat ke Rumah Duka Presiden Jokowi Ajak Direktur IMF Ini Blusukan ke 
Rumah Sakit Anies Belum Mau Jadikan Soeharto Nama Jalan di Jakarta 
 
 
 [JAKARTA] Dalam survei Indo Barometer berkaitan evaluasi 20 tahun Reformasi 
terungkap, masyarakat juga menilai bahwa presiden yang paling berhasil 
menjalankan tugasnya adalah Soeharto dengan persentase 32,9%, disusul Soekarno 
21,3%, Joko Widodo (Jokowi) 17,8%, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) 11,6%, BJ 
Habibie 3,5 %, Abdurrahman Wahid 1,7%, dan Megawati Soekarnoputri 0,6 %.
 Namun hasil tersebut menunjukkan dinamika jika dibandingkan dengan survei 
serupa pada tahun 2011. Di survei Indo Barometer tahun 2011, dengan kategori 
yang sama, Soeharto mendapat persentase 40,5%. Jumlah tersebut menurun dari 
hasil survei tahun ini.
 "Tapi sebanyak 36,3% publik menilai kondisi Indonesia saat ini pada masa 
reformasi lebih baik dibanding orde lama dan baru," katanya.
 Sementara sebanyak 32,6% masyarakat menilai masa orde baru lebih baik atau 
terdapat selisih sekitar 3,7% dari yang memilih masa reformasi. Dari hasil 
survei juga, Jokowi mendapat persentase 30,3% untuk presiden yang dinilai 
berhasil perbaiki kondisi Indonesia, kemudian Soeharto dengan persentase 41,8% 
untuk presiden yang dinilai sama saja atas kondisi Indonesia, dan kondisi yang 
lebih buruk juga diterima Soeharto dengan persentase 45,4 %.
 Sementara itu, Aktivis 1998 yang juga Politisi PDIP, Budiman Sudjatmiko 
mengatakan, membandingkan presiden-presiden setelah reformasi dengan Soeharto 
seperti membandingkan orang yang mempunyai modal waktu dan modal kekuasaan 
besar untuk menyelesaikan masalah dengan orang-orang yang modalnya kecil dan 
waktunya terbatas.
 "Jadi wajar ada persepsi bahwa Pak Harto cukup berhasil. Pascareformasi kan 
cuma 3 tahun, 2 tahun, 5 tahun. Pak Harto 32 tahun. Jadi wajar kalau dia 
membangun lebih banyak jembatan, bendungan. dan kuasa lebih besar," katanya.
 Apalagi saat itu, Soeharto juga mengontrol legislatif dan yudikatif, sedangkan 
presiden-presiden pasca reformasi tidak bisa melakukan itu. Dahulu, katanya, 
pusat dan daerah dikontrol tetapi setelah reformasi tidak lagi dan berlaku 
otonomi daerah. [D-14]
  
 
 

 這封電子郵件是由 AVG 反病毒軟體進行病毒檢測。 
www.avg.com http://www.avg.com/internet-security 
 
 
https://mail.yahoo.com/neo/launch?.src=ym&reason=myc&soc_src=mail&soc_trk=ma#DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2
 
 

 
 



 
 
 




Kirim email ke