Ya, betul. Soeharto sudah mati pun Jokowi tak berbuat apa pun untuk korban G30S. Sebaliknya dia malah sibuk sendiri membantah dirinya bukan keluarga PKI.
--- ilmesengero@... wrote: Suharto sudah mampus, tubuhnya dimakan cacing, kalau menurut agama yang dianutnya dia itu masuk neraka , disana dia dipanggang seperti sate madura. Tak usah hiraukan dia yang sudah dimakan cacing, tulang-tulang sudah rapuh. heheheheheheheheheh On Tue, May 22, 2018 at 5:06 PM, ajeg wrote: Jangan cepat-cepat terkecoh, ini Indo Barometer cuma berusaha keras mendongkrak nama Jokowi yang semakin tenggelam ditelan kenaikan harga kebutuhan pokok.--- SADAR@... wrote: Survei, Presiden Soeharto Persentase Tertinggi Jalankan Tugasnya, Jokowi Ketiga Senin, 21 Mei 2018 | 7:54 http://sp.beritasatu.com/home/ survei-presiden-soeharto- persentase-tertinggi-jalankan- tugasnya-jokowi-ketiga/124211 Soeharto [google] Berita Terkait - Presiden Jokowi Minta Mitsubishi Motors Penuhi 4 Permintaan - Bulan Mei, Pemerintah Luncurkan Sistem Pengurusan Izin Daring - Besan Tutup Usia, Presiden Jokowi Melayat ke Rumah Duka - Presiden Jokowi Ajak Direktur IMF Ini Blusukan ke Rumah Sakit - Anies Belum Mau Jadikan Soeharto Nama Jalan di Jakarta [JAKARTA] Dalam survei Indo Barometer berkaitan evaluasi 20 tahun Reformasi terungkap, masyarakat juga menilai bahwa presiden yang paling berhasil menjalankan tugasnya adalah Soeharto dengan persentase 32,9%, disusul Soekarno 21,3%, Joko Widodo (Jokowi) 17,8%, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) 11,6%, BJ Habibie 3,5 %, Abdurrahman Wahid 1,7%, dan Megawati Soekarnoputri 0,6 %. Namun hasil tersebut menunjukkan dinamika jika dibandingkan dengan survei serupa pada tahun 2011. Di survei Indo Barometer tahun 2011, dengan kategori yang sama, Soeharto mendapat persentase 40,5%. Jumlah tersebut menurun dari hasil survei tahun ini. "Tapi sebanyak 36,3% publik menilai kondisi Indonesia saat ini pada masa reformasi lebih baik dibanding orde lama dan baru," katanya. Sementara sebanyak 32,6% masyarakat menilai masa orde baru lebih baik atau terdapat selisih sekitar 3,7% dari yang memilih masa reformasi. Dari hasil survei juga, Jokowi mendapat persentase 30,3% untuk presiden yang dinilai berhasil perbaiki kondisi Indonesia, kemudian Soeharto dengan persentase 41,8% untuk presiden yang dinilai sama saja atas kondisi Indonesia, dan kondisi yang lebih buruk juga diterima Soeharto dengan persentase 45,4 %. Sementara itu, Aktivis 1998 yang juga Politisi PDIP, Budiman Sudjatmiko mengatakan, membandingkan presiden-presiden setelah reformasi dengan Soeharto seperti membandingkan orang yang mempunyai modal waktu dan modal kekuasaan besar untuk menyelesaikan masalah dengan orang-orang yang modalnya kecil dan waktunya terbatas. "Jadi wajar ada persepsi bahwa Pak Harto cukup berhasil. Pascareformasi kan cuma 3 tahun, 2 tahun, 5 tahun. Pak Harto 32 tahun. Jadi wajar kalau dia membangun lebih banyak jembatan, bendungan. dan kuasa lebih besar," katanya. Apalagi saat itu, Soeharto juga mengontrol legislatif dan yudikatif, sedangkan presiden-presiden pasca reformasi tidak bisa melakukan itu. Dahulu, katanya, pusat dan daerah dikontrol tetapi setelah reformasi tidak lagi dan berlaku otonomi daerah. [D-14]
