*Perusahaan Harus Investasi Sumber Daya Manusia*
Sabtu, 23 Juni 2018 | 21:47

http://sp.beritasatu.com/home/perusahaan-harus-investasi-sumber-daya-manusia/124647


Hanif Dhakiri. [beritasatu]Hanif Dhakiri. [beritasatu]

Berita Terkait

 * SDM Maritim Banyak Bekerja Di Luar Negeri
   
<http://sp.beritasatu.com/home/sdm-maritim-banyak-bekerja-di-luar-negeri/89373>

[JAKARTA] Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Hanif Dhakiri meminta seluruh perusahaan di Indonesia melakukan investasi sumber daya manusia (SDM) untuk memperkuat bisnis perusahaan.

Selama ini, kebanyakan perusahaan masih menganggap investasi SDM sebagai beban padahal investasi SDM merupakan kunci utama untuk keberlangsungan dan kemajuan bisnis perusahaan.

"Investasi SDM dan pengembangan industri harus berjalan paralel. Investasi SDM harus kita genjot dan ekosistem ketenagakerjaan kita harus diperbaiki sehingga memungkinan orang bekerja dan perusahaan berkembang," kata Hanif dalam acara Halal Bihalal dengan Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK) di Jakarta, Jumat (22/6) sebagaimana dalam siaran persnya, Sabtu (23/6).

Menurut Hanif, di negara-negara Eropa, sekitar 70% investasi SDM dilakukan oleh dunia usaha. Investasi SDM harus dipimpin oleh dunia usaha, seperti negara-negara maju di Eropa. "Investasi SDM tidak bisa sepenuhnya hanya diserahkan kepada pemerintah. Di Eropa peran swasta dalam investasi SDM sangat besar. Pemerintah hanya memimpin dan mengawal," kata Hanif.

Dikatakan Hanif, SDM harus menjadi tumpuan bangsa Indonesia untuk maju, berkembang, dan menjadi negara makmur dan berkeadilan. “Kita tidak bisa terus menerus mengandalkan SDA karena SDA akan habis dan bisa menimbulkan ketidakadilan antargenerasi. "Investasi SDM adalah kunci supaya negara dapat berkembang dengan pesat dan mampu bersaing," ungkap Hanif.

Ia mengatakan, pemerintah berkomitmen untuk melakukan investasi SDM mulai tahun 2018 dan seterusnya. “Untuk itu mulai 2019 Presiden Jokowi menambahkan anggaran untuk pelatihan vokasi di Kemnaker," kata Hanif.

Salah satu cara cepat investasi SDM, kata Hanif, adalah melalui pendidikan vokasi dan pemagangan. Pelatihan vokasi bisa menjadi terobosan agar kompetensi yang dilatih bisa menyesuaikan perubahan karakter industri. "Dan pemagangan merupakan investasi yang jauh lebih murah daripada merekrut pekerja baru yang kurang berpengalaman," tutur Hanif.

Oleh karena itu, lanjutnya, SDM dan dunia usaha harus berjalan secara berimbang dan saling mendukung. Apalagi, tegas Hanif, di era yang berubah dengan sangat cepat seperti saat ini, SDM harus disiapkan secara matang untuk menghadapi perubahan. "Inovasi sangat penting dilakukan, sehingga para pekerja bisa mengikuti perkembangan zaman," kata Hanif.

Sehingga, tambahnya, partisipasi dunia usaha sangat penting untuk menyiapkan SDM yang siap terhadap perubahan zaman. "Saya berterima kasih kepada praktisi SDM yang bersedia mengambil peran tambahan menggenjot perbaikan kualitas SDM Indonesia melalui Gerakan Nasional Indonesia Kompeten," kata Hanif.

Menurut Hanif, GNIK menjadi sesuatu yang sangat baik untuk menciptakan kesadaran bagi dunia usaha bagaimana pemagangan diterapkan. Untuk diketahui, GNIK merupakan sebuah organisasi dengan anggota para praktisi SDM di berbagai perusahaan di Indonesia.

Ketua GNIK, Yunus Triyonggo, mengatakan pihaknya akan melakukan sertifikasi terhadap 2.000 praktisi SDM pada tahun 2019 untuk mendukung program pemerintah. "Para praktisi SDM yang sudah tersertifikasi tersebut diharapkan akan menyelenggarakan pemagangan nasional di perusahaan masing-masing," kata Yunus. [E-8]



---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com

Kirim email ke