Md Kartaprawira membagikan kiriman.
8 Oktober pukul 19.04 · Haryanta Haryanta7 Oktober pukul 20.51
INI BAPAKKU, MANA BAPAKMU

PENGAKUAN TERBARU JOKOWI SOAL FREEPORT
_*Jokowi mengakui beberapa hal tentang kisruh Freeport itu :*_

_“Ketika saya ngotot untuk mendapat kembali hak kita di Freeport, ada banyak 
orang menakut-nakuti saya”,_ aku Jokowi. _“Kata orang-orang, jika saya keras 
kepala soal Freeport, saya bisa jatuh. Bisa lengser saya. Jika saya melawan 
Freeport, Amerika bisa marah. Negara itu bisa membuat chaos di Indonesia. Jika 
melawan Amerika, maka siapapun presidennya akan jatuh. Jadi supaya aman, saya 
harus ikut maunya Freeport”,_ tutur Jokowi.

_“Tetapi saya tidak takut. Mengapa? Karena saya paham soal Freeport, yang tidak 
ada urusannya dengan negara lain, maka saya harus ngotot-ngototan. 
Berpuluh-puluh tahun, kita hanya mendapat royalti 1 persen. Padahal di bumi 
Papua itu, berton-ton emas ditambang dan dibawa keluar. Ini logika dari mana? 
Saya memerintahkan menteri saya. Kita harus mendapat royalty 10 persen. 
Sahamnya kita juga harus mendapat 51 persen. Apapun caranya, kita harus merebut 
hak kita”,_ tegas Jokowi.

_“Lalu selama dua tahun terakhir, kita sudah ngotot-ngototan bernegoisasi 
dengan Freport. Mereka juga ngotot, kita juga ngotot. Tetapi kita harus terus 
maju. Selangkah pun kita tidak boleh mundur. Kita harus mendapat hak kita. Saya 
memberi waktu kepada Menteri dan pihak Freeport sampai Agustus tahun 2018 ini. 
Jika tidak rampung dan masih berbelit-belit, saya akan memakai cara lain”,_ 
ungkap Jokowi.

_“Soal ditakut-takuti, saya sudah tiga kali makan bareng dengan Obama saat dia 
masih Presiden Amerika. Namun tak sekalipun dia mengungkit-ungkit soal 
Freeport. Pun sudah dua kali bertemu dengan Donald Trump. Sama juga.. Trump 
tidak pernah menyinggung soal Freeport. Ternyata kita sendiri yang ribut soal 
Freeport. Obama dan Trump tenang-tenang saja. Mereka sama sekali tak pernah 
menyinggungnya. Jadi ini sebenarnya business to business. Tidak hubungannya 
dengan negara. Ini urusan bisnis”,_ beber Jokowi.

_“Lalu siapa yang menakut-nakuti saya itu? Ya mereka para mafia. Orang-orang 
kita sendiri yang menakut-nakuti kita. Mereka ciptakan ketakutan agar saya 
tidak mengganggu lahan basah mereka. Dan itu harus dihentikan. Kita harus 
memakmurkan rakyat Papua dan Indonesia. Pemda Papua harus mendapat 10 persen 
saham. Biar Papua maju. Jadi kita harus menguasai saham Freeport 51 persen. 
Minimal 51%. Kalau bisa lebih”,_ kata Jokowi.

Dari pengakuan ngotot Jokowi di atas, saya semakin yakin bahwa Jokowi adalah 
sosok langka di republik ini. Dialah pemimpin Indonesia yang bernyali besar 
melawan ketidak-adilan. Ia benar-benar seorang pemberani demi rakyatnya. Ia 
rela ngotot dan berdarah-darah merebut kembali hak rakyat Indonesia yang telah 
digadaikan oleh pemerintah sebelumnya.

Jokowi mengaku bahwa dia mempunyai impian besar. Indonesia harus terus bekerja 
keras. Di tahun 2045, Indonesia akan masuk 4-5 besar sebagai negara terbesar 
perekonomiannya. Pendapatan perkapita 29.000 US Dollar atau Rp. 400 juta per 
tahun. Dan itu harus dicapai.

_“Untuk mencapai impian itu, saya harus menyingkirkan segala rintangan. Saya 
harus memberi etos kerja yang baik bagi rakyat. Jadi saya harus turun langsung. 
Bekerja, bekerja dan bekerja. Seiring dengan itu, saya harus berperang 
menghancurkan para mafia dan para koruptor. Lawan saya juga ada dimana-mana,”_ 
tegas Jokowi.

_“Sebenarnya setelah membubarkan HTI, saya masih ingin membubarkan ormas 
radikal lainnya. Mereka adalah penghalang kemajuan negara. Tetapi para menteri 
saya mengatakan: pelan-pelan Pak Presiden. Satu-satu Pak Presiden.. Jadi bukan 
saya yang takut, tetapi orang-orang di sekitar saya”,_ tambah Jokowi.

Jokowi memang harus diakui sebagai pemberani. Nyalinya tinggi. Namun ia 
mengakui bahwa bernyali besar saja tidak cukup. _“Setiap keputusan yang 
diambil, selalu ada hitung-hitungannya”,_ katanya. Ungkapan Jokowi ini 
menggambarkan bahwa dia seorang pecatur yang handal. Dia selalu menghitung 
langkah-langkah yang diambilnya. _“Ketika saya membuat keputusan mendadak, kita 
memang belum siap. Tetapi di sana juga belum siap. Jadi sama-sama tidak siap. 
Jika demikian kitalah yang mendapat keuntungan”,_ aku Jokowi sambil ketawa.

Selain berani, Jokowi juga dikenal dengan kesederhanaannya. Ia sangat merakyat, 
berjabat tangan dengan banyak orang. Ia juga bersedia selfi dengan siapa saja. 
Bukti kesederhanaan Jokowi bisa dilihat dari pengakuan para pelayan makanan 
baik saat dia menjadi gubernur DKI Jakarta maupun saat dia sekarang menjadi 
Presiden.

Saat sibuk di tempat kerjanya di saat makan siang atau malam, Jokowi sering 
menelepon para pelayan makanan. Dia meminta agar makanannya diantar saja dalam 
satu piring. “Kasih nasi dan beberap lauk pauk di satu piring. Jangan terlalu 
banyak”, pinta Jokowi. Makanan pun diantar di dalam ruang kerjanya. Lalu para 
pelayan kembali ke tempatnya seraya menunggu panggilan dari Jokowi. Para 
pelayan pun menunggu. Pasti Pak Presiden akan menelopon lagi. Mungkin kurang 
ini, kurang itu, tambah ini, tambah itu. Tetapi apa yang terjadi?

Jokowi sama sekali tidak menelopon lagi. Ia tidak pernah meminta tambahan 
makanan, bumbu atau yang lainnya. Artinya apa? Dalam soal makanan, Jokowi amat 
sederhana. Ia memakan apa yang dihidangkan dalam satu piring. Ia tidak 
mengeluh. Ia tidak meminta tambahan ini dan itu. Dan itu kerap menjadi 
kebiasaan Jokowi. Luar biasa. Presiden yang amat sederhana.

Ah ternyata menjadi Presiden berat sekali. Seorang Presiden yang hebat, harus 
berani, ngotot, lihai berperang, mikirin selalu rakyat dan sederhana. Kalau 
begitu biarkan Jokowi saja yang tetap menjadi Presiden tahun 2019 mendatang 😄😄.
Tolong VIRALKAN niat orang baik,mengapa hrs memilih orang yg tdk pasti Dan 
belum teruji.

By:Panji

Kirim email ke