Ini nenek dalam tempurung SEDANG NGIGAAAUUU!!! Berkoar-koar hasil
mimpi-BURUK dalam alam pemikirannya serong, TANPA DASAR KENYATAAN yang
terjadi di Tiongkok!
Tidak ada larangan BURUH demo di Tiongkok, ... lah kenyataan demo-demo
besar-kecil, baik didaerah maupun di pusat juga sudah berulang kali
terjadi dan TIDAK diapa-apakan! Yang bermasalah dan segelintir tokohnya
ditangkap itu setelah terbukti sebagai provokator menciptakan kerusuhan
dan ada hubungan dengan ASING!
Kehidupan RATUSAN JUTA BURUH di Tiongkok dalam kenyataan SUDAH JAUH-JAUH
lebih baik ketimbang dimasa Mao! Mereka bukan saja bisa HIDUP dalam
berkecukupan sandang-pangan saja, tapi sudah bisa membawa keluarganya
melancong keberbagai objek wisata setiap TAHUN! Sudah mulai masuki
lapisan menengah-bawah! Dalam bayangan nenek yg satu ini kehidupan
RAKYAT Tiongkok masih saja MISKIN, sangat menderita KEMISKIIIINAN
seperti dimasa tahun 60-an! Kasihaaaan amaaat!
Tatiana Lukman 於 25/11/2018 1:03 寫道:
Lagi-lagi masalah pokoknya adalah keberpihakan. Semua pandangan,
pikiran, pendapat, konsep bertolak dari kepada siapa kita berpihak:
kepada rakyat jelata, buruh dan tani, atau penjilat para penguasa,
mendukung penghisapan dan penindasan dari para penguasa. Chan sudah
membelejeti dirinya sendiri sebagai penjilat para penguasa
revisionis-kapitalis Tkk. Dalam pergerakan rakyat, serikat buruh
kuning adalah SB yang dalam konflik antara majikan dan buruh, selalu
berpihak kepada majikan. Di Indonesia, kita semua kenal dengan SBnya
Suharto, Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (nama buruh disingkirkan
dan diganti dengan pekerja) yang ketika itu merupakan satu-satunya SB
di Indonesia. Itulah yang kita sebut SB kuning. Di Tkk, hanya ada
satu SB, yaitu yang resmi diakui pemerintah. Karena watak kelas
pemerintahan dan sistim ekonomipun sudah berganti, sifat dan peran
Serikat Buruh juga berubah, bukannya membela kepentingan kaum buruh
yang hak-hak demokratisnya sudah dihapus, tapi berpihak kepada kaum
majikan. Pernah saya postingkan wawancara dengan pejabat komunis yang
menjawab pertanyaan mengapa SB selalu berpihak kepada majikan;
jawabnya karena jumlah kaum kapitalis sedikit maka perlu dibela,
sedangkan buruh jumlahnya banyak sekali. Aktivis yang membela kaum
buruh, bahkan yang juga anggota PKT, bukannya didukung tapi malah
ditangkap. Beberapa tahun yang lalu pernah saya postingkan kasus
seperti ini yang sempat menggoncangkan Tkk. Aktivis buruh yang
istrinya kemudian sakit dan meninggal, tidak dibolehkan menjenguk dan
menghadiri pemakamannya.
Buat orang yang mengerti arti SB kuning, pasti akan mengkategorisasi
SB Tkk yang resmi adalah SB kuning, karena tidak berpihak kepada
buruhnya. Apakah tidak logis kalau sekarang semakin kuat tuntutan
untuk membangun SB independen?? Seperti juga dulu ketika di Indonesia
hanya ada SPSI??? Karena Chan berpihak kepada yang berkuasa, sudah
tentu SB atau organisasi yang melawan penguasa baik di Hongkong
ataupun di Tkk daratan, otomatis dia lihat sebagai SB kuning dan
organisasi yang didukung kekuatan asing atau imperialis. ATKI dan Eni
Lestari juga pernah dia tuduh sebagai antek imperialis Inggris!!!
Pendeknya semua organisasi atau gerakan yang melawan statusquo atau
tatanan yang sudah mapan, bagi Chan remo, semuanya kuning dan antek
asing!!! Nggak tanggung-tanggung tuduhannya!!
Nah, sekarang buruh Tkk semakin sadar dan menuntut SB independen yang
sungguh-sungguh membela kepentingannya. Tidak heran reaksi Chan
revisionis, pro penguasa!! Semua buruh itu antek asing, semua siswa
yang bersimpati dan berdampingan dengan buruh, Maois gadungan!!
Ha...ha.. Ya logislah semua penilaian itu datang dari seorang
revisionis sejati. Kaisar Xi jin ping itu apa??? Dia mendukung
penghisapan dan mempraktekkan imperialisme, komunis sejati atau
gadungan???
On Saturday, November 24, 2018, 4:52:44 AM GMT+1, ajeg
<[email protected]> wrote:
Kalau begitu bagaimana dengan di Indonesia,
apa juga ada yang gadungan?
Maksudnya, Soekarnois gadungan?
--- SADAR@... wrote:
Hahahaa, ... ini nenek dalam tempurung BENAR-BENAR sudah kehilangan
nalar sehat! TIDAK lagi bisa membedakan mana gerakan BURUH yang
betul-betul mewakili RAKYAT dan mana yang ditunggangi sementara
kekuatan, atau dulu biasa disebut BURUH-KUNING yang hakekatnya justru
membela kepentingan KAPITALIS!TERBALIK, ...! Sadar atau tidak bahwa
aksi-aksi yg menamakan diri *Maois* (saya yakin Maois GADUNGAN!) dan
gunakan gerakan buruh Jia-Shi (Jasic Technology) kali ini, ternyata
dibelakang mereka Kekuatan*buruh-KUNING *di HK??? ADALAH "MAOIS" yang
didukung Partai DEMOKRAT di HK yg jelas dibentuk dan jadi begundal
koloni Inggris itu! Dan oleh karenanya, beberapa tokoh JiaShi yang
dicekal/ditangkap jelas sudah ada hubungan erat dengan buruh-Kuning HK
itu! Begitulah dengan getolnya buruh-Kuning HK itu tampil dengan
aksi-aksi di HK menuntut mereka dibebaskan!
Chinese Maoists join students in fight for workers’ rights at Jasic
Technology的圖片�尋�果
Jasic Technology strikeYang ditengah (ke-4 dari kiri) itu Ketua BURUH
KUNING-HK! Antek imperialisme AS-Inggris yg bertugas menjegal
Pemerintah HK sekarang ini, ...
Dahulu dimasa Mao, ratusan ribu kader/anggota beda pendapat
dijebloskan dalam kamp konsentrasi kerja, untuk cuci-otak merubah
pendapat yang dituduh kanan, penempuh jalan kapitalis, ... sekarang
kamp konsentrasi kerja itu sudah di BUBARKAN karena dianggap TIDAK
MANUSIAWI, dan kenyataan sudah membuat begitu banyak orang MENDERITA
bahkan MATI dengan ngenes! Banyak diantara kader-kader yg dijebloskan
dalam kamp konsentrasi kerja itu hanya karena "keturunan", entah anak
tokoh/jenderal KMT, tuantanah, kapitalis, ... bahkan hanya untuk
memenuhi JATAH saja! Ingat, nyaris semua kader yg dijebloskan dalam
kamp konsentrasi kerja itu TIDAK melalui proses HUKUM yang ADIL dan
Sah! Dan, ... TIDAK sedikitpun diberi kesempatan untuk membela diri,
orang diperlakukan bertahun-tahun bahkan puluhan tahun TANPA KEADILAN
dan sikap manusiawi!
Apa yang dibilang Da Ming, Da Fang, Da ZiBao dan Da Bian Lun TANPA
KENDALI yang terjadi dimasa RBKP, tidak lain demokrasi kebablasan yg
TIDAK BEDA dengan populisasi seperti sekarang ini yang sedang
dikobarkan AS juga! Mengambil bentuk-bentuk Revolusi-warna,
Revolusi-Payung di HK ... Atas nama rakyat menggempur rakyat dan
kerusakan dan kerugian bahkan mencelakakan rakyat banyak sendiri!
KEBENARAN lahir dari PRAKTEK PERJUANGAN! Demokrasi dan KEBEBASAN harus
TETAP dijalankan dalam batas-batas ketentuan HUKUM, tidak diumbar
secara kebablasan menjadi liberalisme yang merusak dan sangat
MENCELAKAKAN seperti yg terjadi dimasa RBKP begitu! Beruntung PKT
ditahun 1978 telah BERHASIL membuat KESIMPULAN dengan tandas
menyatakan kesalahan-kesalahan yang terjadi dimasa RBKP, ...! Bagi
RAKYAT Tiongkok sudah dianggap selesai, ...!
Dan juga dengan DEMOKRASI yang dijalankan sekarang ini, dirasakan
jauh, jauh lebih DEMOKRASI ketimbang masa Mao! Setiap warga
diperkenankan bicara, berpikir dan berpendapat, ... selama dia TIDAK
lakukan tindak provokasi apalagi berhubungan dengan ASING! Berapa
banyak aksi-aksi buruh, tani juga tetap saja berjalan dan terjadi di
Tiongkok. TIDAK ada larangan, dan boleh-boleh saja ajukan pendapat
dengan aksi-aksi, ... tapi, jangan sampai merusak dan mencelakakan
sekelompok orang lain! Ketertiban dan kemanan tentu MUTLAK HARUS
dijaga, jangan sampai aksi-aksi itu DITUNGGANGI ASING untuk merusak
ketertiban dan keamanan masyarakat!
Itu saja masalahnya, ...!
Tatiana Lukman 於 23/11/2018 5:40 寫道:
Kalau orang tak menerima dibilang remo, harusnya dia buktikan
kesetiaannya pada ajaran guru-guru besar Marxisme. Bahkan Bung Karno
menganjurkan Marxisme sebagai pisau untuk menganalisa masalah-masalah
sosial. Misalnya bicara tentang demokrasi, tidak bisa kita lepaskan
dari sistim ekonomi, sosial dan politik yang berdominasi dalam
masyarakat. Dipandang dari segi kelas, hanya ada demokrasi
rakyat/proletar dan demokrasi borjuis. Si Chan remo menganggap
demokrasi di Tkk kapitalis lebih besar dari pada demokrasi pada jaman
sosialis Mao. Orang yang tahu sedikit Marxisme sudah tentu akan
tertawa terbahak-bahak mendengar igauan di tengah hari bolong! Ya
betul. Deng telah memberi demokrasi/kebebasan kepada segelintir
minoritas untuk menjadi kaya raya melalui penghisapan, bebas untuk
menangkap mereka yang dianggap membahayakan sistimnya, bahkan memberi
kebebasan kepada aparat polisinya untuk menganiaya bahkan membunuh
orang yang dianggap berbahaya bagi sistim. Sedangkan hak-hak
demokratis kaum buruh dan kaum tani dihapus. Jaman Mao buruh punya hak
untuk mogok. Jelas hak itu dihapus dalam reform kapitalisnya Deng.
Jaman Mao rakyat pekerja punya si da (4 besar), Da Ming (Bebas
Bicara), Da Fang (Bebas Mengajukan Pendapat) , Da Zi Bao (Bebas
Menulis Poster Berhuruf Besar), Da Bian Lun (Bebas Mengadakan
diskusi/perdebatan).. Itu adalah kenyataan! Dan ingat juga kata-kata
Mao, setiap tindakan, setiap pikiran, ide, dll punya stempel kelas
orang yang melakukannya.
Sebenarnya perlawanan buruh dan tani Tkk sudah lama berjalan. Hanya
tidak semuanya mendapat pemberitaan sampai keluar Tkk. Sudah tentu
mereka yang berpihak kepada para penguasa, melemparkan tuduhan
macam-macam kepada mereka yang berlawan. Yang paling mudah adalah
dengan menuduhnya seolah-olah semua itu karena hasutan dari luar...
Jelas, kalau tidak mengakui bahwa penghisapan di Tkk itu begitu
brutal, pastilah tidak akan mengerti dan mengakui adanya perlawanan
yang semakin besar dari rakyat pekerja...Sederhana saja
masalahnya...Kepada siapa anda berpihak?? Kepada rakyat pekerja atau
menjilat pantat penguasa!!
/By Jenny Chan/
Last month students and recent graduates from more than a dozen
mainland Chinese universities turned out to provide solidarity support
for workers of Jasic Technology.
The activists included students from Peking University, Tsinghua
University, Nanjing University, and Sun Yat-sen University. They wore
T-shirts with the slogan “unity is power” printed in bold red.
Nanjing University Jasic Technology strike
Nanjing University students supporting Jasic Technology workers.
Photo: RFA.
They produced videos of speeches and peaceful demonstrations in front
of the Jasic factory in the Pingshan District of Shenzhen City, a key
node of globalized production in South China. They tweeted open
letters and blogs and photos via social media.
In response, the management of Jasic, a private company listed on the
Shenzhen stock exchange, retaliated against workers who have been
trying to establish a democratic trade union since May, and refused
immediate reinstatement of dismissed workers, triggering waves of
protests and campaigns.
At the time of writing, 14 workers were still being detained by local
authorities, and last week police raided a guesthouse where about 50
student supporters had been staying, crushing the worker-student
coalition.
The conflicts between workers and management over punitive fines, wage
deductions, and non-payment of social security benefits at Jasic are
not an isolated case. Facing infringement of rights and harsh
treatment, aggrieved workers have resisted in numerous individual and
collective forms.
In 1982 China removed the right to strike from its constitution and
the only official union organization is the All-China Federation of
Trade Unions, an integral part of the government. With no leadership
from the union, workers in places like Jasic have taken independent
actions to defend their legal rights and interests.
Jasic Technology strike
Jasic Technology workers protesting outside a Shenzhen police office.
Photo: Screenshot.
Government statistics indicate that, in 1996, 48,121 labour disputes
(including individual and collective cases) were accepted for
arbitration, involving 189,120 people nationwide. The incidence of
arbitrated labour disputes, along with mounting protests, has been
growing rapidly.
In the global economic crisis of 2008, when millions of workers were
laid off, the number of cases skyrocketed to 693,465 – nearly double
that of the previous year – involving more than 1.2 million workers
across the country.
Following a brief decline, labour dispute cases have shot up annually,
reaching an unprecedented 813,859 cases in 2015, according to the
China Labour Statistical Yearbook.
In addition to filing cases through dispute resolution mechanisms,
workers have sought to strengthen their associational power to better
protect themselves. Jasic workers had submitted their written intent
to form a union in accordance with China’s Trade Union Law. They had
prepared to engage in dialogue with management.
On August 1, under mounting pressure, Jasic executives quickly set up
a union preparatory committee.From 2005 when the company was founded,
Jasic, like many other companies, had refused to recognize workers’
fundamental rights to unionize.
On August 20, Jasic called the first meeting to “elect” nine union
committee members. How were the elections run? Who were the union
chair and committee members? Apparently the Jasic management has taken
over organizing at the workplace level.
For nearly two months now, a core group of university students, along
with tens of thousands of fellow students from all over the country,
have been supporting Jasic workers in their struggles.
This young cohort was born in the 1990s and early 2000s, when China
accelerated its opening to the world and privatized its industries to
enhance “flexibility” of work and employment in the market.
In and through self-organized study groups, internships, and waged
work, the student activists understand the need for more progressive
legal reforms and a fairer share of economic gains for those who
produce them.
The effective use of digital media to present a united worker-student
voice, despite removal and blockage of the content by Chinese
authorities, has drawn attention from academics and the wider public
at home and abroad.
Jasic Technology strike
Hong Kong protesters supporting Jasic Technology workers. Photo:
inmediahk.net
In recent years, a young generation of migrant factory workers at
Foxconn (Shenzhen), Honda (Foshan), and Yue Yuen (Dongguan) have
staged numerous strikes and protests in a bid to democratize their
respective company unions.
The workers’ demand for higher wages and better benefits are among the
top priorities. As capital moves from coastal Guangdong to interior
provinces to tap into cheaper labour and more abundant land, conflicts
over unpaid wages and arbitrary dismissals may well increase.
University students share concerns about fair labour in an age of
contracting and temporary work. The battle for social and economic
justice from the bottom up at Jasic and other workplaces has written a
new page in contemporary Chinese society.
/Jenny Chan is an Assistant Professor in the Department of Applied
Social Sciences, The Hong Kong Polytechnic University/
/深圳佳士科技工人筹建工会被抓被打,到派出所抗议
<https://youtu.be/6uSccztDgI0?t=49>/
Mereka memprotes penganiayaan yang dilakukan aparat kepolisian kepada
rekan-rekan buruh mereka. Liu Penghua, dipukul dan ditembak. Mi
Jiuping diseret oleh 4-5 penjaga keamanan dan dilempar keluar pabrik.
Buruh bersiap untuk membentuk serikat buruhnya sendiri, tapi mereka
menemukan penindasan dari aparat polisi, pemecatan dari perusahaan.
Bukan penjahat yang ditangkap polisi, melainkan wakil-wakil buruh dan
buruh yang mundukung mereka.
(Boxun comprehensive report) Shenzhen Jiashi Technology employees,
because the establishment of trade unions by the factory to retaliate,
threatening intimidation. An open letter from the workers revealed
that Liu Penghua, who was working normally in the factory, was beaten
by two unidentified outsiders and fired on the grounds of fighting. Mi
Jiuping, on the 18th of this month, was directly dragged by 4 or 5
security guards and thrown out of the factory on the grounds of
disobeying arrangements. On the 20th, they went to work normally, and
were pushed by more than a dozen security guards. Outside of the
factory, one colleague was directly knocked down by the security
guard. Afterwards, resting at the factory gate, but was asked to be
taken away by a group of police officers. When they said that the
factory was illegal and said that this was a labor dispute, the police
started, three or four to deal with one, and the workers were knocked
down by them. They were dragged into the Yanziling police station and
the workers were beaten and hurt to varying degrees.
Online comment: Workers prepare to form a trade union, and they are
transferred, beaten and fired by the company. The police do not arrest
the criminals, but they arrest the workers' representatives, and then
arrest the workers who support the workers. The right of the workers
to voluntarily organize and join the trade unions in the trade union
law has become a piece of paper. The reality is that the unions are
not established, or the "boss unions" have been established with the
acquiescence and help of the local federations.
On the morning of the 20th, six workers were taken to the police
station. More than 20 workers who went to support at noon were also
arrested. After 24 hours, they were released and some of them were
injured. On the 22nd, dozens of workers went to the police station to
ask for their arguments. They shouted and severely punished the
murderers. The protests continued until the evening of the 22nd, after
the situation, please pay attention to all.
Ada beberapa reaksi orang setelah nonton video diatas.
Di bawah ini orang yang menceritakan pengalamannya sebagai pekerja di
Shenzhen yang tidak memiliki ijin tinggal. Yang menarik, dia menyebut
Partai Komunis sebagai bandit!! Ha...ha... Tidak salah!!! Kemudian,
dia bilang, sejarah perkembangan Tkk, perkembangan Shenzhen,
perkembangan ijin tinggal sementara adalah air mata dan darah rakyat
Hubei dan Tkk..Partai Komunis, Xi jinping melumurkan darah dan air
mata rakyat Tkk ke seluruh dunia, alih-alih membayar hutangnya kepada
rakyat. Perkembangn Tiongkok ditukar (dibayar) dengan air mata dan
darah rakyat Tkk, dengan pengorbanan lingkungan... Vaksin, Air,
makanan yang beracun, sistim orang makan orang, sekali lagi membuat
Tiongkok menjadi orang yang sakit di Tkk Timur...Sejak jaman dulu,
tirani akan mati!!!
/When we first went to Shenzhen, we went to work in the factory in
2002. We did not apply for a residence permit. The government
increased income in order to generate income, and arrested people
everywhere. If you live in your own country, you must temporarily live
with a permit. Even if you are traveling, you can take care of it and
take it to Changping to work hard. One night, I was found, but I met a
good person in the security team. He saw my label. At that time, I was
22 years old and I was very scared. The members of the security team
saw my work permit and wrote: Assistant engineer, he let me go.
Perhaps not all Chinese political corrupt people are bad people, but
the Communist Party is definitely a bandit. I still remember that the
newspaper at the time reported that a girl from Hubei went to work in
Zhuhai. She was arrested at the Guangzhou Railway Station and was
arrested and raped. At the same time, a young man from Huazhong
University of Science and Technology, borrowed from a Hubei province
in Shenzhen, was killed by a security officer because of a temporary
residence permit. Later, he was alarmed by the central government and
cancelled the temporary residence permit. The history of China's
development, the history of Shenzhen's development, and the history of
Shenzhen's temporary residence permit are the bloody tears of the
bloody Hubei people and the bloody tears of the bloody Chinese.
However, the Communist Party, Xi Jinping put the Chinese people's
blood and tears all over the world, instead of paying debts and the
people. The development of China has been exchanged for the blood and
tears of the Chinese people. It has been exchanged for the sacrifice
of the environment, and it has never been exchanged by the leadership
of the Communist Party. The toxic vaccine, the poisonous water, the
poisonous food, the system of people eating people, the side control
of the public security, once again let the Chinese become sick people
in East Asia! If you don’t say a word well, you can’t control the
country. Since ancient times, tyranny will die!/
Ada lagi yang menulis "Rakyat sedang bangkit"
/The people are awakening
/
/Aneh kok Partai komunis menindas Serikat Buruh. Saya tidak tahu siapa
detasemen terdepan dari kaum proeltariat?/
/It is interesting for the Communist Party to suppress the union. I
don't know who is the proletarian vanguard?/
Mengapa dilecehkan oleh orang asing merupakan sesuautu yang memalukan,
apakah dilecehkan oleh bangsa sendiri (maksudnya Tkk) bukan sesuautu
yang memalukan? Adakah bedanya dipukuli oleh Jepang?
/Why is it a shame to be bullied by foreigners, is it not a shame to
be bullied by the Chinese? Is it different from being beaten by the
Japanese?
/
Jangan adu argumentasi dengan bandit, jaga dan lindungi dirimu
sendiri. jangan pukul batu dengan 10 ribu telur. Kalau anda rasa tidak
bisa lagi menahan, bangun partai di bawah tanah!
/Don't argue with the bandits. protect yourself. Don't touch a stone
with 10,000 eggs. If you feel that you can't stand it, develop an
underground party.
/
Rakyat akan bebas dan hidup dengan baik hanya dengan menggulingkan
Partai Komunis, menggulingkan sistim otokrasi yang otoriter... Tak ada
gunanya bicaraa tentang kebenaran dengan bandit!
/Only by overthrowing the Communist Party, completely overthrowing the
system of authoritarian autocracy, establishing a democratic and free
system, and having a classless society, the people have the freedom to
have a good life. It is useless to preach the truth with the bandits.//
/
/
/
/
/
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com