Masalahnya, ... "orang akan melihat sejauhmana kita konsisten dengan
semua itu." Setiap orang boleh-boleh saja BERUBAAAH pemikiran dan sikap,
dahulu melarang sekarang justru ucapkan SELAMAT NATAL! Yang penting,
harus jernih dahulu itu tercetus dari pemikiran SALAAAH dan sekarang
inilah pemikiran yang BENAAAR! Bisa memberi TOLERANSI, menerima dan
menghormati perbedaan yang nyata ada, ... termasuk perbedaan AGAMA!
Jadi, perubahan pemikiran dan sikap demikian bukan semata untuk kampanye
pilpres saja, ... dan, juga tentunya itu tidak perlu buru-buru
beraprasangka, marilah kita saksikan bersama bagaimana kemudian Maruf
Amin melewati sisa hidupnya, selama 5 tahun berikut, khususnya kalau
berhasil menjabat wapres bersama Jokowi!
[email protected] [GELORA45] 於 24/12/2018 23:57 寫道:
Baru! Kiai Ma’ruf Ucapkan ‘Selamat Natal’, Kiai Nur: Risiko Merebut
Jabatan Politik
<https://duta.co/baru-kiai-maruf-ucapkan-selamat-natal-kiai-nur-risiko-merebut-jabatan-politik/>
24 Desember 2018
SURABAYA | duta.co – Calon Wakil Presiden pasangan Joko Widodo, KH
Ma’ruf Amin mengucapkan selamat natal melalui video pendek. Tidak ada
yang salah, sesungguhnya, tetapi bagi warganet yang muslim, ini baru
(mendengar) pertama kalinya.
“Saudara-saudara kami dari kaum Kristiani, kami sampaikan selamat hari
natal dan tahun baru, semoga berbahagia,” demikian Kiai Ma’ruf.
KH Nur Maymoun, Pengasuh Yayasan Miftahul Ulum, Tembaagung Ares,
Ambunten, Sumenep, ikut kaget menyaksikan video tersebut. Sebab, meski
ucapan itu kontroversi, tetapi, banyak yang kemudian memburu jejak
digitalnya.
“Memang kontroversi. Ada yang mengharamkan, memakruhkan sampai
membolehkan. Masalahnya adalah, orang akan melihat sejauhmana kita
konsisten dengan semua itu. Jangan dulunya melarang, sekarang
membolehkan, atau malah menganjurkan seperti yang dilakukan
kader-kader PSI (Partai Solidaritas Indonesia red.),” demikian Kiai
Nur Maymoun kepada /duta.co/ Senin (24/12/2018).
KH Nur Maymoun, Pengasuh Yayasan Miftahul Ulum, Tembaagung Ares,
Ambunten, Sumenep. (FT/IST)
Jejak digital Kiai Ma’ruf memang sempat ditulis /Tempo.co/, edisi
Sabtu, 11 Agustus 2018. Kiai Ma’ruf dinilai kerap menjadi sorotan
karena pernyataannya. Berikut pandangan-pandangan Ma’ruf Amin yang
sempat mengundang perdebatan:
1. Melarang mengucapkan natal
Majelis Ulama Indonesia menyarankan umat Islam tidak mengucapkan
selamat Natal kepada pemeluk agama Nasrani. “Itu jadi perdebatan,
sebaiknya enggak usah sajalah,” kata Ketua MUI Bidang Fatwa Ma’ruf
Amin di Jakarta, Rabu, 19 Desember 2012.
/https://pilpres.tempo.co/read/1115995/menolak-ucapan-selamat-natal-ini-lima-kontroversi-maruf-amin?page_num=5/
Meskipun melarang, Maruf meminta umat Islam menjaga kerukunan dan
toleransi. Dia menyatakan ada fatwa MUI yang melarang untuk mengikuti
ritual Natal. Dia menegaskan, mengikuti ritual Natal adalah haram.
“Karena itu ibadah (umat lain),” kata dia.
2. Melarang Ahmadiyah
Kiai Ma’ruf menyatakan kecewa terhadap sikap Badan Koordinasi
Pengkajian Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakor Pakem) yang tidak
melarang aliran Ahmadiyah. MUI akan segera melayangkan keberatan
secara tertulis dan meminta Bakor Pakem menarik kembali keputusannya.
“MUI kecewa terhadap toleransi Bakor Pakem. MUI menganggap Ahmadiyah
tidak akan berubah dan kembali ke ajaran Islam. Bagi MUI, Ahmadiyah
tetap sesat,” kata Ma’ruf saat dihubungi Tempo, Rabu, 17 Januari 2008.
3. Mendukung pembatasan tempat ibadah.
Kiai Ma’ruf mengatakan, Peraturan Bersama Menteri (PBM) yang mengatur
pendirian rumah ibadah tidak bisa direvisi oleh pemerintah. ”PBM itu
dibuat oleh majelis-majelis agama (di Indonesia) dia merupakan piagam
kesepakatan, pemerintah hanya meregulasikan,” katanya di sela-sela
kunjungan kerjanya di Bandung, Kamis, 23 September 2017.
4. Mendukung pidana LGBT
Majelis Ulama Indonesia (MUI) beserta sejumlah pemimpin organisasi
masyarakat Islam menanggapi munculnya fenomena lesbian, gay,
biseksual, dan transgender (LGBT) yang belakangan ini menyita
perhatian. “Atas sejumlah pertimbangan, kami menolak keberadaan LGBT
ataupun dukungan terkait dengan aktivitasnya,” ujar Ketua Umum MUI
Ma’ruf Amin di Gedung MUI, Menteng, Jakarta Pusat, pada Rabu, 17
Februari 2016.
5. Mengharuskan Sertifikat Halal untuk semua produk
Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak agar dilibatkan dalam kegiatan
jaminan produk halal dan ditegaskan dalam Rancangan Undang-Undang
Jaminan Produk Halal. “Secara historis, penilaian dan pelabelan produk
halal telah dilakukan oleh MUI selama puluhan tahun,” kata Ketua MUI
Bidang Fatwa, Ma’ruf Amin, dalam acara Sosialisasi RUU Jaminan Produk
Halal di Kantornya Sabtu, 14 April 2012.
Lima catatan /Tempo.co/ ini menjadi perhatian publik. Soal
/pertama/ sudah terjawab. Jangan-jangan berikutnya juga sama. “Sangat
disayangkan kalau kemudian masalah hukum agama, ini harus berubah-ubah
hanya karena jabatan,” kata Kiai Nur. (tmp,mky)
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com