Segala hal ihwal didunia ini terus bergerak dan berubah, ... Tidak statis dan MATI. Lebih-lebih dengan pemikiran seseorang, ... yang bisa berubah seiring perubahan situasi!

Wowo yang semula kristen juga bisa berubah jadi Islam sesuai kebutuhan hidupnya yang dianggap membawakan haridepan yang lebih baik, ... dan tentu sulit dibilang "pura2" jadi Islam, apalagi sudah bercerai dengan Titiek dan kedekatannya dengan kelompok Habib Rizieq!

Tidak salah terbentuknya FPI tidak lepas dari Wiranto yg dijadikan pentung TNI juga, ... dan tindak-tanduk FPI yg sangat merusak ketertiban dan ketenangan kehidupan masyarakat, seperti mengobrak-abrik warung yg jual miras, bar dan club-malam sampai pada pengrusakan gereja, penganiayaan pengikut Ahmadiyah, ... tapi selanjutnya nampak kurang kedekatan Wiranto dengan FPI itu?!

Kalau kita lihat sikap dan tindak-tanduk Wowo yg harus bertanggungjawab atas penghilangan belasan aktivis '98 dan olehkarenanya dipecat dari jabatan kemiliteran TNI! Nampak jelas Wowo nya sendiri adalah garis keras! Bukankah sudah nampak jelas sikap sangar kelompok HTI, FPI, 212 yg tergabung di kubu-02 adalah garis keras wujudkan syariat Islam di Nusantara ini!

Sedang kalau kita melihat pribadi Wiwi yg lemah-lembut belum ada jejak langkah kekerasan dilakukan, sekalipun dikubu-01 juga mulai disusupi elemen-elemen keras macam Ali Ngabalin, tapi masih ada tokoh non-Islam seperti jenderal Luhut yg tentunya akan menghadang diberlakukannya syariat Islam.



[email protected] [GELORA45] 於 3/2/2019 8:53 寫道:

bukan rahasia si Prabowo masuk Islam pd saat kawin sm anak Soeharto.

Si Rizieq Shihab juga dekat sekali dengan Wiranto dan pendukung beratnya waktu pemilu 2004, masak anda tidak tahu kalau FPI didirikan Pangdam Jaya Djaja Suparman dan Kapolda Nugroho Dajusman. FPI pd dasarnya merupakan attack dog TNI dalam bentuk milisi sipil untuk demo tandingan membubarkan demo mahasiswa th 98 dulu itu.

Darimana anda tahu yg satu jalan damai yg satu garis keras.


---In [email protected], <SADAR@...> wrote :

Darimana bung bisa bilang Wowo "pura2" Islam, hanya karena jadi menantu Suharto saja? Lalu, bagaimana kedekatannya dengan Habib Rizieq itu? Juga ber-"pura2" untuk wujudkan ambisi jadi RI-No1 saja? Bukan bersama2 jalankan Khilafah!

Tidak salah menyatakan dikubu JM sekarang juga nampak ada kekuatan Khilafah itu, ... bahkan nampak makin banyak dan kuat setelah Maruf jadi cawapres nya! Lalu, ... apa bedanya?

Perjuangan NKRI bersyariah Islam sudah terjadi sejak awal Kemerdekaan, ... bahkan sampai terjadi pemberoantakan DI-TII, kekerasan yang harus ditumpas! Nampak jelas perjuangan wujudkan Syariat Islam tidak pernah berhenti, bahkan sampai sekarang ini menjadi lebih panas dan sengit. Khususnya bisa terlihat saat Pilgub DKI-Jkt dalam usaha menggagalkan Ahok yang berakhir dengan keberhasilan mereka penjarakan Ahok! Demo 212 yang saya lihat bukan lagi demonstrasi akal sehat perjuangkan "keadilan", tapi sudah menjadi MONUMEN wujudkan syariat Islam di Nusantara ini dengan KEKERASAN, sekalipun sementara ini masih dilancarkan secara "DAMAI". Dalam pengertian, kelompok garis "damai" masih ungguli kelompok keras yg sementara ini masih bisa menahan kesabaran saja. Entah kapan bisa meledak, ...

Nampak jelas, kubu-02 Wowo sampai sekarang ini justru didukung kuat kelompok HTI, FPI, Habib Rizieq, PKS, PAN, yg tergabung dalam 212 dan garis keras itu, ... sedang kubu-01 JM didukung Maruf, NU, PKB, PPP, ... yang tentunya juga perjuangkan Syariat Islam dengan jalan damai berdasarkan konstitusi.

Jadi, ... pilih saja kubu mana yang harus dihadapi, kemungkinan harus melawan garis keras atau menghadapi garis damai. Mana yang akan lebih baik dan menguntungkan bagi rakyat banyak, kemungkinan jadi berdarah-darah dengan jatuhnya banyak korban rakyat tidak berdosa atau perjuangan jangka-panjang secara damai, dimana masing-masing kekuatan berusaha keras meningkatkan kesadaran rakyat banyak saja.



jonathangoeij@... <mailto:jonathangoeij@...> [GELORA45] 於 2/2/2019 23:49 寫道:


    Tepat!


    Dalam keluarga Prabowo banyak bukan Islam, yg Islam justru
    sedikit. Si Prabowo sendiri juga cuman "pura2" Islam sdh kadung
    karena kawin sm anaknya Suharto. Kemungkinan utk jd NKRI
    Bersyariah kecil, bahkan yg mungkin terjadi kelompok Islam yg
    ingin khilafah "dipasung".

    Sedang Jokowi sekarang saja sdh sedemikian membawa negara ke
    kanan sedemikian rupa, mungkin namanya masih NKRI dan Pancasila
    ttp yg dominan cuman sila pertama menurut pandangan sempit atas
    nama mayoritas.

    ---In [email protected] <mailto:[email protected]>,
    <sugihlia@...> <mailto:sugihlia@...> wrote :

    Kalau liat dari komposisi, PKS di tubuh prabowo, kebanyakan gak
    bakal di gubris sm prabowo, paling bakal jadi kasus tanjung priok
    lagi klo prabowo jadi presiden, apalagi dia hanya menggunakan
    kekuatan massa Islam untuk meraih jadi presiden, Dan akhirnya
    lupa...

    Kalau jokowi melihat dari komposisi Ma'aruf, maka Islam akan
    mendapatkan legitimasi secara pemerintahan, NKRI bersyariah bisa
    80% , entah nanti Yang di setir Jokowi atau Ma'aruf...

        On Sat, 2 Feb 2019, 11:40 jonathangoeij@...
        <mailto:jonathangoeij@...> [GELORA45]
        <[email protected] <mailto:[email protected]>
        wrote:


            Antara pasangan Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi mana yg
            lebih besar kemungkinannya jadi NKRI Bersyariah? tolong
            berikan alasan/argumen.



            ---In [email protected]
            <mailto:[email protected]>, <SADAR@...>
            <mailto:SADAR@...> wrote :

            Iyaaa, ... sementara ini mereka BERHASIL ganti dan
            penjarakan Ahok, juga akhirnya Buni dikorbankan meringkuk
            juga dipenjara, tapi, ... pertarungan berikut yang lebih
            seruuu masih berlanjut! Sesuai target merekat #Ganti
            Presiden Jokowi dan wujudkan Khilafah, Negara Islam
            Indonesia!


            kh djie 於 2/2/2019 8:35 寫道:

                Yang berhasil adalah gerakan ganti gubernur DKI.
                Yang diuntungkan, biarkan Buni Yani buntung ?
                Senjata makan tuan ?

                Pada tanggal Sab, 2 Feb 2019 pukul 01.29 ChanCT
                SADAR@... <mailto:SADAR@...> [GELORA45]
                <[email protected]
                <mailto:[email protected]>> menulis:

                    SETUUUJUUUU, ...! Seandainya saja TIDAK ADA
                    orang yg hendak gunakan ucapan Ahok ttg.
                    Almaidah 51 itu di Pulau Seribu itu untuk genjot
                    dan jatuhkan Ahok, TENTU tidak akan terjadi
                    tuduhan menista Agama dan serentetan aksi 212
                    sampai Ahok dipaksakan masuk penjara, ...! Lha,
                    ... kenyataannya "jutaan" orang jadi "MARAH"
                    merasa Agamanya dinista setelah video Buni Yani
                    yg sudah direkayasa itu viral di medsos, ...!

                    Hanya saja SAYANAG, SERIBU SAYANG, ...
                    pengadilan hanya menjatuhkan vonis 1,5 tahun
                    pada diri Buni Yani, TIDAK mengusut ada
                    orang-orang yang menjadi DALANG dibalik
                    kerusuhan yg terjadi ini! Dimana kemungkinan
                    sangat besar, Buni maupun Ahok hanyalah korban
                    dari rencana besar aksi #Ganti Presiden Jokowi saja!



                    Sugih Liawan sugihlia@... <mailto:sugihlia@...>
                    [GELORA45] 於 2/2/2019 7:20 寫道:
                    Kalau Buni Yani tidak melakukan apa2,
                    sebenarnya MUI juga tidak akan mengeluarkan
                    fatwa apa2, terbukti dari sebenarnya itu video
                    kejadian dari beberapa waktu yang sudah lewat
                    Dan tidak ada Yang komplain, begitu buni yani
                    melakukan upload Dan memotong, baru keluar
                    fatwa penistaan agama, bukannya begitu Pak
                    Jonathan?

                    Kalau masalah Ma'aruf Amin Yang mengeluarkan
                    fatwa, ya mang segala sesuatu bagi mereka,
                    kalau menguntungkan, fatwa bisa menjadi alat
                    mereka.

                    Kalau jokowi tidak Turun tangan, saya agak
                    kurang setuju, walau mereka pernah pasangan Gub
                    - Wagub, Dan skrg Jokowi Presiden, gak bisa
                    seenaknya juga campur tangan, ya jgn sampai
                    presiden intervensi hukum, kalau sampai iya,
                    maka hukum dibawah presiden, bukan presiden
                    dibawah hukum, nanti malah jd diktator

                    On Sat, 2 Feb 2019, 06:09 Jonathan Goeij
                    <jonathangoeij@... <mailto:jonathangoeij@...>
                    wrote:

                        Saya kira yg jadi penyebab utama
                        1. Ma'ruf Amin yg mengeluarkan fatwa/pokok
                        pikiran MUI penista agama shg membakar
                        kemarahan masa.
                        2. Joko Widodo sang presiden yang "cuci
                        tangan" tunduk pada tekanan masa.

                        Perbandingannya kurang lebih mirip dengan
                        peran Kayafas dan Pontius Pilatus dalam
                        drama penyaliban Yesus.

                        Baik Ahok ataupun Buni Yani dan Ahmad Dhani
                        sebenarnya korban.


                        On Friday, February 1, 2019, 2:55:11 PM
                        PST, Sugih Liawan <sugihlia@...
                        <mailto:sugihlia@...>> wrote:


                        Apa kabarnya Ahok yang karir politik
                        hancur, kebiasaan kelompok mereka, merasa
                        paling dikorbankan atas apa yang mereka
                        buat sndr...



                        On Fri, 1 Feb 2019, 22:28 Jonathan Goeij
                        jonathangoeij@...
                        <mailto:jonathangoeij@...> [GELORA45]
                        <[email protected]
                        <mailto:[email protected]> wrote:


                              Curhat Buni Yani: Diteror dan
                              Kehilangan Pekerjaan Sejak Kasus Ahok
                              
<https://www..merdeka.com/peristiwa/curhat-buni-yani-diteror-dan-kehilangan-pekerjaan-sejak-kasus-ahok.html>



                                


                                


                                Curhat Buni Yani: Diteror dan
                                Kehilangan Pekerjaan Sejak Kasus
                                Ahok | me...

                            Ronald

                            Di hadapan jemaah Salat Jumat, Buni
                            Yani sempat menangis. Dia mengaku
                            ikhlas atas kejadian ini. Baginya,
                            peristi...

                            
<https://www.merdeka.com/peristiwa/curhat-buni-yani-diteror-dan-kehilangan-pekerjaan-sejak-kasus-ahok.html>


                            Jumat, 1 Februari 2019 15:04Reporter :
                            Ronald
                            <https://www.merdeka.com/reporter/ronald/>
                            Curhat Buni Yani: Diteror dan
                            Kehilangan Pekerjaan Sejak Kasus
                            AhokBuni Yani. ©2016 merdeka.com/arie
                            <http://merdeka.com/arie> basuki

                            *Merdeka.com - *Buni Yani mendatangi
                            Masjid Al Barkah, Jalan Al Barkah,
                            Tebet,*Jakarta
                            <http://www.merdeka.com/tag/j/jakarta/>* Selatan.
                            Padahal rencananya, dia akan dieksekusi
                            hari ini atas kasus mengedit video
                            Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.



                            Di hadapan jemaah Salat Jumat, Buni
                            Yani sempat menangis. Bukan karena
                            takut dijebloskan ke penjara melainkan
                            telah diterima Pimpinan Pondok
                            Pesantren Al Barkah, KH Abdul Rasyid
                            Abdullah Syafi'i.

                            "Ini saya nangis bukan karena saya
                            takut di penjara, tapi karena saya
                            sangat berbahagia, karena diterima
                            beliau. Kami di sini untuk meminta
                            arahan, saya dari tadi menangis karena
                            sangat berbahagia karena bisa diterima
                            oleh Kiai Rasyid guru kita semua,"
                            katanya di dalam masjid Al Barkah,
                            Jumat (1/2).

                            Buni Yani sempat menceritakan, sejak
                            kasus tersebut dirinya sempat sering
                            mendapat teror. Bahkan, dia terpaksa
                            mengundurkan diri dari pekerjaannya.

                            "Setelah saya dilaporkan besoknya ada
                            teror di kampus tempat saya mengajar,
                            lalu saya oleh manager diminta untuk
                            mengundurkan diri. Jadi satu hari
                            setelah saya dilaporkan ini masuk TV
                            menjadi isu nasional lalu kemudian
                            karir saya sudah habis," ujarnya.

                            "Tidak berjarak setelah itu pada bulan
                            November itu penelitian doktoral saya
                            di Universitas Leiden Belanda
                            dihentikan. Jadi sudah dua. Di tempat
                            saya mengajar saya diminta mengundurkan
                            diri, yang kedua kata pembimbing saya,
                            profesor saya di Universitas Leiden
                            Belanda karena anda terlalu ikut-ikutan
                            urus yang begini-beginian ini jadi
                            salah satu yang menjadi alasan kata
                            dia," sambungnya.

                            Dia mengaku ikhlas atas kejadian ini.
                            Baginya, peristiwa ini adalah jalan
                            dari Yang Maha Kuasa.

                            "Tapi saya tidak sedih, karena saya
                            sudah ikhlas karena ini sudah 2,5 tahun
                            sudah ikhlas seikhlas-ikhlasnya mungkin
                            Allah tidak ridho saya ada di sana.
                            Jadi mungkin Allah mencarikan tempat
                            yang lebih baik dari yang sebelumnya
                            Allah sudah ambil," jelasnya. *[lia]*


                        <

                        (Message over 64 KB, truncated)




---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com

Kirim email ke