si Prabowo salat gak becus, ngaji gak entos, terus kalau nggak dibilang pura2 mau bilang apa?
Wiwi lemah lembut penuh kemanusiaan ya..... sampai Abu Bakar Baasyir yg membunuh ratusan orang juga akan dibebaskan kalau nggak diprotes kiri kanan dan ditegur Wiranto, Susrama siotak pembunuhan wartawan yg membongkar korupsinya dikasih remisi dari seumur hidup jadi 20 tahun, sementara Rani Andriani yg cuman kurir narkoba telah dipenjara belasan tahun langsung dieksekusi mati, Meiliana yg cuman protes suara Azan sudah rumahnya dibakar habis masih divonis penodaan agama sementara si Wiwi lemah lembut itu cuman bilang tidak bisa intervensi. Masih mau contoh2 lain yg menunjukkan kelemah lembutan Wiwi? Duh lemah lembutnya...... kutipan: Sedang kalau kita melihat pribadi Wiwi yg lemah-lembut belum ada jejak langkah kekerasan dilakukan, sekalipun dikubu-01 juga mulai disusupi elemen-elemen keras macam Ali Ngabalin, tapi masih ada tokoh non-Islam seperti jenderal Luhut yg tentunya akan menghadang diberlakukannya syariat Islam. ---In [email protected], <SADAR@...> wrote : Segala hal ihwal didunia ini terus bergerak dan berubah, ... Tidak statis dan MATI. Lebih-lebih dengan pemikiran seseorang, ... yang bisa berubah seiring perubahan situasi! Wowo yang semula kristen juga bisa berubah jadi Islam sesuai kebutuhan hidupnya yang dianggap membawakan haridepan yang lebih baik, ... dan tentu sulit dibilang "pura2" jadi Islam, apalagi sudah bercerai dengan Titiek dan kedekatannya dengan kelompok Habib Rizieq! Tidak salah terbentuknya FPI tidak lepas dari Wiranto yg dijadikan pentung TNI juga, ... dan tindak-tanduk FPI yg sangat merusak ketertiban dan ketenangan kehidupan masyarakat, seperti mengobrak-abrik warung yg jual miras, bar dan club-malam sampai pada pengrusakan gereja, penganiayaan pengikut Ahmadiyah, ... tapi selanjutnya nampak kurang kedekatan Wiranto dengan FPI itu?! Kalau kita lihat sikap dan tindak-tanduk Wowo yg harus bertanggungjawab atas penghilangan belasan aktivis '98 dan olehkarenanya dipecat dari jabatan kemiliteran TNI! Nampak jelas Wowo nya sendiri adalah garis keras! Bukankah sudah nampak jelas sikap sangar kelompok HTI, FPI, 212 yg tergabung di kubu-02 adalah garis keras wujudkan syariat Islam di Nusantara ini! Sedang kalau kita melihat pribadi Wiwi yg lemah-lembut belum ada jejak langkah kekerasan dilakukan, sekalipun dikubu-01 juga mulai disusupi elemen-elemen keras macam Ali Ngabalin, tapi masih ada tokoh non-Islam seperti jenderal Luhut yg tentunya akan menghadang diberlakukannya syariat Islam. jonathangoeij@... mailto:jonathangoeij@... [GELORA45] 於 3/2/2019 8:53 寫道: bukan rahasia si Prabowo masuk Islam pd saat kawin sm anak Soeharto. Si Rizieq Shihab juga dekat sekali dengan Wiranto dan pendukung beratnya waktu pemilu 2004, masak anda tidak tahu kalau FPI didirikan Pangdam Jaya Djaja Suparman dan Kapolda Nugroho Dajusman. FPI pd dasarnya merupakan attack dog TNI dalam bentuk milisi sipil untuk demo tandingan membubarkan demo mahasiswa th 98 dulu itu. Darimana anda tahu yg satu jalan damai yg satu garis keras. ---In [email protected] mailto:[email protected], <SADAR@...> mailto:SADAR@... wrote : Darimana bung bisa bilang Wowo "pura2" Islam, hanya karena jadi menantu Suharto saja? Lalu, bagaimana kedekatannya dengan Habib Rizieq itu? Juga ber-"pura2" untuk wujudkan ambisi jadi RI-No1 saja? Bukan bersama2 jalankan Khilafah! Tidak salah menyatakan dikubu JM sekarang juga nampak ada kekuatan Khilafah itu, ... bahkan nampak makin banyak dan kuat setelah Maruf jadi cawapres nya! Lalu, ... apa bedanya? Perjuangan NKRI bersyariah Islam sudah terjadi sejak awal Kemerdekaan, ... bahkan sampai terjadi pemberoantakan DI-TII, kekerasan yang harus ditumpas! Nampak jelas perjuangan wujudkan Syariat Islam tidak pernah berhenti, bahkan sampai sekarang ini menjadi lebih panas dan sengit. Khususnya bisa terlihat saat Pilgub DKI-Jkt dalam usaha menggagalkan Ahok yang berakhir dengan keberhasilan mereka penjarakan Ahok! Demo 212 yang saya lihat bukan lagi demonstrasi akal sehat perjuangkan "keadilan", tapi sudah menjadi MONUMEN wujudkan syariat Islam di Nusantara ini dengan KEKERASAN, sekalipun sementara ini masih dilancarkan secara "DAMAI". Dalam pengertian, kelompok garis "damai" masih ungguli kelompok keras yg sementara ini masih bisa menahan kesabaran saja. Entah kapan bisa meledak, ... Nampak jelas, kubu-02 Wowo sampai sekarang ini justru didukung kuat kelompok HTI, FPI, Habib Rizieq, PKS, PAN, yg tergabung dalam 212 dan garis keras itu, ... sedang kubu-01 JM didukung Maruf, NU, PKB, PPP, ... yang tentunya juga perjuangkan Syariat Islam dengan jalan damai berdasarkan konstitusi. Jadi, ... pilih saja kubu mana yang harus dihadapi, kemungkinan harus melawan garis keras atau menghadapi garis damai. Mana yang akan lebih baik dan menguntungkan bagi rakyat banyak, kemungkinan jadi berdarah-darah dengan jatuhnya banyak korban rakyat tidak berdosa atau perjuangan jangka-panjang secara damai, dimana masing-masing kekuatan berusaha keras meningkatkan kesadaran rakyat banyak saja. jonathangoeij@... mailto:jonathangoeij@... [GELORA45] 於 2/2/2019 23:49 寫道: Tepat! Dalam keluarga Prabowo banyak bukan Islam, yg Islam justru sedikit. Si Prabowo sendiri juga cuman "pura2" Islam sdh kadung karena kawin sm anaknya Suharto. Kemungkinan utk jd NKRI Bersyariah kecil, bahkan yg mungkin terjadi kelompok Islam yg ingin khilafah "dipasung". Sedang Jokowi sekarang saja sdh sedemikian membawa negara ke kanan sedemikian rupa, mungkin namanya masih NKRI dan Pancasila ttp yg dominan cuman sila pertama menurut pandangan sempit atas nama mayoritas. ---In [email protected] mailto:[email protected], <sugihlia@...> mailto:sugihlia@... wrote : Kalau liat dari komposisi, PKS di tubuh prabowo, kebanyakan gak bakal di gubris sm prabowo, paling bakal jadi kasus tanjung priok lagi klo prabowo jadi presiden, apalagi dia hanya menggunakan kekuatan massa Islam untuk meraih jadi presiden, Dan akhirnya lupa... Kalau jokowi melihat dari komposisi Ma'aruf, maka Islam akan mendapatkan legitimasi secara pemerintahan, NKRI bersyariah bisa 80% , entah nanti Yang di setir Jokowi atau Ma'aruf... On Sat, 2 Feb 2019, 11:40 jonathangoeij@... mailto:jonathangoeij@... [GELORA45] <[email protected] mailto:[email protected] wrote: Antara pasangan Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi mana yg lebih besar kemungkinannya jadi NKRI Bersyariah? tolong berikan alasan/argumen. ---In [email protected] mailto:[email protected], <SADAR@...> mailto:SADAR@... wrote : Iyaaa, ... sementara ini mereka BERHASIL ganti dan penjarakan Ahok, juga akhirnya Buni dikorbankan meringkuk juga dipenjara, tapi, ... pertarungan berikut yang lebih seruuu masih berlanjut! Sesuai target merekat #Ganti Presiden Jokowi dan wujudkan Khilafah, Negara Islam Indonesia! kh djie 於 2/2/2019 8:35 寫道: Yang berhasil adalah gerakan ganti gubernur DKI. Yang diuntungkan, biarkan Buni Yani buntung ? Senjata makan tuan ? Pada tanggal Sab, 2 Feb 2019 pukul 01.29 ChanCT SADAR@... mailto:SADAR@... [GELORA45] <[email protected] mailto:[email protected]> menulis: SETUUUJUUUU, ...! Seandainya saja TIDAK ADA orang yg hendak gunakan ucapan Ahok ttg. Almaidah 51 itu di Pulau Seribu itu untuk genjot dan jatuhkan Ahok, TENTU tidak akan terjadi tuduhan menista Agama dan serentetan aksi 212 sampai Ahok dipaksakan masuk penjara, ...! Lha, ... kenyataannya "jutaan" orang jadi "MARAH" merasa Agamanya dinista setelah video Buni Yani yg sudah direkayasa itu viral di medsos, ...! Hanya saja SAYANAG, SERIBU SAYANG, ... pengadilan hanya menjatuhkan vonis 1,5 tahun pada diri Buni Yani, TIDAK mengusut ada orang-orang yang menjadi DALANG dibalik kerusuhan yg terjadi ini! Dimana kemungkinan sangat besar, Buni maupun Ahok hanyalah korban dari rencana besar aksi #Ganti Presiden Jokowi saja! Sugih Liawan sugihlia@... mailto:sugihlia@... [GELORA45] 於 2/2/2019 7:20 寫道: Kalau Buni Yani tidak melakukan apa2, sebenarnya MUI juga tidak akan mengeluarkan fatwa apa2, terbukti dari sebenarnya itu video kejadian dari beberapa waktu yang sudah lewat Dan tidak ada Yang komplain, begitu buni yani melakukan upload Dan memotong, baru keluar fatwa penistaan agama, bukannya begitu Pak Jonathan? Kalau masalah Ma'aruf Amin Yang mengeluarkan fatwa, ya mang segala sesuatu bagi mereka, kalau menguntungkan, fatwa bisa menjadi alat mereka. Kalau jokowi tidak Turun tangan, saya agak kurang setuju, walau mereka pernah pasangan Gub - Wagub, Dan skrg Jokowi Presiden, gak bisa seenaknya juga campur tangan, ya jgn sampai presiden intervensi hukum, kalau sampai iya, maka hukum dibawah presiden, bukan presiden dibawah hukum, nanti malah jd diktator On Sat, 2 Feb 2019, 06:09 Jonathan Goeij <jonathangoeij@... mailto:jonathangoeij@... wrote: Saya kira yg jadi penyebab utama 1. Ma'ruf Amin yg mengeluarkan fatwa/pokok pikiran MUI penista agama shg membakar kemarahan masa. 2. Joko Widodo sang presiden yang "cuci tangan" tunduk pada tekanan masa. Perbandingannya kurang lebih mirip dengan peran Kayafas dan Pontius Pilatus dalam drama penyaliban Yesus. Baik Ahok ataupun Buni Yani dan Ahmad Dhani sebenarnya korban. On Friday, February 1, 2019, 2:55:11 PM PST, Sugih Liawan <sugihlia@... mailto:sugihlia@...> wrote: Apa kabarnya Ahok yang karir politik hancur, kebiasaan kelompok mereka, merasa paling dikorbankan atas apa yang mereka buat sndr... On Fri, 1 Feb 2019, 22:28 Jonathan Goeij jonathangoeij@... mailto:jonathangoeij@... [GELORA45] <[email protected] mailto:[email protected] wrote: Curhat Buni Yani: Diteror dan Kehilangan Pekerjaan Sejak Kasus Ahok Curhat Buni Yani: Diteror dan Kehilangan Pekerjaan Sejak Kasus Ahok | me... Ronald Di hadapan jemaah Salat Jumat, Buni Yani sempat menangis. Dia mengaku ikhlas atas kejadian ini. Baginya, peristi... Jumat, 1 Februari 2019 15:04Reporter : Ronald https://www.merdeka.com/reporter/ronald/ Buni Yani. ©2016 merdeka.com/arie http://merdeka.com/arie basuki Merdeka.com - Buni Yani mendatangi Masjid Al Barkah, Jalan Al Barkah, Tebet,Jakarta http://www.merdeka.com/tag/j/jakarta/ Selatan. Padahal rencananya, dia akan dieksekusi hari ini atas kasus mengedit video Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Di hadapan jemaah Salat Jumat, Buni Yani sempat menangis. Bukan karena takut dijebloskan ke penjara melainkan telah diterima Pimpinan Pondok Pesantren Al Barkah, KH Abdul Rasyid Abdullah Syafi'i. "Ini saya nangis bukan karena saya takut di penjara, tapi karena saya sangat berbahagia, karena diterima beliau. Kami di sini untuk meminta arahan, saya (Message over 64 KB, truncated)
