Jonathan: Baik Jokowi maupun Prabowo tidak ada yg saya dukung.

Nesare: jelas kami2 ini sudah tahu ente gak mendukung dua2nya. Emangnya siapa 
yg pernah ente dukung ttg Indonesia? Ahok? Gak yakin ane. Kenapa? Tempo hari 
ente bilang dgn pretensi tinggi ente bilang gimana kalau ahok korupsi kan? 
Inget gak?

 

Gak ada yg ente dukung dgn Indonesia!

Yg ente dukung itu: HAM, demokrasi, anti hukuman mati dll yg tidak penting bagi 
kami. Yg penting bagi kami adalah mengurus diri kami sendiri!!!!

 

Nesare

 

 

From: [email protected] <[email protected]> 
Sent: Saturday, February 2, 2019 11:34 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [GELORA45] Curhat Buni Yani: Diteror dan Kehilangan Pekerjaan 
Sejak Kasus Ahok

 

  

 

Anda lucu juga, pd akhirnya cuman men-stigma pembela dan pendukung Wowo. 
Memangnya sejak kapan?

Baik Jokowi maupun Prabowo tidak ada yg saya dukung.

 

Saya selama mengamati pemerintahan Jokowi terlihat negara berubah jadi 
fundamentalis sedemikian rupa, hal yg bisa terlihat misalnya poligami yg 
biarpun dari dulu ttp dipandang miring dimata umum dan tdk ada politisi yg 
melakukan pembelaan, ttp sekarang sedemikian terbukanya dgn bangga 
memproklamirkan poligami bagian dari syariah bahkan yg anti poligami dituntut 
penodaan agama.  

---In [email protected] <mailto:[email protected]> , <SADAR@.... 
<mailto:SADAR@...> > wrote :

Yaaa, ... itulah kenyataan masalah HUKUM yang masih banyak persoalan dinegeri 
ini! Saya hanya membandingkan kedua Capres yang memang sama-sama jelek! 
Perbandingannya mana yang lebih JELEK/JAHAT saja! Bukan mana yang lebih BAIK, 
... Terserah saja pada bung, jadi pembela dan pendukung Wowo, ... yang dianggap 
lebih baik!

 

jonathangoeij@... <mailto:jonathangoeij@...>  [GELORA45] 於 3/2/2019 11:31 寫道:

 

 

si Prabowo salat gak becus, ngaji gak entos, terus kalau nggak dibilang pura2 
mau bilang apa?

Wiwi lemah lembut penuh kemanusiaan ya..... sampai Abu Bakar Baasyir yg 
membunuh ratusan orang juga akan dibebaskan kalau nggak diprotes kiri kanan dan 
ditegur Wiranto, Susrama siotak pembunuhan wartawan yg membongkar korupsinya 
dikasih remisi dari seumur hidup jadi 20 tahun, sementara Rani Andriani yg 
cuman kurir narkoba telah dipenjara belasan tahun langsung dieksekusi mati, 
Meiliana yg cuman protes suara Azan sudah rumahnya dibakar habis masih divonis 
penodaan agama sementara si Wiwi lemah lembut itu cuman bilang tidak bisa 
intervensi. Masih mau contoh2 lain yg menunjukkan kelemah lembutan Wiwi?

 

Duh lemah lembutnya......

kutipan:
Sedang kalau kita melihat pribadi Wiwi yg lemah-lembut belum ada jejak langkah 
kekerasan dilakukan, sekalipun dikubu-01 juga mulai disusupi elemen-elemen 
keras macam Ali Ngabalin, tapi masih ada tokoh non-Islam seperti jenderal Luhut 
yg tentunya akan menghadang diberlakukannya syariat Islam.

---In [email protected] <mailto:[email protected]> ,  
<mailto:SADAR@...> <SADAR@...> wrote :

Segala hal ihwal didunia ini terus bergerak dan berubah, ... Tidak statis dan 
MATI. Lebih-lebih dengan pemikiran seseorang, ... yang bisa berubah seiring 
perubahan situasi!

Wowo yang semula kristen juga bisa berubah jadi Islam sesuai kebutuhan hidupnya 
yang dianggap membawakan haridepan yang lebih baik, ... dan tentu sulit 
dibilang "pura2" jadi Islam, apalagi sudah bercerai dengan Titiek dan 
kedekatannya dengan kelompok Habib Rizieq!

Tidak salah terbentuknya FPI tidak lepas dari Wiranto yg dijadikan pentung TNI 
juga, ... dan tindak-tanduk FPI yg sangat merusak ketertiban dan ketenangan 
kehidupan masyarakat, seperti mengobrak-abrik warung yg jual miras, bar dan 
club-malam sampai pada pengrusakan gereja, penganiayaan pengikut Ahmadiyah, ... 
tapi selanjutnya nampak kurang kedekatan Wiranto dengan FPI itu?!

Kalau kita lihat sikap dan tindak-tanduk Wowo yg harus bertanggungjawab atas 
penghilangan belasan aktivis '98 dan olehkarenanya dipecat dari jabatan 
kemiliteran TNI! Nampak jelas Wowo nya sendiri adalah garis keras! Bukankah 
sudah nampak jelas sikap sangar kelompok HTI, FPI, 212 yg tergabung di kubu-02 
adalah garis keras wujudkan syariat Islam di Nusantara ini!

Sedang kalau kita melihat pribadi Wiwi yg lemah-lembut belum ada jejak langkah 
kekerasan dilakukan, sekalipun dikubu-01 juga mulai disusupi elemen-elemen 
keras macam Ali Ngabalin, tapi masih ada tokoh non-Islam seperti jenderal Luhut 
yg tentunya akan menghadang diberlakukannya syariat Islam.

 

 

jonathangoeij@... <mailto:jonathangoeij@...>  [GELORA45] 於 3/2/2019 8:53 寫道:

 

 

bukan rahasia si Prabowo masuk Islam pd saat kawin sm anak Soeharto.

 

Si Rizieq Shihab juga dekat sekali dengan Wiranto dan pendukung beratnya waktu 
pemilu 2004, masak anda tidak tahu kalau FPI didirikan Pangdam Jaya Djaja 
Suparman dan Kapolda Nugroho Dajusman. FPI pd dasarnya merupakan attack dog TNI 
dalam bentuk milisi sipil untuk demo tandingan membubarkan demo mahasiswa th 98 
dulu itu. 

Darimana anda tahu yg satu jalan damai yg satu garis keras.



---In [email protected] <mailto:[email protected]> ,  
<mailto:SADAR@...> <SADAR@...> wrote :

Darimana bung bisa bilang Wowo "pura2" Islam, hanya karena jadi menantu Suharto 
saja? Lalu, bagaimana kedekatannya dengan Habib Rizieq itu? Juga ber-"pura2" 
untuk wujudkan ambisi jadi RI-No1 saja? Bukan bersama2 jalankan Khilafah!

Tidak salah menyatakan dikubu JM sekarang juga nampak ada kekuatan Khilafah 
itu, ... bahkan nampak makin banyak dan kuat setelah Maruf jadi cawapres nya! 
Lalu, ... apa bedanya?

Perjuangan NKRI bersyariah Islam sudah terjadi sejak awal Kemerdekaan, ... 
bahkan sampai terjadi pemberoantakan DI-TII, kekerasan yang harus ditumpas! 
Nampak jelas perjuangan wujudkan Syariat Islam tidak pernah berhenti, bahkan 
sampai sekarang ini menjadi lebih panas dan sengit. Khususnya bisa terlihat 
saat Pilgub DKI-Jkt dalam usaha menggagalkan Ahok yang berakhir dengan 
keberhasilan mereka penjarakan Ahok! Demo 212 yang saya lihat bukan lagi 
demonstrasi akal sehat perjuangkan "keadilan", tapi sudah menjadi MONUMEN 
wujudkan syariat Islam di Nusantara ini dengan KEKERASAN, sekalipun sementara 
ini masih dilancarkan secara "DAMAI". Dalam pengertian, kelompok garis "damai" 
masih ungguli kelompok keras yg sementara ini masih bisa menahan kesabaran 
saja. Entah kapan bisa meledak, ...

Nampak jelas, kubu-02 Wowo sampai sekarang ini justru didukung kuat kelompok 
HTI, FPI, Habib Rizieq, PKS, PAN, yg tergabung dalam 212 dan garis keras itu, 
... sedang kubu-01 JM didukung Maruf, NU, PKB, PPP, ... yang tentunya juga 
perjuangkan Syariat Islam dengan jalan damai berdasarkan konstitusi. 

Jadi, ... pilih saja kubu mana yang harus dihadapi, kemungkinan harus melawan 
garis keras atau menghadapi garis damai. Mana yang akan lebih baik dan 
menguntungkan bagi rakyat banyak, kemungkinan jadi berdarah-darah dengan 
jatuhnya banyak korban rakyat tidak berdosa atau perjuangan jangka-panjang 
secara damai, dimana masing-masing kekuatan berusaha keras meningkatkan 
kesadaran rakyat banyak saja.

 

 

jonathangoeij@... <mailto:jonathangoeij@...>  [GELORA45] 於 2/2/2019 23:49 寫道:

 


Tepat!

 

Dalam keluarga Prabowo banyak bukan Islam, yg Islam justru sedikit. Si Prabowo 
sendiri juga cuman "pura2" Islam sdh kadung karena kawin sm anaknya Suharto. 
Kemungkinan utk jd NKRI Bersyariah kecil, bahkan yg mungkin terjadi kelompok 
Islam yg ingin khilafah "dipasung".

 

Sedang Jokowi sekarang saja sdh sedemikian membawa negara ke kanan sedemikian 
rupa, mungkin namanya masih NKRI dan Pancasila ttp yg dominan cuman sila 
pertama menurut pandangan sempit atas nama mayoritas. 

---In [email protected] <mailto:[email protected]> ,  
<mailto:sugihlia@...> <sugihlia@...> wrote :

Kalau liat dari komposisi, PKS di tubuh prabowo, kebanyakan gak bakal di gubris 
sm prabowo, paling bakal jadi kasus tanjung priok lagi klo prabowo jadi 
presiden, apalagi dia hanya menggunakan kekuatan massa Islam untuk meraih jadi 
presiden, Dan akhirnya lupa...

 

Kalau jokowi melihat dari komposisi Ma'aruf, maka Islam akan mendapatkan 
legitimasi secara pemerintahan, NKRI bersyariah bisa 80% , entah nanti Yang di 
setir Jokowi atau Ma'aruf...

 

On Sat, 2 Feb 2019, 11:40 jonathangoeij@... <mailto:jonathangoeij@...>  
[GELORA45] <[email protected] <mailto:[email protected]>  wrote:

 


Antara pasangan Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi mana yg lebih besar 
kemungkinannya jadi NKRI Bersyariah? tolong berikan alasan/argumen.



---In [email protected] <mailto:[email protected]> ,  
<mailto:SADAR@...> <SADAR@...> wrote :

Iyaaa, ... sementara ini mereka BERHASIL ganti dan penjarakan Ahok, juga 
akhirnya Buni dikorbankan meringkuk juga dipenjara, tapi, ... pertarungan 
berikut yang lebih seruuu masih berlanjut! Sesuai target merekat #Ganti 
Presiden Jokowi dan wujudkan Khilafah, Negara Islam Indonesia!

 

kh djie 於 2/2/2019 8:35 寫道:

Yang berhasil adalah gerakan ganti gubernur DKI.

Yang diuntungkan, biarkan Buni Yani buntung ?

Senjata makan tuan ?

 

Pada tanggal Sab, 2 Feb 2019 pukul 01.29 ChanCT SADAR@... <mailto:SADAR@...>  
[GELORA45] <[email protected] <mailto:[email protected]> > 
menulis:

 

SETUUUJUUUU, ...! Seandainya saja TIDAK ADA orang yg hendak gunakan ucapan Ahok 
ttg. Almaidah 51 itu di Pulau Seribu itu untuk genjot dan jatuhkan Ahok, TENTU 
tidak akan terjadi tuduhan menista Agama dan serentetan aksi 212 sampai Ahok 
dipaksakan masuk penjara, ...! Lha, ... kenyataannya "jutaan" orang jadi 
"MARAH" merasa Agamanya dinista setelah video Buni Yani yg sudah direkayasa itu 
viral di medsos, ...!

Hanya saja SAYANAG, SERIBU SAYANG, ... pengadilan hanya menjatuhkan vonis 1,5 
tahun pada diri Buni Yani, TIDAK mengusut ada orang-orang yang menjadi DALANG 
dibalik kerusuhan yg terjadi ini! Dimana kemungkinan sangat besar, Buni maupun 
Ahok hanyalah korban dari rencana besar aksi #Ganti Presiden Jokowi saja!

 

 

Sugih Liawan sugihlia@... <mailto:sugihlia@...>  [GELORA45] 於 2/2/2019 7:20 寫道:

 

Kalau Buni Yani tidak melakukan apa2, sebenarnya MUI juga tidak akan 
mengeluarkan fatwa apa2, terbukti dari sebenarnya itu video kejadian dari 
beberapa waktu yang sudah lewat Dan tidak ada Yang komplain, begitu buni yani 
melakukan upload Dan memotong, baru keluar fatwa penistaan agama, bukannya 
begitu Pak Jonathan?

 

Kalau masalah Ma'aruf Amin Yang mengeluarkan fatwa, ya mang segala sesuatu bagi 
mereka, kalau menguntungkan, fatwa bisa menjadi alat mereka.

 

Kalau jokowi tidak Turun tangan, saya agak kurang setuju, walau mereka pernah 
pasangan Gub - Wagub, Dan skrg Jokowi Presiden, gak bisa seenaknya juga campur 
tangan, ya jgn sampai presiden intervensi hukum, kalau sampai iya, maka hukum 
dibawah presiden, bukan presiden dibawah hukum, nanti malah jd diktator

 

On Sat, 2 Feb 2019, 06:09 Jonathan Goeij <jonathangoeij@... 
<mailto:jonathangoeij@...>  wrote:

Saya kira yg jadi penyebab utama 

1. Ma'ruf Amin yg mengeluarkan fatwa/pokok pikiran MUI penista agama shg 
membakar kemarahan masa. 

2. Joko Widodo sang presiden yang "cuci tangan" tunduk pada tekanan masa.

 

Perbandingannya kurang lebih mirip dengan peran Kayafas dan Pontius Pilatus 
dalam drama penyaliban Yesus.

 

Baik Ahok ataupun Buni Yani dan Ahmad Dhani sebenarnya korban.

 

 

On Friday, February 1, 2019, 2:55:11 PM PST, Sugih Liawan <sugihlia@... 
<mailto:sugihlia@...> > wrote:

 

 

Apa kabarnya Ahok yang karir politik hancur, kebiasaan kelompok mereka, merasa 
paling dikorbankan atas apa yang mereka buat sndr...

 

 

 

On Fri, 1 Feb 2019, 22:28 Jonathan Goeij jonathangoeij@... 
<mailto:jonathangoeij@...>  [GELORA45] <[email protected] 
<mailto:[email protected]>  wrote:

 

 


Curhat Buni Yani: Diteror dan Kehilangan Pekerjaan Sejak Kasus Ahok 
<https://www..merdeka.com/peristiwa/curhat-buni-yani-diteror-dan-kehilangan-pekerjaan-sejak-kasus-ahok.html>
 


 




                

        

Curhat Buni Yani: Diteror dan Kehilangan Pekerjaan Sejak Kasus Ahok | me...


Ronald

Di hadapan jemaah Salat Jumat, Buni Yani sempat menangis. Dia mengaku ikhlas 
atas kejadian ini. Baginya, peristi...

 

 



Kirim email ke