Lha ya, kan tahu latar belakangnya, apa-apa saja yang pernah dilakukan, program-programnya, omongannya benar atau hoaxs dll.
Pada tanggal Sen, 4 Feb 2019 pukul 04.42 [email protected] [GELORA45] <[email protected]> menulis: > > > > bagaimana caranya mengritik yg tidak berkuasa? > apa yg dikritik? memerintah aja tidak. > > > ---In [email protected], <SADAR@...> wrote : > > Lho, ... kan memasuki era pilpres yang hanya ada 2 capres, kalau bukan > membela kubu Jokowi-Maruf tentu membela kubu Prabowo-Sandi, ... apa bisa > mendukung kedua-duanya atau menentang kedua-duanya??? Atau bung hendak > memposisikan diri sebagai pengamat netral yang tidak berpihak saja? Tapi > dalam kenyataan lebih berat mengkritik kubu Wiwi atau mengkritik yang > sedang berkuasa saja! Hehehee, ... > > > jonathangoeij@... [GELORA45] 於 3/2/2019 12:33 寫道: > > > > > Anda lucu juga, pd akhirnya cuman men-stigma pembela dan pendukung Wowo. > Memangnya sejak kapan? > Baik Jokowi maupun Prabowo tidak ada yg saya dukung. > > Saya selama mengamati pemerintahan Jokowi terlihat negara berubah jadi > fundamentalis sedemikian rupa, hal yg bisa terlihat misalnya poligami yg > biarpun dari dulu ttp dipandang miring dimata umum dan tdk ada politisi yg > melakukan pembelaan, ttp sekarang sedemikian terbukanya dgn bangga > memproklamirkan poligami bagian dari syariah bahkan yg anti poligami > dituntut penodaan agama. > > ---In [email protected], <SADAR@...> <SADAR@...> wrote : > > Yaaa, ... itulah kenyataan masalah HUKUM yang masih banyak persoalan > dinegeri ini! Saya hanya membandingkan kedua Capres yang memang sama-sama > jelek! Perbandingannya mana yang lebih JELEK/JAHAT saja! Bukan mana yang > lebih BAIK, ... Terserah saja pada bung, jadi pembela dan pendukung Wowo, > ... yang dianggap lebih baik! > > > jonathangoeij@... [GELORA45] 於 3/2/2019 11:31 寫道: > > > > si Prabowo salat gak becus, ngaji gak entos, terus kalau nggak dibilang > pura2 mau bilang apa? > > Wiwi lemah lembut penuh kemanusiaan ya..... sampai Abu Bakar Baasyir yg > membunuh ratusan orang juga akan dibebaskan kalau nggak diprotes kiri kanan > dan ditegur Wiranto, Susrama siotak pembunuhan wartawan yg membongkar > korupsinya dikasih remisi dari seumur hidup jadi 20 tahun, sementara Rani > Andriani yg cuman kurir narkoba telah dipenjara belasan tahun langsung > dieksekusi mati, Meiliana yg cuman protes suara Azan sudah rumahnya dibakar > habis masih divonis penodaan agama sementara si Wiwi lemah lembut itu cuman > bilang tidak bisa intervensi. Masih mau contoh2 lain yg menunjukkan kelemah > lembutan Wiwi? > > Duh lemah lembutnya...... > > kutipan: > Sedang kalau kita melihat pribadi Wiwi yg lemah-lembut belum ada jejak > langkah kekerasan dilakukan, sekalipun dikubu-01 juga mulai disusupi > elemen-elemen keras macam Ali Ngabalin, tapi masih ada tokoh non-Islam > seperti jenderal Luhut yg tentunya akan menghadang diberlakukannya syariat > Islam. > > ---In [email protected], <SADAR@...> <SADAR@...> wrote : > > Segala hal ihwal didunia ini terus bergerak dan berubah, ... Tidak statis > dan MATI. Lebih-lebih dengan pemikiran seseorang, ... yang bisa berubah > seiring perubahan situasi! > > Wowo yang semula kristen juga bisa berubah jadi Islam sesuai kebutuhan > hidupnya yang dianggap membawakan haridepan yang lebih baik, ... dan tentu > sulit dibilang "pura2" jadi Islam, apalagi sudah bercerai dengan Titiek dan > kedekatannya dengan kelompok Habib Rizieq! > > Tidak salah terbentuknya FPI tidak lepas dari Wiranto yg dijadikan pentung > TNI juga, ... dan tindak-tanduk FPI yg sangat merusak ketertiban dan > ketenangan kehidupan masyarakat, seperti mengobrak-abrik warung yg jual > miras, bar dan club-malam sampai pada pengrusakan gereja, penganiayaan > pengikut Ahmadiyah, ... tapi selanjutnya nampak kurang kedekatan Wiranto > dengan FPI itu?! > > Kalau kita lihat sikap dan tindak-tanduk Wowo yg harus bertanggungjawab > atas penghilangan belasan aktivis '98 dan olehkarenanya dipecat dari > jabatan kemiliteran TNI! Nampak jelas Wowo nya sendiri adalah garis keras! > Bukankah sudah nampak jelas sikap sangar kelompok HTI, FPI, 212 yg > tergabung di kubu-02 adalah garis keras wujudkan syariat Islam di Nusantara > ini! > > Sedang kalau kita melihat pribadi Wiwi yg lemah-lembut belum ada jejak > langkah kekerasan dilakukan, sekalipun dikubu-01 juga mulai disusupi > elemen-elemen keras macam Ali Ngabalin, tapi masih ada tokoh non-Islam > seperti jenderal Luhut yg tentunya akan menghadang diberlakukannya syariat > Islam. > > > > jonathangoeij@... [GELORA45] 於 3/2/2019 8:53 寫道: > > > > bukan rahasia si Prabowo masuk Islam pd saat kawin sm anak Soeharto. > > Si Rizieq Shihab juga dekat sekali dengan Wiranto dan pendukung beratnya > waktu pemilu 2004, masak anda tidak tahu kalau FPI didirikan Pangdam Jaya > Djaja Suparman dan Kapolda Nugroho Dajusman. FPI pd dasarnya merupakan > attack dog TNI dalam bentuk milisi sipil untuk demo tandingan membubarkan > demo mahasiswa th 98 dulu itu. > > Darimana anda tahu yg satu jalan damai yg satu garis keras. > > > ---In [email protected], <SADAR@...> <SADAR@...> wrote : > > Darimana bung bisa bilang Wowo "pura2" Islam, hanya karena jadi menantu > Suharto saja? Lalu, bagaimana kedekatannya dengan Habib Rizieq itu? Juga > ber-"pura2" untuk wujudkan ambisi jadi RI-No1 saja? Bukan bersama2 jalankan > Khilafah! > > Tidak salah menyatakan dikubu JM sekarang juga nampak ada kekuatan > Khilafah itu, ... bahkan nampak makin banyak dan kuat setelah Maruf jadi > cawapres nya! Lalu, ... apa bedanya? > > Perjuangan NKRI bersyariah Islam sudah terjadi sejak awal Kemerdekaan, .... > bahkan sampai terjadi pemberoantakan DI-TII, kekerasan yang harus ditumpas! > Nampak jelas perjuangan wujudkan Syariat Islam tidak pernah berhenti, > bahkan sampai sekarang ini menjadi lebih panas dan sengit. Khususnya bisa > terlihat saat Pilgub DKI-Jkt dalam usaha menggagalkan Ahok yang berakhir > dengan keberhasilan mereka penjarakan Ahok! Demo 212 yang saya lihat bukan > lagi demonstrasi akal sehat perjuangkan "keadilan", tapi sudah menjadi > MONUMEN wujudkan syariat Islam di Nusantara ini dengan KEKERASAN, sekalipun > sementara ini masih dilancarkan secara "DAMAI". Dalam pengertian, kelompok > garis "damai" masih ungguli kelompok keras yg sementara ini masih bisa > menahan kesabaran saja. Entah kapan bisa meledak, ... > > Nampak jelas, kubu-02 Wowo sampai sekarang ini justru didukung kuat > kelompok HTI, FPI, Habib Rizieq, PKS, PAN, yg tergabung dalam 212 dan garis > keras itu, ... sedang kubu-01 JM didukung Maruf, NU, PKB, PPP, ... yang > tentunya juga perjuangkan Syariat Islam dengan jalan damai berdasarkan > konstitusi. > > Jadi, ... pilih saja kubu mana yang harus dihadapi, kemungkinan harus > melawan garis keras atau menghadapi garis damai. Mana yang akan lebih baik > dan menguntungkan bagi rakyat banyak, kemungkinan jadi berdarah-darah > dengan jatuhnya banyak korban rakyat tidak berdosa atau perjuangan > jangka-panjang secara damai, dimana masing-masing kekuatan berusaha keras > meningkatkan kesadaran rakyat banyak saja. > > > > jonathangoeij@... [GELORA45] 於 2/2/2019 23:49 寫道: > > > > > Tepat! > > Dalam keluarga Prabowo banyak bukan Islam, yg Islam justru sedikit. Si > Prabowo sendiri juga cuman "pura2" Islam sdh kadung karena kawin sm anaknya > Suharto. Kemungkinan utk jd NKRI Bersyariah kecil, bahkan yg mungkin > terjadi kelompok Islam yg ingin khilafah "dipasung". > > Sedang Jokowi sekarang saja sdh sedemikian membawa negara ke kanan > sedemikian rupa, mungkin namanya masih NKRI dan Pancasila ttp yg dominan > cuman sila pertama menurut pandangan sempit atas nama mayoritas. > > ---In [email protected], <sugihlia@...> <sugihlia@...> wrote : > > Kalau liat dari komposisi, PKS di tubuh prabowo, kebanyakan gak bakal di > gubris sm prabowo, paling bakal jadi kasus tanjung priok lagi klo prabowo > jadi presiden, apalagi dia hanya menggunakan kekuatan massa Islam untuk > meraih jadi presiden, Dan akhirnya lupa... > > Kalau jokowi melihat dari komposisi Ma'aruf, maka Islam akan mendapatkan > legitimasi secara pemerintahan, NKRI bersyariah bisa 80% , entah nanti Yang > di setir Jokowi atau Ma'aruf... > > On Sat, 2 Feb 2019, 11:40 jonathangoeij@... [GELORA45] < > [email protected] wrote: > > > > > Antara pasangan Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi mana yg lebih besar > kemungkinannya jadi NKRI Bersyariah? tolong berikan alasan/argumen. > > > ---In [email protected], <SADAR@...> <SADAR@...> wrote : > > Iyaaa, ... sementara ini mereka BERHASIL ganti dan penjarakan Ahok, juga > akhirnya Buni dikorbankan meringkuk juga dipenjara, tapi, ... pertarungan > berikut yang lebih seruuu masih berlanjut! Sesuai target merekat #Ganti > Presiden Jokowi dan wujudkan Khilafah, Negara Islam Indonesia! > > > kh djie 於 2/2/2019 8:35 寫道: > > Yang berhasil adalah gerakan ganti gubernur DKI. > Yang diuntungkan, biarkan Buni Yani buntung ? > Senjata makan tuan ? > > Pada tanggal Sab, 2 Feb 2019 pukul 01.29 ChanCT SADAR@... [GELORA45] < > [email protected]> menulis: > > > > SETUUUJUUUU, ...! Seandainya saja TIDAK ADA orang yg hendak gunakan ucapan > Ahok ttg. Almaidah 51 itu di Pulau Seribu itu untuk genjot dan jatuhkan > Ahok, TENTU tidak akan terjadi tuduhan menista Agama dan serentetan aksi > 212 sampai Ahok dipaksakan masuk penjara, ...! Lha, ... kenyataannya > "jutaan" orang jadi "MARAH" merasa Agamanya dinista setelah video Buni Yani > yg sudah direkayasa itu viral di medsos, ...! > > Hanya saja SAYANAG, SERIBU SAYANG, ... pengadilan hanya menjatuhkan vonis > 1,5 tahun pada diri Buni Yani, TIDAK mengusut ada orang-orang yang menjadi > DALANG dibalik kerusuhan yg terjadi ini! Dimana kemungkinan sangat besar, > Buni maupun Ahok hanyalah korban dari rencana besar aksi #Ganti Presiden > Jokowi saja! > > > > Sugih Liawan sugihlia@... [GELORA45] 於 2/2/2019 7:20 寫道: > > > Kalau Buni Yani tidak melakukan apa2, sebenarnya MUI juga tidak akan > mengeluarkan fatwa apa2, terbukti dari sebenarnya itu video kejadian dari > beberapa waktu yang sudah lewat Dan tidak ada Yang komplain, begitu buni > yani melakukan upload Dan memotong, baru keluar fatwa penistaan agama, > bukannya begitu Pak Jonathan? > > Kalau masalah Ma'aruf Amin Yang mengeluarkan fatwa, ya mang segala sesuatu > bagi mereka, kalau menguntungkan, fatwa bisa menjadi alat mereka. > > Kalau jokowi tidak Turun tangan, saya agak kurang setuju, walau mereka > pernah pasangan Gub - Wagub, Dan skrg Jokowi Presiden, gak bisa seenaknya > juga campur tangan, ya jgn sampai presiden intervensi hukum, kalau sampai > iya, maka hukum dibawah presiden, bukan presiden dibawah hukum, nanti malah > jd diktator > > On Sat, 2 Feb 2019, 06:09 Jonathan Goeij <jonathangoeij@... wrote: > > Saya kira yg jadi penyebab utama > 1. Ma'ruf Amin yg mengeluarkan fatwa/pokok pikiran MUI penista agama shg > membakar kemarahan masa. > 2. Joko Widodo sang presiden yang "cuci tangan" tunduk pada tekanan masa. > > Perbandingannya kurang lebih mirip dengan peran Kayafas dan Pontius > Pilatus dalam drama penyaliban Yesus. > > Baik Ahok ataupun Buni Yani dan Ahmad Dhani sebenarnya korban. > > > On Friday, February 1, 2019, 2:55:11 PM PST, Sugih Liawan <sugihlia@...> > wrote: > > > Apa kabarnya Ahok yang karir politik hancur, kebiasaan kelompok mereka, > merasa paling dikorbankan atas apa yang mereka buat sndr... > > > > On Fri, 1 Feb 2019, 22:28 Jonathan Goeij jonathangoeij@... [GELORA45] < > [email protected] wrote: > > > > Curhat Buni Yani: Diteror dan Kehilangan Pekerjaan Sejak Kasus Ahok > <https://www..merdeka.com/peristiwa/curhat-buni-yani-diteror-dan-kehilangan-pekerjaan-sejak-kasus-ahok.html> > > >
