Saya kira yg merasa kemahalan pengusaha angkutan barang, sedang batik 
pekalongan kehilangan langganan yg naik mobil pribadi. 

 Lihat harga dibawah memang mahal banget, dari Los Angeles ke Vancouver Canada 
(sekitar 2000 km) lewat freeway gratis tidak bayar.
 

 Mungkin, saya kira, harga tol akan direvisi/diturunkan sementara untuk 
nantinya dikembalikan lagi setelah pemilu usai.

---In [email protected], <SADAR@...> wrote :

 Aneeeeh, ... disatu pihak ungkap jalan tol sepiiii, ... orang enggan gunakan 
jalan tol Trans Jawa karena muuuaaaahal, termahal diAsia, dipihak lain 
menyatakan segi negatif setelah adanya tol itu, MATI SURI UMKM diwilayah 
pantura Jawa, khususnya batik Pekalongan! Omset menurun sejak tol Trans Jawa 
dibuka, ... Kok bisa??? Bukankah kalau tol Trans Jawa itu dinyatakan 
seeepiiiii, dan mobil-mobil masih lebih banyak gunakan jalan lama, mestinya 
pengaruh atau dampak pada pedagang sepanjang jalan tol itu tidak besar bahkan 
tidak ada artinya! 
 
 Yang jadi masalah, bagaimana bentuk pembangunan tol Trans Jawa ini, dibangun 
oleh swasta, negara atau gabungan dengan bentuk kontrak sekian tahun. Biarlah 
mereka harus hitung-hitung kembali sesuai kenyataan yang dihadapi, ... tarif 
tol dirasakan kemahalan tidak sepadan dengan kemampuan masyarakat, banyak orang 
tidak gunakan juga akan lebih rugi dan lebih lama modal bisa kembali. Tentu 
dalam waktu dekat bisa terjadi perubahan tarif tol dengan sendirinya, ... 
 
 Tapi, melihat pengalaman pembangunan infrastruktur di Tiongkok, jalan tol, 
jalur KA tidak akan bisa untung hanya dari pembangunan jalan itu sendiri, harus 
diikuti dengan investasi pembangunan perumahan, pertokoan, perkebunan atau 
industri disekitar jalan yg dibangun itu. Jadi, tidak bisa dirancang 
berdiri-sendiri tanpa diiringi serangkaian rencana pembangunan yang saling 
menopang. Kalau tidak begitu yaa RUGIIII, ... atau setidaknya proses 
pembangunan infrastruktur itu dirasakan kurang efisien dan bisa cepat terlihat 
mendorong kemajuan ekonomi nasional.
 
 
 
 
 Jonathan Goeij jonathangoeij@... mailto:jonathangoeij@... [GELORA45] 於 
12/2/2019 5:55 寫道:
 
   
 
 Wuik!!!!!!!
 
 
 
 ---
 “Sebagai perbandingannya adalah berikut ini. Rata-rata tarif tol di Indonesia 
per kilometernya berkisar antara Rp. 1.300-Rp. 1.500. Sementara di 
negara-negara anggota ASEAN, seperti Singapura Rp 778 per kilometer, Malaysia 
Rp 492 per km, Thailand dalam kisaran Rp. 440 per kilometernya. Bahkan 
dibanding dengan Vietnam dan Philipina pun tarif tol di Indonesia masih tinggi 
(mahal) tarifnya. Vietnam dalam kisaran Rp. 1200 per kilometer, sedangkan 
Philipina Rp. 1050 per kilometer.”
 
 ...
 Tarif Tol Di Indonesia Termahal Se-Asia Tenggara 
 
 
 
 
 Tarif Tol Di Indonesia Termahal Se-Asia Tenggara Rakyat Merdeka Online
 CAPAIAN pembangunan infrastruktur jalan tol di Indonesia yang diklaim oleh 
pemerintah, memang secara bijak harus...
 
 
 
 
 
 PUBLIKA  KAMIS, 07 FEBRUARI 2019 , 14:39:00 WIB
 
 
 
 
 
 
 Presiden Joko Widodo/RMOL
 
 
 
 
 CAPAIAN pembangunan infrastruktur jalan tol di Indonesia yang diklaim oleh 
pemerintah, memang secara bijak harus diapresiasi. Seperti diketahui pada akhir 
tahun 2018 lalu, Presiden Joko Widodo mengumumkan dan meresmikan beberapa ruas 
Jalan Tol Trans Jawa.
 
 
 
 Namun dari capaian tersebut tidak serta merta memberikan efek positif atas 
sektor-sektor lainnya. Diantaranya sebagai berikut. 
 
 
 “Pembangunan jalan tol trans Jawa ini sudah barang tentu mengakuisisi 
lahan-lahan produktif pertanian dan perkebunan. Baik itu lahan milik perorangan 
masyarakat atau milik korporasi (perusahaan). Bahkan ada juga lahan produktif 
milik BUMN. Jika yang terkena adalah lahan produktif pertanian (sawah) tentu 
akan berdampak pada produksi padi setempat.”
 
 
 
 
 Selanjutnya, dampak negatif pembangunan tol trans Jawa ini adalah mulai 
dirasakan perlahan mati surinya UMKM di wilayah pantura Jawa. Khususnya Kota 
Pekalongan yang diketahui sebagai sentra batik nasional. 
 
 
 “Para pengusaha batik di Pekalongan sudah banyak mengeluh, dikarenakan omset 
yang menurun semenjak tol trans Jawa beroperasi tersambung. Saya mempunyai 
video, testimoni dari pedagang batik di Pekalongan. Hal semacam ini merupakan 
koreksi dan kritik atas kebijakan pemerintah dalam mengunggulkan infrastruktur 
khususnya jalan tol.”
 
 
 Terkait dengan mahalnya tarif tol trans Jawa yang sudah dirasakan para 
pengusaha logistik (angkutan barang). Yang mana diketahui angkutan truk 
(pembawa logistik) telah berpindah kembali menggunakan jalan nasional/ pantura. 
Dikarenakan tarif tol yang mahal. 
 
 
 “Biaya atau tarif tol bisa mencapai 1,5 -2 juta rupiah. Ini tentu akan membuat 
para pengusaha logistik menjerit. Informasinya juga mereka sudah lakukan protes 
kepada pemerintah. Yang mana pemerintah melalui kementerian yang berwenang 
sudah merespon keluhan ini, untuk merevisi besaran tarif. Kesimpulannya adalah 
sepertinya pemerintah mengakui tarif tol trans Jawa kemahalan.”
 
 
 Untuk diketahui oleh masyarakat luas bahwa memang ternyata tarif tol di 
Indonesia merupakan tarif tol “termahal” jika dibandingkan dengan negara-negara 
di Asia Tenggara lainnya. 
 
 
 “Sebagai perbandingannya adalah berikut ini. Rata-rata tarif tol di Indonesia 
per kilometernya berkisar antara Rp. 1.300-Rp. 1.500. Sementara di 
negara-negara anggota ASEAN, seperti Singapura Rp 778 per kilometer, Malaysia 
Rp 492 per km, Thailand dalam kisaran Rp. 440 per kilometernya. Bahkan 
dibanding dengan Vietnam dan Philipina pun tarif tol di Indonesia masih tinggi 
(mahal) tarifnya. Vietnam dalam kisaran Rp. 1200 per kilometer, sedangkan 
Philipina Rp. 1050 per kilometer.”
 
 
 Dengan merujuk fakta dan angka diatas, bukan hal yang aneh jika para pengguna 
jalan tol di Indonesia protes atas tarif tol yang mahal tersebut. [***] 
 
 
 Suhendra Ratu Prawiranegara
 Pemerhati infrastruktur dan kebijakan publik. Staf Khusus Menteri PU 
(2005-2009), Staf Khusus Menteri PUPR (2014-2018).
 
 
 
 
 
http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient
 不含病毒。www.avg.com 
http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient
 #DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2
 


Kirim email ke