Aneeeeh, ... disatu pihak ungkap jalan tol sepiiii, ... orang enggan
gunakan jalan tol Trans Jawa karena muuuaaaahal, termahal diAsia,
dipihak lain menyatakan segi negatif setelah adanya tol itu, MATI SURI
UMKM diwilayah pantura Jawa, khususnya batik Pekalongan! Omset menurun
sejak tol Trans Jawa dibuka, ... Kok bisa??? Bukankah kalau tol Trans
Jawa itu dinyatakan seeepiiiii, dan mobil-mobil masih lebih banyak
gunakan jalan lama, mestinya pengaruh atau dampak pada pedagang
sepanjang jalan tol itu tidak besar bahkan tidak ada artinya!
Yang jadi masalah, bagaimana bentuk pembangunan tol Trans Jawa ini,
dibangun oleh swasta, negara atau gabungan dengan bentuk kontrak sekian
tahun. Biarlah mereka harus hitung-hitung kembali sesuai kenyataan yang
dihadapi, ... tarif tol dirasakan kemahalan tidak sepadan dengan
kemampuan masyarakat, banyak orang tidak gunakan juga akan lebih rugi
dan lebih lama modal bisa kembali. Tentu dalam waktu dekat bisa terjadi
perubahan tarif tol dengan sendirinya, ...
Tapi, melihat pengalaman pembangunan infrastruktur di Tiongkok, jalan
tol, jalur KA tidak akan bisa untung hanya dari pembangunan jalan itu
sendiri, harus diikuti dengan investasi pembangunan perumahan,
pertokoan, perkebunan atau industri disekitar jalan yg dibangun itu.
Jadi, tidak bisa dirancang berdiri-sendiri tanpa diiringi serangkaian
rencana pembangunan yang saling menopang. Kalau tidak begitu yaa
RUGIIII, ... atau setidaknya proses pembangunan infrastruktur itu
dirasakan kurang efisien dan bisa cepat terlihat mendorong kemajuan
ekonomi nasional.
Jonathan Goeij [email protected] [GELORA45] 於 12/2/2019 5:55 寫道:
Wuik!!!!!!!
Inline image
---
“Sebagai perbandingannya adalah berikut ini. Rata-rata tarif tol di
Indonesia per kilometernya berkisar antara Rp. 1.300-Rp. 1.500.
Sementara di negara-negara anggota ASEAN, seperti Singapura Rp 778 per
kilometer, Malaysia Rp 492 per km, Thailand dalam kisaran Rp. 440 per
kilometernya. Bahkan dibanding dengan Vietnam dan Philipina pun tarif
tol di Indonesia masih tinggi (mahal) tarifnya. Vietnam dalam kisaran
Rp. 1200 per kilometer, sedangkan Philipina Rp. 1050 per kilometer.”
...
Tarif Tol Di Indonesia Termahal Se-Asia Tenggara
<https://www.rmol.co/read/2019/02/07/377729/Tarif-Tol-Di-Indonesia-Termahal-Se-Asia-Tenggara->
Tarif Tol Di Indonesia Termahal Se-Asia Tenggara
Rakyat Merdeka Online
CAPAIAN pembangunan infrastruktur jalan tol di Indonesia yang diklaim
oleh pemerintah, memang secara bijak harus...
<https://www.rmol.co/read/2019/02/07/377729/Tarif-Tol-Di-Indonesia-Termahal-Se-Asia-Tenggara->
PUBLIKA<https://rmol.co/rubrik.php?url=publika> KAMIS, 07 FEBRUARI
2019 , 14:39:00 WIB
Tarif Tol Di Indonesia Termahal Se-Asia Tenggara
<https://rmol.co/images/berita/normal/2019/02/577339_02464807022019_jokotol.jpg>
Presiden Joko Widodo/RMOL
CAPAIAN pembangunan infrastruktur jalan tol di Indonesia yang diklaim
oleh pemerintah, memang secara bijak harus diapresiasi. Seperti
diketahui pada akhir tahun 2018 lalu, Presiden Joko Widodo mengumumkan
dan meresmikan beberapa ruas Jalan Tol Trans Jawa.
Namun dari capaian tersebut tidak serta merta memberikan efek positif
atas sektor-sektor lainnya. Diantaranya sebagai berikut.
“Pembangunan jalan tol trans Jawa ini sudah barang tentu mengakuisisi
lahan-lahan produktif pertanian dan perkebunan. Baik itu lahan milik
perorangan masyarakat atau milik korporasi (perusahaan). Bahkan ada
juga lahan produktif milik BUMN. Jika yang terkena adalah lahan
produktif pertanian (sawah) tentu akan berdampak pada produksi padi
setempat.”
Selanjutnya, dampak negatif pembangunan tol trans Jawa ini adalah
mulai dirasakan perlahan mati surinya UMKM di wilayah pantura Jawa.
Khususnya Kota Pekalongan yang diketahui sebagai sentra batik nasional.
“Para pengusaha batik di Pekalongan sudah banyak mengeluh, dikarenakan
omset yang menurun semenjak tol trans Jawa beroperasi tersambung. Saya
mempunyai video, testimoni dari pedagang batik di Pekalongan. Hal
semacam ini merupakan koreksi dan kritik atas kebijakan pemerintah
dalam mengunggulkan infrastruktur khususnya jalan tol.”
Terkait dengan mahalnya tarif tol trans Jawa yang sudah dirasakan para
pengusaha logistik (angkutan barang). Yang mana diketahui angkutan
truk (pembawa logistik) telah berpindah kembali menggunakan jalan
nasional/ pantura. Dikarenakan tarif tol yang mahal.
“Biaya atau tarif tol bisa mencapai 1,5 -2 juta rupiah. Ini tentu akan
membuat para pengusaha logistik menjerit. Informasinya juga mereka
sudah lakukan protes kepada pemerintah. Yang mana pemerintah melalui
kementerian yang berwenang sudah merespon keluhan ini, untuk merevisi
besaran tarif. Kesimpulannya adalah sepertinya pemerintah mengakui
tarif tol trans Jawa kemahalan.”
Untuk diketahui oleh masyarakat luas bahwa memang ternyata tarif tol
di Indonesia merupakan tarif tol “termahal” jika dibandingkan dengan
negara-negara di Asia Tenggara lainnya.
“Sebagai perbandingannya adalah berikut ini. Rata-rata tarif tol di
Indonesia per kilometernya berkisar antara Rp. 1.300-Rp. 1.500.
Sementara di negara-negara anggota ASEAN, seperti Singapura Rp 778 per
kilometer, Malaysia Rp 492 per km, Thailand dalam kisaran Rp. 440 per
kilometernya. Bahkan dibanding dengan Vietnam dan Philipina pun tarif
tol di Indonesia masih tinggi (mahal) tarifnya. Vietnam dalam kisaran
Rp. 1200 per kilometer, sedangkan Philipina Rp. 1050 per kilometer.”
Dengan merujuk fakta dan angka diatas, bukan hal yang aneh jika para
pengguna jalan tol di Indonesia protes atas tarif tol yang mahal
tersebut. [***]
Suhendra Ratu Prawiranegara
Pemerhati infrastruktur dan kebijakan publik. Staf Khusus Menteri PU
(2005-2009), Staf Khusus Menteri PUPR (2014-2018).
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com