khan bisa bangga bilang biarpun pendapatan paling murah tetapi jalan tol paling
mahal.
On Tuesday, February 12, 2019, 2:44:42 AM PST, Tatiana Lukman
<[email protected]> wrote:
Eh, nggak salah tuh orang yang membanding-bandingkan tarif tol berbagai
negeri??? apa betul sih tarif di Indonesia yang paling mahal!!!?? bukan hoax
tuh?? he...he... Kan tidak sedikit pendukung Jokowi yang selalu MENOLAK untuk
mengakui bahwa pembangunan infrastruktur, termasuk jalan tol, hanya akan
dinikmati oleh orang kaya kelas menengah keatas. Jalan-jalan di Trans Papua,
sepiiii. Ya jelas sepi...Kapan bisa dipenuhi oleh penduduk Papua yang
jalan-jalan naik mobil?????
On Tuesday, February 12, 2019, 11:13:44 AM GMT+1, 'Lusi D.'
[email protected] [GELORA45] <[email protected]> wrote:
Tidak tergantung banyak atau tidaknya kendaraan yang lewat menggunakan
jalan tol, kalau tiap hari tidak bisa mengembalikan hutang dan bunganya,
maka yang berlaku adalah prinsip geo-politik - jalan tol resmi akan
menjadi milik kaum kapitalisnya.
Am Tue, 12 Feb 2019 01:24:35 +0100
schrieb "Sunny ambon [email protected] [GELORA45]"
<[email protected]>:
> *Mungkin harga ...tol mahal dimaksudkan supaya utang untuk pembuatan
> infrastruktur bisa dilunasi dalam waktu pendek dengan demikian laba
> bisa diperoleh dalam waktu sinkat pula, tetapi meleset perhitungan
> menjadi kenyataan *
>
> On Tue, Feb 12, 2019 at 12:20 AM Jonathan Goeij
> [email protected] [GELORA45] <[email protected]> wrote:
>
> >
> >
> >
> > Wuik!!!!!!!
> > [image: Inline image]
> >
> > ---
> > “Sebagai perbandingannya adalah berikut ini. Rata-rata tarif tol di
> > Indonesia per kilometernya berkisar antara Rp. 1.300-Rp. 1.500.
> > Sementara di negara-negara anggota ASEAN, seperti Singapura Rp 778
> > per kilometer, Malaysia Rp 492 per km, Thailand dalam kisaran Rp.
> > 440 per kilometernya. Bahkan dibanding dengan Vietnam dan Philipina
> > pun tarif tol di Indonesia masih tinggi (mahal) tarifnya. Vietnam
> > dalam kisaran Rp. 1200 per kilometer, sedangkan Philipina Rp. 1050
> > per kilometer.” ...
> > Tarif Tol Di Indonesia Termahal Se-Asia Tenggara
> > <https://www.rmol.co/read/2019/02/07/377729/Tarif-Tol-Di-Indonesia-Termahal-Se-Asia-Tenggara->
> >
> > Tarif Tol Di Indonesia Termahal Se-Asia Tenggara
> >
> > Rakyat Merdeka Online
> >
> > CAPAIAN pembangunan infrastruktur jalan tol di Indonesia yang
> > diklaim oleh pemerintah, memang secara bijak harus...
> >
> > <https://www.rmol.co/read/2019/02/07/377729/Tarif-Tol-Di-Indonesia-Termahal-Se-Asia-Tenggara->
> >
> >
> > PUBLIKA <https://rmol.co/rubrik.php?url=publika> KAMIS, 07
> > FEBRUARI 2019 , 14:39:00 WIB
> >
> >
> > [image: Tarif Tol Di Indonesia Termahal Se-Asia Tenggara]
> > <https://rmol.co/images/berita/normal/2019/02/577339_02464807022019_jokotol.jpg>
> >
> > Presiden Joko Widodo/RMOL
> >
> >
> > CAPAIAN pembangunan infrastruktur jalan tol di Indonesia yang
> > diklaim oleh pemerintah, memang secara bijak harus diapresiasi.
> > Seperti diketahui pada akhir tahun 2018 lalu, Presiden Joko Widodo
> > mengumumkan dan meresmikan beberapa ruas Jalan Tol Trans Jawa.
> >
> > Namun dari capaian tersebut tidak serta merta memberikan efek
> > positif atas sektor-sektor lainnya. Diantaranya sebagai berikut.
> >
> > “Pembangunan jalan tol trans Jawa ini sudah barang tentu
> > mengakuisisi lahan-lahan produktif pertanian dan perkebunan. Baik
> > itu lahan milik perorangan masyarakat atau milik korporasi
> > (perusahaan). Bahkan ada juga lahan produktif milik BUMN. Jika yang
> > terkena adalah lahan produktif pertanian (sawah) tentu akan
> > berdampak pada produksi padi setempat.”
> >
> >
> > Selanjutnya, dampak negatif pembangunan tol trans Jawa ini adalah
> > mulai dirasakan perlahan mati surinya UMKM di wilayah pantura Jawa.
> > Khususnya Kota Pekalongan yang diketahui sebagai sentra batik
> > nasional.
> >
> > “Para pengusaha batik di Pekalongan sudah banyak mengeluh,
> > dikarenakan omset yang menurun semenjak tol trans Jawa beroperasi
> > tersambung. Saya mempunyai video, testimoni dari pedagang batik di
> > Pekalongan. Hal semacam ini merupakan koreksi dan kritik atas
> > kebijakan pemerintah dalam mengunggulkan infrastruktur khususnya
> > jalan tol.”
> >
> > Terkait dengan mahalnya tarif tol trans Jawa yang sudah dirasakan
> > para pengusaha logistik (angkutan barang). Yang mana diketahui
> > angkutan truk (pembawa logistik) telah berpindah kembali
> > menggunakan jalan nasional/ pantura. Dikarenakan tarif tol yang
> > mahal.
> >
> > “Biaya atau tarif tol bisa mencapai 1,5 -2 juta rupiah. Ini tentu
> > akan membuat para pengusaha logistik menjerit. Informasinya juga
> > mereka sudah lakukan protes kepada pemerintah. Yang mana pemerintah
> > melalui kementerian yang berwenang sudah merespon keluhan ini,
> > untuk merevisi besaran tarif. Kesimpulannya adalah sepertinya
> > pemerintah mengakui tarif tol trans Jawa kemahalan.”
> >
> > Untuk diketahui oleh masyarakat luas bahwa memang ternyata tarif
> > tol di Indonesia merupakan tarif tol “termahal” jika dibandingkan
> > dengan negara-negara di Asia Tenggara lainnya.
> >
> > “Sebagai perbandingannya adalah berikut ini. Rata-rata tarif tol di
> > Indonesia per kilometernya berkisar antara Rp. 1.300-Rp. 1.500.
> > Sementara di negara-negara anggota ASEAN, seperti Singapura Rp 778
> > per kilometer, Malaysia Rp 492 per km, Thailand dalam kisaran Rp.
> > 440 per kilometernya. Bahkan dibanding dengan Vietnam dan Philipina
> > pun tarif tol di Indonesia masih tinggi (mahal) tarifnya. Vietnam
> > dalam kisaran Rp. 1200 per kilometer, sedangkan Philipina Rp. 1050
> > per kilometer.”
> >
> > Dengan merujuk fakta dan angka diatas, bukan hal yang aneh jika para
> > pengguna jalan tol di Indonesia protes atas tarif tol yang mahal
> > tersebut.. [***]
> >
> > Suhendra Ratu Prawiranegara
> > Pemerhati infrastruktur dan kebijakan publik. Staf Khusus Menteri PU
> > (2005-2009), Staf Khusus Menteri PUPR (2014-2018).
> >
> >
> >