itulah yg dikatakan Kwik Kian Gie: 
https://www.youtube.com/watch?v=grRn2Mwue0A&feature=youtu.be 
https://www.youtube.com/watch?v=grRn2Mwue0A&feature=youtu.be
 

---In [email protected], <ilmesengero@...> wrote :

 
 Mungkin harga ...tol mahal dimaksudkan supaya utang  untuk  pembuatan 
infrastruktur bisa dilunasi dalam waktu pendek dengan demikian laba bisa 
diperoleh dalam waktu sinkat pula, tetapi meleset perhitungan menjadi kenyataan 


 On Tue, Feb 12, 2019 at 12:20 AM Jonathan Goeij jonathangoeij@... 
mailto:jonathangoeij@... [GELORA45] <[email protected] 
mailto:[email protected]> wrote:

   
 

 Wuik!!!!!!!
 


 ---
 “Sebagai perbandingannya adalah berikut ini. Rata-rata tarif tol di Indonesia 
per kilometernya berkisar antara Rp. 1.300-Rp. 1.500. Sementara di 
negara-negara anggota ASEAN, seperti Singapura Rp 778 per kilometer, Malaysia 
Rp 492 per km, Thailand dalam kisaran Rp. 440 per kilometernya. Bahkan 
dibanding dengan Vietnam dan Philipina pun tarif tol di Indonesia masih tinggi 
(mahal) tarifnya. Vietnam dalam kisaran Rp. 1200 per kilometer, sedangkan 
Philipina Rp. 1050 per kilometer.”

 ...
 Tarif Tol Di Indonesia Termahal Se-Asia Tenggara 
https://www.rmol.co/read/2019/02/07/377729/Tarif-Tol-Di-Indonesia-Termahal-Se-Asia-Tenggara-
 

 Tarif Tol Di Indonesia Termahal Se-Asia Tenggara Rakyat Merdeka Online CAPAIAN 
pembangunan infrastruktur jalan tol di Indonesia yang diklaim oleh pemerintah, 
memang secara bijak harus... 
https://www.rmol.co/read/2019/02/07/377729/Tarif-Tol-Di-Indonesia-Termahal-Se-Asia-Tenggara-
 

 

 PUBLIKA  https://rmol.co/rubrik.php?url=publika KAMIS, 07 FEBRUARI 2019 , 
14:39:00 WIB



 

 https://rmol.co/images/berita/normal/2019/02/577339_02464807022019_jokotol.jpg
 Presiden Joko Widodo/RMOL


 

 CAPAIAN pembangunan infrastruktur jalan tol di Indonesia yang diklaim oleh 
pemerintah, memang secara bijak harus diapresiasi. Seperti diketahui pada akhir 
tahun 2018 lalu, Presiden Joko Widodo mengumumkan dan meresmikan beberapa ruas 
Jalan Tol Trans Jawa.

 

 Namun dari capaian tersebut tidak serta merta memberikan efek positif atas 
sektor-sektor lainnya. Diantaranya sebagai berikut. 
 

 “Pembangunan jalan tol trans Jawa ini sudah barang tentu mengakuisisi 
lahan-lahan produktif pertanian dan perkebunan. Baik itu lahan milik perorangan 
masyarakat atau milik korporasi (perusahaan). Bahkan ada juga lahan produktif 
milik BUMN. Jika yang terkena adalah lahan produktif pertanian (sawah) tentu 
akan berdampak pada produksi padi setempat.”


 

 Selanjutnya, dampak negatif pembangunan tol trans Jawa ini adalah mulai 
dirasakan perlahan mati surinya UMKM di wilayah pantura Jawa. Khususnya Kota 
Pekalongan yang diketahui sebagai sentra batik nasional. 
 

 “Para pengusaha batik di Pekalongan sudah banyak mengeluh, dikarenakan omset 
yang menurun semenjak tol trans Jawa beroperasi tersambung. Saya mempunyai 
video, testimoni dari pedagang batik di Pekalongan. Hal semacam ini merupakan 
koreksi dan kritik atas kebijakan pemerintah dalam mengunggulkan infrastruktur 
khususnya jalan tol.”
 

 Terkait dengan mahalnya tarif tol trans Jawa yang sudah dirasakan para 
pengusaha logistik (angkutan barang). Yang mana diketahui angkutan truk 
(pembawa logistik) telah berpindah kembali menggunakan jalan nasional/ pantura. 
Dikarenakan tarif tol yang mahal. 
 

 “Biaya atau tarif tol bisa mencapai 1,5 -2 juta rupiah. Ini tentu akan membuat 
para pengusaha logistik menjerit. Informasinya juga mereka sudah lakukan protes 
kepada pemerintah. Yang mana pemerintah melalui kementerian yang berwenang 
sudah merespon keluhan ini, untuk merevisi besaran tarif. Kesimpulannya adalah 
sepertinya pemerintah mengakui tarif tol trans Jawa kemahalan.”
 

 Untuk diketahui oleh masyarakat luas bahwa memang ternyata tarif tol di 
Indonesia merupakan tarif tol “termahal” jika dibandingkan dengan negara-negara 
di Asia Tenggara lainnya. 
 

 “Sebagai perbandingannya adalah berikut ini. Rata-rata tarif tol di Indonesia 
per kilometernya berkisar antara Rp. 1.300-Rp. 1.500. Sementara di 
negara-negara anggota ASEAN, seperti Singapura Rp 778 per kilometer, Malaysia 
Rp 492 per km, Thailand dalam kisaran Rp. 440 per kilometernya. Bahkan 
dibanding dengan Vietnam dan Philipina pun tarif tol di Indonesia masih tinggi 
(mahal) tarifnya. Vietnam dalam kisaran Rp. 1200 per kilometer, sedangkan 
Philipina Rp. 1050 per kilometer.”
 

 Dengan merujuk fakta dan angka diatas, bukan hal yang aneh jika para pengguna 
jalan tol di Indonesia protes atas tarif tol yang mahal tersebut. [***] 
 

 Suhendra Ratu Prawiranegara
 Pemerhati infrastruktur dan kebijakan publik. Staf Khusus Menteri PU 
(2005-2009), Staf Khusus Menteri PUPR (2014-2018).


 
 
 
 
 
 


 

Kirim email ke