Tidak tergantung banyak atau tidaknya kendaraan yang lewat menggunakan
jalan tol, kalau tiap hari tidak bisa mengembalikan hutang dan bunganya,
maka yang berlaku adalah prinsip geo-politik - jalan tol resmi akan
menjadi milik kaum kapitalisnya. 




Am Tue, 12 Feb 2019 01:24:35 +0100
  schrieb "Sunny ambon [email protected] [GELORA45]"
  <[email protected]>:

> *Mungkin harga ...tol mahal dimaksudkan supaya utang  untuk  pembuatan
> infrastruktur bisa dilunasi dalam waktu pendek dengan demikian laba
> bisa diperoleh dalam waktu sinkat pula, tetapi meleset perhitungan
> menjadi kenyataan *
> 
> On Tue, Feb 12, 2019 at 12:20 AM Jonathan Goeij
> [email protected] [GELORA45] <[email protected]> wrote:
> 
> >
> >
> >
> > Wuik!!!!!!!
> > [image: Inline image]
> >
> > ---
> > “Sebagai perbandingannya adalah berikut ini. Rata-rata tarif tol di
> > Indonesia per kilometernya berkisar antara Rp. 1.300-Rp. 1.500.
> > Sementara di negara-negara anggota ASEAN, seperti Singapura Rp 778
> > per kilometer, Malaysia Rp 492 per km, Thailand dalam kisaran Rp.
> > 440 per kilometernya. Bahkan dibanding dengan Vietnam dan Philipina
> > pun tarif tol di Indonesia masih tinggi (mahal) tarifnya. Vietnam
> > dalam kisaran Rp. 1200 per kilometer, sedangkan Philipina Rp. 1050
> > per kilometer.” ...
> > Tarif Tol Di Indonesia Termahal Se-Asia Tenggara
> > <https://www.rmol.co/read/2019/02/07/377729/Tarif-Tol-Di-Indonesia-Termahal-Se-Asia-Tenggara->
> >
> > Tarif Tol Di Indonesia Termahal Se-Asia Tenggara
> >
> > Rakyat Merdeka Online
> >
> > CAPAIAN pembangunan infrastruktur jalan tol di Indonesia yang
> > diklaim oleh pemerintah, memang secara bijak harus...
> >
> > <https://www.rmol.co/read/2019/02/07/377729/Tarif-Tol-Di-Indonesia-Termahal-Se-Asia-Tenggara->
> >
> >
> > PUBLIKA  <https://rmol.co/rubrik.php?url=publika> KAMIS, 07
> > FEBRUARI 2019 , 14:39:00 WIB
> >
> >
> > [image: Tarif Tol Di Indonesia Termahal Se-Asia Tenggara]
> > <https://rmol.co/images/berita/normal/2019/02/577339_02464807022019_jokotol.jpg>
> >
> > Presiden Joko Widodo/RMOL
> >
> >
> > CAPAIAN pembangunan infrastruktur jalan tol di Indonesia yang
> > diklaim oleh pemerintah, memang secara bijak harus diapresiasi.
> > Seperti diketahui pada akhir tahun 2018 lalu, Presiden Joko Widodo
> > mengumumkan dan meresmikan beberapa ruas Jalan Tol Trans Jawa.
> >
> > Namun dari capaian tersebut tidak serta merta memberikan efek
> > positif atas sektor-sektor lainnya. Diantaranya sebagai berikut.
> >
> > “Pembangunan jalan tol trans Jawa ini sudah barang tentu
> > mengakuisisi lahan-lahan produktif pertanian dan perkebunan. Baik
> > itu lahan milik perorangan masyarakat atau milik korporasi
> > (perusahaan). Bahkan ada juga lahan produktif milik BUMN. Jika yang
> > terkena adalah lahan produktif pertanian (sawah) tentu akan
> > berdampak pada produksi padi setempat.”
> >
> >
> > Selanjutnya, dampak negatif pembangunan tol trans Jawa ini adalah
> > mulai dirasakan perlahan mati surinya UMKM di wilayah pantura Jawa.
> > Khususnya Kota Pekalongan yang diketahui sebagai sentra batik
> > nasional.
> >
> > “Para pengusaha batik di Pekalongan sudah banyak mengeluh,
> > dikarenakan omset yang menurun semenjak tol trans Jawa beroperasi
> > tersambung. Saya mempunyai video, testimoni dari pedagang batik di
> > Pekalongan. Hal semacam ini merupakan koreksi dan kritik atas
> > kebijakan pemerintah dalam mengunggulkan infrastruktur khususnya
> > jalan tol.”
> >
> > Terkait dengan mahalnya tarif tol trans Jawa yang sudah dirasakan
> > para pengusaha logistik (angkutan barang). Yang mana diketahui
> > angkutan truk (pembawa logistik) telah berpindah kembali
> > menggunakan jalan nasional/ pantura. Dikarenakan tarif tol yang
> > mahal.
> >
> > “Biaya atau tarif tol bisa mencapai 1,5 -2 juta rupiah. Ini tentu
> > akan membuat para pengusaha logistik menjerit. Informasinya juga
> > mereka sudah lakukan protes kepada pemerintah. Yang mana pemerintah
> > melalui kementerian yang berwenang sudah merespon keluhan ini,
> > untuk merevisi besaran tarif. Kesimpulannya adalah sepertinya
> > pemerintah mengakui tarif tol trans Jawa kemahalan.”
> >
> > Untuk diketahui oleh masyarakat luas bahwa memang ternyata tarif
> > tol di Indonesia merupakan tarif tol “termahal” jika dibandingkan
> > dengan negara-negara di Asia Tenggara lainnya.
> >
> > “Sebagai perbandingannya adalah berikut ini. Rata-rata tarif tol di
> > Indonesia per kilometernya berkisar antara Rp. 1.300-Rp. 1.500.
> > Sementara di negara-negara anggota ASEAN, seperti Singapura Rp 778
> > per kilometer, Malaysia Rp 492 per km, Thailand dalam kisaran Rp.
> > 440 per kilometernya. Bahkan dibanding dengan Vietnam dan Philipina
> > pun tarif tol di Indonesia masih tinggi (mahal) tarifnya. Vietnam
> > dalam kisaran Rp. 1200 per kilometer, sedangkan Philipina Rp. 1050
> > per kilometer.”
> >
> > Dengan merujuk fakta dan angka diatas, bukan hal yang aneh jika para
> > pengguna jalan tol di Indonesia protes atas tarif tol yang mahal
> > tersebut.. [***]
> >
> > Suhendra Ratu Prawiranegara
> > Pemerhati infrastruktur dan kebijakan publik. Staf Khusus Menteri PU
> > (2005-2009), Staf Khusus Menteri PUPR (2014-2018).
> >
> > 
> >  

Kirim email ke