Bung Jo, Ya, dengan Holland American Line sepanjang pantai New Zealand. Crew Cabin dari indonesia. Crew kapal bagian mesin semuanya orang Indonesia, kepalanya insinyur Belanda. Kebetulan waktu itu saya dan teman dari Amerika kepingin tahu bikinnya air minum untuk kapal. Untung diijinkan, dan dijelaskan sendiri oleh insinyur Belanda, lulusan Delft. Ternyata dengan destillatie air laut pakai multiple efect evaporator seperti di pabrik gula. Tetapi air yang diperoleh seperti aquadest, sama sekali tidak ada mineralnya. Jadi supaya rasanya enak, harus dipompa lewat bau mineral. Saya tanya apa tidak beli sebagain dari pelabuhan yang disinggahi. Dia bilang, ya beli kalau harganya murah dan kwalitasnya bagus, terjamin hygienis. kalau tidak ya, dari buatan sendiri semua. Dia pesan-pesan, jangan beritahu penumpang lain, nani dia kerepotan terima penumpang untuk menjelaskan. Crewnya ada 2 dari Solo, sekota dengan saya, jadi ya ngobrol tentang peternakan ayam petelur dia, yang diurus istrinya. Ada yang dari Banyuwangi, sudah boleh mimpin di tempat makan. Bahasa Inggris mereka jauh lebih bagus dari pada jaman 10 tahun sebelumnya. Waktu itu orang dari Indonesia tidak ada yang dapat jabatan kepala regu, padahal hanya mimpin 6 orang saja di bediening. Waktu itu kepala regunya semua orang India atau orang Eropa Timur. Sekolah perhotelan di Indonesia laku keras. Salam, KH
Pada tanggal Sen, 25 Feb 2019 pukul 13.58 [email protected] [GELORA45] < [email protected]> menulis: > > > Tambahan: barangkali bung Djie pernah cruise dgn Holland-America dimana > majoritas crew nya dari Indonesia di bagian dining, restoran dan perawatan > cabin. > >
