Lha kan nda yang minta pengadilan kasus ini (Aaayoo, ... Buka pengadilan untuk 
pertanggungjawabkan kasus Kerusuhan Mei '98 itu), kenapa mendadak letoy begitu 
ditanya bagaimana harusnya Jokowi bersikap? Karena sudah tahu Jokowi tidak 
mampu bersikap (bahkan untuk menentukan cawapres) buat apa Anda berharap "ada 
baiknya"... 

Dalam urusan apa pun Rakyat tidak perlu menekan kalau Jokowi memang berpihak 
kepada Rakyat. Huru-hara Mei '98 menelan banyak sekali korban. Saat terbuka 
kesempatan untuk mengungkapnya (seperti sekarang) Jokowi harusnya berpihak 
kepada para korban, Rakyat. Bukan planga-plongo sekalipun revolusi 4.0 nya 
digilas sumpah pocong. 
Apa yang diharap dari kepemimpinan planga-plongo begini.

    --- [email protected] wrote: 
Lalu, ... apa kekuatan RAKYAT sudah CUKUP KUAT untuk MENEKAN  Jokowi mendorong 
tuntaskan kasus Kerusuhan Mei '98 ini??? Bukankah nampak jelas, untuk menentuka 
cawapres saja, Jokowi tidak mampu pertahankan pemikiran semula, Mahfud MD! 
Berubah begitu ada sedikit TEKANAN saja. Bahkan sebaliknya, saya amati kekuatan 
sebelah sono masih lebih kuat untuk menghalangi Jokowi mentuntaskan kasus 
Kerusuhan Mei '98 ini! Apalagi jenderal Wiranto yang bermasalah juga berada 
dikubunya sendiri!
 
 ajeg 於 3/3/2019 14:07 寫道:
           Cuma "ada baiknya"?ǃ? 
  Kelihatannya Anda marah tuh kasus Mei '98 dipetieskan selama 21 tahun. Tapi 
begitu ada kesempatan mengungkap kok cuma berharap, "ada baiknya" Jokowi 
mendorong orang lain(ǃ) untuk bergerak mengurus kasus ini... 
  
  Karena Anda mau Jokowi bersikap sepengecut itu (ada baiknya mendorong orang 
lain) ya berarti percumalah Jokowi ngecap revolusi 4..0 segala. Lha kabinetnya 
saja masih primitif. 
  Hidup kabinet sumpah pocongǃ
  
  
       --- SADAR@... wrote:       
 
 
Bagaimana seharusnya Jokowi bersikap menghadapi tantang-menantang 
jenderal-jenderal itu?
 
Karena selama 21 tahu ini siapa DALANG Kerusuhan Mei '98 TIDAK juga berhasil 
diungkap, bahkan  dipeti-eskan serapat-rapatnya, kesempatan keluarnya 
tantang-menantang, sampai "sumpah pocong!", ada baiknya Jokowi selaku Presiden 
bisa ikut mendorong aparat HUKUM bergerak menangani  dan TUNTASKAN Kerusuhan 
Mei '98, siapa DALANG sesungguhnya dan patut dijatuhi sanksi HUKUM!
 ajeg 於 2/3/2019 14:41 寫道:               
  Sebelum bicara penuntasan masalah kerusuhan Mei '98, menurut Anda bagaimana 
harusnya Jokowi bersikap soal tantang-menantang ini? Sekurangnya sebagai 
pertanggungjawaban mengangkat Wiranto menjadi menteri koordinator bidang hukum 
tapi bengak-bengoknya sumpah pocong.
   
    --- sadar@... wrote:    
Kivlan BEETUUUL, ...! Kenapa harus "SUMPAH POCONG!", sumpah setan yang tidak 
ada artinya, ... TIDAK SESUAI koridor HUKUM! Yang BENAR buka pengadilan 
tuntaskan siapa DALANG Kerusuhan Mei '98 itu! Buktikan  bahwa HUKUM dinegeri 
ini TEGAK seadil-adilnya! Tidak tajam kebawah tumpul keatas, tidak tajam 
ke-oposisi tumpul kepenguasa, ...! Aaayoo, ... Buka pengadilan untuk 
pertanggungjawabkan kasus Kerusuhan Mei '98 itu, siapa sesungguhnya DALANG 
Kerusuhan yang selama ini DISEMBUNYIKAN bahkan DILINDUNGI, Wiranto, Prabowo, 
Kivlan Zen???!!! TIDAK dihentikan dengan seruan  Wiranto: CUKUUUP! Bagaimanapun 
juga TUDUHAN Kivlan yg telah dilontarkan merupakan pintu masuk mengungkap 
kejadian sesungguhnya, siapa DALANG Kerusuhan, ... TEGAKKAN HUKUM 
sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, ....!!!
 
  
  TUNTASKAN KERUSUHAN Mei '98, Semanggi-I, Semanggi-II, Penculikan Aktivis, 
...yang selama ini tetap dipendam, dipeti-eskan!!!    
  
  ajeg 於 2/3/2019 1:12 寫道:
  
  Kivlan juga menantang Wiranto untuk menempuh mekanisme peradilan militer 
       
  
 
Wiranto: Cukup
 
 
  -----
  
    
Kivlan Zen Tantang Balik Wiranto Debat di TV soal Kerusuhan 1998
 
       IHSANUDDIN 
    Kompas.com - 27/02/2019, 10:00 WIB
    
    JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis 
Angkatan Darat (Kostrad) Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zen menantang Menteri 
Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan  Keamanan Wiranto untuk berdebat di 
televisi terkait dalang kerusuhan 1998.   
    "Kalau memang Wiranto berani, kita berdebat saja di Kompas TV. Saya akan 
bawa data-data dan saksi yang menunjukkan Wiranto sebagai dalang kerusuhan," 
kata Kivlan kepada Kompas.com, Rabu  (27/3/2019).   
    Hal ini disampaikan Kivlan menjawab tantangan dari Wiranto.Mantan Panglima 
ABRI itu sebelumnya menantang Kivlan Zen dan calon presiden nomor urut 02 
Prabowo Subianto sumpah pocong terkait  dalang kerusuhan 1998.   
      Tantangan itu disampaikan karena Kivlan sebelumnya menyebut Wiranto 
sebagai dalang kerusuhan.   
  Namun, Kivlan menolak tantangan sumpah pocong itu dan lebih memilih untuk 
berdebat di televisi.      
    "Saya tidak mau sumpah pocong, itu kan sumpah setan. Tidak sesuai koridor 
hukum. Kalau mau kita berdebat saja di semua media TV di Indonesia," katanya.   
    Bahkan, Kivlan juga menantang Wiranto untuk menempuh mekanisme peradilan 
militer atau pengadilan militer untuk benar-benar membuktikan siapa yang 
bertanggung jawab atas kerusuhan yang  terjadi.Kivlan menyebut saat kerusuhan 
pecah di Jakarta, Wiranto yang saat itu menjabat Panglima ABRI justru meminta 
tak ada pasukan dari luar daerah yang dikirim ke Jakarta.   
    "Kostrad mau kirim pasukan dari Jawa Tengah. Dia (Wiranto) bilang jangan. 
Apa bukan dalang kerusuhan kalau seperti itu," katanya.   
    Penulis : Ihsanuddin
    Editor : Inggried Dwi Wedhaswary    

Kirim email ke