Apa itu letoy? Hehehee, ...
Yang jadi masalah, Jokowi kan tidak mengurus diruang hampa, ...
disekitar dia juga ada kekuatan-kekuatan koalisi yg beraneka ragam,
bahkan dalam batas-batas tertentu bisa dikatakan anti-rakyat juga! Jadi,
sekalipun Jokowi hendak bela rakyat, bisa saja terganjal bahkan "ngalah"
nuruti tekanan sekelompok kekuatan lain. Itulah yg terjadi, ... gejala
aneh-aneh. Baik masalah Ahok maupun Baasyir yg terakhir ini.
ajeg [email protected] [GELORA45] 於 3/3/2019 17:17 寫道:
Lha kan nda yang minta pengadilan kasus ini (Aaayoo, ... Buka
pengadilan untuk pertanggungjawabkan kasus Kerusuhan Mei '98 itu),
kenapa mendadak letoy begitu ditanya bagaimana harusnya Jokowi
bersikap? Karena sudah tahu Jokowi tidak mampu bersikap (bahkan untuk
menentukan cawapres) buat apa Anda berharap "ada baiknya"...
Dalam urusan apa pun Rakyat tidak perlu menekan kalau Jokowi memang
berpihak kepada Rakyat. Huru-hara Mei '98 menelan banyak sekali
korban. Saat terbuka kesempatan untuk mengungkapnya (seperti sekarang)
Jokowi harusnya berpihak kepada para korban, Rakyat. Bukan
planga-plongo sekalipunrevolusi 4.0 nya digilas sumpah pocong.
Apa yang diharap dari kepemimpinan planga-plongo begini.
--- [email protected] wrote:
Lalu, ... apa kekuatan RAKYAT sudah CUKUP KUAT untuk MENEKAN Jokowi
mendorong tuntaskan kasus Kerusuhan Mei '98 ini??? Bukankah nampak
jelas, untuk menentuka cawapres saja, Jokowi tidak mampu pertahankan
pemikiran semula, Mahfud MD! Berubah begitu ada sedikit TEKANAN saja.
Bahkan sebaliknya, saya amati kekuatan sebelah sono masih lebih kuat
untuk menghalangi Jokowi mentuntaskan kasus Kerusuhan Mei '98 ini!
Apalagi jenderal Wiranto yang bermasalah juga berada dikubunya sendiri!
ajeg 於 3/3/2019 14:07 寫道:
Cuma *"ada baiknya"*?ǃ?
KelihatannyaAnda marah tuh kasus Mei '98 dipetieskan selama 21 tahun.
Tapi begitu ada kesempatan mengungkap kok cuma berharap, "ada baiknya"
Jokowi mendorong orang lain(ǃ) untuk bergerak mengurus kasus ini...
Karena Anda mau Jokowi bersikap sepengecut itu (ada baiknya mendorong
orang lain) ya berarti percumalah Jokowi ngecap revolusi 4..0 segala.
Lha kabinetnya saja masih primitif.
Hidup kabinet sumpah pocongǃ
--- SADAR@... wrote:
Bagaimana seharusnya Jokowi bersikap menghadapi tantang-menantang
jenderal-jenderal itu?
Karena selama 21 tahu ini siapa DALANG Kerusuhan Mei '98 TIDAK juga
berhasil diungkap, bahkan dipeti-eskan serapat-rapatnya, kesempatan
keluarnya tantang-menantang, sampai "sumpah pocong!", ada baiknya
Jokowi selaku Presiden bisa ikut mendorong aparat HUKUM bergerak
menangani dan TUNTASKAN Kerusuhan Mei '98, siapa DALANG sesungguhnya
dan patut dijatuhi sanksi HUKUM!
ajeg 於 2/3/2019 14:41 寫道:
Sebelum bicarapenuntasan masalah kerusuhan Mei '98, menurut Anda
bagaimana harusnya Jokowi bersikap soal tantang-menantang ini?
Sekurangnya sebagai pertanggungjawaban mengangkat Wiranto menjadi
menteri koordinator bidang hukum tapi bengak-bengoknya sumpah pocong.
--- sadar@... wrote:
Kivlan BEETUUUL, ...! Kenapa harus "SUMPAH POCONG!", sumpah setan yang
tidak ada artinya, ... TIDAK SESUAI koridor HUKUM! Yang BENAR buka
pengadilan tuntaskan siapa DALANG Kerusuhan Mei '98 itu! Buktikan
bahwa HUKUM dinegeri ini TEGAK seadil-adilnya! Tidak tajam kebawah
tumpul keatas, tidak tajam ke-oposisi tumpul kepenguasa, ...! Aaayoo,
... Buka pengadilan untuk pertanggungjawabkan kasus Kerusuhan Mei '98
itu, siapa sesungguhnya DALANG Kerusuhan yang selama ini DISEMBUNYIKAN
bahkan DILINDUNGI, Wiranto, Prabowo, Kivlan Zen???!!! TIDAK dihentikan
dengan seruan Wiranto: CUKUUUP! Bagaimanapun juga TUDUHAN Kivlan yg
telah dilontarkan merupakan pintu masuk mengungkap kejadian
sesungguhnya, siapa DALANG Kerusuhan, ... TEGAKKAN HUKUM
sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, ....!!!
TUNTASKAN KERUSUHAN Mei '98, Semanggi-I, Semanggi-II, Penculikan
Aktivis, ...yang selama ini tetap dipendam, dipeti-eskan!!!
ajeg 於 2/3/2019 1:12 寫道:
Kivlan juga menantang Wiranto untuk menempuh mekanisme peradilan militer
Wiranto: Cukup
<https://nasional.tempo.co/read/1180049/ditantang-debat-kivlan-zen-wiranto-saya-sudah-cukup-komentar/full&view=ok>
*
*
*-----
*
Kivlan Zen Tantang Balik Wiranto Debat di TV soal Kerusuhan 1998
****
IHSANUDDIN
Kompas.com - 27/02/2019, 10:00 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis
Angkatan Darat (Kostrad) Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zen menantang
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto untuk
berdebat di televisi terkait dalang kerusuhan 1998.
"Kalau memang Wiranto berani, kita berdebat saja di Kompas TV. Saya
akan bawa data-data dan saksi yang menunjukkan Wiranto sebagai dalang
kerusuhan," kata Kivlan kepada Kompas.com, Rabu (27/3/2019).
Hal ini disampaikan Kivlan menjawab tantangan dari Wiranto.Mantan
Panglima ABRI itu sebelumnya menantang Kivlan Zen dan calon presiden
nomor urut 02 Prabowo Subianto sumpah pocong terkait dalang kerusuhan
1998.
Tantangan itu disampaikan karena Kivlan sebelumnya menyebut Wiranto
sebagai dalang kerusuhan.
Namun, Kivlan menolak tantangan sumpah pocong itu dan lebih memilih
untuk berdebat di televisi.
"Saya tidak mau sumpah pocong, itu kan sumpah setan. Tidak sesuai
koridor hukum. Kalau mau kita berdebat saja di semua media TV di
Indonesia," katanya.
Bahkan, Kivlan juga menantang Wiranto untuk menempuh mekanisme
peradilan militer atau pengadilan militer untuk benar-benar
membuktikan siapa yang bertanggung jawab atas kerusuhan yang
terjadi.Kivlan menyebut saat kerusuhan pecah di Jakarta, Wiranto yang
saat itu menjabat Panglima ABRI justru meminta tak ada pasukan dari
luar daerah yang dikirim ke Jakarta.
"Kostrad mau kirim pasukan dari Jawa Tengah. Dia (Wiranto) bilang
jangan. Apa bukan dalang kerusuhan kalau seperti itu," katanya.
Penulis : Ihsanuddin
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com