Bung Jo, Tembok "besar" Tiongkok yang panjang sekali itu sudah sejak ribuan tahun dibangun oleh negeri2 kecil di Tiongkok untuk melindungi diri dari negeri tetangganya dan juga dari serangan musuh dari luar Tiongkok (dari Utara). Waktu Tiongkok berhasil disatukan oleh Qing Shi Huang, tembok2 ini disambung jadi panjang sekali. Di sana sini ada yang lebih diperkuat. Tetapi bukan apa-apa kalau dibandingkan dengan tembok besar Tiongkok yang dibangun oleh jendral Qi Jiguang tidak jauh dari Beijing, yang luar biasa inggi, besar, lebar, dilengkapi dengan menara2 pengawas dan pemanah-pemanah. Yang benar2 Great all itu yang dibangun oleh Qu jiguang. Yang lain2 tidak begitu kuat. malah sudah ada yang mulai runtuh. In the next year, he was given command of the troops in Jizhou to defend against the Mongols. Qi oversaw the repair work on the segment of the Great Wall <https://en.wikipedia.org/wiki/Great_Wall> between Shanhai Pass <https://en.wikipedia.org/wiki/Shanhai_Pass> and Juyong Pass <https://en.wikipedia.org/wiki/Juyong_Pass>. He also directed the construction of watchtowers along the wall. After two years of hard work, more than 1,000 watchtowers were completed, giving the defensive capability in the north a great boost. https://en.wikipedia.org/wiki/Qi_Jiguang https://www.youtube.com/watch?v=yRKS2b3Ugz8 https://www.youtube.com/watch?v=ZySzaWtmo3Q https://www.youtube.com/watch?v=GKtotUrgVPI Salam, KH
Pada tanggal Sen, 4 Mar 2019 pukul 06.00 [email protected] [GELORA45] < [email protected]> menulis: > > > Sosialisme yang berciri khas Tiongkok versus demokrasi Barat ala Amerika, > baru bertanding. Faktanya adalah Tkk telah berhasil memajukan negaranya dgn > cepat. Saya lihat demokrasi ala Amerika tidak sedikit kelemahannya dimana > partai Republican dan Democrat sering mementingkan kepentingan pribadi > pemimpinnya dan partainya daripada kepentingan nasional-nya. Mau membuat > high speed train dari Los Angeles ke San Francisco sudah ber-tahun2 tidak > terlaksana karena ribut berdiskusi terus. Mau membuat tembok antara Amerika > dan Mexico (yg memangnya tidak perlu) tidak terlaksana, juga karena sistim > demokrasi Barat. Rencananya, mau membuat tembok/wall, kemudian bilang > fence/pagar dan kemudian pembatas/barrier juga boleh. Tkk membuat high > speed train yg panjangnya lebih panjang dari jumlah rel high speed train > diseluruh dunia dalam waktu yg tidak lama. Tkk telah membuat great wall > (megah) yg panjangnya ribuan kilometer 2500 tahun yg lalu sedangkan > Amerika membuat pagar saja tidak terlaksana, ya karena ribut terus dari > hasil demokrasi, > > Entah sistim mana yg akan banyak ditiru di masa depan. > > > ---In [email protected], <SADAR@...> wrote : > > Pakar ASEAN Nilai Positif Sistem Sosialisme Berkepribadian Tiongkok > 2019-03-04 11:00:32 > > Tahun ini adalah genap 70 tahun berdirinya Republik Rakyat Tiongkok, juga > adalah tahun kunci untuk selesai membangun masyarakat cukup sejahtera. > Selama beberapa hari ini, para pakar dan sarjana luar negeri menaruh > perhatian sepenuhnya terhadap penyelenggaraan sidang Majelis > Permusyawaratan Politik Rakyat (MPPR) dan sidang Kongres Rakyat Nasional > (KRN) Tiongkok tahun ini, sementara menilai positif sistem sosialisme yang > berciri khas Tiongkok, menantikan lebih banyak sinyal positif dari kedua > sidang tersebut, meluncurkan lebih banyak kebijakan baru, membawa lebih > banyak peluang baru kepada kemakmuran dunia. > > Harian “Business Mirror” Filipina meluncurkan artikel penulis Ernesto > Hilario yang menaruh perhatian terhadap pembangunan Tiongkok selama 40 > tahun. Ia berpendapat, ekonomi dan sosial Tiongkok tak mungkin mencapai > keberhasilan seperti sekarang ini tanpa pimpinan Partai Komunis Tiongkok > (PKT). “PKT memiliki tekad tegas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan > memperbaiki kehidupan rakyat. Sistem sosialisme yang berkepribadian > Tiongkok mengembangkan vitalitas yang amat besar, merupakan jaminan sistem > fundamental bagi perkembangan dan kemajuan Tiongkok pada zaman sekarang.” > > Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia, Hariyadi Sukamdani menyatakan, > Tiongkok telah mencapai hasil nyata di bidang teknologi, ekonomi digital > mengundang perhatian umum, transformasi dan eskalasi strukturisasi penuh > dengan daya hidup. Tiongkok dengan tegas menempuh jalan sosialisme yang > berkepribadian Tiongkok, jalan tersebut merupakan jalan keamanan negara > yang mengalami ujian. > > Wakil Direktur Kantor Komite Sentral Partai Revolusioner Rakyat Laos > pernah belajar di Beijing dan berulang kali mengunjungi Tiongkok. Ia sangat > memperhatikan penyelenggaraan sidang MPPR dan sidang KRN, dan menganggap > bahwa kedua sidang itu telah memperlihatkan pengalaman perkembangan dan > arah kebijakan. Tiongkok telah mencapai keberhasilan di bidang-bidang > ekonomi dan iptek, khususnya menyelesaikan masalah kemiskinan, tingkat > pengurangan penduduk miskin dan perbaikan lingkungan hidup di daerah miskin > telah meninggalkan kesan mendalam. > > > > <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient> > 不含病毒。www.avg.com > <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient> > <#m_-7531108886154060061_DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2> > > >
