Proses perkembangan masyarakat, ambillah dari jaman perbudakan menjadi
jaman feodal, kemudian dari jaman feodal menjadi kapitalis dan
perkembangan selanjutnya menjadi jaman sosialis yang masih ada klas
menjadi masyarakat komunis yg tidak ada klas lagi. Jadi, perkembangan
masyarakat kapitalis yg berlaku hubungan-produksi kapitalis atau sistem
kapitalisme itu akan berubah dan digantikan dengan sistem sosialisme
bisa dikatakan sudah menjadi keharusan dan kepastian, ...! Yang menjadi
masalah, jalan menuju masyarakat sosialisme, dimana merupakan masyarakat
adil dan makmur itu bisa terwujudkan menjadi kenyataan, belum ada contoh
konkrit!
Setiap bangsa dinegara masing-masing harus berani menemukan jalannya
sendiri sesuai kondisi masyarakat yang dihadapi, tidak seorangpun
didunia yang bisa menunjukkan jalan sosialisme yg dianggap paling tepat
dan benar. Lenin-Stalin yg sempat menepuk dada negara sosialis pertama
didunia, ternyata PKUS hanya mampu bertahan 70-an tahun dan tersungkur
ambruk dengan sendirinya. Tentu akibat dari kesalahan-kesalahan yang
terjadi, ... Deng yang berani mengkoreksi kesalahan dan meneruskan jalan
sosialis berkepribadian Tiongkok, memadukan keunggulan sistem sosialisme
dan keunggulan sistem kapitalisme, dengan apa yang dikenal ekonomi
pasar-sosialisme selama 40 tahun terakhir ini mencapai kemajuan dan
kemakmuran yg telah menjadi "ANCAMAN" berat bagi AS, ...!
Bagaimana memandang sistem yang dijalankan PKT sekarang ini, apakah
sudah berubah menjadi kapitalisme, menjalankan sistem kapitalisme
dibawah diktatur proletariat, atau sebaliknya menjadi komunisme yang
demokratis, karena kenyataan mirip-mirip ada kesamaan, tapi juga TIDAK
SEPENUHNYA sama. Kapitalisme tidak penuh, juga tidak sepenuhnya sama
dengan jalan Sosialisme yg dijalankan Lenin dahulu, ... makanya tidak
salah dikatakan Jalan Sosialisme berkepribadian Tiongkok, tidak ada
keduanya didunia ini! Jalan BARU yg memang belum pernah ditempuh didunia
ini menuju masyarakat sosialisme, ...
ajeg 於 6/3/2019 0:20 寫道:
Kenapa berkeyakinan salahsatu darikapitalisme dan sosialisme harus
mati? Kenapa juga berantakannya PKUS dijadikan bukti kapitalisme lebih
benar dari sosialisme? Ya kalau yakin sosialisme sudah mati, maka
konsekuensi 'K' pada PKT pastilah 'kapitalisme'.
PKUS berantakan, iya. Tapi itu partai komunis. Tidak mewakili
sosialisme secara keseluruhan. Kapitalisme tidak mati-mati karena
pandai berubah? Ya iyalah, dan sekarang survive juga dalam PKT.
Maklum, kapitalisme itu lebih hebat dari bunglon. Penyamarannyaalus,
sampai-sampai orang nggak sadar didoktrin, "kapitalisme itu
demokratis" heheee......
--- SADAR@... wrote:
Menurut pengamatan saya, semula sistem kapitalisme sekalipun menuntut
kebebasan yang jauh lebih DEMOKRATIS ketimbang sistem feodal, ...
belum menjurus liberalisme. Perkembangan selanjutnya, setelah tumbuh
menjadi imperialisme dan banyak negara koloni menuntut kemerdekaan,
muncul yang namanya neoliberalisme, neolib yg kita kenal sekarang ini.
Itulah perubahan, perkembangan sistem kapitalisme yang terjadi, dan
dengan adanya perubahan atau perbaikan dan penyempurnaan sistem nya
itulah kapitalisme bisa eksis sampai sekarang ini, sekalipun
kapitalisme menghadapi berulangkali krisis-ekonomi yg serius dan sudah
dinyatakan sedang menggali liang kuburnya sendiri oleh Marx lebih
seabad yl. Tapi kenyataan, tidak mati2! Sebaliknya, PKUS, negara
sosialis pertama didunia yg ditegakkan Lenin, dalam 70 tahunan sudah
tersungkur ambruk dengan sendirinya lebih dahulu. Mengapa?
Karena sistem kapitalisme dalam kenyataan bisa terus berubah
memperbaiki dan menyempurnakan sistemnya utk terus maju! Sedang sitem
sosialisme jadi TERPAKU oleh dogma-mati yg tidak bisa menerima
perubahan/perbaikan. Sebaliknya bersikap menekan, menyisihkan
kader/anggota yg berani mengajukan KRITIK perbaikan, ... dijebloskan
dalam kamp-konsentrasi kerja bahkan dianiaya sampai mati!
Itulah sebab sistem sosialisme juga HARUS selalu berubah dan
berkembang untuk maju lebih baik dan lebih cepat agar berkemampuan
bersaing dan mengalahkan sistem kapitalisme! Kalau saja mau mandeg
dengan mempertahankan mati-matian Jalan Revolusi Sosialis
Oktober-Lenin sebagai satu-satunya jalan sosialisme yg dianggap PALING
BENAR, lalu yg berani mengoreksi kesalahan yg terjadi dianggap REMO
yang menempuh jalan kapitalisme dan patut dikutuk, ... itu namanya
REAKSIONER yang menepuk dada Pembela rakyat dan hidup didalam
tempurung saja!
ajeg 於 5/3/2019 2:22 寫道:
Kapitalisme itu liberal ding, bukan demokratis.Pengusaha bebas jadi
penguasa, peng-peng bebas mengatur negara seperti pasar, pasar
(Rakyat) bebas dijepit arus produksi vs konsumsi, dan akhirnya
kapitalis bebas ambil keuntungan seenaknya. Bebas, bebas, bebas.
--- SADAR@... wrote:
Pertarungan antara sistem kapitalisme dan sistem sosialisme masih
terus berlangsung dan akan terjadi dalam jangka waktu panjang, sangat
panjang sampai akhirnya sistem sosialisme sepenuhnya menggantikan
sistem kapitalisme, ... terwujudlah masyarakat sosialisme sebagai
kelanjutan masyarakat kapitalisme yang dinyatakan Marx lebih 120 tahun
yl. Terwujud masyarakat adil dan makmur dalam kenyataan yang
kemakmurannya raltif merata dan bisa dinikmati bersama dengan lebih
adil, ...
Selama ini orang menafsirkan sistem kapitalisme jauh lebih demokratis
dengan membiarkan pasar-bebas tidak dikendalikan negara, sebaliknya
sistem sosialisme berlakukan DIKTATUR Proletariat yg hakekatnya berada
ditangan ketua Partai Komunis, yg hakekatnya TIDAK ada demokratis,
sedang dibidang ekonomi TIDAK ada kebabasan persorangan, semua milik
negara dan dijalankan sepenuhnya oleh pemerintah dengan ekonomi berencana.
Demokrasi dan diktatur adalah satu kesatuan dari segi-segi yang
bertentangan, yang seharusnya dibuat keseimbangan yang baik. Jangan
jomblang apalagi dalam waktu berkepanjangan hanya menekankan satu
segi, demokrasi atau diktatur nya saja! Sama-sama akan jadi CELAKA,
sama-sama merugikan rakyat banyak! Didalam pemerintah yang jalankan
sistem kapitalisme, tentu juga ada batas-batas demokrasi yang
dijalankan dan pada titik tertentu pemerintah ambil oper menentukan
kebijakan sesuai ketentuan-ketentuan Konstitusi dan UU yg ada.
Sedang di negara-negara sosialis, ambillah dedengkotnya Sovyet dan
RRT, yg jalankan Diktatur Proletariat, akhirnya dalam praktek terjadi
diktatur Ketua Partai, baik Stalin maupun Mao, ... dalam prakteknya
membuat KESALAHAN jadi begitu kerasnya menyingkirkan banyak
kader/anggota yang beda pendapat, ... begitu banyak kader/anggota yg
dijebloskan dalam kamp-konsentrasi kerja untuk cuci-otak yg beda
pendapat dengan segala tuduhan yg nyaris tidak dibuktikan lebih dahulu
melalui proses pengadilan yang sah dan adil. Akhirnya PKUS terjungkel
dengan sendirinya setelah berkuasa 70 tahun.
Sedang Deng berani mengoreksi kesalahan-kesalahan yg telah terjadi,
... sekalipun pertahankan Diktatur Proletariat dengan kekuasaan Partai
tunggal, PKT, selalu menekankan keharusan pimpinan-kolektif di PKT dan
kembali mengembangkan DEMOKRASI lebih luas didalam partai. Tidak lagi
bisa dan boleh hanya menekankan dan mendengarkan Ketua PKT saja.
Membiarkan fraksi-fraksi beda pendapat bersuara dan saling diskusi
terbuka. Bahkan bulan yl. Li Rui, mantan sekretaris Ketua Mao yang
dikenal membawakan suara Sosial-Demokrat, saat meninggal diusia 101
tahun, tetap upacara Pemakaman dilangsungkan di Ba Baoshan dengan
peti-mati ditutupi bendera Partai dan tokoh pimpinan PKT juga kasih
karangan bunga. Beberapa tahun yl. Xi Jinping juga berani membubarkan
kamp-konsentrasdi kerja yang tidak manusiawi itu dan entah sudah
menelan berapa banyak korban jiwa, ... Dianggap beda-pendapat
boleh-boleh saja dan perbedaan pandangan ideologi yang terjadi hanya
bisa diselesaikan dengan diskusi, adu argumentasi, dengan pendidikan
bukan dengan paksa dan kekerasan menuntut orang melepas pendapatnya.
Prinsip kebenaran dibuktikan dalam praktek, itulah yang harus dipegang!
Kalau saja PKT bisa meneruskan tradisi pimpinan-kolektif dengan
mengembangkan DEMOKRASI lebih baik didalam Partai, barulah ada jaminan
berkemampuan meneruskan TUGAS PIMPINAN, membawa 1,4 milyar Rakyat
Tiongkok membangun masyarakat adil dan makmur lebih baik dan lebih
cepat lagi!
Salam,
ChanCT
bhjo@... <mailto:[email protected]> 於 4/3/2019 12:59 寫道:
Sosialisme yang berciri khas Tiongkok versus demokrasi Barat ala
Amerika, baru bertanding. Faktanya adalah Tkk telah berhasil memajukan
negaranya dgn cepat. Saya lihat demokrasi ala Amerika tidak sedikit
kelemahannya dimana partai Republican dan Democrat sering mementingkan
kepentingan pribadi pemimpinnya dan partainya daripada kepentingan
nasional-nya. Mau membuat high speed train dari Los Angeles ke San
Francisco sudah ber-tahun2 tidak terlaksana karena ribut berdiskusi
terus. Mau membuat tembok antara Amerika dan Mexico (yg memangnya
tidak perlu) tidak terlaksana, juga karena sistim demokrasi Barat.
Rencananya, mau membuat tembok/wall, kemudian bilang fence/pagar dan
kemudian pembatas/barrier juga boleh. Tkk membuat high speed train yg
panjangnya lebih panjang dari jumlah rel high speed train diseluruh
dunia dalam waktu yg tidak lama. Tkk telah membuat great wall (megah)
yg panjangnya ribuan kilometer 2500 tahun yg lalu sedangkan Amerika
membuat pagar saja tidak terlaksana, ya karena ribut terus dari hasil
demokrasi,
Entah sistim mana yg akan banyak ditiru di masa depan.
--- SADAR@... <mailto:SADAR@...> wrote :
Pakar ASEAN Nilai Positif Sistem Sosialisme Berkepribadian Tiongkok
2019-03-04 11:00:32
Tahun ini adalah genap 70 tahun berdirinya Republik Rakyat Tiongkok,
juga adalah tahun kunci untuk selesai membangun masyarakat cukup
sejahtera. Selama beberapa hari ini, para pakar dan sarjana luar
negeri menaruh perhatian sepenuhnya terhadap penyelenggaraan sidang
Majelis Permusyawaratan Politik Rakyat (MPPR) dan sidang Kongres
Rakyat Nasional (KRN) Tiongkok tahun ini, sementara menilai positif
sistem sosialisme yang berciri khas Tiongkok, menantikan lebih banyak
sinyal positif dari kedua sidang tersebut, meluncurkan lebih banyak
kebijakan baru, membawa lebih banyak peluang baru kepada kemakmuran dunia.
Harian “Business Mirror” Filipina meluncurkan artikel penulis Ernesto
Hilario yang menaruh perhatian terhadap pembangunan Tiongkok selama 40
tahun. Ia berpendapat, ekonomi dan sosial Tiongkok tak mungkin
mencapai keberhasilan seperti sekarang ini tanpa pimpinan Partai
Komunis Tiongkok (PKT). “PKT memiliki tekad tegas untuk mendorong
pertumbuhan ekonomi dan memperbaiki kehidupan rakyat. Sistem
sosialisme yang berkepribadian Tiongkok mengembangkan vitalitas yang
amat besar, merupakan jaminan sistem fundamental bagi perkembangan dan
kemajuan Tiongkok pada zaman sekarang.”
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia, Hariyadi Sukamdani
menyatakan, Tiongkok telah mencapai hasil nyata di bidang teknologi,
ekonomi digital mengundang perhatian umum, transformasi dan eskalasi
strukturisasi penuh dengan daya hidup. Tiongkok dengan tegas menempuh
jalan sosialisme yang berkepribadian Tiongkok, jalan tersebut
merupakan jalan keamanan negara yang mengalami ujian.
Wakil Direktur Kantor Komite Sentral Partai Revolusioner Rakyat Laos
pernah belajar di Beijing dan berulang kali mengunjungi Tiongkok. Ia
sangat memperhatikan penyelenggaraan sidang MPPR dan sidang KRN, dan
menganggap bahwa kedua sidang itu telah memperlihatkan pengalaman
perkembangan dan arah kebijakan. Tiongkok telah mencapai keberhasilan
di bidang-bidang ekonomi dan iptek, khususnya menyelesaikan masalah
kemiskinan, tingkat pengurangan penduduk miskin dan perbaikan
lingkungan hidup di daerah miskin telah meninggalkan kesan mendalam.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com