Pertarungan antara sistem kapitalisme dan sistem sosialisme masih terus
berlangsung dan akan terjadi dalam jangka waktu panjang, sangat panjang
sampai akhirnya sistem sosialisme sepenuhnya menggantikan sistem
kapitalisme, ... terwujudlah masyarakat sosialisme sebagai kelanjutan
masyarakat kapitalisme yang dinyatakan Marx lebih 120 tahun yl.
Terwujud masyarakat adil dan makmur dalam kenyataan yang kemakmurannya
raltif merata dan bisa dinikmati bersama dengan lebih adil, ...
Selama ini orang menafsirkan sistem kapitalisme jauh lebih demokratis
dengan membiarkan pasar-bebas tidak dikendalikan negara, sebaliknya
sistem sosialisme berlakukan DIKTATUR Proletariat yg hakekatnya berada
ditangan ketua Partai Komunis, yg hakekatnya TIDAK ada demokratis,
sedang dibidang ekonomi TIDAK ada kebabasan persorangan, semua milik
negara dan dijalankan sepenuhnya oleh pemerintah dengan ekonomi berencana.
Demokrasi dan diktatur adalah satu kesatuan dari segi-segi yang
bertentangan, yang seharusnya dibuat keseimbangan yang baik. Jangan
jomblang apalagi dalam waktu berkepanjangan hanya menekankan satu segi,
demokrasi atau diktatur nya saja! Sama-sama akan jadi CELAKA, sama-sama
merugikan rakyat banyak! Didalam pemerintah yang jalankan sistem
kapitalisme, tentu juga ada batas-batas demokrasi yang dijalankan dan
pada titik tertentu pemerintah ambil oper menentukan kebijakan sesuai
ketentuan-ketentuan Konstitusi dan UU yg ada.
Sedang di negara-negara sosialis, ambillah dedengkotnya Sovyet dan RRT,
yg jalankan Diktatur Proletariat, akhirnya dalam praktek terjadi
diktatur Ketua Partai, baik Stalin maupun Mao, ... dalam prakteknya
membuat KESALAHAN jadi begitu kerasnya menyingkirkan banyak
kader/anggota yang beda pendapat, ... begitu banyak kader/anggota yg
dijebloskan dalam kamp-konsentrasi kerja untuk cuci-otak yg beda
pendapat dengan segala tuduhan yg nyaris tidak dibuktikan lebih dahulu
melalui proses pengadilan yang sah dan adil. Akhirnya PKUS terjungkel
dengan sendirinya setelah berkuasa 70 tahun.
Sedang Deng berani mengoreksi kesalahan-kesalahan yg telah terjadi, ...
sekalipun pertahankan Diktatur Proletariat dengan kekuasaan Partai
tunggal, PKT, selalu menekankan keharusan pimpinan-kolektif di PKT dan
kembali mengembangkan DEMOKRASI lebih luas didalam partai. Tidak lagi
bisa dan boleh hanya menekankan dan mendengarkan Ketua PKT saja.
Membiarkan fraksi-fraksi beda pendapat bersuara dan saling diskusi
terbuka. Bahkan bulan yl. Li Rui, mantan sekretaris Ketua Mao yang
dikenal membawakan suara Sosial-Demokrat, saat meninggal diusia 101
tahun, tetap upacara Pemakaman dilangsungkan di Ba Baoshan dengan
peti-mati ditutupi bendera Partai dan tokoh pimpinan PKT juga kasih
karangan bunga. Beberapa tahun yl. Xi Jinping juga berani membubarkan
kamp-konsentrasdi kerja yang tidak manusiawi itu dan entah sudah menelan
berapa banyak korban jiwa, ... Dianggap beda-pendapat boleh-boleh saja
dan perbedaan pandangan ideologi yang terjadi hanya bisa diselesaikan
dengan diskusi, adu argumentasi, dengan pendidikan bukan dengan paksa
dan kekerasan menuntut orang melepas pendapatnya. Prinsip kebenaran
dibuktikan dalam praktek, itulah yang harus dipegang!
Kalau saja PKT bisa meneruskan tradisi pimpinan-kolektif dengan
mengembangkan DEMOKRASI lebih baik didalam Partai, barulah ada jaminan
berkemampuan meneruskan TUGAS PIMPINAN, membawa 1,4 milyar Rakyat
Tiongkok membangun masyarakat adil dan makmur lebih baik dan lebih cepat
lagi!
Salam,
ChanCT
[email protected] [GELORA45] 於 4/3/2019 12:59 寫道:
Sosialisme yang berciri khas Tiongkok versus demokrasi Barat ala
Amerika, baru bertanding. Faktanya adalah Tkk telah berhasil memajukan
negaranya dgn cepat. Saya lihat demokrasi ala Amerika tidak sedikit
kelemahannya dimana partai Republican dan Democrat sering mementingkan
kepentingan pribadi pemimpinnya dan partainya daripada kepentingan
nasional-nya. Mau membuat high speed train dari Los Angeles ke San
Francisco sudah ber-tahun2 tidak terlaksana karena ribut berdiskusi
terus. Mau membuat tembok antara Amerika dan Mexico (yg memangnya
tidak perlu) tidak terlaksana, juga karena sistim demokrasi Barat.
Rencananya, mau membuat tembok/wall, kemudian bilang fence/pagar dan
kemudian pembatas/barrier juga boleh. Tkk membuat high speed train yg
panjangnya lebih panjang dari jumlah rel high speed train diseluruh
dunia dalam waktu yg tidak lama. Tkk telah membuat great wall (megah)
yg panjangnya ribuan kilometer 2500 tahun yg lalu sedangkan Amerika
membuat pagar saja tidak terlaksana, ya karena ribut terus dari hasil
demokrasi,
Entah sistim mana yg akan banyak ditiru di masa depan.
---In [email protected], <SADAR@...> wrote :
Pakar ASEAN Nilai Positif Sistem Sosialisme Berkepribadian Tiongkok
2019-03-04 11:00:32
Tahun ini adalah genap 70 tahun berdirinya Republik Rakyat Tiongkok,
juga adalah tahun kunci untuk selesai membangun masyarakat cukup
sejahtera. Selama beberapa hari ini, para pakar dan sarjana luar
negeri menaruh perhatian sepenuhnya terhadap penyelenggaraan sidang
Majelis Permusyawaratan Politik Rakyat (MPPR) dan sidang Kongres
Rakyat Nasional (KRN) Tiongkok tahun ini, sementara menilai positif
sistem sosialisme yang berciri khas Tiongkok, menantikan lebih banyak
sinyal positif dari kedua sidang tersebut, meluncurkan lebih banyak
kebijakan baru, membawa lebih banyak peluang baru kepada kemakmuran dunia.
Harian “Business Mirror” Filipina meluncurkan artikel penulis Ernesto
Hilario yang menaruh perhatian terhadap pembangunan Tiongkok selama 40
tahun. Ia berpendapat, ekonomi dan sosial Tiongkok tak mungkin
mencapai keberhasilan seperti sekarang ini tanpa pimpinan Partai
Komunis Tiongkok (PKT). “PKT memiliki tekad tegas untuk mendorong
pertumbuhan ekonomi dan memperbaiki kehidupan rakyat. Sistem
sosialisme yang berkepribadian Tiongkok mengembangkan vitalitas yang
amat besar, merupakan jaminan sistem fundamental bagi perkembangan dan
kemajuan Tiongkok pada zaman sekarang.”
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia, Hariyadi Sukamdani
menyatakan, Tiongkok telah mencapai hasil nyata di bidang teknologi,
ekonomi digital mengundang perhatian umum, transformasi dan eskalasi
strukturisasi penuh dengan daya hidup. Tiongkok dengan tegas menempuh
jalan sosialisme yang berkepribadian Tiongkok, jalan tersebut
merupakan jalan keamanan negara yang mengalami ujian.
Wakil Direktur Kantor Komite Sentral Partai Revolusioner Rakyat Laos
pernah belajar di Beijing dan berulang kali mengunjungi Tiongkok. Ia
sangat memperhatikan penyelenggaraan sidang MPPR dan sidang KRN, dan
menganggap bahwa kedua sidang itu telah memperlihatkan pengalaman
perkembangan dan arah kebijakan. Tiongkok telah mencapai keberhasilan
di bidang-bidang ekonomi dan iptek, khususnya menyelesaikan masalah
kemiskinan, tingkat pengurangan penduduk miskin dan perbaikan
lingkungan hidup di daerah miskin telah meninggalkan kesan mendalam.
<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
不含病毒。www.avg.com
<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
<#DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2>
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com