Jelas negara dan orang yang menentang percobaan senjata nuklir Korut
ada dikubu imperialis. Orang-orang progresif dan cinta damai sedunia
mendukung percobaan nuklir Korut yang jelas jemelas terus diancam
perang oleh AS. Trump sendiri mengakui provokasi militer AS melalui
latihan perangnya dengan Korsel didepan pintu gerbang masuk Korut.
Hanya orang revisionis dan reaksioner pro imperialis yang tidak mau
mengakui kenyataan yang terang benderang ini. Dan juga hanya orang
remo dan reaksioner yang menganggap ancaman perang dunia ada di
Korut, seolah-olah ancaman perang datang dari Korut. Betul-betul
sinting orang yang berpikir begitu!! Bayangkan negeri kecil yang
terus menerus dikenakan sanksi dan blokade ekonomi kok malah dituduh
memprovokasi perang..Itu kan betul-betul orang reaksioner gila!!
Justru kapasitas Korut dalam senjata nuklirnyalah yang memaksa AS
mau bertemu dengan Korut!!!. Korut dipaksa oleh ancaman perang AS
untuk menggunakan anggaran belanjanya guna membiayai percobaan
senjata nuklirnja!! Apakah dengan senang hati mereka melakukannja??
sudah tentu tidak!! Mereka akan lebih senang menggunakannja untuk
meningkatkan kemakmuran rakyatnya. Makanya Kim bersedia memberi
konsesi sangat besar sekali kepada AS demi perdamaian sejati di
semenanjung dan sebagai gantinya minta sanksi ekonomi diangkat. Tapi
apa jawaban AS???Sama sekali tidak mau membicarakannya dalam
perundingan di Hanoi.
Kemudian apa argumentasi si Chan remo dalam menentang senjata nuklir
Korut: kasarnya bilang negeri kecil tidak punya hak untuk memiliki
senjata nuklir!!! Bayangkan!! dia membelejeti dirinja sebagai Sovinis
negara besar!!
Soal siapa membutuhkan siapa, si Chan juga buta matanya dan lagi
sovinisme negara besarnya keluar...Tiongkok kapitalis menganggap
Korut harus berterima kasih karena ada Tkk yang membackingnya!!
Ha,.,ha,, inipun sudah menjadi perdebatan antar rhodongshimun dengan
Renminrebao dan pernah saya postingkan jawaban korut... Korut
mengingatkan Tkk, ketika tkk meletuskan bom nuklirnya, Korut
mendukungnya. Tkk serta antek remo lupa kalau Korut tidak ada dan
ditelan Korsel, Tkk langsung berbatasan dengan negara antek AS dengan
basis militernja!!! kepicikan revisionis tidak mampu melihat
kenjataan ini. Mengapa Tkk mengirim pasukan sukarela untuk melawan
agresi AS dalam perang Korea?? Tidak lain dan tidak bukan juga untuk
melindungi dirinja sendiri dari kepungan AS!!!
Tapi semua argumentasi ini tak ada gunanya bagi otak seorang remo
yang jelas-jelas memihak Imperialisme AS!!
On Saturday, April 20, 2019, 5:19:45 AM GMT+2, ChanCT
<[email protected]> <mailto:[email protected]> wrote:
Yang harus dihindari dan sekuat tenaga dicegah adalah meletup PERANG,
apalagi gunakan senjata nuklir didunia ini!
Yang saya tentang usaha Korut dengan percobaan nuklir! Kalau
diteruskan, itu namanya bunuh diri, ... sekaligus bencana bagi
seluruh rakyat disemenanjung Korea dan perbatasan Tiongkok! Jangan
bermain api apalagi saling tantang menantang seperti 2 tahunan yl
itu! Baguuuslah bisa terjadi dialog, sekalipun masih
tersendat-sendat, ... Diakui atau tidak, seandainya dibelakang Korut
tidak ada RRT yang jadi backing kuat, saya yakin nasib Kim tidak beda
dengan Hussein, Khadafi diArab sana!
Tatiana Lukman [email protected]
<mailto:[email protected]> [GELORA45] 於 20/4/2019 0:21 寫道:
Irak, dan terutama Libia, adalah contoh yang tak dapat dibantah
siapapun bahwa kaum imperialis sedikitpun tidak bisa dipercayai.
Hussein dan Khadafi samasekali bukan komunis, sudah berkolaborasipun,
toh akhirnya digulingkan dan dibunuh. Makanya orang-orang remo
seperti Chan yang ikut-ikutan senewen dan kebakaran jenggot dengan
percobaan senjata nuklir Korut menelanjangi dirinya sendiri sebagai
antek imperialis... Ketika pertemuan Kim dengan Trump "kelihatannya"
berhasil, langsung menepuk dada, itu berkat jasa Tiongkok!!!. Nah,
sekarang pertemuan kedua, yang sebenarnya, sebelum dimulaipun sudah
gagal duluan ,karena Trump hanya datang untuk bilang "sanksi jalan
terus" tak perduli konsesi apa yang ditawarkan Kim, terus "jasa"
siapa itu??? Ha...ha.,... tidak muncul tampang busuk remo menepuk dada!!!
On Friday, April 19, 2019, 5:50:32 PM GMT+2, Sunny ambon
[email protected] <mailto:[email protected]> [GELORA45]
<[email protected]> <mailto:[email protected]> wrote:
Kadafi itu memusnahkan program nuklirnya dan juga bertemen baik
dengan Sarkosi dan Blair, malah menyumbang untuk kampanye pemilihan
umu agar mereka menang, apa jadinya kemudian? Sebelumnya Irak yang
tidak mempunyai "weapon of masdestruction", yang sudah diinspeksi
PBB, apa jadinya kemudian?
On Fri, Apr 19, 2019 at 5:10 PM Tatiana Lukman
[email protected] <mailto:[email protected]> [GELORA45]
<[email protected] <mailto:[email protected]> > wrote:
Orang yang minta senjata nuklir dimusnakan dengan menggaris
bawahi negeri berkembang, tapi melupakan dedengkot imperialis
yang tidak akan dengan suka rela menghancurkan senjata nuklirnya,
pada hakekatnya adalah orang-roang yang mimpi ditengah hari
bolong atau pura-pura dan menampakkan dirinya seolah-olah anti
senjata nuklir, tapi sebetulnya berpihak kepada imperialis.
On Friday, April 19, 2019, 2:08:39 PM GMT+2, 'Lusi D.'
[email protected] <mailto:[email protected]> [GELORA45]
<[email protected] <mailto:[email protected]>> wrote:
Pemusnahannya harus dimulai dan dibuktikan oleh pihak siapa yang
pertamakali pernah menggunakannya lebih dulu: artinya oleh Amerika
Serikat.
Ada yang bisa memberikan data waktu, sejak mulai berdirinya, kapan
Amerika Serikat tidak mempunyai pangkalan perang dan tidak
menempatkan
serdadunya di luar wilayah USA sampai sekarang?
Am Fri, 19 Apr
2019 03:15:35 +0000 (UTC) schrieb "Chalik Hamid
[email protected] <mailto:[email protected]>
[nasional-list]" <[email protected]
<mailto:[email protected]>>:
> Dunia makin canggih, Korut makin menunjukkan giginya. Nuklir Korut
> makin disempurnakan. Moncongnya diarahkan ke AS, bikin AS makin
> geretan.Dunia ingin aman? Musnahkan seluh senjata nuklir dari muka
> bumi, termasuk di negeri2 berkembang. ----- Pesan yang Diteruskan
> ----- Dari: ajeg [email protected]
<mailto:[email protected]> [GELORA45]
> <[email protected]
<mailto:[email protected]>>Kepada: GELORA45
> <[email protected]
<mailto:[email protected]>>Terkirim: Kamis, 18 April 2019
18.10.19
> GMT+2Judul: [GELORA45] Kremlin: Kim Jong Un Akan Bertemu Putin di
> Rusia Bulan Ini
>
>
> Kremlin:Kim Jong Un Akan Bertemu Putin di Rusia Bulan Ini
>
> AGNI VIDYA PERDANA
>
> Kompas.com- 18/04/2019, 21:28 WIB
>
> MOSKWA, KOMPAS.com - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dijadwalkan
> akan bertemudengan Presiden Rusia Vladimir Putin saat berkunjung ke
> Rusia pada akhir bulanini. Kepastian kunjungan tersebut disampaikan
> Kremlin dalam sebuah pernyataanresmi di situs resminya, meski tidak
> menyebutkan tanggal pasti pertemuantersebut.
>
> "Menyusul undangan dari Vladimir Putih, Kim Jong Un akanmengunjungi
> Rusia pada parus kedua April ini," kata Kremlin dalampernyataannya,
> Kamis (18/4/2019).
>
> Sejumlah media, termasuk dari Rusia, KoreaSelatan, maupun Jepang
> dalam laporannya menyebut pertemuan kemungkinan akandigelar di
Timur
> Jauh Rusia.
>
> Sementara sebelumnya, seorang pejabat tinggiKorut, Kim Chang Son
> diketahui tengah melakukan perjalanan ke Moskwa danVladivostok.
>
> Kunjungan Kim Chang Son, yang disebut sebagai tangan kanan Kim
> JongUn, dikatakan untuk membicarakan rencana perjalanan penting
> pemimpin tertinggiKorea Utara ke Rusia.
>
> Dilansir Yonhap News, Kim Chang Son, sekretaris utamakomisi urusan
> luar negeri Korea Utara, yang bertanggung jawab dalam
urusanprotokol
> untuk Kim Jong Un, telah mengunjungi Rusia pada Maret lalu.
>
> Dia beradalima hari di Moskwa melalui Beijing, sebelum kemudian
> melanjutkan perjalanandengan jalur udara ke Vladivostok pada 23
Maret
> lalu.
>
> Kunjungan ke kawasanTimur Jauh Rusia itu diperkirakan untuk
meninjau
> calon lokasi pertemuan puncakKim Jong Un dengan Putin.
>
> Putin dikabarkan pernah melayangkan undangan kepadaKim Jong Un
untuk
> berkunjung ke Rusia pada Juni tahun lalu, usai pertemuanpuncak
> pertama Kim dengan Presiden AS Donald Trump di Singapura.
>
> Kim Jong Unbelum pernah sekalipun menjejakkan kakinya ke Rusia.
> Berbeda dengan sang ayah,Kim Jong Il, yang pernah menggunakan
kereta
> api lapis bajanya, menemui PresidenRusia Dmitry Medvedev pada
2011.
>
> Dalam jajaran pejabat tinggi Rusia, baruMenteri Luar Negeri Sergey
> Lavrov yang pernah bertemu Kim Jong Un saatberkunjung ke Pyongyang
> pada akhir Mei tahun lalu.
>
> Penulis : Agni Vidya PerdanaEditor : Agni Vidya Perdana
>
>
alt
<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
不含病毒。www.avg.com
<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
<#DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2>