SGT dulu pasti sering kerja lembur ya??? apa dapat bayaran?? Apa dapat bayaran 
dari para pengusaha tionghoa yang tergabung dalam Baperki??
    On Sunday, April 21, 2019, 11:46:42 AM GMT+2, ChanCT <[email protected]> 
wrote:  
 
  
Dalam kenyataan anak yang satu ini TETAP jalankan kesalahan lama! TANPA 
perhitungkan kekuatan diri sendiri dan kekuatan lawan dengan segala resiko yang 
harus diperhitungkan, ... main seruduk! Belajarlah baik-baik2 ajaran Ketua Mao 
itu! Mengambil satu keputusan dengan lebih dahulu perhitungkan mampu dan bisa  
tidak lindungi KESELAMATAN RAKYAT banyak! Jangan ambil langkah yang dengan 
resiko tinggi jatuh banyak korban rakyat yang tidak berdosa itu, ....!
 
Kerja 12 jam/hari itu terjadi disebagian perusahaan untuk mengejar produksi, 
... tapi ingat kerja lembur mereka itu dengan imbalan lembur yg dilakukan! Beda 
dengan masa RBKP, orang sudah hidup sangat MISKIN dengan serba kekurangan kerja 
lembur TANPA bayaran, hanya menuduh upah-lembur itu rangsang materiel borjuasi! 
KEJAAAM ,...!
 
Sekalipun apa yang dinyatakan Ma Yun, boss Alibaba itu ada benarnya, TANPA ada 
KERJA KERAS yang dilakukan pendahulu-pendahulu selama 70 tahun terakhir ini, 
kerja-keras ahli-ahli Tiongkok yg bekerja banting-tulang lebih dari 12 jam 
setiap harinya, TIDAK ada Tiongkok sekarang! 996 ada baiknya sebagai sarana 
menggembleng anak-anak muda, bersusah dahulu untuk menikmati kebahagiaan 
kemudian, ... Tapi, TETAP tidak boleh berlakukan umum, ketentuan UU kerja 8 
jam/hari tetap harus dipatuhi! Kerja lembur juga tidak seharusnya 
berkepanjangan tak ada hentinya, hanya untuk sesaat saja! Diaturlah baik-baik, 
...
 
Berita dibawah HOAX, hanya penghitaman hasil perjuangan rakyat Tiongkok selama 
40 tahun terakhir ini saja yg TIDAK ada bukti nyata, ...! KENYATAAN yang ada, 
gaji buruh di TIongkok rata-rata sudah diatas 3246 Yuan, ...! Kalau didaerah 
pesisir selatan, seperti Shen Zhen, Guang Zhou, Xia Men, sudah sulit untuk 
mendapatkan buruh dengan gaji dibawah 5 ribu Yuan. Mengapa? Karena mereka 
banyak yang kembali kekampung halaman yg banyak sudah berkembang usaha dengan 
penghasilan lebih baik ketimbang jadi buruh di kota,... 
 
 
Kalau masih tidak percaya, sekali-kali masuklah lihat sendiri hasil kerja, 
hasil perjuangan rakyat Tiongkok dalam menempuh jalannya sendiri! Bagaimana 
bisa seorang yang menepuk dada mewakili rakyat, tapi selalu melecehkan, 
menghitamkan bahkan menghina HASIL PERJUANGAN RAKYAT sekawan!
 

 
 Tatiana Lukman 於 21/4/2019 12:54 寫道:
  
 
 OOOO, sangat bangga jadi anak pimpinan PKI  yang justru menolak kesalahan 
lama!! Justru ini anak pimpinan BAPERKI yang telah membuat malu dengan 
memerosotkan diri menjadi revisionis pengkhianat pencium pantat Trump 
imperialis!!! Bicara soal keselamatan rakyat tapi sama sekali tak bicara soal 
penghisapan kejam kaum buruh Tiongkok dan juga negeri lain yang dilakukan kaum 
kapitalis besar Tiongkok...  Dimana logikanya, katanya Tiongkok kapitalis sudah 
mensejahterakan rakyatnya, ada ribuan jumlah bilyuner, tapi rakyatnya tetap 
disuruh kerja 12 jam  sehari dan 6 hari seminggu!!  Chan tidak pernah mau 
mengkomentari berita dan penelitian seperti di bawah ini. Ini adalah berita 
April 2019!!! Welfare your ....sssss!!!! 
   
Despite the rapid growth of the Chinese economy in the last decade, more than 
482 million people in China – 36% of the population – live on less than $2 a 
day.
 
In total 85% of China’s poor live in rural areas and extreme poverty forces 
many of them to leave the countryside in search of employment in urban areas. 
Often referred to as the factory of the world, China’s industry-oriented 
economy relies on these migrant workers who make up the majority of the 
workforce.
 
There are approximately 150 million internal migrant workers in China who, 
because of their status, do not receive any state benefits or protection. They 
have to endure poor working conditions such as excessive and forced overtime, 
denial of social security rights and failure  to provide employment contracts, 
as well as severe health risks.
 
Before opening up its economy in 1978, China had stringent controls on the 
movement of people between rural and urban areas, preventing migration to 
cities. These controls were part of the permit (hukou) system, in which welfare 
entitlements such as pensions, housing, health and education were tied to a 
person's place of birth.
 
As China moved towards a market economy, cheap rural labour helped fuel the 
country's growth and constraints on migration were reduced, however the 
restrictions on household registration of the hukou have remained in place, so 
migrant workers become outcasts without access to any state benefits or 
protection, despite Chinese laws enshrining "equal rights” for all.
 
Trying to escape from extreme poverty, rural migrant workers find themselves 
trapped in appalling working conditions.  Most of these workers are women 
earning extremely low wages – the average monthly salary including overtime is 
CNY 1,690 (£150).Migrant workers endure long working days, work seven days a 
week, many without an employment contract and face constant discrimination. 
Living  conditions are poor with up to six people sharing small cramped 
dormitories. Women migrant workers, who are primarily employed in factories, 
rarely get maternity leave, and with no childcare facilities and working weeks 
of more than 70 hours many are forced to send their children to live with 
family in the countryside.
 
There is no freedom of association to form trade unions and non-governmental 
labour organisations are closely monitored by the Government who carry out 
regular crackdowns. Multinational corporations and national factory owners take 
advantage of the anti-union climate,  the workers’ lack of awareness of their 
own rights and the Chinese government’s unwillingness to address the abuse of 
migrant workers’ rights.
 

 
 
  
      On Sunday, April 21, 2019, 6:26:13 AM GMT+2, ChanCT 
<[email protected]> wrote:  
  
     
PANTASLAH ini salah satu anak ketua PKI yg masih saja meneruskan kesalahan 
lama! Merasa diri heibat sudah KUAT lalu main gempur, dan akhirnya LUDES tanpa 
sedikitpun melawan setelah digebuk Soeharto, ... 
 
 
BERJUANG tanpa strategi-Taktik yg benar, mau main seruduk tanpa perhitungkan 
KESELAMATAN RAKYAT! Biarkan saja rakyat jatuh korban, begitu KEJAMnya nenek 
dalam tempurung ini.
 

 
 Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45] 於 21/4/2019 11:54 寫道:
  
 
         Sudah...sudah!!! tak ada gunanya buang waktu diskusi dengan orang remo 
pro imperialis.. Ini sudah pernah  diperdebatkan, bahkan orang lain juga 
ikut...Masih tidak malu menyebut Mao!!! Remo selalu ketakutan sama perang !! 
Dari jaman Khrushchov!!  Dan Chan sudah menunjukkan ketakutannya dengan 
menyuruh Korut menuruti kemauan AS... Mao  mengajarkan perang dan imperialis 
adalah macan kertas!!! Perang dicegah justru dengan mempersiapkan diri sebaik 
mungkin dan sekuat mungkin pertahanannya. Apa bedanya Tiongkok ketika diancam 
perang dan diblokade AS dan sekarang Korut yang diblokade dan diancam perang 
AS??? Bedanya hanya tiongkok sekarang sudah menjadi  kapitalis!!! Tkk mendukung 
sepenuhnya sanksi ekonomi AS!!!!????  Nah, keluar lagi sovinisme negeri 
besarnya... Negeri kecil tidak ada syarat untuk berdikari???!!!  Teori siapa 
itu???  Teorinya agen kecil remo Chan??? Ha...ha.. Sudah pernah juga saya 
postingkan tentang pengusaha kecil tiongkok yang mengeluh karena menderita 
kerugian dengan sanksi Tkk terhadap Korut... Kalau tiongkok masih  mau dengan 
diam-diam melanggar sanksi AS, itu dilakukan BUKAN KARENA SOLIDARITAS DENGAN 
KORUT, MELAINKAN BERDASARKAN PADA KEPENTINGAN EKONOMINYA JUGA... Sudah tentu 
sovinisme negara besar si Chan tidak akan  pernah mengakui bahwa Tiongkok juga 
memerlukan Korut!!! 
      On Sunday, April 21, 2019, 1:52:46 AM GMT+2, ChanCT [email protected] 
[temu_eropa] <[email protected]> wrote:  
  
          
 
 
Nenek dalam tempurung yang TIDAK BISA melihat perbedaan  besar RRT yang 
berhasil meledakkan bom-atom tahun 1964 dengan Korut sekarang ini, ... RRT 
berhasil memaksa AS merubah taktik  perjuangannya, Nixon terpaksa terbang ke 
Beijing berjabatan-tangan  dengan Ketua Mao, merubah usaha mencekik mati RRT 
dengan jalankan blokade sejagad terhadap RRT menjadi "DAMAI", hubungan  
dagang/ekonomi. Sebaliknya dengan Korut, TANPA RRT menunjang dibelakang, 
menghadapi blokade AS selama ini, sudah tidak  mampu hidup, ...! Karena memang 
TIDAK ADA sjarat sebagai negara kecil,  kesulitan untuk tegak berdikari, .... 
sandang-pangan bagi rakyatnya! Banyak harus bersandar dari luar,  khususnya 
RRT! RRT selama ini menentang blokade AS terhadap Korut, dan  diam-diam terus 
memberikan BANTUANnya, ... dengan  alasan KEMANUSIAAN, karena rakyat Korut 
kesulitan hidup! 
 
 
Media Korut boleh-boleh saja membantah, ... tapi juga  tidak terbantah 
kenyataan AS mendenda perusahaan HK yg mensuply minyak utk  Korut ditengah 
perairan Laut Tiongkok Timur, dan  masih terus mengalir masuknya segala macam 
barang ke Korut melalui KA  dan truk-container, ... diperbatasan. Dan begitu 
PENTING nya peran RRT bagi Korut bisa juga dilihat kenyataan, Kim tahun lalu  
3X berkunjung ke Beijing menemui Xi! Bagaimana nenek yg satu ini bisa bilang 
Korut gagah perkasa melawan AS tanpa RRT  dibelakangnya??? 
 
 
Berpikirlah seperti Ketua Mao, ditahun 1959 sudah ada rencana  pembangunan 
waduk raksasa di Wuhan, 3 Gorges Sungai Yang Tse, ... begitu kerasnya desakan 
utk membangun. Ketua Mao tetap  membatalkan rencana pembangunan setelah tanya 
pada marshekal/jendal  disekitarnya, "Seandainya meletus PERANG, sudah mampukah 
TPRT melindungi bendungan dari serangan bom?" dan TIDAK ada yang  bisa 
menjamin! Itulah salah satu sebab pokok Ketua Mao  membatalkan/menunda rencana 
pembangunan waduk raksasa, karena yang diutamakan KESELAMATAN RAKYATnya 
sendiri! Karena  kalau waduk jebol dibom, jutaan rakyat bisa mati terendam air! 
 
 
Sedang Kim TIDAK berpikir mendahulukan KESELAMATAN  RAKYAT nya sendiri! Tanpa 
perhitungkan kemampuan menghadapi serangan nuklir  AS dan apa yang terjadi 
kalau gudang bom nuklirnya  tiba-tiba meledak akibat serangan AS itu??? TIDAK 
perhitungkan kemampuan  menghadang setiap saat peluru2 kendali berterbangan 
diangkasa dan jatuh TEPAT diatas kepalanya sendiri itu? 
 
 

 
 Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45] 於 21/4/2019 2:35 寫道:
   
     Jelas negara dan orang yang menentang  percobaan senjata nuklir Korut ada 
dikubu imperialis.  Orang-orang progresif dan cinta damai sedunia mendukung 
percobaan nuklir Korut yang  jelas jemelas terus  diancam perang oleh AS. Trump 
sendiri  mengakui provokasi militer AS melalui latihan perangnya  dengan Korsel 
didepan pintu gerbang masuk Korut. Hanya orang revisionis dan  reaksioner pro 
imperialis yang tidak mau mengakui  kenyataan yang terang benderang  ini. Dan 
juga hanya orang remo dan reaksioner yang  menganggap ancaman perang dunia ada 
di Korut, seolah-olah ancaman perang datang dari Korut.  Betul-betul sinting 
orang yang berpikir begitu!! Bayangkan negeri kecil yang terus menerus  
dikenakan sanksi dan blokade ekonomi kok malah dituduh  memprovokasi 
perang..Itu kan betul-betul orang reaksioner gila!! Justru  kapasitas Korut 
dalam senjata nuklirnyalah yang  memaksa AS mau bertemu dengan Korut!!!. Korut  
dipaksa oleh ancaman perang AS untuk  menggunakan anggaran belanjanya guna 
membiayai percobaan  senjata nuklirnja!! Apakah dengan senang  hati mereka 
melakukannja?? sudah tentu tidak!! Mereka  akan lebih senang menggunakannja 
untuk meningkatkan kemakmuran rakyatnya. Makanya  Kim bersedia memberi konsesi 
sangat besar sekali kepada AS demi perdamaian sejati di  semenanjung dan 
sebagai gantinya minta sanksi ekonomi  diangkat.  Tapi apa jawaban AS???Sama 
sekali tidak mau  membicarakannya dalam perundingan di Hanoi.  Kemudian apa 
argumentasi si Chan remo dalam  menentang senjata nuklir Korut: kasarnya bilang 
 negeri kecil tidak punya hak untuk  memiliki senjata nuklir!!! Bayangkan!! dia 
 membelejeti dirinja sebagai Sovinis negara besar!! 
  
  Soal siapa membutuhkan siapa, si Chan juga  buta matanya dan lagi sovinisme 
negara besarnya  keluar...Tiongkok kapitalis menganggap  Korut harus berterima 
kasih karena ada Tkk yang  membackingnya!! Ha,.,ha,, inipun sudah menjadi 
perdebatan antar rhodongshimun dengan  Renminrebao dan pernah saya postingkan 
jawaban  korut...  Korut mengingatkan Tkk, ketika tkk  meletuskan bom 
nuklirnya, Korut mendukungnya. Tkk  serta antek remo lupa  kalau Korut tidak 
ada dan ditelan Korsel, Tkk  langsung berbatasan dengan negara antek AS dengan 
basis militernja!!! kepicikan revisionis  tidak mampu melihat kenjataan ini. 
Mengapa Tkk mengirim  pasukan sukarela untuk melawan agresi  AS dalam perang 
Korea?? Tidak lain dan tidak bukan juga  untuk melindungi dirinja sendiri dari  
kepungan AS!!! 
  Tapi semua argumentasi ini tak ada gunanya  bagi otak seorang remo yang 
jelas-jelas memihak  Imperialisme AS!! 
      On Saturday, April 20, 2019, 5:19:45 AM GMT+2,  ChanCT 
<[email protected]> wrote:  
  
     
Yang harus dihindari dan  sekuat tenaga dicegah adalah meletup  PERANG, apalagi 
 gunakan senjata nuklir didunia ini!
 
Yang saya tentang usaha Korut  dengan percobaan nuklir! Kalau  diteruskan, itu 
namanya  bunuh diri, ... sekaligus bencana bagi  seluruh rakyat disemenanjung  
Korea dan perbatasan Tiongkok!  Jangan bermain api apalagi saling tantang 
menantang seperti 2  tahunan yl itu! Baguuuslah  bisa terjadi dialog,  
sekalipun masih tersendat-sendat,  ... Diakui atau tidak, seandainya dibelakang 
Korut tidak  ada RRT yang jadi backing kuat, saya  yakin nasib Kim tidak beda  
dengan Hussein, Khadafi diArab  sana!
 

 
 Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45] 於 20/4/2019 0:21 寫道:
  
 
        Irak, dan terutama Libia, adalah  contoh yang tak dapat dibantah  
siapapun bahwa kaum  imperialis sedikitpun tidak bisa  dipercayai. Hussein dan 
Khadafi samasekali bukan komunis,  sudah berkolaborasipun,  toh akhirnya 
digulingkan  dan dibunuh. Makanya orang-orang  remo seperti Chan yang  
ikut-ikutan senewen dan kebakaran  jenggot dengan percobaan senjata nuklir 
Korut menelanjangi  dirinya sendiri sebagai antek  imperialis... Ketika  
pertemuan Kim dengan Trump "kelihatannya"  berhasil, langsung menepuk dada, itu 
berkat jasa  Tiongkok!!!. Nah, sekarang pertemuan  kedua, yang sebenarnya,  
sebelum dimulaipun sudah gagal  duluan ,karena Trump hanya datang untuk bilang 
"sanksi jalan terus"  tak perduli konsesi apa yang  ditawarkan Kim, terus  
"jasa" siapa itu??? Ha...ha.,...  tidak muncul tampang busuk  remo menepuk 
dada!!! 
      On Friday, April 19, 2019,  5:50:32 PM GMT+2, Sunny ambon 
[email protected] [GELORA45] <[email protected]> wrote:  
  
          Kadafi itu memusnahkan  program nuklirnya dan juga bertemen  baik 
dengan Sarkosi dan  Blair, malah menyumbang untuk kampanye  pemilihan umu agar 
mereka  menang, apa jadinya kemudian?  Sebelumnya Irak yang tidak  mempunyai 
"weapon of  masdestruction", yang  sudah diinspeksi PBB,  apa jadinya kemudian? 
   On Fri, Apr 19, 2019 at 5:10  PM Tatiana Lukman [email protected] 
[GELORA45] <[email protected] > wrote:
  
        Orang yang minta senjata nuklir  dimusnakan dengan menggaris  bawahi 
negeri berkembang,  tapi melupakan dedengkot imperialis  yang tidak akan dengan 
suka rela menghancurkan senjata  nuklirnya, pada hakekatnya  adalah orang-roang 
 yang mimpi ditengah hari bolong atau  pura-pura dan menampakkan dirinya 
seolah-olah anti senjata  nuklir, tapi sebetulnya berpihak  kepada imperialis. 
      On Friday, April 19, 2019,  2:08:39 PM GMT+2, 'Lusi D.' [email protected] 
[GELORA45] <[email protected]> wrote:  
  
          
Pemusnahannya harus dimulai dan dibuktikan  oleh pihak siapa yang
 pertamakali pernah  menggunakannya lebih dulu: artinya oleh  Amerika
 Serikat.
 Ada yang bisa memberikan  data waktu, sejak mulai berdirinya,  kapan
 Amerika Serikat tidak  mempunyai pangkalan perang dan  tidak menempatkan
 serdadunya di luar wilayah  USA sampai sekarang?
 
 Am Fri, 19 Apr
 2019 03:15:35 +0000 (UTC)  schrieb "Chalik Hamid [email protected]
[nasional-list]" <[email protected]>:
 
 > Dunia makin canggih, Korut makin  menunjukkan giginya. Nuklir Korut
 > makin disempurnakan. Moncongnya  diarahkan ke AS, bikin AS makin
 > geretan.Dunia ingin aman?  Musnahkan seluh senjata nuklir dari  muka
 > bumi, termasuk di negeri2  berkembang. ----- Pesan yang  Diteruskan
 > ----- Dari: ajeg [email protected] [GELORA45]
 > <[email protected]>Kepada: GELORA45
 > <[email protected]>Terkirim: Kamis, 18 April 2019  18.10.19
 > GMT+2Judul: [GELORA45]  Kremlin: Kim Jong Un Akan Bertemu Putin  di
 > Rusia Bulan Ini 
 > 
 > 
 > Kremlin:Kim Jong Un Akan  Bertemu Putin di Rusia Bulan Ini
 > 
 > AGNI VIDYA PERDANA 
 > 
 > Kompas.com- 18/04/2019,  21:28 WIB
 > 
 > MOSKWA, KOMPAS.com - Pemimpin Korea  Utara Kim Jong Un dijadwalkan
 > akan bertemudengan Presiden Rusia  Vladimir Putin saat berkunjung ke
 > Rusia pada akhir bulanini.  Kepastian kunjungan tersebut  disampaikan
 > Kremlin dalam sebuah pernyataanresmi  di situs resminya, meski tidak
 > menyebutkan tanggal pastipertemuantersebut. 
 > 
 > "Menyusul undangan dari Vladimir  Putih, Kim Jong Un akanmengunjungi
 > Rusia pada parus kedua April  ini," kata Kremlin dalampernyataannya,
 > Kamis (18/4/2019). 
 > 
 > Sejumlah media, termasuk dari  Rusia, KoreaSelatan, maupun Jepang
 > dalam laporannya menyebut  pertemuan kemungkinan akandigelar di  Timur
 > Jauh Rusia. 
 > 
 > Sementara sebelumnya, seorang  pejabat tinggiKorut, Kim Chang Son
 > diketahui tengah melakukan  perjalanan ke Moskwa danVladivostok.  
 > 
 > Kunjungan Kim Chang Son, yang disebut  sebagai tangan kanan Kim
 > JongUn, dikatakan untuk  membicarakan rencana perjalanan  penting
 > pemimpin tertinggiKorea Utara ke  Rusia. 
 > 
 > Dilansir Yonhap News, Kim Chang Son,  sekretaris utamakomisi urusan
 > luar negeri Korea Utara, yang  bertanggung jawab dalam urusanprotokol
 > untuk Kim Jong Un, telah mengunjungi  Rusia pada Maret lalu. 
 > 
 > Dia beradalima hari di Moskwa  melalui Beijing, sebelum  kemudian
 > melanjutkan perjalanandengan  jalur udara ke Vladivostok pada 23 Maret
 > lalu. 
 > 
 > Kunjungan ke kawasanTimur  Jauh Rusia itu diperkirakan untuk meninjau
 > calon lokasi pertemuan  puncakKim Jong Un dengan Putin. 
 > 
 > Putin dikabarkan pernah  melayangkan undangan kepadaKim Jong  Un untuk
 > berkunjung ke Rusia pada  Juni tahun lalu, usai pertemuanpuncak
 > pertama Kim dengan Presiden AS  Donald Trump di Singapura. 
 > 
 > Kim Jong Unbelum pernah sekalipun  menjejakkan kakinya ke Rusia.
 > Berbeda dengan sang ayah,Kim Jong  Il, yang pernah menggunakan  kereta
 > api lapis bajanya, menemui  PresidenRusia Dmitry Medvedev pada  2011. 
 > 
 > Dalam jajaran pejabat tinggi  Rusia, baruMenteri Luar Negeri  Sergey
 > Lavrov yang pernah bertemu Kim  Jong Un saatberkunjung ke Pyongyang
 > pada akhir Mei tahun lalu.
 > 
 > Penulis : Agni Vidya PerdanaEditor  : Agni Vidya Perdana
 > 
 > 
 
 
             
            
 
|  | 不含病毒。www.avg.com    |

             
            #yiv6112595120 -- #yiv6112595120ygrp-mkp {border:1px solid 
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv6112595120 
#yiv6112595120ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv6112595120 
#yiv6112595120ygrp-mkp #yiv6112595120hd 
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px 
0;}#yiv6112595120 #yiv6112595120ygrp-mkp #yiv6112595120ads 
{margin-bottom:10px;}#yiv6112595120 #yiv6112595120ygrp-mkp .yiv6112595120ad 
{padding:0 0;}#yiv6112595120 #yiv6112595120ygrp-mkp .yiv6112595120ad p 
{margin:0;}#yiv6112595120 #yiv6112595120ygrp-mkp .yiv6112595120ad a 
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv6112595120 #yiv6112595120ygrp-sponsor 
#yiv6112595120ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv6112595120 
#yiv6112595120ygrp-sponsor #yiv6112595120ygrp-lc #yiv6112595120hd {margin:10px 
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv6112595120 
#yiv6112595120ygrp-sponsor #yiv6112595120ygrp-lc .yiv6112595120ad 
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv6112595120 #yiv6112595120actions 
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv6112595120 
#yiv6112595120activity 
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv6112595120
 #yiv6112595120activity span {font-weight:700;}#yiv6112595120 
#yiv6112595120activity span:first-child 
{text-transform:uppercase;}#yiv6112595120 #yiv6112595120activity span a 
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv6112595120 #yiv6112595120activity span 
span {color:#ff7900;}#yiv6112595120 #yiv6112595120activity span 
.yiv6112595120underline {text-decoration:underline;}#yiv6112595120 
.yiv6112595120attach 
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px 
0;width:400px;}#yiv6112595120 .yiv6112595120attach div a 
{text-decoration:none;}#yiv6112595120 .yiv6112595120attach img 
{border:none;padding-right:5px;}#yiv6112595120 .yiv6112595120attach label 
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv6112595120 .yiv6112595120attach label a 
{text-decoration:none;}#yiv6112595120 blockquote {margin:0 0 0 
4px;}#yiv6112595120 .yiv6112595120bold 
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv6112595120 
.yiv6112595120bold a {text-decoration:none;}#yiv6112595120 dd.yiv6112595120last 
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv6112595120 dd.yiv6112595120last p 
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv6112595120 
dd.yiv6112595120last p span.yiv6112595120yshortcuts 
{margin-right:0;}#yiv6112595120 div.yiv6112595120attach-table div div a 
{text-decoration:none;}#yiv6112595120 div.yiv6112595120attach-table 
{width:400px;}#yiv6112595120 div.yiv6112595120file-title a, #yiv6112595120 
div.yiv6112595120file-title a:active, #yiv6112595120 
div.yiv6112595120file-title a:hover, #yiv6112595120 div.yiv6112595120file-title 
a:visited {text-decoration:none;}#yiv6112595120 div.yiv6112595120photo-title a, 
#yiv6112595120 div.yiv6112595120photo-title a:active, #yiv6112595120 
div.yiv6112595120photo-title a:hover, #yiv6112595120 
div.yiv6112595120photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv6112595120 
div#yiv6112595120ygrp-mlmsg #yiv6112595120ygrp-msg p a 
span.yiv6112595120yshortcuts 
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv6112595120 
.yiv6112595120green {color:#628c2a;}#yiv6112595120 .yiv6112595120MsoNormal 
{margin:0 0 0 0;}#yiv6112595120 o {font-size:0;}#yiv6112595120 
#yiv6112595120photos div {float:left;width:72px;}#yiv6112595120 
#yiv6112595120photos div div {border:1px solid 
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv6112595120 
#yiv6112595120photos div label 
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv6112595120
 #yiv6112595120reco-category {font-size:77%;}#yiv6112595120 
#yiv6112595120reco-desc {font-size:77%;}#yiv6112595120 .yiv6112595120replbq 
{margin:4px;}#yiv6112595120 #yiv6112595120ygrp-actbar div a:first-child 
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv6112595120 #yiv6112595120ygrp-mlmsg 
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv6112595120 
#yiv6112595120ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv6112595120 
#yiv6112595120ygrp-mlmsg select, #yiv6112595120 input, #yiv6112595120 textarea 
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv6112595120 
#yiv6112595120ygrp-mlmsg pre, #yiv6112595120 code {font:115% 
monospace;}#yiv6112595120 #yiv6112595120ygrp-mlmsg * 
{line-height:1.22em;}#yiv6112595120 #yiv6112595120ygrp-mlmsg #yiv6112595120logo 
{padding-bottom:10px;}#yiv6112595120 #yiv6112595120ygrp-msg p a 
{font-family:Verdana;}#yiv6112595120 #yiv6112595120ygrp-msg 
p#yiv6112595120attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv6112595120 
#yiv6112595120ygrp-reco #yiv6112595120reco-head 
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv6112595120 #yiv6112595120ygrp-reco 
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv6112595120 #yiv6112595120ygrp-sponsor 
#yiv6112595120ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv6112595120 
#yiv6112595120ygrp-sponsor #yiv6112595120ov li 
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv6112595120 
#yiv6112595120ygrp-sponsor #yiv6112595120ov ul {margin:0;padding:0 0 0 
8px;}#yiv6112595120 #yiv6112595120ygrp-text 
{font-family:Georgia;}#yiv6112595120 #yiv6112595120ygrp-text p {margin:0 0 1em 
0;}#yiv6112595120 #yiv6112595120ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv6112595120 
#yiv6112595120ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none 
!important;}#yiv6112595120         

Kirim email ke