Bantuan dari luar kepada KU termasuk bantuan untuk yang memberi bantuan,
karena kalau tidak dibantu garis keamanan berpindah ke pertabatasan. Di KU
itu kalau dilihat tiap hari truk mundar manindir masuk dan keluar,  karena
disana ada  pabrik-pabrik negara tetangga. Ini termasuk KS juga mempunyai
zona istimewa.

On Sun, Apr 21, 2019 at 6:56 AM Tatiana Lukman [email protected]
[GELORA45] <[email protected]> wrote:

>
>
> OOOO, sangat bangga jadi anak pimpinan PKI  yang justru menolak kesalahan
> lama!! Justru ini anak pimpinan BAPERKI yang telah membuat malu dengan
> memerosotkan diri menjadi revisionis pengkhianat pencium pantat Trump
> imperialis!!! Bicara soal keselamatan rakyat tapi sama sekali tak bicara
> soal penghisapan kejam kaum buruh Tiongkok dan juga negeri lain yang
> dilakukan kaum kapitalis besar Tiongkok...  Dimana logikanya, katanya
> Tiongkok kapitalis sudah mensejahterakan rakyatnya, ada ribuan jumlah
> bilyuner, tapi rakyatnya tetap disuruh kerja 12 jam sehari dan 6 hari
> seminggu!!
> Chan tidak pernah mau mengkomentari berita dan penelitian seperti di bawah
> ini. Ini adalah berita April 2019!!! Welfare your ....sssss!!!!
>
> Despite the rapid growth of the Chinese economy in the last decade, more
> than 482 million people in China – 36% of the population – live on less
> than $2 a day.
>
> In total 85% of China’s poor live in rural areas and extreme poverty
> forces many of them to leave the countryside in search of employment in
> urban areas. Often referred to as the factory of the world, China’s
> industry-oriented economy relies on these migrant workers who make up the
> majority of the workforce.
>
> There are approximately 150 million internal migrant workers in China who,
> because of their status, do not receive any state benefits or protection.
> They have to endure poor working conditions such as excessive and forced
> overtime, denial of social security rights and failure to provide
> employment contracts, as well as severe health risks.
>
> Before opening up its economy in 1978, China had stringent controls on the
> movement of people between rural and urban areas, preventing migration to
> cities. These controls were part of the permit (*hukou*) system, in which
> welfare entitlements such as pensions, housing, health and education were
> tied to a person's place of birth.
>
> As China moved towards a market economy, cheap rural labour helped fuel
> the country's growth and constraints on migration were reduced, however the
> restrictions on household registration of the *hukou* have remained in
> place, so migrant workers become outcasts without access to any state
> benefits or protection, despite Chinese laws enshrining "equal rights” for
> all.
>
> Trying to escape from extreme poverty, rural migrant workers find
> themselves trapped in appalling working conditions.  Most of these workers
> are women earning extremely low wages – the average monthly salary
> including overtime is CNY 1,690 (£150).Migrant workers endure long working
> days, work seven days a week, many without an employment contract and face
> constant discrimination. Living conditions are poor with up to six people
> sharing small cramped dormitories. Women migrant workers, who are primarily
> employed in factories, rarely get maternity leave, and with no childcare
> facilities and working weeks of more than 70 hours many are forced to send
> their children to live with family in the countryside.
>
> There is no freedom of association to form trade unions and
> non-governmental labour organisations are closely monitored by the
> Government who carry out regular crackdowns. Multinational corporations and
> national factory owners take advantage of the anti-union climate, the
> workers’ lack of awareness of their own rights and the Chinese government’s
> unwillingness to address the abuse of migrant workers’ rights.
>
>
>
>
> On Sunday, April 21, 2019, 6:26:13 AM GMT+2, ChanCT <[email protected]>
> wrote:
>
>
> PANTASLAH ini salah satu anak ketua PKI yg masih saja meneruskan kesalahan
> lama! Merasa diri heibat sudah KUAT lalu main gempur, dan akhirnya LUDES
> tanpa sedikitpun melawan setelah digebuk Soeharto, ...
>
> BERJUANG tanpa strategi-Taktik yg benar, mau main seruduk tanpa
> perhitungkan KESELAMATAN RAKYAT! Biarkan saja rakyat jatuh korban, begitu
> KEJAMnya nenek dalam tempurung ini.
>
>
> Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45] 於 21/4/2019 11:54 寫道:
>
>
> Sudah...sudah!!! tak ada gunanya buang waktu diskusi dengan orang remo pro
> imperialis.. Ini sudah pernah diperdebatkan, bahkan orang lain juga
> ikut...Masih tidak malu menyebut Mao!!! Remo selalu ketakutan sama perang
> !! Dari jaman Khrushchov!!  Dan Chan sudah menunjukkan ketakutannya dengan
> menyuruh Korut menuruti kemauan AS... Mao mengajarkan perang dan imperialis
> adalah macan kertas!!! Perang dicegah justru dengan mempersiapkan diri
> sebaik mungkin dan sekuat mungkin pertahanannya. Apa bedanya Tiongkok
> ketika diancam perang dan diblokade AS dan sekarang Korut yang diblokade
> dan diancam perang AS??? Bedanya hanya tiongkok sekarang sudah menjadi
> kapitalis!!! Tkk mendukung sepenuhnya sanksi ekonomi AS!!!!????  Nah,
> keluar lagi sovinisme negeri besarnya... Negeri kecil tidak ada syarat
> untuk berdikari???!!!  Teori siapa itu???  Teorinya agen kecil remo Chan???
> Ha...ha.. Sudah pernah juga saya postingkan tentang pengusaha kecil
> tiongkok yang mengeluh karena menderita kerugian dengan sanksi Tkk terhadap
> Korut... Kalau tiongkok masih mau dengan diam-diam melanggar sanksi AS, itu
> dilakukan BUKAN KARENA SOLIDARITAS DENGAN KORUT, MELAINKAN BERDASARKAN PADA
> KEPENTINGAN EKONOMINYA JUGA... Sudah tentu sovinisme negara besar si Chan
> tidak akan pernah mengakui bahwa Tiongkok juga memerlukan Korut!!!
>
> On Sunday, April 21, 2019, 1:52:46 AM GMT+2, ChanCT [email protected]
> [temu_eropa] <[email protected]> <[email protected]>
> wrote:
>
>
>
>
> Nenek dalam tempurung yang TIDAK BISA melihat perbedaan besar RRT yang
> berhasil meledakkan bom-atom tahun 1964 dengan Korut sekarang ini, ... RRT
> berhasil memaksa AS merubah taktik perjuangannya, Nixon terpaksa terbang ke
> Beijing berjabatan-tangan dengan Ketua Mao, merubah usaha mencekik mati RRT
> dengan jalankan blokade sejagad terhadap RRT menjadi "DAMAI", hubungan
> dagang/ekonomi. Sebaliknya dengan Korut, TANPA RRT menunjang dibelakang,
> menghadapi blokade AS selama ini, sudah tidak mampu hidup, ...! Karena
> memang TIDAK ADA sjarat sebagai negara kecil, kesulitan untuk tegak
> berdikari, ... sandang-pangan bagi rakyatnya! Banyak harus bersandar dari
> luar, khususnya RRT! RRT selama ini menentang blokade AS terhadap Korut,
> dan diam-diam terus memberikan BANTUANnya, ... dengan alasan KEMANUSIAAN,
> karena rakyat Korut kesulitan hidup!
>
> Media Korut boleh-boleh saja membantah, ... tapi juga tidak terbantah
> kenyataan AS mendenda perusahaan HK yg mensuply minyak utk Korut ditengah
> perairan Laut Tiongkok Timur, dan masih terus mengalir masuknya segala
> macam barang ke Korut melalui KA dan truk-container, ... diperbatasan. Dan
> begitu PENTING nya peran RRT bagi Korut bisa juga dilihat kenyataan, Kim
> tahun lalu 3X berkunjung ke Beijing menemui Xi! Bagaimana nenek yg satu ini
> bisa bilang Korut gagah perkasa melawan AS tanpa RRT dibelakangnya???
>
> Berpikirlah seperti Ketua Mao, ditahun 1959 sudah ada rencana pembangunan
> waduk raksasa di Wuhan, 3 Gorges Sungai Yang Tse, ... begitu kerasnya
> desakan utk membangun. Ketua Mao tetap membatalkan rencana pembangunan
> setelah tanya pada marshekal/jendal disekitarnya, "Seandainya meletus
> PERANG, sudah mampukah TPRT melindungi bendungan dari serangan bom?" dan
> TIDAK ada yang bisa menjamin! Itulah salah satu sebab pokok Ketua Mao
> membatalkan/menunda rencana pembangunan waduk raksasa, karena yang
> diutamakan KESELAMATAN RAKYATnya sendiri! Karena kalau waduk jebol dibom,
> jutaan rakyat bisa mati terendam air!
>
> Sedang Kim TIDAK berpikir mendahulukan KESELAMATAN RAKYAT nya sendiri!
> Tanpa perhitungkan kemampuan menghadapi serangan nuklir AS dan apa yang
> terjadi kalau gudang bom nuklirnya tiba-tiba meledak akibat serangan AS
> itu??? TIDAK perhitungkan kemampuan menghadang setiap saat peluru2 kendali
> berterbangan diangkasa dan jatuh TEPAT diatas kepalanya sendiri itu?
>
>
> Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45] 於 21/4/2019 2:35 寫道:
>
>
> Jelas negara dan orang yang menentang percobaan senjata nuklir Korut ada
> dikubu imperialis. Orang-orang progresif dan cinta damai sedunia mendukung
> percobaan nuklir Korut yang jelas jemelas terus  diancam perang oleh AS.
> Trump sendiri mengakui provokasi militer AS melalui latihan perangnya
> dengan Korsel didepan pintu gerbang masuk Korut. Hanya orang revisionis dan
> reaksioner pro imperialis yang tidak mau mengakui kenyataan yang terang
> benderang ini. Dan juga hanya orang remo dan reaksioner yang menganggap
> ancaman perang dunia ada di Korut, seolah-olah ancaman perang datang dari
> Korut. Betul-betul sinting orang yang berpikir begitu!! Bayangkan negeri
> kecil yang terus menerus dikenakan sanksi dan blokade ekonomi kok malah
> dituduh memprovokasi perang..Itu kan betul-betul orang reaksioner gila!!
> Justru  kapasitas Korut dalam senjata nuklirnyalah yang memaksa AS mau
> bertemu dengan Korut!!!. Korut dipaksa oleh ancaman perang AS untuk
> menggunakan anggaran belanjanya guna membiayai percobaan senjata
> nuklirnja!! Apakah dengan senang hati mereka melakukannja?? sudah tentu
> tidak!! Mereka akan lebih senang menggunakannja untuk meningkatkan
> kemakmuran rakyatnya. Makanya Kim bersedia memberi konsesi sangat besar
> sekali kepada AS demi perdamaian sejati di semenanjung dan sebagai gantinya
> minta sanksi ekonomi diangkat.  Tapi apa jawaban AS???Sama sekali tidak mau
> membicarakannya dalam perundingan di Hanoi.
> Kemudian apa argumentasi si Chan remo dalam menentang senjata nuklir
> Korut: kasarnya bilang negeri kecil tidak punya hak untuk memiliki senjata
> nuklir!!! Bayangkan!! dia membelejeti dirinja sebagai Sovinis negara besar!!
>
>
> Soal siapa membutuhkan siapa, si Chan juga buta matanya dan lagi sovinisme
> negara besarnya keluar...Tiongkok kapitalis menganggap Korut harus
> berterima kasih karena ada Tkk yang membackingnya!! Ha,.,ha,, inipun sudah
> menjadi perdebatan antar rhodongshimun dengan Renminrebao dan pernah saya
> postingkan jawaban korut...  Korut mengingatkan Tkk, ketika tkk meletuskan
> bom nuklirnya, Korut mendukungnya. Tkk serta antek remo lupa  kalau Korut
> tidak ada dan ditelan Korsel, Tkk langsung berbatasan dengan negara antek
> AS dengan basis militernja!!! kepicikan revisionis tidak mampu melihat
> kenjataan ini. Mengapa Tkk mengirim pasukan sukarela untuk melawan agresi
> AS dalam perang Korea?? Tidak lain dan tidak bukan juga untuk melindungi
> dirinja sendiri dari kepungan AS!!!
>
> Tapi semua argumentasi ini tak ada gunanya bagi otak seorang remo yang
> jelas-jelas memihak Imperialisme AS!!
>
> On Saturday, April 20, 2019, 5:19:45 AM GMT+2, ChanCT
> <[email protected]> <[email protected]> wrote:
>
>
> Yang harus dihindari dan sekuat tenaga dicegah adalah meletup PERANG,
> apalagi gunakan senjata nuklir didunia ini!
>
> Yang saya tentang usaha Korut dengan percobaan nuklir! Kalau diteruskan,
> itu namanya bunuh diri, ... sekaligus bencana bagi seluruh rakyat
> disemenanjung Korea dan perbatasan Tiongkok! Jangan bermain api apalagi
> saling tantang menantang seperti 2 tahunan yl itu! Baguuuslah bisa terjadi
> dialog, sekalipun masih tersendat-sendat, ... Diakui atau tidak, seandainya
> dibelakang Korut tidak ada RRT yang jadi backing kuat, saya yakin nasib Kim
> tidak beda dengan Hussein, Khadafi diArab sana!
>
>
> Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45] 於 20/4/2019 0:21 寫道:
>
>
> Irak, dan terutama Libia, adalah contoh yang tak dapat dibantah siapapun
> bahwa kaum imperialis sedikitpun tidak bisa dipercayai. Hussein dan Khadafi
> samasekali bukan komunis, sudah berkolaborasipun,  toh akhirnya digulingkan
> dan dibunuh. Makanya orang-orang remo seperti Chan yang ikut-ikutan senewen
> dan kebakaran jenggot dengan percobaan senjata nuklir Korut menelanjangi
> dirinya sendiri sebagai antek imperialis... Ketika pertemuan Kim dengan
> Trump "kelihatannya" berhasil, langsung menepuk dada, itu berkat jasa
> Tiongkok!!!. Nah, sekarang pertemuan kedua, yang sebenarnya, sebelum
> dimulaipun sudah gagal duluan ,karena Trump hanya datang untuk bilang
> "sanksi jalan terus" tak perduli konsesi apa yang ditawarkan Kim, terus
> "jasa" siapa itu??? Ha...ha.,... tidak muncul tampang busuk remo menepuk
> dada!!!
>
> On Friday, April 19, 2019, 5:50:32 PM GMT+2, Sunny ambon
> [email protected] [GELORA45] <[email protected]>
> <[email protected]> wrote:
>
>
>
> Kadafi itu memusnahkan program nuklirnya dan juga bertemen baik dengan
> Sarkosi dan Blair, malah menyumbang untuk kampanye pemilihan umu agar
> mereka menang, apa jadinya kemudian? Sebelumnya Irak yang tidak mempunyai
> "weapon of  masdestruction", yang  sudah diinspeksi PBB,  apa jadinya
> kemudian?
>
> On Fri, Apr 19, 2019 at 5:10 PM Tatiana Lukman [email protected]
> [GELORA45] <[email protected] > wrote:
>
>
> Orang yang minta senjata nuklir dimusnakan dengan menggaris bawahi negeri
> berkembang, tapi melupakan dedengkot imperialis yang tidak akan dengan suka
> rela menghancurkan senjata nuklirnya, pada hakekatnya adalah orang-roang
> yang mimpi ditengah hari bolong atau pura-pura dan menampakkan dirinya
> seolah-olah anti senjata nuklir, tapi sebetulnya berpihak kepada imperialis.
>
> On Friday, April 19, 2019, 2:08:39 PM GMT+2, 'Lusi D.' [email protected]
> [GELORA45] <[email protected]> wrote:
>
>
>
>
> Pemusnahannya harus dimulai dan dibuktikan oleh pihak siapa yang
> pertamakali pernah menggunakannya lebih dulu: artinya oleh Amerika
> Serikat.
> Ada yang bisa memberikan data waktu, sejak mulai berdirinya, kapan
> Amerika Serikat tidak mempunyai pangkalan perang dan tidak menempatkan
> serdadunya di luar wilayah USA sampai sekarang?
>
> Am Fri, 19 Apr
> 2019 03:15:35 +0000 (UTC) schrieb "Chalik Hamid [email protected]
> [nasional-list]" <[email protected]>:
>
> > Dunia makin canggih, Korut makin menunjukkan giginya. Nuklir Korut
> > makin disempurnakan. Moncongnya diarahkan ke AS, bikin AS makin
> > geretan.Dunia ingin aman? Musnahkan seluh senjata nuklir dari muka
> > bumi, termasuk di negeri2 berkembang. ----- Pesan yang Diteruskan
> > ----- Dari: ajeg [email protected] [GELORA45]
> > <[email protected]>Kepada: GELORA45
> > <[email protected]>Terkirim: Kamis, 18 April 2019 18.10.19
> > GMT+2Judul: [GELORA45] Kremlin: Kim Jong Un Akan Bertemu Putin di
> > Rusia Bulan Ini
> >
> >
> > Kremlin:Kim Jong Un Akan Bertemu Putin di Rusia Bulan Ini
> >
> > AGNI VIDYA PERDANA
> >
> > Kompas.com- 18/04/2019, 21:28 WIB
> >
> > MOSKWA, KOMPAS.com - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dijadwalkan
> > akan bertemudengan Presiden Rusia Vladimir Putin saat berkunjung ke
> > Rusia pada akhir bulanini. Kepastian kunjungan tersebut disampaikan
> > Kremlin dalam sebuah pernyataanresmi di situs resminya, meski tidak
> > menyebutkan tanggal pasti pertemuantersebut.
> >
> > "Menyusul undangan dari Vladimir Putih, Kim Jong Un akanmengunjungi
> > Rusia pada parus kedua April ini," kata Kremlin dalampernyataannya,
> > Kamis (18/4/2019).
> >
> > Sejumlah media, termasuk dari Rusia, KoreaSelatan, maupun Jepang
> > dalam laporannya menyebut pertemuan kemungkinan akandigelar di Timur
> > Jauh Rusia.
> >
> > Sementara sebelumnya, seorang pejabat tinggiKorut, Kim Chang Son
> > diketahui tengah melakukan perjalanan ke Moskwa danVladivostok.
> >
> > Kunjungan Kim Chang Son, yang disebut sebagai tangan kanan Kim
> > JongUn, dikatakan untuk membicarakan rencana perjalanan penting
> > pemimpin tertinggiKorea Utara ke Rusia.
> >
> > Dilansir Yonhap News, Kim Chang Son, sekretaris utamakomisi urusan
> > luar negeri Korea Utara, yang bertanggung jawab dalam urusanprotokol
> > untuk Kim Jong Un, telah mengunjungi Rusia pada Maret lalu.
> >
> > Dia beradalima hari di Moskwa melalui Beijing, sebelum kemudian
> > melanjutkan perjalanandengan jalur udara ke Vladivostok pada 23 Maret
> > lalu.
> >
> > Kunjungan ke kawasanTimur Jauh Rusia itu diperkirakan untuk meninjau
> > calon lokasi pertemuan puncakKim Jong Un dengan Putin.
> >
> > Putin dikabarkan pernah melayangkan undangan kepadaKim Jong Un untuk
> > berkunjung ke Rusia pada Juni tahun lalu, usai pertemuanpuncak
> > pertama Kim dengan Presiden AS Donald Trump di Singapura.
> >
> > Kim Jong Unbelum pernah sekalipun menjejakkan kakinya ke Rusia.
> > Berbeda dengan sang ayah,Kim Jong Il, yang pernah menggunakan kereta
> > api lapis bajanya, menemui PresidenRusia Dmitry Medvedev pada 2011.
> >
> > Dalam jajaran pejabat tinggi Rusia, baruMenteri Luar Negeri Sergey
> > Lavrov yang pernah bertemu Kim Jong Un saatberkunjung ke Pyongyang
> > pada akhir Mei tahun lalu.
> >
> > Penulis : Agni Vidya PerdanaEditor : Agni Vidya Perdana
> >
> >
>
>
> [image: alt]
> <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
> 不含病毒。www.avg.com
> <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
> <#m_-868966412851878407_DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2>
>
> 
>

Kirim email ke