Jangan terpancing sama provakasinya bung chan. Sudah saya peringati dari dulu bahwa mahluk satu ini intensinya gak baik.
Kerjaannya mau menang dewek, nyinyir dan menyerang NKRI serta Jokowi sekarang ini. Nanti2 siapapun presidennya juga dihajar terus koq. Seluruh bangsa Indonesia dikritik sama dia. Coba saja telusuri dari tionghoa net. Sombongnya minta ampun dia. Lalu dia kabur krn didamprat oleh orang tionghoa net. Wong memang kerjaannya menyerang Indonesia terus. Capek lihatnya. Mengkritisi dan menghina itu beda sekali bung chan. Ya sudah suruh saya utk mengekspresikan diri. Kata2 seperti goblok, tulalit, pinokio, tukang kayu, oon dll itu kata2 yg sah dan itu kata2 dalam bhs Indonesia. Kalau gak boleh dipakai ngapain kata2 ini dikosakatakan? Yang gak boleh itu adalah menggoblok2an orang lain. Jangan menghina. Jangan nyinyir. Ini kesemuanya bisa masuk ke hate speech. Intinya hate speech itu adalah: cruel and derogatory language or gestures. Bukan kata2 bung chan! Kata2 tidak mencerminkan apa2, tetapi Bahasa yg dipakai bermakna lain. Suatu kalimat yg indah tanpa kata2 goblok, oon, pinokio dll itu bisa masuk kategori hate speech kalau isinya cruel/jahat kejam bengis dan derogatory/menghina. Kata derogatory itu hampir sama dgn pejorative yg sebetulnya mengecilkan orang lain alias meremehkan, walaupun ada bedanya. Derogatory itu lebih parah menurut saya dan perjorative itu merendahkan orang lain alias ngeyel krn sifat mau menang sendiri itu, tapi sifat ini lama2 bisa jadi derogatory dan malahan bisa jadi radikal terror dll. Jadi sekali lagi bukan kata2 nya melainkan maknanya tulisan itu. Banyak orang menggunakan kata2 goblok, tulalit, oon sbg friendlier language seperti yg dikatakan oleh zus tiek. Sijonathan itu “mau” menggunakan kata tulalit itu kali ini utk menangan. Ini sifat perjorative nya. Dia itu kayaknya ada dendam sama NKRI. Itu saja satu2nya alasan yg masuk akal. Kalau bukan ini ya harus dicari penyebabnya kenapa dia menyerang NKRI terus. Silahkan dicari jawabannya hehehehehehe. Salam Nesare From: [email protected] <[email protected]> Sent: Friday, May 10, 2019 4:08 AM To: Jonathan Goeij <[email protected]>; [email protected]; nesare <[email protected]> Subject: Re: [GELORA45] CUKUP SUDAH, ...! ==> Habib Rizieq: Prabowo Harus Dinyatakan Menang Pilpres, Berapa pun Suaranya Lho, ... kenapa pernyataan saya itu bung artikan "ANCAMAN"??? Sedikitpun tidak! Pernyataan itu hanyalah menghendaki HENTIKAN saling bodoh membodohkan orang lain, ... TIDAK lebih dari itu! Dan harapan saya bung bisa laksanakan itu, ...! TIDAK meneruskan saling maki memaki di GELORA45, dan, ... lakukanlah diskusi secara baik-baik dan mencerahkan itu saja! Dan dengan demikian TIDAK perlu saya cabut hak suara bung, ... Bukankah sekalipun kita belum berkenalan muka, tapi kan juga sudah lebih 20-an tahun berkenalan didunia maya, sejak ramai-ramainya di Tionghoa-net! Kenapa hanya masalah kecil begini jadi harus bermusuhan, ... Nah, pada bung Nesare saya juga harapkan sangat, ... mulai hari ini bisa menghentikan kejailan meng-goblok-goblokan atau gunakan sebutan lain tutalit kan bung Goei lagi, dimulai dengan lembaran baru yang menyejukkan dengan diskusi secara baik-baik. Mudah2an bisa, ...! Dan terimakasih sebesar-besarnya atas perhatian yang diberikan. Salam-damai, ChanCT Jonathan Goeij 於 10/5/2019 15:03 寫道: Bung Chan, daripada anda main ancam dan tidak bakalan saya gubris. Silahkan saja anda buktikan ancaman anda itu dan cabut hak bersuara saya. Terima kasih. On Thursday, May 9, 2019, 1:27:31 AM PDT, ChanCT <mailto:[email protected]> <[email protected]> wrote: Bung Goei, ... sebenarnya saja saya sudah tidak hendak membicarakan masalah goblok menggoblokan yang sedikitpun tidak ada artinya ini! Yang saya kehendaki, segera HENTIKAN pembicaraan ini dengan saya keluarkan pernyataan "CUKUP SUDAH, ...!" semalam itu! Pernyataan saya itu utamanya setelah mempertimbangkan bung keluarkan makian yang saya anggap SUDAH KETERLALUAN! Saya tetap merasa TIDAK PERLU meneliti siapa yang memulai, tapi yang terjadi terakhir ini, bukan sekadar gayung bersambut dengan sebutan "tulalit", tapi nampak "kemarahan" bung sedang bung Nesare yg menurut kesan saya masih tenang-tenang saja, ... Yahoo! Groups <https://groups.yahoo.com/neo/groups/GELORA45/conversations/messages/246293> <https://s.yimg.com/nq/storm/assets/enhancrV2/23/logos/yahoo.png> Yahoo! Groups Bukankah kalau saja sejak awal bung bisa abaikan saja, tidak beri reaksi begitu besar dengan sebutan tulalit itu, keributan kali ini juga tidak akan terjadi! Dan, ... kenyataan yg saya perhatikan selama ini, hanya bung seorang yang menjadi sasaran bung Nesare! Saya tidak tahu bagaimana sebetulnya hubungan kalian berdua, tapi menurut saya seperti kemarin saya nyatakan: ".... bung termakan "GODAAN" jail bung Nesare itu, ... sebaliknya, mungkin bung Nesare justru tertawa terkekeh-kekeh gembira melihat bung begitu marahnya!" Sudahlah, tak guna diteruskan! Dan, ... sekali lagi saran saya, HENTIKAN saling maki memaki, saling menggoblokkan yg tidak ada arti dan tak ada gunanya itu! Diskusi lah baik-baik saja sesuai substansi yang diajukan, ...! Salam-damai, ChanCT [email protected] <mailto:[email protected]> [GELORA45] 於 9/5/2019 13:09 寫道: Bung Chan, bila ada member yg meng-goblok2an termasuk anda yang menyebut "bung GOBLOK" apakah saya harus diam? apalagi kemudian moderator diberitahu malah mendakwa berdasarkan tafsiran saja. Tidak ada ceritanya karena hanya ditujukan seseorang kemudian dianggap tidak apa2. Bagaimana kalau saya tujukan panggilan goblok hanya untuk anda? juga tidak apa2? Bila anda mau komitmen menghentikan siapa saja tentu hal itu baik. Jadi terserah anda saja! ---In [email protected] <mailto:[email protected]> , <mailto:SADAR@...> <SADAR@...> wrote : Pertama saya tidak hendak membuang waktu utk mengaduk-aduk kumpulan tulisan/email di GELORA45 siapa sesungguhnya yg memulai goblok menggoblokan, cukup dengan yg saya perhatikan bung Nesare HANYA menyatakan bung GOBLOK saja, tidak pada lawan diskusi yang lain! Sedang bung TIDAK hanya balas berbalas, tapi juga menyerang kawan-kawan lain dan menjadi-jadi, ...! Kedua, yang saya kehendaki, diskusi sehat yang terjadi di GELORA45 tanpa saling caci-maki dan itulah tuntutan saya pada bung untuk HENTIKAN caci-maki apapun alasannya! Ketiga, terserah saja pada bung, mau menghentikan main caci-maki atau saya CABUT haksuara bung di GELORA45, ... Jonathan Goeij 於 9/5/2019 10:41 寫道: Bung Chan, waktu ada member yg ber-tahun2 maki2 goblok ke member lain kenapa anda tidak menghentikan ataupun mengancam mencabut hak suara member tsb, tetapi pada waktu ditujukan pada anda waktu sebentar saja sudah langsung mengancam sedemikian rupa? Kenapa anda tidak bisa menggunakan argumen melawan goblok itu seperti yg anda anjurkan???? Apa sih menakutkannya dengan ancaman seperti ini??? On Wednesday, May 8, 2019, 4:43:41 PM PDT, ChanCT <mailto:sadar@...> <sadar@...> wrote: CUKUP SUDAH, ...! PERINGATAN untuk bung Goei, ... HENTIKAN umpat mengumpat, caci-memaki macam begini atau saya CABUT hak suara bung dari GELORA45! Salam, ChanCT Jonathan Goeij 於 8/5/2019 22:54 寫道: Saya rasa anda salah besar bung Chan waktu mengatakan ini "kenyataan yang main maki memaki itu bung sendirilah!" dan seharusnya anda tarik. Anda lihat sendiri saya bermaksud diskusi dengan baik tetapi tetap saja acara maki memaki itu tetap ada, ok kalau anda memang tidak mau menghentikan tidak ada masalah. Dan terus terang saja kalau memang kata2 umpatan boleh ditujukan pada seorang member, itu artinya boleh saja ditujukan kemember mana saja termasuk anda. Moderator GOBLOK! On Wednesday, May 8, 2019, 1:45:45 AM PDT, ChanCT <mailto:sadar@...> <sadar@...> wrote: Bung Goei yb, Berdasarkan pengamatan saya selama beberapa tahun terakhir ini, jelas bung termakan "GODAAN" bung Nesare dalam setiap diskusi. Nampak bung Nesare cukup jail dalam menyodok bung kepojok dan seringkali kewalahan, ... begitu sampai-lah pada saling goblok menggoblokan yg entah siapa mulai lebih dahulu saya tidak peduli, namun sayapun perhatikan pernyataan "GOBLOK" itu hanya dilontarkan pada bung seorang! Lawan debat yg lain tidak, ... dan, ternyata bung jadi tidak tahan! Tidak bisa terima dituduh "GOBLOK!" Bagaimana seandainya saya usul kan agar bung HENTIKAN saja perdebatan dengan bung Nesare kalau memang tidak ada argumentasi yg bisa diajukan lagi, ... Biar tidak terjadi saling maki-memaki dalam bentuk apapun, karena memang kenyataan dengan maki memaki begitu juga TIDAK menyelesaikan soal! Dengan demikian bung tidak lebih lanjut termakan "GODAAN" jail bung Nesare itu, ... sebaliknya, mungkin bung Nesare justru tertawa terkekeh-kekeh gembira melihat bung begitu marahnya! Mudah-mudahan saja bung bisa dan TIDAK lagi meneruskan saling maki-memaki apapun alasannya, ...! Terimakasih atas perhatian bung! Salam-damai, ChanCT jonathangoeij@... <mailto:jonathangoeij@...> [GELORA45] 於 8/5/2019 14:58 寫道: Sejak awal saya bermaksud diskusi secara sehat. Saya jelaskan ber-kali2 kalau kata2 tulalit yg dipakai Nesare mempunyai arti goblok dan anda berlagak pilon, saya ber-kali2 memberi isyarat pd moderator tetapi diam saja. Sedang si Nesare sedemikian pengecutnya. Terus bagaimana???? Terus terang bung Chan maki2 itu untuk menarik perhatian, dan sbg moderator seharusnya anda bisa bertindak cepat tidak seperti sekarang tunggu di-maki2 dulu. ---In [email protected] <mailto:[email protected]> , <mailto:SADAR@...> <SADAR@...> wrote : Lho, ... kenyataan yang main maki memaki itu bung sendirilah! Dan hendaknya bisa segera HENTIKAN, dan TIDAK Bung lanjutkan lagi! TIDAK ada perlunya mengutuk-ngutuk orang, lawan diskusi begitu, ... Kalau saja bung tidak mampu ajukan argumentasi lagi, yaa lebih baik diam saja, tidak lagi melayani lagi! Ini harapan dan kehendak saya agar diskusi di GELORA45 bisa berlangsung secara sehat dan nyaman bagi seluruh pembaca, ...! Jonathan Goeij 於 8/5/2019 10:23 寫道: Sampai sekarang Nesare sama sekali belum menjelaskan sama sekali arti tulalit yg ditujukan kesaya. Apakah sedemikian pengecutnya???? Kutu busuk!!!! Bangsat!!!!!! On Tuesday, May 7, 2019, 4:45:26 PM PDT, ChanCT <mailto:sadar@...> <sadar@....> wrote: Sebenarnya MUDAH saja, kok! Bagi kita yang bukan saja sudah dewasa tapi masuk lanjut-usia, (atau bung Goei belum?) dan bisa dinamakan intelektual, ... yang beradab, tentu berkemampuan menangkap isi pembicaraan orang lain dengan baik dan menanggapi isi substgansi tulisan, ... BUKAN tafsiran subjektif yang bukan2 lalu menuduhkan itulah yg dimaksud orang lain!!! Saya perhatikan inilah yang jadi bikin ribuuuut, ... Kemarin ini juga seenak udelnya sendiri menafsirkan tulisan saya dengan bilang "BONEKA", sekarang tanpa jelas pengertian tulalit sudah menafsirkan dan menuduh Nesare "Menggoblok-goblokan" dirinya, ... bahkan diskusi jadi teralih dan saling membodoh-bodohkan pihak lain! Kenapa harus begitu, ... Jonathan Goeij jonathangoeij@... <mailto:jonathangoeij@...> [GELORA45] 於 8/5/2019 4:25 寫道: Ok, kalau begitu kita tunggu penjelasan Nesare. On Tuesday, May 7, 2019, 1:04:29 PM PDT, kh djie <mailto:djiekh@...> <djiekh@...> wrote: Kutipan : Seandainya saja si Nesare bermaksud berkata "bodoh/goblok/telmi" dalam pemakaian kata tulalit itu, apa pendapat anda? Apakah dibiarkan terus sehingga diskusi isinya hanya saling caci maki? Ya, lebih baik tidak berandai andai. Lebih baik nulis yang jelas, tanpa olok-olok, serta kesimpulan nyambung dengan data-data. Ya, kalau bersedia. Pada tanggal Sel, 7 Mei 2019 pukul 21.53 Jonathan Goeij jonathangoeij@... <mailto:jonathangoeij@...> [GELORA45] <[email protected] <mailto:[email protected]> > menulis: Saya mengikuti saran anda lihat di Google, tulalit bisa berarti tinggal tulang dan kulit yg artinya kurus sekali, bisa juga berarti nggak nyambung seperti yg anda sebut dibawah yg diambil dari bunyi tulalit tulalit telpon yg nggak nyambung, bisa juga berarti bodoh/goblok/telmi. Menurut saya si Nesare sewaktu menggunakan kata tulalit ber-kali2 ditujukan kesaya merefer ke arti "bodoh/goblok/telmi" yang bisa dilihat dari kalimat yg digunakan. Tetapi tentu saja yg paling tahu orang yg berkata itu sendiri. Saya sudah ber-kali2 menanyakan, tetapi terlihat sekali menghindar terus, saya kira Nesare terlalu pengecut untuk mengakui terus terang. Seandainya saja si Nesare bermaksud berkata "bodoh/goblok/telmi" dalam pemakaian kata tulalit itu, apa pendapat anda? Apakah dibiarkan terus sehingga diskusi isi nya hanya saling caci maki? Saya juga ingin tahu pendapat moderator. ---In [email protected] <mailto:[email protected]> , <mailto:djiekh@...> <djiekh@...> wrote : Tualit, seperti bunyi tilpon yang tidak nyambung. Tualit = komunikasi yang tak nyambung. Ya, mengapa tidak nyambung, lihat di Google. Pada tanggal Sel, 7 Mei 2019 pukul 18.15 Jonathan Goeij <mailto:jonathangoeij@...> jonathangoeij@... [GELORA45] < <mailto:[email protected]> GE [email protected]> menulis: Moderator melarang anda meng-goblok2an orang, kemudian anda mengganti dengan kata tulalit yang artinya sama dengan goblok. Apakah ini bukan melecehkan moderator dan menganggap moderator goblok/tulalit? ---In <mailto:gelor%[email protected]> [email protected], <mailto:nesare1@...> <nesare1@...> wrote : Oh tidak. Ane tidak menganggap moderator tulalit! Ane bilang ente yg tulalit! Ya memang dasar tulalit, kalau enggak ya gak mungkin mengklaim ane bilang moderator yg tulalit! Hehehehehehe dasar tulalit! Sekali tulalit tetap tulalit! Nesare <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient> 不含病毒。 <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient> www.avg.com
