Ya biarkanlah kalau memang itu attitude/tindakan dan kemauannya.

Yang penting bukan bung yg mengeluarkannya.

Ini keinginannya. Ini perangkapnya.

Sangat kelihatannya keinginan memperangkat bung sbg moderator dng tulisannya yg 
mencaci maki bung sbg moderator. Saya kutip tulisannya sijonathan: “ Moderator 
GOBLOK!” dll. Juga dgn cacian ini jelas2 dia memang sdh mau keluar. Tetapi 
dendamnya thd orang2 dimilis ini tidak kesampaian dimana tujuan akhirnya jelas 
sekali bahwa: dia akan keluar dgn kemenangan kalau saja bung mengeluarkan dia 
dari milis ini.

 

Tetapi hati2 loh, dia belum tentu keluar nyatanya. Wong dia itu kalau nulis 
pake’ wangsit terus. Jadi dia bisa pindah diri jadi si johnygundul misalnya 
hehehehehe.

 

Dia pikir kita2 ini orang goblok juga hehehehehe.

 

Sayang juga dia keluar, jadi kurang input utk diskusi hehehehehe.

Kadang kala diskusi itu baru lebih seru kalau ada yg berperan sbg antagonis.. 
Kalau semuanya genah/beres/baek2 saja, jalan diskusinya monoton/membosankan. 
Kalau ada yg miring2 jadi bikin lebih seru hehehehehe.

 

Gampang sebetulnya kalau saya mau cari tahu dia itu siapa. Banyak pribadi2 
begini. Jangankan bekas orang Indonesia yg tinggal diluar negeri, WNI yg 
tinggal didalam negeri saja banyak yg kelakuannya gak beres. Terakhir yg mau 
memancung Jokowi itu kan salah satu contohnya. 

 

Banyak orang2 asing yg begitu cintanya sama Indonesia yg biasa disebut 
indonesianists seperti pak king/bekas gurunya anies, pak dan lev, pak ben 
Anderson yg kesemuanya sdh almarhum dan Jeffrey winters yg masih hidup dan 
masih aktif bolak balik Indonesia USA. Terlepas dari ideologi mereka masing2 
ttp focus kecintaannya tidak bisa diganggu gugat. Perbedaan selalu ada ttp 
kerangka dasar bahwa kecintaan yg mendalam dgn NKRI itu tidak bisa diabaikan.

 

Mengkritik Jokowi mah silahkan saja. Kalau gak dikritik itu bisa berbahaya.

Jeffrey winters itu dulunya mengkritik Jokowi luar biasa. Dia gak percaya 
Jokowi bisa kuat. Akhirnya dia ngomong sendiri si kurus pake’ tambahan 
kerempeng lagi bahwa luar biasa ilmu silatnya Jokowi ini.

 

Luar biasa susahnya posisi Jokowi yg tidak ada apa2 ini. Hanya orang biasa plus 
sedikit duit dari perusahaan mebel yg sebetulnya gak ada apa2nya utk ukuran 
orang kaya/konglomerat Indonesia.

 

Orang ini level kecintaannya yg aku sampai hari ini masih percayai sbg motivasi 
dia utk bekerja babak belur.

 

Saya yakin sepanjang dia gak korupsi dan melibatkan anak2nya dalam bisnis, 
niscaya dia akan membawa NKRI kearah yg lebih baik. Dan niscaya tidak akan 
menjadi impian belaka bahwa NKRI akan menjadi negara yg disegani didunia ini.

 

Infrastruktur itu adalah modal utk menjadi negara maju. Infrastruktuk yg 
digariskan Jokowi hanya terbatas sarana. Pra sarananya belum tersentukan krn 
begitu banyak permasalahan yg ditinggalkan oleh rejim Orba. 

 

Yg paling penting pra sarana ini adalah masalah politik, terutama adalah pra 
sarana political instrument dan birokrasinya. Ini mencakup komunikasi antar 
Lembaga. Ini harus dikuatkan dulu. Kalau pemerintah sudah kuat, pasti jalannya 
akan bagus.

 

Semoga NKRI bisa maju dan maju terus.

 

Alhamdulillah dan amen,

Nesare

 

 

 

From: [email protected] <[email protected]> 
Sent: Sunday, May 12, 2019 3:02 AM
To: [email protected]; nesare <[email protected]>
Subject: Re: [GELORA45] CUKUP SUDAH, ...! ==> Habib Rizieq: Prabowo Harus 
Dinyatakan Menang Pilpres, Berapa pun Suaranya

 

  

Bung Nesare yb,

Iyaa, ... manusia didunia ini beraneka ragam. Saya sependapat dengan penilaian 
bung selama ini, bahkan sejak di Tionghoa-Net dahulu, nampak bung Jonathan 
cenderung menyerang Indonesia. Dan beberapakali saya perhatikan seringkali 
dengan sengaja memiringkan pengertian pernyataan lawan diskusi, bahkan 
membaliknya. Lalu, berikutnya jadi ngeyel. Membuat diskusi jadi menjengkelkan, 
... Hanya saja, saya mengambil jalan tidak dengan MEMAKI, tapi cukup tidak 
meneruskan pembicaraan yg jadi tidak ada gunanya itu. 

Saya juga perhatikan, cara bung menggoblokan bung Jonathan dengan mencoba 
buktikan dimana gobloknya! Hanya saja kenyataan bung Jt bukan saja tidak 
terima, sebaliknya jadi ngamuk, ... MARAH, yang tidak membelanya juga 
dimaki-maki, ...! 

Apaboleh buat, ternyata dia tidak dapatkan pembela sedang harapan saya HENTIKAN 
main maki dan menggoblok-goblokkan orang nampaknya juga tidak bisa diterima 
hatinya! Akhirnya, bukan saya cabut hak-suara nya di GELORA45, tapi nampaknya 
dia memilih kabur dengan sendirinya???

Salam,

ChanCT

 

'nesare' [email protected] <mailto:[email protected]>  [GELORA45] 於 11/5/2019 
0:08 寫道:

  

Jangan terpancing sama provakasinya bung chan.

Sudah saya peringati dari dulu bahwa mahluk satu ini intensinya gak baik.

Kerjaannya mau menang dewek, nyinyir dan menyerang NKRI serta Jokowi sekarang 
ini. Nanti2 siapapun presidennya juga dihajar terus koq. Seluruh bangsa 
Indonesia dikritik sama dia. Coba saja telusuri dari tionghoa net. Sombongnya 
minta ampun dia. Lalu dia kabur krn didamprat oleh orang tionghoa net. Wong 
memang kerjaannya menyerang Indonesia terus. Capek lihatnya. Mengkritisi dan 
menghina itu beda sekali bung chan.

 

Ya sudah suruh saya utk mengekspresikan diri. Kata2 seperti goblok, tulalit, 
pinokio, tukang kayu, oon dll itu kata2 yg sah dan itu kata2 dalam bhs 
Indonesia. Kalau gak boleh dipakai ngapain kata2 ini dikosakatakan?

 

Yang gak boleh itu adalah menggoblok2an orang lain. Jangan menghina. Jangan 
nyinyir. Ini kesemuanya bisa masuk ke hate speech. Intinya hate speech itu 
adalah: cruel and derogatory language or gestures. Bukan kata2 bung chan!

 

Kata2 tidak mencerminkan apa2, tetapi Bahasa yg dipakai bermakna lain.

Suatu kalimat yg indah tanpa kata2 goblok, oon, pinokio dll itu bisa masuk 
kategori hate speech kalau isinya cruel/jahat kejam bengis dan 
derogatory/menghina. Kata derogatory itu hampir sama dgn pejorative yg 
sebetulnya mengecilkan orang lain alias meremehkan, walaupun ada bedanya. 
Derogatory itu lebih parah menurut saya dan perjorative itu merendahkan orang 
lain alias ngeyel krn sifat mau menang sendiri itu, tapi sifat ini lama2 bisa 
jadi derogatory dan malahan bisa jadi radikal terror dll.

 

Jadi sekali lagi bukan kata2 nya melainkan maknanya tulisan itu. Banyak orang 
menggunakan kata2 goblok, tulalit, oon sbg friendlier language seperti yg 
dikatakan oleh zus tiek..

 

Sijonathan itu “mau” menggunakan kata tulalit itu kali ini utk menangan. Ini 
sifat perjorative nya. Dia itu kayaknya ada dendam sama NKRI. Itu saja satu2nya 
alasan yg masuk akal. Kalau bukan ini ya harus dicari penyebabnya kenapa dia 
menyerang NKRI terus. Silahkan dicari jawabannya hehehehehehe.

 

Salam

Nesare

 

 

From: [email protected] <mailto:[email protected]>   
<mailto:[email protected]> <[email protected]> 
Sent: Friday, May 10, 2019 4:08 AM
To: Jonathan Goeij  <mailto:[email protected]> <[email protected]>; 
[email protected] <mailto:[email protected]> ; nesare  
<mailto:[email protected]> <[email protected]>
Subject: Re: [GELORA45] CUKUP SUDAH, ...! ==> Habib Rizieq: Prabowo Harus 
Dinyatakan Menang Pilpres, Berapa pun Suaranya

 

  

Lho, ... kenapa pernyataan saya itu bung artikan "ANCAMAN"??? Sedikitpun tidak! 
Pernyataan itu hanyalah menghendaki HENTIKAN saling bodoh membodohkan orang 
lain, ... TIDAK lebih dari itu! Dan harapan saya bung bisa laksanakan itu, ...! 
TIDAK meneruskan saling maki memaki di GELORA45, dan, ... lakukanlah diskusi 
secara baik-baik dan mencerahkan itu saja! 

Dan dengan demikian TIDAK perlu saya cabut hak suara bung, ... Bukankah 
sekalipun kita belum berkenalan muka, tapi kan juga sudah lebih 20-an tahun 
berkenalan didunia maya, sejak ramai-ramainya di Tionghoa-net! Kenapa hanya 
masalah kecil begini jadi harus bermusuhan, ...

Nah, pada bung Nesare saya juga harapkan sangat, .... mulai hari ini bisa 
menghentikan kejailan meng-goblok-goblokan atau gunakan sebutan lain tutalit 
kan bung Goei lagi, dimulai dengan lembaran baru yang menyejukkan dengan 
diskusi secara baik-baik.

Mudah2an bisa, ...! Dan terimakasih sebesar-besarnya atas perhatian yang 
diberikan.

 

Salam-damai,

ChanCT

 

Jonathan Goeij 於 10/5/2019 15:03 寫道:

 

Bung Chan, daripada anda main ancam dan tidak bakalan saya gubris. Silahkan 
saja anda buktikan ancaman anda itu dan cabut hak bersuara saya.

 

Terima kasih.

 

 

On Thursday, May 9, 2019, 1:27:31 AM PDT, ChanCT  <mailto:[email protected]> 
<[email protected]> wrote: 

 

 

Bung Goei, ... sebenarnya saja saya sudah tidak hendak membicarakan masalah 
goblok menggoblokan yang sedikitpun tidak ada artinya ini! Yang saya kehendaki, 
segera HENTIKAN pembicaraan ini dengan saya keluarkan pernyataan "CUKUP SUDAH, 
....!" semalam itu! 

Pernyataan saya itu utamanya setelah mempertimbangkan bung keluarkan makian 
yang saya anggap SUDAH KETERLALUAN!  Saya tetap merasa TIDAK PERLU meneliti 
siapa yang memulai, tapi yang terjadi terakhir ini, bukan sekadar gayung 
bersambut dengan sebutan "tulalit", tapi nampak "kemarahan" bung sedang bung 
Nesare yg menurut kesan saya masih tenang-tenang saja, ...  
<https://groups.yahoo.com/neo/groups/GELORA45/conversations/messages/246293> 
Yahoo! Groups

 




                


  <https://s.yimg.com/nq/storm/assets/enhancrV2/23/logos/yahoo.png> 


Yahoo! Groups


 

 

Bukankah kalau saja sejak awal bung bisa abaikan saja, tidak beri reaksi begitu 
besar dengan sebutan tulalit itu, keributan kali ini juga tidak akan terjadi! 
Dan, ... kenyataan yg saya perhatikan selama ini, hanya bung seorang yang 
menjadi sasaran bung Nesare! Saya tidak tahu bagaimana sebetulnya hubungan 
kalian berdua, tapi menurut saya seperti kemarin saya nyatakan:  ".... bung  
termakan "GODAAN" jail bung Nesare itu, ... sebaliknya, mungkin bung Nesare 
justru tertawa terkekeh-kekeh gembira melihat bung begitu marahnya!"

Sudahlah, tak guna diteruskan! Dan, ... sekali lagi saran saya, HENTIKAN saling 
maki memaki, saling menggoblokkan yg tidak ada arti dan tak ada gunanya itu! 
Diskusi lah baik-baik saja sesuai substansi yang diajukan, ...!

 

Salam-damai,

ChanCT

 

 

 <mailto:[email protected]> [email protected] [GELORA45] 於 9/5/2019 
13:09 寫道:

  

 

Bung Chan, bila ada member yg meng-goblok2an termasuk anda yang menyebut "bung 
GOBLOK" apakah saya harus diam? apalagi kemudian moderator diberitahu malah 
mendakwa berdasarkan tafsiran saja.






Tidak ada ceritanya karena hanya ditujukan seseorang kemudian dianggap tidak 
apa2. Bagaimana kalau saya tujukan panggilan goblok hanya untuk anda? juga 
tidak apa2?






Bila anda mau komitmen menghentikan siapa saja tentu hal itu baik.






Jadi terserah anda saja!







---In  <mailto:[email protected]> [email protected],  
<mailto:SADAR@...> <SADAR@...> wrote :

Pertama saya tidak hendak membuang waktu utk mengaduk-aduk kumpulan 
tulisan/email di GELORA45 siapa sesungguhnya yg memulai goblok menggoblokan, 
cukup dengan yg saya perhatikan bung Nesare HANYA menyatakan bung GOBLOK saja, 
tidak pada lawan diskusi yang lain! Sedang bung TIDAK hanya balas berbalas, 
tapi juga menyerang kawan-kawan lain dan menjadi-jadi, ...! 

Kedua, yang saya kehendaki, diskusi sehat yang terjadi di GELORA45 tanpa saling 
caci-maki dan itulah tuntutan saya pada bung untuk HENTIKAN caci-maki apapun 
alasannya!

Ketiga, terserah saja pada bung, mau menghentikan main caci-maki atau saya 
CABUT haksuara bung di GELORA45, ...

 

Jonathan Goeij 於 9/5/2019 10:41 寫道:

Bung Chan, waktu ada member yg ber-tahun2 maki2 goblok ke member lain kenapa 
anda tidak menghentikan ataupun mengancam mencabut hak suara member tsb, tetapi 
pada waktu ditujukan pada anda waktu sebentar saja sudah langsung mengancam 
sedemikian rupa?

 

Kenapa anda tidak bisa menggunakan argumen melawan goblok itu seperti yg anda 
anjurkan????

 

Apa sih menakutkannya dengan ancaman seperti ini???

 

 

On Wednesday, May 8, 2019, 4:43:41 PM PDT, ChanCT  <mailto:sadar@...> 
<sadar@...> wrote:

 

 

CUKUP SUDAH, ...!

PERINGATAN untuk bung Goei, ... HENTIKAN umpat mengumpat, caci-memaki macam 
begini atau saya CABUT hak suara bung dari GELORA45!

Salam,

ChanCT

 

Jonathan Goeij 於 8/5/2019 22:54 寫道:

Saya rasa anda salah besar bung Chan waktu mengatakan ini "kenyataan yang main 
maki memaki itu bung sendirilah!" dan seharusnya anda tarik.

 

Anda lihat sendiri saya bermaksud diskusi dengan baik tetapi tetap saja acara 
maki memaki itu tetap ada, ok kalau anda memang tidak mau menghentikan tidak 
ada masalah. Dan terus terang saja kalau memang kata2 umpatan boleh ditujukan 
pada seorang member, itu artinya boleh saja ditujukan kemember mana saja 
termasuk anda.

 

Moderator GOBLOK!

 

 

 

On Wednesday, May 8, 2019, 1:45:45 AM PDT, ChanCT  <mailto:sadar@...> 
<sadar@...> wrote:

 

 

Bung Goei yb,

Berdasarkan pengamatan saya selama beberapa tahun terakhir ini, jelas bung 
termakan "GODAAN" bung Nesare dalam setiap diskusi. Nampak bung Nesare cukup 
jail dalam menyodok bung kepojok dan seringkali kewalahan, ... begitu 
sampai-lah pada saling goblok menggoblokan yg entah siapa mulai lebih dahulu 
saya tidak peduli, namun sayapun perhatikan pernyataan "GOBLOK" itu hanya 
dilontarkan pada bung seorang! Lawan debat yg lain tidak, ... dan, ternyata 
bung jadi tidak tahan! Tidak bisa terima dituduh "GOBLOK!"

Bagaimana seandainya saya usul kan agar bung HENTIKAN saja perdebatan dengan 
bung Nesare kalau memang tidak ada argumentasi yg bisa diajukan lagi, ... Biar 
tidak terjadi saling maki-memaki dalam bentuk apapun, karena memang kenyataan 
dengan maki memaki begitu juga TIDAK menyelesaikan soal! Dengan demikian bung 
tidak lebih lanjut termakan "GODAAN" jail bung Nesare itu, ... sebaliknya, 
mungkin bung Nesare justru tertawa terkekeh-kekeh gembira melihat bung begitu 
marahnya!

Mudah-mudahan saja bung bisa dan TIDAK lagi meneruskan saling maki-memaki 
apapun alasannya, ...! Terimakasih atas perhatian bung!

Salam-damai,

ChanCT

 

 <mailto:jonathangoeij@...> jonathangoeij@... [GELORA45] 於 8/5/2019 14:58 寫道:

  


Sejak awal saya bermaksud diskusi secara sehat. Saya jelaskan ber-kali2 kalau 
kata2 tulalit yg dipakai Nesare mempunyai arti goblok dan anda berlagak pilon, 
saya ber-kali2 memberi isyarat pd moderator tetapi diam saja. Sedang si Nesare 
sedemikian pengecutnya. Terus bagaimana???? Terus terang bung Chan maki2 itu 
untuk menarik perhatian, dan sbg moderator seharusnya anda bisa bertindak cepat 
tidak seperti sekarang tunggu di-maki2 dulu.

---In  <mailto:[email protected]> [email protected],  
<mailto:SADAR@....> <SADAR@...> wrote :

Lho, ... kenyataan yang main maki memaki itu bung sendirilah! Dan hendaknya 
bisa segera HENTIKAN, dan TIDAK Bung lanjutkan lagi! 

TIDAK ada perlunya mengutuk-ngutuk orang, lawan diskusi begitu, ... Kalau saja 
bung tidak mampu ajukan argumentasi lagi, yaa lebih baik diam saja, tidak lagi 
melayani lagi! Ini harapan dan kehendak saya agar diskusi di GELORA45 bisa 
berlangsung secara sehat dan nyaman bagi seluruh pembaca, ...!

 

Jonathan Goeij 於 8/5/2019 10:23 寫道:

 

Sampai sekarang Nesare sama sekali belum menjelaskan sama sekali arti tulalit 
yg ditujukan kesaya. 

Apakah sedemikian pengecutnya????

Kutu busuk!!!! Bangsat!!!!!!

 

 

On Tuesday, May 7, 2019, 4:45:26 PM PDT, ChanCT  <mailto:sadar@...> 
<sadar@....> wrote:

 

 

Sebenarnya MUDAH saja, kok! Bagi kita yang bukan saja sudah dewasa tapi masuk 
lanjut-usia, (atau bung Goei belum?) dan bisa dinamakan intelektual, ... yang 
beradab, tentu berkemampuan menangkap isi pembicaraan orang lain dengan baik 
dan menanggapi isi substgansi tulisan, ... BUKAN tafsiran subjektif yang bukan2 
lalu menuduhkan itulah yg dimaksud orang lain!!! Saya perhatikan inilah yang 
jadi bikin ribuuuut, ...

Kemarin ini juga seenak udelnya sendiri menafsirkan tulisan saya dengan bilang 
"BONEKA", sekarang tanpa jelas pengertian tulalit sudah menafsirkan dan menuduh 
Nesare "Menggoblok-goblokan" dirinya, ... bahkan diskusi jadi teralih dan 
saling membodoh-bodohkan pihak lain! 

Kenapa harus begitu, ... 

 

 

Jonathan Goeij  <mailto:jonathangoeij@...> jonathangoeij@... [GELORA45] 於 
8/5/2019 4:25 寫道:

  

 

Ok, kalau begitu kita tunggu penjelasan Nesare.

 

 

On Tuesday, May 7, 2019, 1:04:29 PM PDT, kh djie  <mailto:djiekh@...> 
<djiekh@...> wrote:

 

 

Kutipan : Seandainya saja si Nesare bermaksud berkata "bodoh/goblok/telmi" 

dalam pemakaian kata tulalit itu, apa pendapat anda? Apakah dibiarkan terus 

sehingga diskusi isinya hanya saling caci maki?

Ya, lebih baik tidak berandai andai. Lebih baik nulis yang jelas, tanpa 
olok-olok,  

serta kesimpulan nyambung dengan data-data. Ya, kalau bersedia.

 

Pada tanggal Sel, 7 Mei 2019 pukul 21.53 Jonathan Goeij  
<mailto:jonathangoeij@...> jonathangoeij@... [GELORA45] < 
<mailto:[email protected]> [email protected]> menulis:

  

Saya mengikuti saran anda lihat di Google, tulalit bisa berarti tinggal tulang 
dan kulit yg artinya kurus sekali, bisa juga berarti nggak nyambung seperti yg 
anda sebut dibawah yg diambil dari bunyi tulalit tulalit telpon yg nggak 
nyambung, bisa juga berarti bodoh/goblok/telmi.

 

Menurut saya si Nesare sewaktu menggunakan kata tulalit ber-kali2 ditujukan 
kesaya merefer ke arti "bodoh/goblok/telmi" yang bisa dilihat dari kalimat yg 
digunakan. Tetapi tentu saja yg paling tahu orang yg berkata itu sendiri. Saya 
sudah ber-kali2 menanyakan, tetapi terlihat sekali menghindar terus, saya kira 
Nesare terlalu pengecut untuk mengakui terus terang.

 

Seandainya saja si Nesare bermaksud berkata "bodoh/goblok/telmi" dalam 
pemakaian kata tulalit itu, apa pendapat anda? Apakah dibiarkan terus sehingga 
diskusi isi nya hanya saling caci maki?

 

Saya juga ingin tahu pendapat moderator.

 

 

---In  <mailto:[email protected]> [email protected],  
<mailto:djiekh@...> <djiekh@...> wrote :

Tualit, seperti bunyi tilpon yang tidak nyambung. Tualit = komunikasi yang tak 
nyambung. 

Ya, mengapa tidak nyambung, lihat di Google.

 

Pada tanggal Sel, 7 Mei 2019 pukul 18.15 Jonathan Goeij  
<mailto:jonathangoeij@...> jonathangoeij@... [GELORA45] < 
<mailto:[email protected]> GE [email protected]> menulis:

 

Moderator melarang anda meng-goblok2an orang, kemudian anda mengganti dengan 
kata tulalit yang artinya sama dengan goblok. 

Apakah ini bukan melecehkan moderator dan menganggap moderator goblok/tulalit?

 

 

---In  <mailto:gelor%[email protected]> [email protected],  
<mailto:nesare1@...> <nesare1@...> wrote :

Oh tidak. Ane tidak menganggap moderator tulalit!

Ane bilang ente yg tulalit!

Ya memang dasar tulalit, kalau enggak ya gak mungkin mengklaim ane bilang 
moderator yg tulalit!

Hehehehehehe dasar tulalit!

Sekali tulalit tetap tulalit!

 

Nesare

 


 
<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
 

不含病毒。 
<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
 www.avg.com 



Kirim email ke