Kenapa si beye tersinggung / keberatan / malu dengan pilihan istrinya? 
Karena kepribadian karet. Mental pengkhianat. 
--- lusi_d@... wrote:
       
Nah sebagai bahan tandingan, saya unggah juga tulisan Desy tentang
kejadian peristiwa yang sama sesuai dengan pandangan masing-masing
penulisnya tentang kedua kepribadian.

Salam. Lusi.-

BERITA POLITIK INDONESIA Am 03.06.2019 veröffentlicht

Kebiadaban Prabowo Ditengah Keluarga Cikeas yang Sedang Berduka.

Ditulis oleh : Desy.
Dikutip Dari Seword.com.

Dimana saja dan kapan saja Prabowo Subianto, capres no 02 yang selalu
dielu-elukan pendukungnya menyelipkan kalimat berkampanye. Bukan
simpati yang didapat namun malah memancing cibiran jika berpolitik
tidak sesuai pada tempatnya. Hari ini Prabowo dijadwalkan melayat ke
kediaman SBY di Cikeas. Sungguh memalukan dan tidak pantas menurut
saya, ketika keluarga Cikeas sedang berduka, Prabowo justru
sempat-sempatnya berpolitik dengan menyisipkan kalimat bahwa Ani
Yudhono memilih dirinya sebagai presiden 2019. Beradabkah seorang
Prabowo disaat berkunjung ke rumah duka dimana seharusnya dia
menyampaikan bela sungkawa kepada SBY. Namun dengan penuh percaya diri
Prabowo justru membawa politik dan menyinggung Any Yudhoyono memilih
dirinya dalam pilpres 2014 dan 2019.

Lebih lucunya lagi ketika Prabowo usai mengatakan pidatonya yang tidak
beretika tersebut, Susilo Bambang Yudhoyono langsung memberikan
tanggapanya didepan wartawan. Tentu saja SBY merasa keberatan dengan
apa yang disampaikan oleh Prabowo. Seperti yang dikutip di harian
Kompas, SBY dengan jelas menyampaikan bahwa tidak elok jika istrinya
dikaitkan dengan politik. SBY dengan tegas mengatakan agar tidak
mengaitkan istrinya dengan politik. "Ini hari penuh ujian bagi saya,
ibu Ani jangan dikaitkan dengan politik. Please, saya mohon pernyataan
pak Prabowo, bu Ani pilih apa, tentu tidak tepat, tidak elok
disampaikan. Tolong mengerti perasaan kami yang berduka, Ibu Ani yang
baru saja berpulang. Beliau tidak ingin dikaitkan dengan politik apa
pun.”

Apa yang Prabowo sampaikan sangat tidak beradab. Lebih tidak beradab
Prabowo daripada viralnya Kaesang yang menggunakan celana jeans saat
melayat ibu Ani. Siapa sekarang yang lebih sopan dan memiliki etika.
Seorang anak muda yang mengenakan celana jeans atau seorang capres yang
katanya adalah negarawan dan tokoh bangsa yang menjadi panutan namun
tidak tahu sopan santun.

Sangat disayangkan disaat keluarga SBY tengah berduka, Prabowo kembali
menuai polemik. Baru kemarin Any Yudhoyono dimakamkan dan baru kemarin
SBY mengatakan keinginan bu Any untuk tidak lagi terlibat dalam
politik. Hanya dalam kubu Prabowo saja orang yang sudah meninggal masih
saja dilibatkan dalam hal politik. Dulu petugas KPPS meninggal yang
dipolitisasi, sekarang ibu Any yang jelas-jelas sudah beristirahat
masih saja diseret dalam ranah politik

Sangat menggelikan seorang capres yang seharusnya memiliki kesopanan
dan tahu bagaimana seharusnya menempatkan diri namun kerap berbuat
kesalahan didepan publik. Bukan hal yang megejutkan Prabowo sering
menunjukkan betapa tidak beradab dan beretikanya dirinya. Namun kali
ini memang sangat tidak pantas menyinggung isu politik ditengah
keluarga yang sedang berdukacita. Bukan menjadi rahasia lagi jika
Prabowo memang sangat terobsesi menjadi presiden. Segala hal mampu dia
politisasi untuk kepentingan dirinya. Segala hal mampu dia tumbalkan
untuk bisa mewujudkan keinginanya menjadi presiden.
 
Jika dipikir-pikir untuk apa Prabowo menyinggung pilihan Any Yudhoyono
padahal dia tahu bahwa dirinya sedang berada diantara orang yang
berduka. Tidak lain tujuan Prabowo adalah untuk mendapatkan empati dan
simpati lagi dari masyarakat. Mungkin dia pikir dia masih dalam masa
berkampanye sehingga dia perlu menyebutkan siapa saja yang memilihnya,
dengan harapan rakyat yang bersimpati dengan Any Yudhoyono juga akan
bersimpati kepada dirinya. Dia sadar bahwa Any Yudhoyono mendapat
banyak tempat di hati masyarakat Indonesia. Saat ini sosok Any sedang
menjadi sorotan bagi bangsa Indonesia juga dunia. Prabowo masih
berharap dia akan mendapat tambahan dukungan dan respect dari
orang-orang disekitar Any Yudhoyono.

Isi pikiran Prabowo saat ini memang hanya tentang politik. Dia tidak
akan berhenti mempolitisasi setiap moment jika dia belum terpilih
sebagai presiden. Namun Prabowo semakin menunjukkan jati dirinya yang
sebenarnya. Masyarakat akan semakin terbuka pikiranya tentang Prabowo
yang memang tidak pantas menjadi presiden.

Kira-kira apa kata netizen pendukung Prabowo yang kemarin heboh
mengomentari penampilan Kaesang saat datang melayat Any Yudhoyono.
Banyaknya nyinyiran mengatakan Kaesang tidak beradab, tidak diajari
sopan santun dan banyak lagi kata-kata yang kasar dan menyakitkan.
Bisakah para netizen yang maha benar bersikap objektif dan memberikan
penilaian terhadap perkataan Prabowo yang tidak pantas ini. Bisakah
mereka mengatakan bahwa apa yang disampaikan Prabowo tidak beradab,
bisakah mereka mengatakan bahwa Prabowo tidak pernah belajar sopan
santun? Sudah pasti tidak bisa karena mereka membutakan diri melihat
mana yang benar dan mana yang salah.

Beginn der weitergeleiteten Nachricht:

Datum: Fri, 7 Jun 2019 09:07:01 +0200
Von: Lusi D.

Tulisan Asyari ini saya unggah untuk melihat karakter dua
kepribadian dalam dunia politik.
Salam
Lusi.-

SEPUTAR BERITA Am 06.06.2019 veröffentlicht

Oleh: Asyari Usman

Koreksi Prabowo Soal Pilihan Bu Ani, SBY Tunjukkan Jatidiri

APAKAH salah Prabowo Subanto (PS) mengenang kebaikan almarhumah Bu Ani
terkait pilihan politik almarhumah? Sama sekali tidak.

Lumrah saja seseorang mengenang kebaikan orang lain. Bahkan dianjurkan
orang yang bertakziah menceritakan kebaikan seseorang yang meninggal
dunia.

Ketika ditanya para wartawan tentang kenangan dari almarhumah, Pak PS
langsung menjawab kebaikan Bu Ani pada 2014 dan 2019.

“Beliau memilih saya,” kata Pak PS. Tidak ada yang aneh dengan jawaban
ini. Jawaban itu baru menjadi aneh setelah SBY malah mengoreksinya.
Andaikata dibiarkan berlalu, tidak akan ada orang yang akan
mempersoalkannya. Bukankah SBY dan Demokrat secara resmi masih
berkoalisi dengan Prabowo?

Jadi, tidak ada yang salah. Tapi, SBY ‘kan sedang berduka? Juga bukan
masalah besar. Tidak ada yang sensitif. Pak PS hanya menjelaskan
kebaikan almarhumah Bu Ani. Bagi Pak Prabowo, itu kebaikan yang sangat
besar.

Entah dengan alasan apa, SBY tersinggung ketika Pak PS menceritakan
pilihan almarhumah di pilpres 2014 dan 2019. Reaksi SBY inilah yang
berlebihan. Di sini, SBY menunjukkan jati dirinya terkait pencapresan
Prabowo. Reaksi SBY itu yang malah sangat politis. Dalam arti, dia
tidak mau publik tahu tentang kemungkinan adanya
“hypocrisy” (kemunafikan) di balik semua ini.

Tampak sekali dengan nyata bahwa SBY, pada dasarnya, sangat tidak suka
kepada Prabowo. Dia hanya pura-pura mendukung. Kalau SBY benar sepenuh
hati mendukung, mengapa dia berkeberatan ketika Pak PS menceritakan
kebaikan Bu Ani? Mengapa dia harus harus meluruskan pernyataan Prabowo
itu?

Ini jelas menunjukkan bahwa sejak awal SBY memang terpaksa mendukung
PS. Terpaksa karena pada pilpres 2024 anaknya, Agus Harimurti Yudhoyono
(AHY), tidak boleh mencalonkan diri apabila di pilpres 2019 ini
Demokrat tidak masuk ke salah satu kubu capres.

Waktu itu, ke kubu Jokowi tidak bisa bergabung karena ditolak oleh
Megawati. Akhirnya mengemis ke kubu Prabowo di saat-saat akhir. Prabowo
terlalu baik menerima AHY. Padahal, tidak ada efek sama sekali terhadap
kemenangan Prabowo yang dirampok itu.

Eh, sekarang setelah hajat mereka terpenuhi, yaitu tidak lagi ada
ancaman AHY terdisualifikasikan di pilpres 2024, SBY langsung menusuk
PS. Dia tak mau lagi dikait-kaitkan dengan Prabowo. Betul-betul licik.
Tak bisa dipercaya.

Kata orang, SBY itu ahli strategi. Kalau saya berpendapat, SBY malah
ahli berbohong. Ahli bermunafik.

Dari insiden koreksi ucapan Prabowo itu, saya malah yakin SBY tidak
mencoblos tanda gambar paslonpres 02 di TPS, 17 April. Bukti tambahan?
Dia sangat sibuk menjadi mediator antara Jokowi dan Prabowo. SBY
berusaha sekuat tenaga supaya Prabowo mengalah. Dia puja-puji Prabowo
sebagai “champion of democracy”, dlsb, kalau menerima keputusan KPU.

Kemudian SBY mendesak supaya PS bertemu dengan Jokowi. Semua anjuran
ini bermuara pada: sudahlah, terima saja kecurangan pilpres itu. Itulah
yang ingin dilakukan oleh SBY. Memang betul-betul…

Tapi, tidak heran juga sesungguhnya. Di pilpres 2014, SBY malah tidak
membela besan dia sendiri, Hatta Radjasa, yang mendampingi Prabowo.
Besan dia saja dibiarkan, apalagi Prabowo.

Saya paham hari-hari ini adalah hari duka SBY dan keluarganya. Tapi,
koreksi langsung yang sangat tidak perlu atas stetmen Prabowo, sungguh
tidak etis. Apa urgensinya meluruskan pernyataan itu? Toh, pilpres
sudah lewat.

Pak PS bukan mencari dukungan ketika mau melayat ke Cikeas. Dia hanya
menuturkan kenangan baik dari Bu Ani. Tidak lebih dari itu

  
#yiv5801115469 -- #yiv5801115469ygrp-mkp {border:1px solid 
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv5801115469 
#yiv5801115469ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv5801115469 
#yiv5801115469ygrp-mkp #yiv5801115469hd 
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px 
0;}#yiv5801115469 #yiv5801115469ygrp-mkp #yiv5801115469ads 
{margin-bottom:10px;}#yiv5801115469 #yiv5801115469ygrp-mkp .yiv5801115469ad 
{padding:0 0;}#yiv5801115469 #yiv5801115469ygrp-mkp .yiv5801115469ad p 
{margin:0;}#yiv5801115469 #yiv5801115469ygrp-mkp .yiv5801115469ad a 
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv5801115469 #yiv5801115469ygrp-sponsor 
#yiv5801115469ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv5801115469 
#yiv5801115469ygrp-sponsor #yiv5801115469ygrp-lc #yiv5801115469hd {margin:10px 
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv5801115469 
#yiv5801115469ygrp-sponsor #yiv5801115469ygrp-lc .yiv5801115469ad 
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv5801115469 #yiv5801115469actions 
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv5801115469 
#yiv5801115469activity 
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv5801115469
 #yiv5801115469activity span {font-weight:700;}#yiv5801115469 
#yiv5801115469activity span:first-child 
{text-transform:uppercase;}#yiv5801115469 #yiv5801115469activity span a 
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv5801115469 #yiv5801115469activity span 
span {color:#ff7900;}#yiv5801115469 #yiv5801115469activity span 
.yiv5801115469underline {text-decoration:underline;}#yiv5801115469 
.yiv5801115469attach 
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px 
0;width:400px;}#yiv5801115469 .yiv5801115469attach div a 
{text-decoration:none;}#yiv5801115469 .yiv5801115469attach img 
{border:none;padding-right:5px;}#yiv5801115469 .yiv5801115469attach label 
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv5801115469 .yiv5801115469attach label a 
{text-decoration:none;}#yiv5801115469 blockquote {margin:0 0 0 
4px;}#yiv5801115469 .yiv5801115469bold 
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv5801115469 
.yiv5801115469bold a {text-decoration:none;}#yiv5801115469 dd.yiv5801115469last 
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv5801115469 dd.yiv5801115469last p 
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv5801115469 
dd.yiv5801115469last p span.yiv5801115469yshortcuts 
{margin-right:0;}#yiv5801115469 div.yiv5801115469attach-table div div a 
{text-decoration:none;}#yiv5801115469 div.yiv5801115469attach-table 
{width:400px;}#yiv5801115469 div.yiv5801115469file-title a, #yiv5801115469 
div.yiv5801115469file-title a:active, #yiv5801115469 
div.yiv5801115469file-title a:hover, #yiv5801115469 div.yiv5801115469file-title 
a:visited {text-decoration:none;}#yiv5801115469 div.yiv5801115469photo-title a, 
#yiv5801115469 div.yiv5801115469photo-title a:active, #yiv5801115469 
div.yiv5801115469photo-title a:hover, #yiv5801115469 
div.yiv5801115469photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv5801115469 
div#yiv5801115469ygrp-mlmsg #yiv5801115469ygrp-msg p a 
span.yiv5801115469yshortcuts 
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv5801115469 
.yiv5801115469green {color:#628c2a;}#yiv5801115469 .yiv5801115469MsoNormal 
{margin:0 0 0 0;}#yiv5801115469 o {font-size:0;}#yiv5801115469 
#yiv5801115469photos div {float:left;width:72px;}#yiv5801115469 
#yiv5801115469photos div div {border:1px solid 
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv5801115469 
#yiv5801115469photos div label 
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv5801115469
 #yiv5801115469reco-category {font-size:77%;}#yiv5801115469 
#yiv5801115469reco-desc {font-size:77%;}#yiv5801115469 .yiv5801115469replbq 
{margin:4px;}#yiv5801115469 #yiv5801115469ygrp-actbar div a:first-child 
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv5801115469 #yiv5801115469ygrp-mlmsg 
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv5801115469 
#yiv5801115469ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv5801115469 
#yiv5801115469ygrp-mlmsg select, #yiv5801115469 input, #yiv5801115469 textarea 
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv5801115469 
#yiv5801115469ygrp-mlmsg pre, #yiv5801115469 code {font:115% 
monospace;}#yiv5801115469 #yiv5801115469ygrp-mlmsg * 
{line-height:1.22em;}#yiv5801115469 #yiv5801115469ygrp-mlmsg #yiv5801115469logo 
{padding-bottom:10px;}#yiv5801115469 #yiv5801115469ygrp-msg p a 
{font-family:Verdana;}#yiv5801115469 #yiv5801115469ygrp-msg 
p#yiv5801115469attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv5801115469 
#yiv5801115469ygrp-reco #yiv5801115469reco-head 
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv5801115469 #yiv5801115469ygrp-reco 
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv5801115469 #yiv5801115469ygrp-sponsor 
#yiv5801115469ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv5801115469 
#yiv5801115469ygrp-sponsor #yiv5801115469ov li 
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv5801115469 
#yiv5801115469ygrp-sponsor #yiv5801115469ov ul {margin:0;padding:0 0 0 
8px;}#yiv5801115469 #yiv5801115469ygrp-text 
{font-family:Georgia;}#yiv5801115469 #yiv5801115469ygrp-text p {margin:0 0 1em 
0;}#yiv5801115469 #yiv5801115469ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv5801115469 
#yiv5801115469ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none 
!important;}#yiv5801115469   

Kirim email ke