Kalau saya justru jadi melihatnya kenyataan BELUM adanya DEMOKRASI yang baik dalam masyarakat Indonesia, apalagi sudah menjadi kepribadian! Bahwa seseorang ataupun parpol berubah haluan, pindah dari satu koalisi kekoalisi lain dalam perpolitikan wajar-wajar saja, TIDAK ada yang salah atau dipersalahkan! Kapanpun itu terjadi, apalagi pasca pemilu baru-baru ini. Belum lagi kalau diperhatikan 16 parpol yang terlibat dalam pemilu kali ini tidak ada perbedaan mendasar, baik yang berdasarkan nasionalis maupun Agamais, sama-sama mengusung PANCASILA!

Yang PATUT dipersoalkan, kubu yang KALAH saat pemilu HARUS BERANI menerima dan mengakui kekalahan secara kesatria! Untuk maju bersama-sama meneruskan perjuangan membangun masyarakat lebih baik. Boleh saja mengambil sikap bergabung dalam pemerintah, boleh juga mengambil sikap OPOSISI! Karena dalam berdemokrasi, juga ada baiknya muncul parpol oposisi yg bertugas selalu mengawasi, mengkritik jalannya pemerintah dari luar pemerintah, ... Tentu terserah saja dengan perhitungannya sendiri-sendiri, selama TUJUANNYA jelas dan TEGAS untuk membangun lebih baik! Bukan sebaliknya MERUSAK, mensabot bahkan berusaha keras meruntuhkan pemerintah yang berkuasa, ...

Sedang masalah Prabowo menyebutkan sikap Ani mendukung dirinya, menurut saya BUKAN msalah yg perlu dipersoalkan oleh SBY, sekalipun jelas tujuan Prabowo berusaha agar PD dgn SBY nya bisa tetap berada di BPN, tidak menyebrang kekubu sebelah!!! Kan boleh-boleh saja orang berucap dan tanpa ada ketegasan tujuan apalagi pemaksaan agar TETAP berada di BPN! Bukankah pemilu sudah usai, dan TUGAS koalisi, BPN itu praktis sudah berakhir, tidak ada yg perlu dipertahankan. Setelah memperhitungkan kenyataan kubu-02 PASTI KALAH, setiap parpol boleh-boleh saja menetapkan jalan yg dianggap lebih baik utk kemudian hari, ... TIDAK ada dan TIDAK mungkin memaksakan mereka TETAP berada di kubu-02, lalu kalu ikut pemerintah jadi penghianat! TIDAK! Ber-DEMOKRASI lah secara baik-baik, .... untuk kemajuan bersama bangsa ini, ...


'nesare' [email protected] [GELORA45] 於 8/6/2019 0:44 寫道:

Wah gawat. Ente tahu dari mana ani memilih Prabowo?

Sembarangan aja!

Ente ini sudah buta atau memang pura2 gak ngerti politik?

Jelas SBY mempolitisir pernyataan Prabowo, tetapi isi hati ani siapa yg lebih tahu?!

Coba lihat secara objektif. Jangan personal krn mendukung Prabowo saja!

Coba bagi2 cerita gimana bisa ani memilih Prabowo ini!

Dari mana berita ani memilih Prabowo ini? Ente lihat coblosannya ani di national university hospital di singapura itu? Pemilu ini masih LUBER loh hati2!

Jangan bikin blunder yg enggak2!

Nesare

*From:* [email protected] <[email protected]>
*Sent:* Friday, June 7, 2019 11:52 AM
*To:* [email protected]; GELORA45 <[email protected]>
*Subject:* Re: [GELORA45] kepribadian

Kenapa si beye tersinggung / keberatan / malu dengan pilihan istrinya?

Karena kepribadian karet.

Mental pengkhianat.


--- lusi_d@... wrote:

    Nah sebagai bahan tandingan, saya unggah juga tulisan Desy tentang
    kejadian peristiwa yang sama sesuai dengan pandangan masing-masing
    penulisnya tentang kedua kepribadian.

    Salam. Lusi.-

    BERITA POLITIK INDONESIA Am 03.06.2019 veröffentlicht

    Kebiadaban Prabowo Ditengah Keluarga Cikeas yang Sedang Berduka.

    Ditulis oleh : Desy.
    Dikutip Dari Seword.com.

    Dimana saja dan kapan saja Prabowo Subianto, capres no 02 yang selalu
    dielu-elukan pendukungnya menyelipkan kalimat berkampanye. Bukan
    simpati yang didapat namun malah memancing cibiran jika berpolitik
    tidak sesuai pada tempatnya. Hari ini Prabowo dijadwalkan melayat ke
    kediaman SBY di Cikeas. Sungguh memalukan dan tidak pantas menurut
    saya, ketika keluarga Cikeas sedang berduka, Prabowo justru
    sempat-sempatnya berpolitik dengan menyisipkan kalimat bahwa Ani
    Yudhono memilih dirinya sebagai presiden 2019. Beradabkah seorang
    Prabowo disaat berkunjung ke rumah duka dimana seharusnya dia
    menyampaikan bela sungkawa kepada SBY. Namun dengan penuh percaya diri
    Prabowo justru membawa politik dan menyinggung Any Yudhoyono memilih
    dirinya dalam pilpres 2014 dan 2019.

    Lebih lucunya lagi ketika Prabowo usai mengatakan pidatonya yang tidak
    beretika tersebut, Susilo Bambang Yudhoyono langsung memberikan
    tanggapanya didepan wartawan. Tentu saja SBY merasa keberatan dengan
    apa yang disampaikan oleh Prabowo. Seperti yang dikutip di harian
    Kompas, SBY dengan jelas menyampaikan bahwa tidak elok jika istrinya
    dikaitkan dengan politik. SBY dengan tegas mengatakan agar tidak
    mengaitkan istrinya dengan politik. "Ini hari penuh ujian bagi saya,
    ibu Ani jangan dikaitkan dengan politik. Please, saya mohon pernyataan
    pak Prabowo, bu Ani pilih apa, tentu tidak tepat, tidak elok
    disampaikan. Tolong mengerti perasaan kami yang berduka, Ibu Ani yang
    baru saja berpulang. Beliau tidak ingin dikaitkan dengan politik apa
    pun.”

    Apa yang Prabowo sampaikan sangat tidak beradab. Lebih tidak beradab
    Prabowo daripada viralnya Kaesang yang menggunakan celana jeans saat
    melayat ibu Ani. Siapa sekarang yang lebih sopan dan memiliki etika.
    Seorang anak muda yang mengenakan celana jeans atau seorang capres
    yang
    katanya adalah negarawan dan tokoh bangsa yang menjadi panutan namun
    tidak tahu sopan santun.

    Sangat disayangkan disaat keluarga SBY tengah berduka, Prabowo kembali
    menuai polemik. Baru kemarin Any Yudhoyono dimakamkan dan baru kemarin
    SBY mengatakan keinginan bu Any untuk tidak lagi terlibat dalam
    politik. Hanya dalam kubu Prabowo saja orang yang sudah meninggal
    masih
    saja dilibatkan dalam hal politik. Dulu petugas KPPS meninggal yang
    dipolitisasi, sekarang ibu Any yang jelas-jelas sudah beristirahat
    masih saja diseret dalam ranah politik

    Sangat menggelikan seorang capres yang seharusnya memiliki kesopanan
    dan tahu bagaimana seharusnya menempatkan diri namun kerap berbuat
    kesalahan didepan publik. Bukan hal yang megejutkan Prabowo sering
    menunjukkan betapa tidak beradab dan beretikanya dirinya. Namun kali
    ini memang sangat tidak pantas menyinggung isu politik ditengah
    keluarga yang sedang berdukacita. Bukan menjadi rahasia lagi jika
    Prabowo memang sangat terobsesi menjadi presiden. Segala hal mampu dia
    politisasi untuk kepentingan dirinya. Segala hal mampu dia tumbalkan
    untuk bisa mewujudkan keinginanya menjadi presiden.

    Jika dipikir-pikir untuk apa Prabowo menyinggung pilihan Any Yudhoyono
    padahal dia tahu bahwa dirinya sedang berada diantara orang yang
    berduka. Tidak lain tujuan Prabowo adalah untuk mendapatkan empati dan
    simpati lagi dari masyarakat. Mungkin dia pikir dia masih dalam masa
    berkampanye sehingga dia perlu menyebutkan siapa saja yang memilihnya,
    dengan harapan rakyat yang bersimpati dengan Any Yudhoyono juga akan
    bersimpati kepada dirinya. Dia sadar bahwa Any Yudhoyono mendapat
    banyak tempat di hati masyarakat Indonesia. Saat ini sosok Any sedang
    menjadi sorotan bagi bangsa Indonesia juga dunia. Prabowo masih
    berharap dia akan mendapat tambahan dukungan dan respect dari
    orang-orang disekitar Any Yudhoyono.

    Isi pikiran Prabowo saat ini memang hanya tentang politik. Dia tidak
    akan berhenti mempolitisasi setiap moment jika dia belum terpilih
    sebagai presiden. Namun Prabowo semakin menunjukkan jati dirinya yang
    sebenarnya. Masyarakat akan semakin terbuka pikiranya tentang Prabowo
    yang memang tidak pantas menjadi presiden.

    Kira-kira apa kata netizen pendukung Prabowo yang kemarin heboh
    mengomentari penampilan Kaesang saat datang melayat Any Yudhoyono.
    Banyaknya nyinyiran mengatakan Kaesang tidak beradab, tidak diajari
    sopan santun dan banyak lagi kata-kata yang kasar dan menyakitkan.
    Bisakah para netizen yang maha benar bersikap objektif dan memberikan
    penilaian terhadap perkataan Prabowo yang tidak pantas ini. Bisakah
    mereka mengatakan bahwa apa yang disampaikan Prabowo tidak beradab,
    bisakah mereka mengatakan bahwa Prabowo tidak pernah belajar sopan
    santun? Sudah pasti tidak bisa karena mereka membutakan diri melihat
    mana yang benar dan mana yang salah.

    Beginn der weitergeleiteten Nachricht:

    Datum: Fri, 7 Jun 2019 09:07:01 +0200
    Von: Lusi D.

    Tulisan Asyari ini saya unggah untuk melihat karakter dua
    kepribadian dalam dunia politik.
    Salam
    Lusi.-

    SEPUTAR BERITA Am 06.06.2019 veröffentlicht

    Oleh: Asyari Usman

    Koreksi Prabowo Soal Pilihan Bu Ani, SBY Tunjukkan Jatidiri

    APAKAH salah Prabowo Subanto (PS) mengenang kebaikan almarhumah Bu Ani
    terkait pilihan politik almarhumah? Sama sekali tidak.

    Lumrah saja seseorang mengenang kebaikan orang lain. Bahkan dianjurkan
    orang yang bertakziah menceritakan kebaikan seseorang yang meninggal
    dunia.

    Ketika ditanya para wartawan tentang kenangan dari almarhumah, Pak PS
    langsung menjawab kebaikan Bu Ani pada 2014 dan 2019.

    “Beliau memilih saya,” kata Pak PS. Tidak ada yang aneh dengan jawaban
    ini. Jawaban itu baru menjadi aneh setelah SBY malah mengoreksinya.
    Andaikata dibiarkan berlalu, tidak akan ada orang yang akan
    mempersoalkannya. Bukankah SBY dan Demokrat secara resmi masih
    berkoalisi dengan Prabowo?

    Jadi, tidak ada yang salah. Tapi, SBY ‘kan sedang berduka? Juga bukan
    masalah besar. Tidak ada yang sensitif. Pak PS hanya menjelaskan
    kebaikan almarhumah Bu Ani. Bagi Pak Prabowo, itu kebaikan yang sangat
    besar.

    Entah dengan alasan apa, SBY tersinggung ketika Pak PS menceritakan
    pilihan almarhumah di pilpres 2014 dan 2019. Reaksi SBY inilah yang
    berlebihan. Di sini, SBY menunjukkan jati dirinya terkait pencapresan
    Prabowo. Reaksi SBY itu yang malah sangat politis. Dalam arti, dia
    tidak mau publik tahu tentang kemungkinan adanya
    “hypocrisy” (kemunafikan) di balik semua ini.

    Tampak sekali dengan nyata bahwa SBY, pada dasarnya, sangat tidak suka
    kepada Prabowo. Dia hanya pura-pura mendukung. Kalau SBY benar sepenuh
    hati mendukung, mengapa dia berkeberatan ketika Pak PS menceritakan
    kebaikan Bu Ani? Mengapa dia harus harus meluruskan pernyataan Prabowo
    itu?

    Ini jelas menunjukkan bahwa sejak awal SBY memang terpaksa mendukung
    PS. Terpaksa karena pada pilpres 2024 anaknya, Agus Harimurti
    Yudhoyono
    (AHY), tidak boleh mencalonkan diri apabila di pilpres 2019 ini
    Demokrat tidak masuk ke salah satu kubu capres.

    Waktu itu, ke kubu Jokowi tidak bisa bergabung karena ditolak oleh
    Megawati. Akhirnya mengemis ke kubu Prabowo di saat-saat akhir.
    Prabowo
    terlalu baik menerima AHY. Padahal, tidak ada efek sama sekali
    terhadap
    kemenangan Prabowo yang dirampok itu.

    Eh, sekarang setelah hajat mereka terpenuhi, yaitu tidak lagi ada
    ancaman AHY terdisualifikasikan di pilpres 2024, SBY langsung menusuk
    PS. Dia tak mau lagi dikait-kaitkan dengan Prabowo. Betul-betul licik.
    Tak bisa dipercaya.

    Kata orang, SBY itu ahli strategi. Kalau saya berpendapat, SBY malah
    ahli berbohong. Ahli bermunafik.

    Dari insiden koreksi ucapan Prabowo itu, saya malah yakin SBY tidak
    mencoblos tanda gambar paslonpres 02 di TPS, 17 April. Bukti tambahan?
    Dia sangat sibuk menjadi mediator antara Jokowi dan Prabowo. SBY
    berusaha sekuat tenaga supaya Prabowo mengalah. Dia puja-puji Prabowo
    sebagai “champion of democracy”, dlsb, kalau menerima keputusan KPU.

    Kemudian SBY mendesak supaya PS bertemu dengan Jokowi. Semua anjuran
    ini bermuara pada: sudahlah, terima saja kecurangan pilpres itu.
    Itulah
    yang ingin dilakukan oleh SBY. Memang betul-betul…

    Tapi, tidak heran juga sesungguhnya. Di pilpres 2014, SBY malah tidak
    membela besan dia sendiri, Hatta Radjasa, yang mendampingi Prabowo.
    Besan dia saja dibiarkan, apalagi Prabowo.

    Saya paham hari-hari ini adalah hari duka SBY dan keluarganya. Tapi,
    koreksi langsung yang sangat tidak perlu atas stetmen Prabowo, sungguh
    tidak etis. Apa urgensinya meluruskan pernyataan itu? Toh, pilpres
    sudah lewat.

    Pak PS bukan mencari dukungan ketika mau melayat ke Cikeas. Dia hanya
    menuturkan kenangan baik dari Bu Ani. Tidak lebih dari itu




---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com

Kirim email ke