Melalui klan Riady?
Lantas ke klub manakah si beye masuk melalui Ayin cs? 
Heheh..
 --- lusi_d@... wrote:
       
Si beye itu kan sudah masuk klub konglomerasinya si Henry Kissinger.
Jadi penerusnya juga harus semurni dan selihai dia opportunitynya dongk.

Am
Fri, 7 Jun 2019 15:52:16 +0000 (UTC) schrieb ajeg:

> Kenapa si beye tersinggung / keberatan / malu dengan pilihan
> istrinya? Karena kepribadian karet. Mental pengkhianat. 
> --- lusi_d@... wrote:
>   
> Nah sebagai bahan tandingan, saya unggah juga tulisan Desy tentang
> kejadian peristiwa yang sama sesuai dengan pandangan masing-masing
> penulisnya tentang kedua kepribadian.
> 
> Salam. Lusi.-
> 
> BERITA POLITIK INDONESIA Am 03.06.2019 veröffentlicht
> 
> Kebiadaban Prabowo Ditengah Keluarga Cikeas yang Sedang Berduka.
> 
> Ditulis oleh : Desy.
> Dikutip Dari Seword.com.
> 
> Dimana saja dan kapan saja Prabowo Subianto, capres no 02 yang selalu
> dielu-elukan pendukungnya menyelipkan kalimat berkampanye. Bukan
> simpati yang didapat namun malah memancing cibiran jika berpolitik
> tidak sesuai pada tempatnya. Hari ini Prabowo dijadwalkan melayat ke
> kediaman SBY di Cikeas. Sungguh memalukan dan tidak pantas menurut
> saya, ketika keluarga Cikeas sedang berduka, Prabowo justru
> sempat-sempatnya berpolitik dengan menyisipkan kalimat bahwa Ani
> Yudhono memilih dirinya sebagai presiden 2019. Beradabkah seorang
> Prabowo disaat berkunjung ke rumah duka dimana seharusnya dia
> menyampaikan bela sungkawa kepada SBY. Namun dengan penuh percaya diri
> Prabowo justru membawa politik dan menyinggung Any Yudhoyono memilih
> dirinya dalam pilpres 2014 dan 2019.
> 
> Lebih lucunya lagi ketika Prabowo usai mengatakan pidatonya yang tidak
> beretika tersebut, Susilo Bambang Yudhoyono langsung memberikan
> tanggapanya didepan wartawan. Tentu saja SBY merasa keberatan dengan
> apa yang disampaikan oleh Prabowo. Seperti yang dikutip di harian
> Kompas, SBY dengan jelas menyampaikan bahwa tidak elok jika istrinya
> dikaitkan dengan politik. SBY dengan tegas mengatakan agar tidak
> mengaitkan istrinya dengan politik. "Ini hari penuh ujian bagi saya,
> ibu Ani jangan dikaitkan dengan politik. Please, saya mohon pernyataan
> pak Prabowo, bu Ani pilih apa, tentu tidak tepat, tidak elok
> disampaikan. Tolong mengerti perasaan kami yang berduka, Ibu Ani yang
> baru saja berpulang. Beliau tidak ingin dikaitkan dengan politik apa
> pun.”
> 
> Apa yang Prabowo sampaikan sangat tidak beradab. Lebih tidak beradab
> Prabowo daripada viralnya Kaesang yang menggunakan celana jeans saat
> melayat ibu Ani. Siapa sekarang yang lebih sopan dan memiliki etika.
> Seorang anak muda yang mengenakan celana jeans atau seorang capres
> yang katanya adalah negarawan dan tokoh bangsa yang menjadi panutan
> namun tidak tahu sopan santun.
> 
> Sangat disayangkan disaat keluarga SBY tengah berduka, Prabowo kembali
> menuai polemik. Baru kemarin Any Yudhoyono dimakamkan dan baru kemarin
> SBY mengatakan keinginan bu Any untuk tidak lagi terlibat dalam
> politik. Hanya dalam kubu Prabowo saja orang yang sudah meninggal
> masih saja dilibatkan dalam hal politik. Dulu petugas KPPS meninggal
> yang dipolitisasi, sekarang ibu Any yang jelas-jelas sudah
> beristirahat masih saja diseret dalam ranah politik
> 
> Sangat menggelikan seorang capres yang seharusnya memiliki kesopanan
> dan tahu bagaimana seharusnya menempatkan diri namun kerap berbuat
> kesalahan didepan publik. Bukan hal yang megejutkan Prabowo sering
> menunjukkan betapa tidak beradab dan beretikanya dirinya. Namun kali
> ini memang sangat tidak pantas menyinggung isu politik ditengah
> keluarga yang sedang berdukacita. Bukan menjadi rahasia lagi jika
> Prabowo memang sangat terobsesi menjadi presiden. Segala hal mampu dia
> politisasi untuk kepentingan dirinya. Segala hal mampu dia tumbalkan
> untuk bisa mewujudkan keinginanya menjadi presiden.
> 
> Jika dipikir-pikir untuk apa Prabowo menyinggung pilihan Any Yudhoyono
> padahal dia tahu bahwa dirinya sedang berada diantara orang yang
> berduka. Tidak lain tujuan Prabowo adalah untuk mendapatkan empati dan
> simpati lagi dari masyarakat. Mungkin dia pikir dia masih dalam masa
> berkampanye sehingga dia perlu menyebutkan siapa saja yang memilihnya,
> dengan harapan rakyat yang bersimpati dengan Any Yudhoyono juga akan
> bersimpati kepada dirinya. Dia sadar bahwa Any Yudhoyono mendapat
> banyak tempat di hati masyarakat Indonesia. Saat ini sosok Any sedang
> menjadi sorotan bagi bangsa Indonesia juga dunia. Prabowo masih
> berharap dia akan mendapat tambahan dukungan dan respect dari
> orang-orang disekitar Any Yudhoyono.
> 
> Isi pikiran Prabowo saat ini memang hanya tentang politik. Dia tidak
> akan berhenti mempolitisasi setiap moment jika dia belum terpilih
> sebagai presiden. Namun Prabowo semakin menunjukkan jati dirinya yang
> sebenarnya. Masyarakat akan semakin terbuka pikiranya tentang Prabowo
> yang memang tidak pantas menjadi presiden.
> 
> Kira-kira apa kata netizen pendukung Prabowo yang kemarin heboh
> mengomentari penampilan Kaesang saat datang melayat Any Yudhoyono.
> Banyaknya nyinyiran mengatakan Kaesang tidak beradab, tidak diajari
> sopan santun dan banyak lagi kata-kata yang kasar dan menyakitkan.
> Bisakah para netizen yang maha benar bersikap objektif dan memberikan
> penilaian terhadap perkataan Prabowo yang tidak pantas ini. Bisakah
> mereka mengatakan bahwa apa yang disampaikan Prabowo tidak beradab,
> bisakah mereka mengatakan bahwa Prabowo tidak pernah belajar sopan
> santun? Sudah pasti tidak bisa karena mereka membutakan diri melihat
> mana yang benar dan mana yang salah.
> 
> Beginn der weitergeleiteten Nachricht:
> 
> Datum: Fri, 7 Jun 2019 09:07:01 +0200
> Von: Lusi D.
> 
> Tulisan Asyari ini saya unggah untuk melihat karakter dua
> kepribadian dalam dunia politik.
> Salam
> Lusi.-
> 
> SEPUTAR BERITA Am 06.06.2019 veröffentlicht
> 
> Oleh: Asyari Usman
> 
> Koreksi Prabowo Soal Pilihan Bu Ani, SBY Tunjukkan Jatidiri
> 
> APAKAH salah Prabowo Subanto (PS) mengenang kebaikan almarhumah Bu Ani
> terkait pilihan politik almarhumah? Sama sekali tidak.
> 
> Lumrah saja seseorang mengenang kebaikan orang lain. Bahkan dianjurkan
> orang yang bertakziah menceritakan kebaikan seseorang yang meninggal
> dunia.
> 
> Ketika ditanya para wartawan tentang kenangan dari almarhumah, Pak PS
> langsung menjawab kebaikan Bu Ani pada 2014 dan 2019.
> 
> “Beliau memilih saya,” kata Pak PS. Tidak ada yang aneh dengan jawaban
> ini. Jawaban itu baru menjadi aneh setelah SBY malah mengoreksinya.
> Andaikata dibiarkan berlalu, tidak akan ada orang yang akan
> mempersoalkannya. Bukankah SBY dan Demokrat secara resmi masih
> berkoalisi dengan Prabowo?
> 
> Jadi, tidak ada yang salah. Tapi, SBY ‘kan sedang berduka? Juga bukan
> masalah besar. Tidak ada yang sensitif. Pak PS hanya menjelaskan
> kebaikan almarhumah Bu Ani. Bagi Pak Prabowo, itu kebaikan yang sangat
> besar.
> 
> Entah dengan alasan apa, SBY tersinggung ketika Pak PS menceritakan
> pilihan almarhumah di pilpres 2014 dan 2019. Reaksi SBY inilah yang
> berlebihan. Di sini, SBY menunjukkan jati dirinya terkait pencapresan
> Prabowo. Reaksi SBY itu yang malah sangat politis. Dalam arti, dia
> tidak mau publik tahu tentang kemungkinan adanya
> “hypocrisy” (kemunafikan) di balik semua ini.
> 
> Tampak sekali dengan nyata bahwa SBY, pada dasarnya, sangat tidak suka
> kepada Prabowo. Dia hanya pura-pura mendukung. Kalau SBY benar sepenuh
> hati mendukung, mengapa dia berkeberatan ketika Pak PS menceritakan
> kebaikan Bu Ani? Mengapa dia harus harus meluruskan pernyataan Prabowo
> itu?
> 
> Ini jelas menunjukkan bahwa sejak awal SBY memang terpaksa mendukung
> PS. Terpaksa karena pada pilpres 2024 anaknya, Agus Harimurti
> Yudhoyono (AHY), tidak boleh mencalonkan diri apabila di pilpres 2019
> ini Demokrat tidak masuk ke salah satu kubu capres.
> 
> Waktu itu, ke kubu Jokowi tidak bisa bergabung karena ditolak oleh
> Megawati. Akhirnya mengemis ke kubu Prabowo di saat-saat akhir.
> Prabowo terlalu baik menerima AHY. Padahal, tidak ada efek sama
> sekali terhadap kemenangan Prabowo yang dirampok itu.
> 
> Eh, sekarang setelah hajat mereka terpenuhi, yaitu tidak lagi ada
> ancaman AHY terdisualifikasikan di pilpres 2024, SBY langsung menusuk
> PS. Dia tak mau lagi dikait-kaitkan dengan Prabowo. Betul-betul licik.
> Tak bisa dipercaya.
> 
> Kata orang, SBY itu ahli strategi. Kalau saya berpendapat, SBY malah
> ahli berbohong. Ahli bermunafik.
> 
> Dari insiden koreksi ucapan Prabowo itu, saya malah yakin SBY tidak
> mencoblos tanda gambar paslonpres 02 di TPS, 17 April. Bukti tambahan?
> Dia sangat sibuk menjadi mediator antara Jokowi dan Prabowo. SBY
> berusaha sekuat tenaga supaya Prabowo mengalah. Dia puja-puji Prabowo
> sebagai “champion of democracy”, dlsb, kalau menerima keputusan KPU.
> 
> Kemudian SBY mendesak supaya PS bertemu dengan Jokowi. Semua anjuran
> ini bermuara pada: sudahlah, terima saja kecurangan pilpres itu.
> Itulah yang ingin dilakukan oleh SBY. Memang betul-betul…
> 
> Tapi, tidak heran juga sesungguhnya. Di pilpres 2014, SBY malah tidak
> membela besan dia sendiri, Hatta Radjasa, yang mendampingi Prabowo.
> Besan dia saja dibiarkan, apalagi Prabowo.
> 
> Saya paham hari-hari ini adalah hari duka SBY dan keluarganya. Tapi,
> koreksi langsung yang sangat tidak perlu atas stetmen Prabowo, sungguh
> tidak etis. Apa urgensinya meluruskan pernyataan itu? Toh, pilpres
> sudah lewat.
> 
> Pak PS bukan mencari dukungan ketika mau melayat ke Cikeas. Dia hanya
> menuturkan kenangan baik dari Bu Ani. Tidak lebih dari itu
> 
> 


#yiv4572808398 -- #yiv4572808398ygrp-mkp {border:1px solid 
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv4572808398 
#yiv4572808398ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv4572808398 
#yiv4572808398ygrp-mkp #yiv4572808398hd 
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px 
0;}#yiv4572808398 #yiv4572808398ygrp-mkp #yiv4572808398ads 
{margin-bottom:10px;}#yiv4572808398 #yiv4572808398ygrp-mkp .yiv4572808398ad 
{padding:0 0;}#yiv4572808398 #yiv4572808398ygrp-mkp .yiv4572808398ad p 
{margin:0;}#yiv4572808398 #yiv4572808398ygrp-mkp .yiv4572808398ad a 
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv4572808398 #yiv4572808398ygrp-sponsor 
#yiv4572808398ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv4572808398 
#yiv4572808398ygrp-sponsor #yiv4572808398ygrp-lc #yiv4572808398hd {margin:10px 
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv4572808398 
#yiv4572808398ygrp-sponsor #yiv4572808398ygrp-lc .yiv4572808398ad 
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv4572808398 #yiv4572808398actions 
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv4572808398 
#yiv4572808398activity 
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv4572808398
 #yiv4572808398activity span {font-weight:700;}#yiv4572808398 
#yiv4572808398activity span:first-child 
{text-transform:uppercase;}#yiv4572808398 #yiv4572808398activity span a 
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv4572808398 #yiv4572808398activity span 
span {color:#ff7900;}#yiv4572808398 #yiv4572808398activity span 
.yiv4572808398underline {text-decoration:underline;}#yiv4572808398 
.yiv4572808398attach 
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px 
0;width:400px;}#yiv4572808398 .yiv4572808398attach div a 
{text-decoration:none;}#yiv4572808398 .yiv4572808398attach img 
{border:none;padding-right:5px;}#yiv4572808398 .yiv4572808398attach label 
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv4572808398 .yiv4572808398attach label a 
{text-decoration:none;}#yiv4572808398 blockquote {margin:0 0 0 
4px;}#yiv4572808398 .yiv4572808398bold 
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv4572808398 
.yiv4572808398bold a {text-decoration:none;}#yiv4572808398 dd.yiv4572808398last 
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv4572808398 dd.yiv4572808398last p 
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv4572808398 
dd.yiv4572808398last p span.yiv4572808398yshortcuts 
{margin-right:0;}#yiv4572808398 div.yiv4572808398attach-table div div a 
{text-decoration:none;}#yiv4572808398 div.yiv4572808398attach-table 
{width:400px;}#yiv4572808398 div.yiv4572808398file-title a, #yiv4572808398 
div.yiv4572808398file-title a:active, #yiv4572808398 
div.yiv4572808398file-title a:hover, #yiv4572808398 div.yiv4572808398file-title 
a:visited {text-decoration:none;}#yiv4572808398 div.yiv4572808398photo-title a, 
#yiv4572808398 div.yiv4572808398photo-title a:active, #yiv4572808398 
div.yiv4572808398photo-title a:hover, #yiv4572808398 
div.yiv4572808398photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv4572808398 
div#yiv4572808398ygrp-mlmsg #yiv4572808398ygrp-msg p a 
span.yiv4572808398yshortcuts 
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv4572808398 
.yiv4572808398green {color:#628c2a;}#yiv4572808398 .yiv4572808398MsoNormal 
{margin:0 0 0 0;}#yiv4572808398 o {font-size:0;}#yiv4572808398 
#yiv4572808398photos div {float:left;width:72px;}#yiv4572808398 
#yiv4572808398photos div div {border:1px solid 
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv4572808398 
#yiv4572808398photos div label 
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv4572808398
 #yiv4572808398reco-category {font-size:77%;}#yiv4572808398 
#yiv4572808398reco-desc {font-size:77%;}#yiv4572808398 .yiv4572808398replbq 
{margin:4px;}#yiv4572808398 #yiv4572808398ygrp-actbar div a:first-child 
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv4572808398 #yiv4572808398ygrp-mlmsg 
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv4572808398 
#yiv4572808398ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv4572808398 
#yiv4572808398ygrp-mlmsg select, #yiv4572808398 input, #yiv4572808398 textarea 
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv4572808398 
#yiv4572808398ygrp-mlmsg pre, #yiv4572808398 code {font:115% 
monospace;}#yiv4572808398 #yiv4572808398ygrp-mlmsg * 
{line-height:1.22em;}#yiv4572808398 #yiv4572808398ygrp-mlmsg #yiv4572808398logo 
{padding-bottom:10px;}#yiv4572808398 #yiv4572808398ygrp-msg p a 
{font-family:Verdana;}#yiv4572808398 #yiv4572808398ygrp-msg 
p#yiv4572808398attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv4572808398 
#yiv4572808398ygrp-reco #yiv4572808398reco-head 
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv4572808398 #yiv4572808398ygrp-reco 
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv4572808398 #yiv4572808398ygrp-sponsor 
#yiv4572808398ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv4572808398 
#yiv4572808398ygrp-sponsor #yiv4572808398ov li 
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv4572808398 
#yiv4572808398ygrp-sponsor #yiv4572808398ov ul {margin:0;padding:0 0 0 
8px;}#yiv4572808398 #yiv4572808398ygrp-text 
{font-family:Georgia;}#yiv4572808398 #yiv4572808398ygrp-text p {margin:0 0 1em 
0;}#yiv4572808398 #yiv4572808398ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv4572808398 
#yiv4572808398ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none 
!important;}#yiv4572808398   

Kirim email ke