*Jepang yang membuat fisibility study. * On Mon, Jun 17, 2019 at 3:15 AM ajeg [email protected] [GELORA45] < [email protected]> wrote:
> > > Ya, tautan beritanya saya sertakan pada posting kemarin (di bawah), dan > seingat saya 3 tahun lalu sudah kita obrolkan soal konsistensi Jokowi ini > waktu dia dikritik masyarakat/ormas karena melanjutkan proyek yang sudah > dia batalkan 3 minggu sebelumnya. Jokowi cuma bisa bilang, dia mau kerja > bukan berdebat. Padahal jelas dia tidak punya argumen kenapa bersedia jadi > boneka RRC yang mengincar 3 KEK di Indonesia bagian utara. Jadi, tidak bisa > dibantah bahwa banyak langkah Jokowi yang dipuji pendukungnya sebagai > langkah kuda itu sesungguhnya memang langkah kuda troya. Ditunggangi, > dikendalikan, mengangkut banyak kepentingan politik asing. Contoh mutakhir, > membiarkan mahalnya harga tiket pesawat supaya maskapai asing masuk dan > swasta ikut berjualan avtur (dengan menumpang fasilitas Rakyat / Pertamina). > > Nah, semua ini tidak lepas dari kiprah nekolim dalam amandemen UUD'45. > Kenapa nekolim menunjuk SBY sebagai aktor utama skenario UUD neolib, masih > misteri. Banyak analisa yang panjang-panjang dan saling bertabrakan > mengenai ini, termasuk misteri tentang kenapa Wiranto atau Megawati yang > saat itu punya pendukung kuat masing-masing hanya kebagian pemeran > pembantu (sampai sekarang). Kenapa justru Gus Dur yang menyeruak di > hari-hari pertama reformasi? Hanya untuk menyingkirkan Habibiekah? Ya, > kelihatannya seperti itu karena toh gebrakan kekuatan Rakyat melalui Gus > Dur segera dipadamkan koalisi gendruwo-Wiranto-Mega dengan bantuan penuh > dari Amien Rais cs. SBY? Diam-diam menjahit pakaian kebesaran dan > menyiapkan riasan spesial untuk tampil sebagai presiden pertama RI yang > genap 2 kali masa jabatan... dan tampaknya ini akan dijadikan tradisi mulai > 2024 dengan selingan boneka 2014-2019-2024. > > Pemimpin / presiden yang genap masa jabatan serta pergantiannya yang damai > memang ideal sebagai simbol stabilitas suatu negara. Tetapi di Indonesia > stabilitas dengan landasan UUD neolib tentu gampang sekali membaca untuk > kepentingan siapa stabilitas itu. > > --- jetaimemucho1@... wrote: > > Malah saya ingat Jokowi sendiri pernah bilang bahwa KA itu sebenarnya > bukan prioritas..Herannya, sudah bilang begitu, kok masih juga > diteruskan...Jadi, seperti juga bandara Kertajati, dibelakang ini ada > kepentingan politik dan dorongan pemodal asing yang memang butuh untuk > memutar modalnya justru di bidang infrastruktur...bukan di bidang produktif > yang membangun ekonomi nasional...Sudah bolak balik diberitakan tentang apa > sebetulnya motivasi dan kepentingan yang dikejar Tkk yang dengan agresif > mencari ruang untuk menanamkan modalnya. bukan saja karena modal memang > harus ditanam, kalau tidak ya jadi busuk! Tapi juga merupakan solusi untuk > overcapacity/ overproduction Tkk misalnya dalam baja yang tak terjual. > Makanya salah satu pasal dari perjanjian utang yang menyangkut pembangunan > infrastruktur, adalah digunakannya mesin-mesin dan baja dari Tkk. Ditambah > lagi pasal yang menyangkut tenaga kerja Tkk. Ini sudah menjadi pengetahuan > umum di dunia. Hanya pengekor remo yang tak mau mengakuinya... > > On Sunday, June 16, 2019, 5:17:59 PM GMT+2, ajeg wrote: > > Tidak mesti / harus, karena kan cuma proyek hiburan, atau semacam "mahar" > dari target strategis sesungguhnya yakni, KEK di Sumatra-utara, KEK > Kalimantan-utara, dan KEK Sulawesi-utara. Ketiganya merupakan pintu masuk > pelayaran internasional melintasi wilayah laut Indonesia (ALKI). > > Soal kereta pura-pura cepat itu Jokowi sendiri sempat membatalkan kok. > Waktu itu (2015) para pengekor kan tepuk tangan gembira memuji-muji > pembatalan ini. > > *Alasan Jokowi Batalkan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung > <https://nasional.tempo.co/read/697695/alasan-jokowi-batalkan-proyek-kereta-cepat-jakarta-bandung>* > > > --- ilmesengero@... wrote: > > Mengapa mesti ada kereta supercepat antara Bandung dan Jakarta. Apakah > dengan kereta cepat bisa diangkut barang-barang produk industri dan > pertanian dari Bdg ke Jakarta atau sebaliknya, ataukah khusus untuk > transport penumpang? > > > >
