*Seperti dikatakan pepatah " janganlah mengigit tangan yang menyuap makanan ke mulutmu".*
On Fri, Jun 28, 2019 at 10:40 PM Jonathan Goeij [email protected] [GELORA45] <[email protected]> wrote: > > > Bagus juga kalau anda mau beradu argumentasi. > Saya beri satu saja argumentasi: anak BUMN di audit/diperiksa BPK hal yang > menunjukkan anak BUMN milik negara. BPK hanya mengaudit hal yang ada kaitan > dgn keuangan negara. > > Sebuah pertanyaan: seandainya anak BUMN korupsi bisakak KPK > menangani/mengusut? > Dgn keputusan MK ini bukankah para direksi BUMN bisa bikin anak BUMN > se-banyak2nya kemudian bancakan korupsi, toh tidak akan bisa diusut KPK? > > > On Friday, June 28, 2019, 01:22:59 PM PDT, [email protected] [GELORA45] < > [email protected]> wrote: > > > Arlikel yg di posting oleh Bung Djie tsb dibawah: > > Quote: "Dengan demikian, menjawab pertanyaan Saudara, berdasarkan uraian > di atas kiranya jelas bahwa *anak perusahaan BUMN (termasuk BUMN Persero) > tidak termasuk BUMN karena sahamnya tidak dimiliki oleh negara, tetapi oleh > BUMN*." > > > https://www.hukumonline.com/klinik/detail/ulasan/lt50629054c7269/status-hukum-anak-perusahaan-bumn-persero- > > Kutipan tsb. diatas ditulis oleh *Ilman Hadi, S.H.* > <https://www.hukumonline.com/klinik/penjawab/lt4fbded50bf741/mitra/lt4b457ff0c3e1b/ilman-hadi--sh> > berdasarkan Hukum Perusahaan. Dan ditulis pada tanggal 8 Oktober 2012, > beberapa tahun sebelum pilpres sekarang. Jadi ahli hukum Ma'ruf tidak > mengada-ada dan hukum nya sudah ada dan tidak bisa dikibulin oleh ahli > hukum Prabowo dan begundal2 nya.. > Apa tulisan dari Ilman Hadi, SH yg lebih mengerti ttg Hukum Perusahaan? > He, he, he. Coba kasih pencerahan! > > > > > > ---In [email protected], <jonathangoeij@...> wrote : > > Anak manusia ya manusia, anak kera ya kera, eh... anak BUMN ternyata bukan > BUMN. > > Sengketa pilpres melawan petahana presiden memang suatu hil yang mustahal, > setidaknya mengingat siapa yang mengusulkan/menunjuk para hakim MK itu. > 3 anggota dinominasikan oleh presiden, 3 anggota dinominasikan oleh DPR > (baca koalisi presiden), 3 anggota dinominasikan Mahkamah Agung (yang juga > dilantik presiden) > > > ---In [email protected], <ajegilelu@...> wrote : > > Sidang esemka. > > --- jonathangoeij@... wrote: > > bancakan > > --- lusi_d@... wrote : > > Anomali pengakuan MK ttg perusahaan negara: de jure Anak BUMN, de facto > Konglomerasi kapital-finans feodal. > > Am Thu, 27 Jun 2019 21:43:52 +0000 (UTC) > schrieb Jonathan Goeij : > > > > Sebenarnya saja MK sudah bisa mempertahankan Ma'ruf Amin jadi wapres > > dgn keputusannya Dewan Pengawas Syariah bukan pegawai karena > > posisinya disana ditugaskan/mewakili Dewan Syariah, tetapi > > kelihatannya melangkah sedemikian jauh dengan mengatakan "anak > > perusahaan BUMN dibilang bukan BUMN" jadinya milik siapa? genderuwo > > mungkin. > > > > > > On Thursday, June 27, 2019, 01:38:07 PM PDT, Sunny ambon wrote: > > > > Kalau mau diputar lidah bahwa anak perusahaan BUMN dibilang bukan > > BUMN, tentu saja bisa, karena kebenaran adalah hak pihak berkuasa. > > > > On Wed, Jun 19, 2019 at 1:30 AM jonathangoeij@... wrote: > > > > Menurutnya, dalam putusan MK no 21 Tahun 2017, putusan MK No 48 tahun > > 2013, peraturan BUMN No 3 tahun 2013, UU keuangan negara, UU > > perbendaharaan negara, UU antikorupsi, bisa disimpulkan bahwa anak > > perusahaan BUMN adalah BUMN dan pejabat di anak perusahaan BUMN > > adalah mewakili representasi dari BUMN bukan sekedar konsultan. > > > > ..... > > > > BW: Pihak Termohon Gagal Berikan Penjelasan Posisi Ma'ruf Amin di BUMN > > > > Ketua Tim Hukum Prabowo-Sandi Bambang Widjojanto hadir pada > > persidangan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pemilihan > > Presiden 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Jumat > > (14/6/2019). ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono ) Yeremia > > Sukoyo / JAS Selasa, 18 Juni 2019 | 15:02 WIB > > > > Jakarta, Beritasatu.com - Ketua tim gugatan MK pasangan nomor urut 02 > > Prabowo-Sandiaga, Bambang Widjojanto menilai, pihak termohon dan > > terkait gagal memberikan penjelasan terkait posisi Calon Wakil > > Presiden (Cawapres) sebagai Dewan Pengawas di dua bank syariah BUMN. > > > > "Termohon juga telah melakukan kegagalan yang sangat fundamental. Apa > > itu? Cawapres 01 dikatakan bukan menjadi pejabat dan anak cabang > > perusahaannya bukan BUMN hanya merujuk pada aturan BUMN saja," kata > > Bambang, sesaat setelah mengikuti sidang di Gedung MK Jakarta, Selasa > > (18/6/2019).. > > > > Menurutnya, dalam putusan MK no 21 Tahun 2017, putusan MK No 48 tahun > > 2013, peraturan BUMN No 3 tahun 2013, UU keuangan negara, UU > > perbendaharaan negara, UU antikorupsi, bisa disimpulkan bahwa anak > > perusahaan BUMN adalah BUMN dan pejabat di anak perusahaan BUMN > > adalah mewakili representasi dari BUMN bukan sekedar konsultan. > > > > "Ketidakmampuan menjawab ini sebenarnya berarti semakin sah dan > > legitimate bahwa terjadi pelanggaran terhadap pasal 277 P UU no 7 > > tahun 2017," ucap pria yang akrab disapa BW ini. > > > > Dikatakan BW, selama persidangan pihak termohon juga telah gagal > > membangun narasi yang bisa menjawab permohonan-permohonan yang > > diajukan pihaknya ke MK. Atas alasan tersebut dirinya pun meyakini MK > > akan mengabulkan seluruh permohonan yang telah diajukan. > > > > Mahkamah Konstitusi (MK) kembali menggelar sidang lanjutan perkara > > perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) untuk pemilihan presiden > > 2019 pada Selasa (18/6). Dalam sidang kedua kali ini mengagendakan > > pembacaan jawaban dari pihak termohon dan terkait, masing-masing KPU, > > tim kuasa hukum Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Bawaslu. > > > > Sumber: Suara Pembaruan > > > > > > > > >
