Maaf - Koreksi, perbaikan. Untuk mempermudah pengertian dlm kalimat pd e-mail saya yang lalu ttg penempatan kata Pancasila perlu dikoreksi dengan ditempatkan setelah kata menggali dlm kalimat. Kedua kalimat sebelum dan sesudah dikoreksi saya kirim ulang. Terimakasih.
Beginn der weitergeleiteten Nachricht: Datum: Sun, 30 Jun 2019 23:23:41 +0200 Von: "'Lusi D.' [email protected] [nasional-list]" <[email protected]> An: <[email protected]>, [email protected] Betreff: [nasional-list] Fw: [GELORA45] Re: caplok-mencaplok Sebelum koreksi: Filosofi yang bung kemukakan itu lahir pada era sejarah ketika manusia belum menemukan faham kemanusiaan sebagai pandangan hidup. Bung Karno yang menggali dan menempatkan faham filsafat kemanusiaan itu menjadi salah satu pilar Pancasila. Filosofi yang bung kemukakan spt di bawah inilah yang pernah membawa Indonesia ke alam dunia mala petaka genocida pada tahun-tahun 1965-an. Sesudah dikoreksi: Filosofi yang bung kemukakan itu lahir pada era sejarah ketika manusia belum menemukan faham kemanusiaan sebagai pandangan hidup. Bung Karno yang menggali Pancasila dan menempatkan faham filsafat kemanusiaan itu menjadi salah satu pilarnya. Filosofi yang bung kemukakan spt di bawah inilah yang pernah membawa Indonesia ke alam dunia mala petaka genocida pada tahun-tahun 1965-an. Beginn der weitergeleiteten Nachricht: Datum: 30 Jun 2019 17:01:32 +0000 Von: "[email protected] [GELORA45]" <[email protected]> An: <[email protected]> Betreff: [GELORA45] Re: caplok-mencaplok Survival of the fittest adalah bukan pandangan tetapi adalah fakta yg ada di dunia ini, yg bukan berlaku utk masalah biology saja. In nature, the strong survive and those best suited to survival will out-live the weak. Those with strength (economic, physical, technological) flourish and those without are destined for extinction. ---In [email protected], <lusi_d@...> wrote : Jiwa pandangan yang bung promosikan itu pernah juga diungkapkan oleh Warren Buffet, itu dedengkot imperialis AS, yang orisinalnya saya kutipkan sbb.: Warren Buffett Original engl.: ”There’s class warfare, all right, but it’s my class, the rich class, that’s making war, and we’re winning.” – im Interview mit Ben Stein in New York Times, 26. November 2006 Itu memang kesimpulan mutlak kaum pemenang macam Waren Buffet bersama-sama para cecunguknya yang sedang menikmati hasil nilai lebih dlm proses perang penghisapan dlm masyarakat nekolim. Seandainya bung pernah mempelajari hasil pemikiran lain ttg pandangan keadilan sosial yang manusiawi pasti akan berpandangan yang bijaksana. Am 30 Jun 2019 03:30:46 -0700 schrieb "bhjo@... mailto:bhjo@... [GELORA45]" <[email protected] mailto:[email protected]>: > Caplok-mencaplok adalah pendorong kemajuan dan sesuai dgn hukum alam > "Survival of the fittest" seperti species Neanderthals musnah karena > tidak bisa bersaing dgn species manusia, yg sekarang menguasai dunia. > Kalau tidak ada prinsip ini, kita (manusia) akan tidak ada sekarang > ini. Dalam bidang ekonomi seperti Bombardier bagian pembuatan kapal > terbang musnah karena tidak bisa bersaing utk membuat produksi yg > lebih baik dgn Boeing dan Airbus.
|
|
|
Survival of the fittest adalah bukan pandangan tetapi adalah fakta yg ada di dunia ini, yg bukan berlaku utk masalah biology saja. In nature, the strong survive and those best suited to survival will out-live the weak. Those with strength (economic, physical, technological) flourish and those without are destined for extinction.
---In [email protected], <lusi_d@...> wrote : Jiwa pandangan yang bung promosikan itu pernah juga diungkapkan oleh Warren Buffet, itu dedengkot imperialis AS, yang orisinalnya saya kutipkan sbb.: Warren Buffett Original engl.: ”There’s class warfare, all right, but it’s my class, the rich class, that’s making war, and we’re winning.” – im Interview mit Ben Stein in New York Times, 26. November 2006 Itu memang kesimpulan mutlak kaum pemenang macam Waren Buffet bersama-sama para cecunguknya yang sedang menikmati hasil nilai lebih dlm proses perang penghisapan dlm masyarakat nekolim. Seandainya bung pernah mempelajari hasil pemikiran lain ttg pandangan keadilan sosial yang manusiawi pasti akan berpandangan yang bijaksana. Am 30 Jun 2019 03:30:46 -0700 schrieb "bhjo@..... [GELORA45]" <[email protected]>: > Caplok-mencaplok adalah pendorong kemajuan dan sesuai dgn hukum alam |
