Nah, ... saya lihat disini ada perbedaan mendasar antara komune-rakyat yang "milik NEGARA", dimana petani hanya BEKERJA sepenuh hari utk kepentingan komune dengan dibayar sesuai dengan nilai-kerja yg ditentukan oleh kepala-barisan, dengan Koperasi-desa yang dijalankan di Tiongkok sekarang ini.

Saat di Komune sangat TERGANTUNG pada kesadaran dan kebijakan KEPALA-Barisan yg membagi kerja pada petani dan KEADILAN pembagian hasil kerja selesai panen, ... dan karena tingkat kesadaran anggota PKT dan masyarakat ketika itu masih butut, sedang kondisi serba kekurangan dan sangat miskin, wajarlah tidak bisa dihindari adanya mendahulukan kepentingan pribadi dan berakibat merugikan kepentingan banyak petani. Produksi sulit didorong maju, ... sekalipun setiap hari dinyanyikan lagu "Sosialisme adalah Baik!" dan seruan "Desa Belajar pada Da Zhai!!!" Sedang dapur bersama dengan makan bebas, membuat orang yang bekerja lebih keras tidak berbeda dengan yg bekerja malas, ... tidak mendorong orang berkompetisi bekerja giat mendapatkan produksi lebih banyak dan lebih baguuus.

Sedang dengan koperasi-desa, petani memasukkan nilai hak-guna tanah yg ada pada setiap keluarga petani itu dalam saham koperasi-desa, jadi sekalipun setiap petani kembali bekerja sesuai pembagian Kepala Barisan, tapi merasakan betul HASIL kerja setiap tahunnya dengan ketambahan BONUS sesuai nilai saham yg ada di Koperasi. Kegairan kerja meningkat seiring dengan peningkatan kesejahteraan mereka, dan, disamping itu setiap petani dibolehkan mengerjakan tanah sekitar rumah untuk menanam sayuran dan pelihara ternak, sebagai TAMBAHAN kerja dan kreatifitas perseorangan yg bisa dikembangkan. Kelebihannya juga boleh dijual kepasar-bebas, ... Adanya RANGSANG kepemilikan pribadi (dalam bentuk saham) inilah yg nyata-nyata mendorong kegairahan kerja PETANI di koperasi-desa dan dengan sendirinya lebih mudah meningkatkan produksi tanpa harus didorong-dorong dengan propaganda spt saat komune-rakyat lagi.

Tentu, yg jadi masalah juga pejabat yg dipercayakan petani desa untuk mengelola koperasi-desa itu, lagi-lagi masalah KESADARAN kader PKT yg membawa maju petani desa! Itulah yang disimpulkan selama 40 tahun terakhir ini, desa itu berhasil maju dan makmur sangat TERGANTUNG dari komite Partai Komunis disitu! Jadi, belasan tahun terakhir ini, PKT menggencarkan kembali pendidikan ideologi/politik, Jangan Lupa pemikiran awal dan cita-cita Mulia komunis, PENGABDI RAKYAT!!!


kh djie [email protected] [GELORA45] 於 2/7/2019 16:08 寫道:
Kalau ada musuh bersama, baru bersatu.
Dulu di Israel juga banyak Kibutz. daerah pertanian dan pertahanan.
Punya dapur bersama, punya traktor bersama, punya sekolahan bersama.
Punya malam dansa bersama.
Setelh jadi makmur, masing2 bisa beli traktor sendiri, bisa kirim anak2nya
ke sekolahan di tempat lain tergantung yang diinginkan, Kibutznya pada bubar.
Barangkali tinggal 2 di Israel.
Pesantren bisa saja jadi semacam Kibutz nanti ?


Pada tanggal Sel, 2 Jul 2019 pukul 09.52 Sunny ambon [email protected] <mailto:[email protected]> [GELORA45] <[email protected] <mailto:[email protected]>> menulis:

    Egoisme mungkin sulit, tetapi bagaimana dengan kepentingan bersama?

    On Tue, Jul 2, 2019 at 8:11 AM [email protected]
    <mailto:[email protected]> [GELORA45] <[email protected]
    <mailto:[email protected]>> wrote:

        Betul, pandagan Marx bagus atau boleh dibilang "mulia" tetapi
        cuma idealisme atau chayalan, karena tidak akan bisa
        dipraktekan disebabkan adanya naluri manusia yg egois, yg
        sudah ter-program di gen/DNA utk bisa hidup dgn
        aman/berkecukupan (survival instinct). Jadi setiap orang
        adalah egois dan yg tidak egois adalah pengecualian (exception
        than the rule). Orang lebih menyintai orang lain daripada
        anaknya/keluarganya adalah "exception than the rule" alias
        tidak normal. Untukmenghilangkan egoisme menjadi pandangan
        Marx diperlukan indoktrinasi pada setiap orang, yg jauh lebih
        sulit atau barangkali tidak mungkin dimana egoisme (survival
        Instinct) sudah ada tertanam di gen/DNA disetiap orang sejak
        pembuahan bibit janin dikandungan (tanpa perlu di indoktrinasi
        utk menjadi egois).

        Maka dari itu, "lebih dari 200 tahun ini, usaha komunisme
        menciptakan umat manusia yang bisa sepenuhnya mengebawahkan
        kepeentingan pribadi dan mendahulukan kepentingan umum masih
        jauh dari panggang api!"
        10000 tahun juga tidak akan bisa menghilangkan egoisme yg
        sudah terprogram ini. Paling2 ada/menjadikan orang yg
        memberikan dari kelebihannya kalau keperluan pribadi dan
        keluarga sudah terpenuhi dulu, yg biasanya sebagai "donation".


        ---In [email protected]
        <mailto:[email protected]>, <SADAR@...> wrote :

        BETUUUL juga bung Jo, naluri manusia sejak dilahirkan itu
        egois, dan itulah sebab ribuan tahun usaha Agama yg ada
        didunia ini berusaha agar setiap umatnya bisa mengikis egois
        berlebih dan bisa peduli pada orang disekitar, memabntu sesama
        dan berbuat sosial, ... sekalipun dalam kenyataan juga TIDAK
        BANYAK hasil nyata didunia ini. Lalu, Marx dengan komunisme
        nya juga berusaha menciptakan umat manusia yang bisa lebih
        dahulu mementingkan umum, menciptakan komunis-komunis yg bisa
        mengebawahkan kepentingan pribadi dengan mendahulukan
        kepentingan umum, ... Lalu Marx hendak menghilangkan hak-milik
        perseorangan atas alat produksi yg dikatakan dasar ekonomi
        munculnya kapitalisme laknat didunia!

        Kenyataan selama lebih 200 tahun ini, usaha komunisme
        menciptakan umat manusia yang bisa sepenuhnya mengebawahkan
        kepeentingan pribadi dan mendahulukan kepentingan umum masih
        jauh dari panggang api! Sekalipun PKT berani mengklaim anggota
        PKT telah menyundul 90 juta, tapi mereka juga mengakui
        kenyataan yang dikatakan komunis-komunis baik, anggota PKT yg
        bisa dijadikan teladan itu tidak lebih dari 30 ribu saja!
        Jadi, keberhasilan menciptakan manusia-manusia yang tidak lagi
        egoistis masih sangat, sangat sedikiiiiit sekali! Mengapa?

        Saya juga setujuuu ada faktor kemiskinan disitu! Akibat dari
        serba masih kekurangan, setiap orang *TERPAKSA* harus
        berebutan mendahulukan kepentingannya sendiri untuk bisa
        hidup! Jadi, tidak bisa menghilangkan kepentingan pribadi
        seseorang begitu saja, ... itu pula sebab Marx TIDAK BERANI
        hanya mengatakan hak-milik peerseorangan atas alat produksi,
        tapi tidak berani menjawab kapan dan bagaimana membasmi
        hak-milik perseorangan itu! Ternyata, sampai sekarang juga
        bisa dibasmi begitu saja! Karena hal-milik perseorangan atas
        alat produksi itu justru merupakan rangsang yg kuat untuk
        mendorong maju produksi! Dan nampaknya itu baru bisa
        diwujudkan setelah tingkat kemakmuran masyarakat mencapai
        tingkat cukup tinggi, serba berkecukupan, tidak lagi ada orang
        harus berebutan untuk sandang-pangan yang dibutuhkan dan
        setiap orang sudah hidup ditingkat budaya cukup tinggi, ...

        Namun, kalau saja berani perhatikan perkembangan
        pengusaha-kapitalis di Tiongkok, saya juga melihat ada
        perbedaan dengan kapitalis dijaman Marx yg begitu kejam dan
        serakah melakukan penghisapan habis-habisan terhadap buruhnya!
        Artinya, kapitalis di Tk, umumnya sudah bisa peduli perhatikan
        kepentingan buruh, berbuat sosial dengan membagikan keuntungan
        yg didapat untuk masyarakat, ... Bahkan kenyataan lebih 30Ribu
        pengusaha swasta terlibat dalam usaha mengentaskan kemiskinan
        yg tersisa 20 juta didesa-terbelakang. Tentu, mengatakan
        demikian tidak berarti di Tiongkok sudah tidak ada lagi
        kapitalis kejam, yg tetap melanggar hukum bahkan penipuan utk
        meraih keuntungan besar. TETAP saja ada, namanya juga manusia
        ada saja saja yang baik-baik dan juga ada yang berjiwa iblis!
        Yaa, ditindak tegas saja kapitalis-kapitalis nakal yg kejam
        dan melanggar HUKUM, ...!



        bhjo@... <mailto:bhjo@...> [GELORA45] 於 2/7/2019 9:54 寫道:

            Caplok-mencaplok tidak mungkin dihilangkan dari dunia ini
            sebelum semua manusia bisa hidup dgn kecukupan atau
            makmur. Dan naluri manusia adalah egois yg adalah suatu
            survival instinct dimana akan lebih mementingkan utk
            dirinya sendiri dan keturunan/keluarganya dan baru
            kemudian utk orang lain. Dan kecukupan dan kemakmuran utk
            semua manusia, kemungkinan sekali, tidak bisa terlaksana
            karena SDA dan SD-lain2 tidak akan cukup utk memenuhi
            pertumbuhan jumlah manusia yg lebih cepat drpd
            tersedianya SDA dll. Dan survival instinct tsb diatas
            tidak bisa dilenyapkan karena sudah di program di gen/DNA
            nya supaya keturunannya survive. Maka dari itu kita harus
            mau atau bisa bersaing supaya bisa hidup atau tidak
            kekurangan. Wong, misalnya, negara kaya yg bisa
            memproduksi bahan makanan berlimpahan, lebih baik
            kelebihannya disimpan di gudang sampai membusuk atau
            dibuang kelaut drpd dikasihkan orang/rakyat yg kelaparan,
            yg antara lain utk mempertahankan harganya yg tinggi.



            ---In [email protected]
            <mailto:[email protected]>, <SADAR@...>
            <mailto:SADAR@...> wrote :

            Saya jadi tertarik ikutan memberi pemikiran dengan tema
            "Caplok-mencaplok" yang terjadi sepanjang sejarah
            masyarakat didunia ini. Itulah kenyataan yang terjadi
            sampai sekarang dan, ... akan TERUUUSSS terjadi dalam
            masyarakat dimanapun kita berada. Akibat wajar dari
            kontradiksi-kontradiksi yang ada dalam masyarakat dalam
            proses kemajuan, .... hilang tumbuh silih berganti.
            Bergantian generasi tua diganti generasi muda dst., ...

            Kalau saja didalam masyarakat kapitalis, caplok-mencaplok
            itu bisa berakibat krisis ekonomi, dengan melonjak naik
            pengangguran, tapi, ... saya perhatikan justru TIDAK
            besar pengaruhnya di Tiongkok saat menghadapi gempuran
            krisis-moneter akhir tahun 2007 awal 2008. Lebih 30 ribu
            perusahaan gulung-tikar, bahkan majikannya lari begitu
            saja meninggalkan HUTANG, termasuk jutaan gaji buruh
            lebih sebulan belum dibayar! Pemerintah RRT cukup sigap,
            mengambil alih perushaan yang dianggap penting bagi
            kehidupan rakyat dan meneruskan usaha, sedang yg dianggap
            tak guna dibiarkan saja bankrut! Kebetulan saat itu RRT
            sedang gencarkan titik-berat TUGAS pada pembangunan desa!
            Jadi, desa-desa asal buruh-buru yg jatuh menjadi
            penganggur bisa tersedot balik kekampung masing-masing.
            Kalau saja diawal tahun-tahun 1980-an BUMN banyak yang
            dilepas jadi swasta, ... orang bilang di tahun 2008
            diambil alih kembali menjadi BUMN! Begitulah pemerintah
            RRT yang sangat kuat BERHASIL mengatasi dampak gempuran
            dahsyat krismon 2008 yg terjadi, kalau tidak salah ingat
            ketika itu, GDP tahun 2008 masih 2 digit! Bahkan ditahun
            2008 itu juga, RRT bukan saja harus mengatasi GEMPA BUMI
            dahsyat di Wen Chuan, tapi juga tetap berhasil
            selenggarakan Olympic-2008di Beijing yg sangat
            mengagumkan dan spektakular itu, ...

            Sekarang, kalau diperhatikan juga masih saja terjadi
            caplok-mencaplok perusahaan-perusahaan yg beroperasi
            didunia dan di Tiongkok sendiri, ... yg menjadi perhatian
            hypermarket Carefour dibeli Shunning. Ada betulnya kata
            bung Jo, itulah yg mendorong maju kemajuan, ... entah
            manajemen Carefour yg konservatif dan tidak sesuai dengan
            masyarakat Tiongkok atau mungkin sedang menghadapi
            masalah keuangan, lalu ada perusahaan yg merasa mampu dan
            bisa meneruskan, yaa dibeli sahamnya. Mudah2an saja bisa
            berjalan lebih maju sejahtera, adil dan makmur, ... dan
            tidak terjadi sebaliknya seperti dimasyarakat kapitalis,
            terjadi penambahan pengangguran dan ekonomi makin
            terpuruk, kehidupan rakyat banyak makin sulit dan
            menderita, ...


            bhjo@... <mailto:bhjo@...> [GELORA45] 於 2/7/2019 1:03 寫道:

                Survival of the the fittest adalah bukan yg kuat
                memangsa yg lemah tetapi yg bisa beradaptasi akan
                berkembang (survive) dan yg tidak bisa beradaptasi
                akan musnah. Dalam hal biologi, misal, moyang orang
                kulit putih dulunya (ribuan tahun yg lalu) juga
                mempunyai kulit hitam sebab asalnya dari Afrika.
                Tetapi karena di daerah2 yg jauh dari Equator
                seperti di Eropa, lebih kurang UV light (daripada
                didaerah Equator) utk membuat vitamin D di kulit
                mereka, gen dari keturunan mereka yg mengalami
                mutasi utk membuat kulitnya menjadi kutih/pucat utk
                bisa membuat vitamin D lebih banyak akan survive.
                Orang Mongol mempunyai mata sipit karena moyang
                mereka beradaptasi melalui "gen mutasi" utk
                melindungi mata mereka dari badai pasir (sand
                storms) dimana yg bermata sipit akan survive. Kita,
                manusia, sampai sekarang masih dan akan mengalami
                adaptasi melalui gen mutasi sesuai dgn lingkungannya
                tetapi karena prosesnya lambat kita tidak bisa
                mengetahuinya dalam kehidupan/umur kita yg relatif
                pendek. Berita sangat menarik dimana orang/manusia
                mulai tumbuh tulang dibelakang batok kepalanya
                karena penggunaan cell phone, yg barangkali bisa
                diturunkan kepada keturunannya melalui gen mutasi.
                Padahal penggunaan cell phone belum ada 50 tahun.

                
https://www.washingtonpost.com/nation/2019/06/20/horns-are-growing-young-peoples-skulls-phone-use-is-blame-research-suggests/?utm_term=.cd364b6d120c

                Seperti kita ketahui, dibidang teknologi/ekonomi
                mobil industri, misal, Mercedez Benz, BMW harus
                beradaptasi utk mulai membuat mobil elektrik
                (electric car) supaya bisa survive dari tantangan
                dari Tesla. Tiongkok dimulai dgn pimpinan Deng
                X-Ping harus beradaptasi ekonomi/teknologinya utk
                bisa berkembang/makmur/survive dari
                tantangan/lingkungan keunggulan Eropa dan Amerika.

                Tentang Neanderthals memang ada "interbreeding" dgn
                moyang manusia yg survive sekarang ini.


                ---In [email protected]
                <mailto:[email protected]>,
                <jonathangoeij@...> <mailto:jonathangoeij@...> wrote :

                Komentar sedikit, saya kira pemahaman BH Jo tentang
                survival of the fittest sebagai yg kuat memangsa yg
                lemah kurang tepat, fittest dari kata "fit" yg
                artinya "sesuai" atau "cocok" dan hal ini sebenarnya
                sesuai dengan kemanusiaan dalam Pancasila itu.

                Tentang Neanderthal ada didalam kurang lebih 20% DNA
                manusia modern sekarang ini (National Geographic
                
<https://news.nationalgeographic.com/news/2014/01/140129-neanderthal-genes-genetics-migration-africa-eurasian-science/>)


                        


                        


                    Surprise! 20 Percent of Neanderthal Genome Lives
                    On in Modern Humans, Sc...

                Two new studies suggest that the contribution from
                Neanderthal DNA was vital to modern human genomes.

                
<https://news.nationalgeographic.com/news/2014/01/140129-neanderthal-genes-genetics-migration-africa-eurasian-science/>



                    On Monday, July 1, 2019, 12:52:16 AM PDT, Lusi
D. <lusi_d@...> <mailto:lusi_d@...> wrote:


                Maaf - Koreksi, perbaikan.
                Untuk mempermudah pengertian dlm kalimat pd e-mail
                saya yang lalu ttg
                penempatan kata Pancasila perlu dikoreksi dengan
                ditempatkan setelah
                kata menggali dlm kalimat. Kedua kalimat sebelum dan
                sesudah dikoreksi
                saya kirim ulang.
                Terimakasih.

                Beginn der weitergeleiteten Nachricht:

                Datum: Sun, 30 Jun 2019 23:23:41 +0200
                Von: "'Lusi D.' lusi_d@... <mailto:lusi_d@...>
                [nasional-list]"
                <[email protected]
                <mailto:[email protected]>> An:
                <[email protected]
                <mailto:[email protected]>>,
                [email protected]
                <mailto:[email protected]> Betreff:
                [nasional-list] Fw: [GELORA45]
                Re: caplok-mencaplok


                Sebelum koreksi:

                Filosofi yang bung kemukakan itu lahir pada era
                sejarah ketika manusia
                belum menemukan faham kemanusiaan sebagai pandangan
                hidup. Bung Karno
                yang menggali dan menempatkan faham filsafat
                kemanusiaan itu menjadi
                salah satu pilar Pancasila.
                Filosofi yang bung kemukakan spt di bawah inilah
                yang pernah membawa
                Indonesia ke alam dunia mala petaka genocida pada
                tahun-tahun 1965-an.


                Sesudah dikoreksi:

                Filosofi yang bung kemukakan itu lahir pada era
                sejarah ketika manusia
                belum menemukan faham kemanusiaan sebagai pandangan
                hidup. Bung Karno
                yang menggali Pancasila dan menempatkan faham
                filsafat kemanusiaan itu
                menjadi salah satu pilarnya.
                Filosofi yang bung kemukakan spt di bawah inilah
                yang pernah membawa
                Indonesia ke alam dunia mala petaka genocida pada
                tahun-tahun 1965-an.




                Beginn der weitergeleiteten Nachricht:

                Datum: 30 Jun 2019 17:01:32 +0000
                Von: "bhjo@... <mailto:bhjo@...> [GELORA45]"
                <[email protected]
                <mailto:[email protected]>>
                An: <[email protected]
                <mailto:[email protected]>>
                Betreff: [GELORA45] Re: caplok-mencaplok


                Survival of the fittest adalah bukan pandangan
                tetapi adalah fakta yg
                ada di dunia ini, yg bukan berlaku utk masalah
                biology saja.

                In nature, the strong survive and those best suited
                to survival will
                out-live the weak. Those with strength (economic,
                physical,
                technological) flourish and those without are
                destined for extinction.

                ---In [email protected]
                <mailto:[email protected]>, <lusi_d@...
                <mailto:lusi_d@...>> wrote :

                Jiwa pandangan yang bung promosikan itu pernah juga
                diungkapkan oleh
                Warren Buffet, itu dedengkot imperialis AS, yang
                orisinalnya saya
                kutipkan sbb.:

                Warren Buffett Original engl.: ”There’s class
                warfare, all right, but
                it’s my class, the rich class, that’s making war,
                and we’re winning.”
                – im Interview mit Ben Stein in New York Times, 26.
                November 2006


                Itu memang kesimpulan mutlak kaum pemenang macam
                Waren Buffet
                bersama-sama para cecunguknya yang sedang menikmati
                hasil nilai lebih
                dlm proses perang penghisapan dlm masyarakat
                nekolim. Seandainya bung
                pernah mempelajari hasil pemikiran lain ttg
                pandangan keadilan sosial
                yang manusiawi pasti akan berpandangan yang bijaksana.



                Am 30 Jun 2019 03:30:46 -0700 schrieb
                "bhjo@... <mailto:bhjo@...> mailto:bhjo@...
                <mailto:bhjo@...> [GELORA45]"
                <[email protected]
                <mailto:[email protected]>
                mailto:[email protected]
                <mailto:[email protected]>>:
                > Caplok-mencaplok adalah pendorong kemajuan dan
                sesuai dgn hukum alam
                > "Survival of the fittest" seperti species
                Neanderthals musnah karena
                > tidak bisa bersaing dgn species manusia, yg
                sekarang menguasai dunia.
                > Kalau tidak ada prinsip ini, kita (manusia) akan
                tidak ada sekarang
                > ini. Dalam bidang ekonomi seperti Bombardier
                bagian pembuatan kapal
                > terbang musnah karena tidak bisa bersaing utk
                membuat produksi yg
                > lebih baik dgn Boeing dan Airbus.


                
<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
                        不含病毒。www.avg.com
                
<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>


                
<#m_4151821472328959298_m_-6897716503071001718_DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2>




---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com

Kirim email ke