Kalau ada musuh bersama, baru bersatu.
Dulu di Israel juga banyak Kibutz. daerah pertanian dan pertahanan.
Punya dapur bersama, punya traktor bersama, punya sekolahan bersama.
Punya malam dansa bersama.
Setelh jadi makmur, masing2 bisa beli traktor sendiri, bisa kirim anak2nya
ke sekolahan di tempat lain tergantung yang diinginkan, Kibutznya pada
bubar.
Barangkali tinggal 2 di Israel.
Pesantren bisa saja jadi semacam Kibutz nanti ?
Pada tanggal Sel, 2 Jul 2019 pukul 09.52 Sunny ambon
[email protected] <mailto:[email protected]> [GELORA45]
<[email protected] <mailto:[email protected]>> menulis:
Egoisme mungkin sulit, tetapi bagaimana dengan kepentingan bersama?
On Tue, Jul 2, 2019 at 8:11 AM [email protected]
<mailto:[email protected]> [GELORA45] <[email protected]
<mailto:[email protected]>> wrote:
Betul, pandagan Marx bagus atau boleh dibilang "mulia" tetapi
cuma idealisme atau chayalan, karena tidak akan bisa
dipraktekan disebabkan adanya naluri manusia yg egois, yg
sudah ter-program di gen/DNA utk bisa hidup dgn
aman/berkecukupan (survival instinct). Jadi setiap orang
adalah egois dan yg tidak egois adalah pengecualian (exception
than the rule). Orang lebih menyintai orang lain daripada
anaknya/keluarganya adalah "exception than the rule" alias
tidak normal. Untukmenghilangkan egoisme menjadi pandangan
Marx diperlukan indoktrinasi pada setiap orang, yg jauh lebih
sulit atau barangkali tidak mungkin dimana egoisme (survival
Instinct) sudah ada tertanam di gen/DNA disetiap orang sejak
pembuahan bibit janin dikandungan (tanpa perlu di indoktrinasi
utk menjadi egois).
Maka dari itu, "lebih dari 200 tahun ini, usaha komunisme
menciptakan umat manusia yang bisa sepenuhnya mengebawahkan
kepeentingan pribadi dan mendahulukan kepentingan umum masih
jauh dari panggang api!"
10000 tahun juga tidak akan bisa menghilangkan egoisme yg
sudah terprogram ini. Paling2 ada/menjadikan orang yg
memberikan dari kelebihannya kalau keperluan pribadi dan
keluarga sudah terpenuhi dulu, yg biasanya sebagai "donation".
---In [email protected]
<mailto:[email protected]>, <SADAR@...> wrote :
BETUUUL juga bung Jo, naluri manusia sejak dilahirkan itu
egois, dan itulah sebab ribuan tahun usaha Agama yg ada
didunia ini berusaha agar setiap umatnya bisa mengikis egois
berlebih dan bisa peduli pada orang disekitar, memabntu sesama
dan berbuat sosial, ... sekalipun dalam kenyataan juga TIDAK
BANYAK hasil nyata didunia ini. Lalu, Marx dengan komunisme
nya juga berusaha menciptakan umat manusia yang bisa lebih
dahulu mementingkan umum, menciptakan komunis-komunis yg bisa
mengebawahkan kepentingan pribadi dengan mendahulukan
kepentingan umum, ... Lalu Marx hendak menghilangkan hak-milik
perseorangan atas alat produksi yg dikatakan dasar ekonomi
munculnya kapitalisme laknat didunia!
Kenyataan selama lebih 200 tahun ini, usaha komunisme
menciptakan umat manusia yang bisa sepenuhnya mengebawahkan
kepeentingan pribadi dan mendahulukan kepentingan umum masih
jauh dari panggang api! Sekalipun PKT berani mengklaim anggota
PKT telah menyundul 90 juta, tapi mereka juga mengakui
kenyataan yang dikatakan komunis-komunis baik, anggota PKT yg
bisa dijadikan teladan itu tidak lebih dari 30 ribu saja!
Jadi, keberhasilan menciptakan manusia-manusia yang tidak lagi
egoistis masih sangat, sangat sedikiiiiit sekali! Mengapa?
Saya juga setujuuu ada faktor kemiskinan disitu! Akibat dari
serba masih kekurangan, setiap orang *TERPAKSA* harus
berebutan mendahulukan kepentingannya sendiri untuk bisa
hidup! Jadi, tidak bisa menghilangkan kepentingan pribadi
seseorang begitu saja, ... itu pula sebab Marx TIDAK BERANI
hanya mengatakan hak-milik peerseorangan atas alat produksi,
tapi tidak berani menjawab kapan dan bagaimana membasmi
hak-milik perseorangan itu! Ternyata, sampai sekarang juga
bisa dibasmi begitu saja! Karena hal-milik perseorangan atas
alat produksi itu justru merupakan rangsang yg kuat untuk
mendorong maju produksi! Dan nampaknya itu baru bisa
diwujudkan setelah tingkat kemakmuran masyarakat mencapai
tingkat cukup tinggi, serba berkecukupan, tidak lagi ada orang
harus berebutan untuk sandang-pangan yang dibutuhkan dan
setiap orang sudah hidup ditingkat budaya cukup tinggi, ...
Namun, kalau saja berani perhatikan perkembangan
pengusaha-kapitalis di Tiongkok, saya juga melihat ada
perbedaan dengan kapitalis dijaman Marx yg begitu kejam dan
serakah melakukan penghisapan habis-habisan terhadap buruhnya!
Artinya, kapitalis di Tk, umumnya sudah bisa peduli perhatikan
kepentingan buruh, berbuat sosial dengan membagikan keuntungan
yg didapat untuk masyarakat, ... Bahkan kenyataan lebih 30Ribu
pengusaha swasta terlibat dalam usaha mengentaskan kemiskinan
yg tersisa 20 juta didesa-terbelakang. Tentu, mengatakan
demikian tidak berarti di Tiongkok sudah tidak ada lagi
kapitalis kejam, yg tetap melanggar hukum bahkan penipuan utk
meraih keuntungan besar. TETAP saja ada, namanya juga manusia
ada saja saja yang baik-baik dan juga ada yang berjiwa iblis!
Yaa, ditindak tegas saja kapitalis-kapitalis nakal yg kejam
dan melanggar HUKUM, ...!
bhjo@... <mailto:bhjo@...> [GELORA45] 於 2/7/2019 9:54 寫道:
Caplok-mencaplok tidak mungkin dihilangkan dari dunia ini
sebelum semua manusia bisa hidup dgn kecukupan atau
makmur. Dan naluri manusia adalah egois yg adalah suatu
survival instinct dimana akan lebih mementingkan utk
dirinya sendiri dan keturunan/keluarganya dan baru
kemudian utk orang lain. Dan kecukupan dan kemakmuran utk
semua manusia, kemungkinan sekali, tidak bisa terlaksana
karena SDA dan SD-lain2 tidak akan cukup utk memenuhi
pertumbuhan jumlah manusia yg lebih cepat drpd
tersedianya SDA dll. Dan survival instinct tsb diatas
tidak bisa dilenyapkan karena sudah di program di gen/DNA
nya supaya keturunannya survive. Maka dari itu kita harus
mau atau bisa bersaing supaya bisa hidup atau tidak
kekurangan. Wong, misalnya, negara kaya yg bisa
memproduksi bahan makanan berlimpahan, lebih baik
kelebihannya disimpan di gudang sampai membusuk atau
dibuang kelaut drpd dikasihkan orang/rakyat yg kelaparan,
yg antara lain utk mempertahankan harganya yg tinggi.
---In [email protected]
<mailto:[email protected]>, <SADAR@...>
<mailto:SADAR@...> wrote :
Saya jadi tertarik ikutan memberi pemikiran dengan tema
"Caplok-mencaplok" yang terjadi sepanjang sejarah
masyarakat didunia ini. Itulah kenyataan yang terjadi
sampai sekarang dan, ... akan TERUUUSSS terjadi dalam
masyarakat dimanapun kita berada. Akibat wajar dari
kontradiksi-kontradiksi yang ada dalam masyarakat dalam
proses kemajuan, .... hilang tumbuh silih berganti.
Bergantian generasi tua diganti generasi muda dst., ...
Kalau saja didalam masyarakat kapitalis, caplok-mencaplok
itu bisa berakibat krisis ekonomi, dengan melonjak naik
pengangguran, tapi, ... saya perhatikan justru TIDAK
besar pengaruhnya di Tiongkok saat menghadapi gempuran
krisis-moneter akhir tahun 2007 awal 2008. Lebih 30 ribu
perusahaan gulung-tikar, bahkan majikannya lari begitu
saja meninggalkan HUTANG, termasuk jutaan gaji buruh
lebih sebulan belum dibayar! Pemerintah RRT cukup sigap,
mengambil alih perushaan yang dianggap penting bagi
kehidupan rakyat dan meneruskan usaha, sedang yg dianggap
tak guna dibiarkan saja bankrut! Kebetulan saat itu RRT
sedang gencarkan titik-berat TUGAS pada pembangunan desa!
Jadi, desa-desa asal buruh-buru yg jatuh menjadi
penganggur bisa tersedot balik kekampung masing-masing.
Kalau saja diawal tahun-tahun 1980-an BUMN banyak yang
dilepas jadi swasta, ... orang bilang di tahun 2008
diambil alih kembali menjadi BUMN! Begitulah pemerintah
RRT yang sangat kuat BERHASIL mengatasi dampak gempuran
dahsyat krismon 2008 yg terjadi, kalau tidak salah ingat
ketika itu, GDP tahun 2008 masih 2 digit! Bahkan ditahun
2008 itu juga, RRT bukan saja harus mengatasi GEMPA BUMI
dahsyat di Wen Chuan, tapi juga tetap berhasil
selenggarakan Olympic-2008di Beijing yg sangat
mengagumkan dan spektakular itu, ...
Sekarang, kalau diperhatikan juga masih saja terjadi
caplok-mencaplok perusahaan-perusahaan yg beroperasi
didunia dan di Tiongkok sendiri, ... yg menjadi perhatian
hypermarket Carefour dibeli Shunning. Ada betulnya kata
bung Jo, itulah yg mendorong maju kemajuan, ... entah
manajemen Carefour yg konservatif dan tidak sesuai dengan
masyarakat Tiongkok atau mungkin sedang menghadapi
masalah keuangan, lalu ada perusahaan yg merasa mampu dan
bisa meneruskan, yaa dibeli sahamnya. Mudah2an saja bisa
berjalan lebih maju sejahtera, adil dan makmur, ... dan
tidak terjadi sebaliknya seperti dimasyarakat kapitalis,
terjadi penambahan pengangguran dan ekonomi makin
terpuruk, kehidupan rakyat banyak makin sulit dan
menderita, ...
bhjo@... <mailto:bhjo@...> [GELORA45] 於 2/7/2019 1:03 寫道:
Survival of the the fittest adalah bukan yg kuat
memangsa yg lemah tetapi yg bisa beradaptasi akan
berkembang (survive) dan yg tidak bisa beradaptasi
akan musnah. Dalam hal biologi, misal, moyang orang
kulit putih dulunya (ribuan tahun yg lalu) juga
mempunyai kulit hitam sebab asalnya dari Afrika.
Tetapi karena di daerah2 yg jauh dari Equator
seperti di Eropa, lebih kurang UV light (daripada
didaerah Equator) utk membuat vitamin D di kulit
mereka, gen dari keturunan mereka yg mengalami
mutasi utk membuat kulitnya menjadi kutih/pucat utk
bisa membuat vitamin D lebih banyak akan survive.
Orang Mongol mempunyai mata sipit karena moyang
mereka beradaptasi melalui "gen mutasi" utk
melindungi mata mereka dari badai pasir (sand
storms) dimana yg bermata sipit akan survive. Kita,
manusia, sampai sekarang masih dan akan mengalami
adaptasi melalui gen mutasi sesuai dgn lingkungannya
tetapi karena prosesnya lambat kita tidak bisa
mengetahuinya dalam kehidupan/umur kita yg relatif
pendek. Berita sangat menarik dimana orang/manusia
mulai tumbuh tulang dibelakang batok kepalanya
karena penggunaan cell phone, yg barangkali bisa
diturunkan kepada keturunannya melalui gen mutasi.
Padahal penggunaan cell phone belum ada 50 tahun.
https://www.washingtonpost.com/nation/2019/06/20/horns-are-growing-young-peoples-skulls-phone-use-is-blame-research-suggests/?utm_term=.cd364b6d120c
Seperti kita ketahui, dibidang teknologi/ekonomi
mobil industri, misal, Mercedez Benz, BMW harus
beradaptasi utk mulai membuat mobil elektrik
(electric car) supaya bisa survive dari tantangan
dari Tesla. Tiongkok dimulai dgn pimpinan Deng
X-Ping harus beradaptasi ekonomi/teknologinya utk
bisa berkembang/makmur/survive dari
tantangan/lingkungan keunggulan Eropa dan Amerika.
Tentang Neanderthals memang ada "interbreeding" dgn
moyang manusia yg survive sekarang ini.
---In [email protected]
<mailto:[email protected]>,
<jonathangoeij@...> <mailto:jonathangoeij@...> wrote :
Komentar sedikit, saya kira pemahaman BH Jo tentang
survival of the fittest sebagai yg kuat memangsa yg
lemah kurang tepat, fittest dari kata "fit" yg
artinya "sesuai" atau "cocok" dan hal ini sebenarnya
sesuai dengan kemanusiaan dalam Pancasila itu.
Tentang Neanderthal ada didalam kurang lebih 20% DNA
manusia modern sekarang ini (National Geographic
<https://news.nationalgeographic.com/news/2014/01/140129-neanderthal-genes-genetics-migration-africa-eurasian-science/>)
Surprise! 20 Percent of Neanderthal Genome Lives
On in Modern Humans, Sc...
Two new studies suggest that the contribution from
Neanderthal DNA was vital to modern human genomes.
<https://news.nationalgeographic.com/news/2014/01/140129-neanderthal-genes-genetics-migration-africa-eurasian-science/>
On Monday, July 1, 2019, 12:52:16 AM PDT, Lusi
D. <lusi_d@...> <mailto:lusi_d@...> wrote:
Maaf - Koreksi, perbaikan.
Untuk mempermudah pengertian dlm kalimat pd e-mail
saya yang lalu ttg
penempatan kata Pancasila perlu dikoreksi dengan
ditempatkan setelah
kata menggali dlm kalimat. Kedua kalimat sebelum dan
sesudah dikoreksi
saya kirim ulang.
Terimakasih.
Beginn der weitergeleiteten Nachricht:
Datum: Sun, 30 Jun 2019 23:23:41 +0200
Von: "'Lusi D.' lusi_d@... <mailto:lusi_d@...>
[nasional-list]"
<[email protected]
<mailto:[email protected]>> An:
<[email protected]
<mailto:[email protected]>>,
[email protected]
<mailto:[email protected]> Betreff:
[nasional-list] Fw: [GELORA45]
Re: caplok-mencaplok
Sebelum koreksi:
Filosofi yang bung kemukakan itu lahir pada era
sejarah ketika manusia
belum menemukan faham kemanusiaan sebagai pandangan
hidup. Bung Karno
yang menggali dan menempatkan faham filsafat
kemanusiaan itu menjadi
salah satu pilar Pancasila.
Filosofi yang bung kemukakan spt di bawah inilah
yang pernah membawa
Indonesia ke alam dunia mala petaka genocida pada
tahun-tahun 1965-an.
Sesudah dikoreksi:
Filosofi yang bung kemukakan itu lahir pada era
sejarah ketika manusia
belum menemukan faham kemanusiaan sebagai pandangan
hidup. Bung Karno
yang menggali Pancasila dan menempatkan faham
filsafat kemanusiaan itu
menjadi salah satu pilarnya.
Filosofi yang bung kemukakan spt di bawah inilah
yang pernah membawa
Indonesia ke alam dunia mala petaka genocida pada
tahun-tahun 1965-an.
Beginn der weitergeleiteten Nachricht:
Datum: 30 Jun 2019 17:01:32 +0000
Von: "bhjo@... <mailto:bhjo@...> [GELORA45]"
<[email protected]
<mailto:[email protected]>>
An: <[email protected]
<mailto:[email protected]>>
Betreff: [GELORA45] Re: caplok-mencaplok
Survival of the fittest adalah bukan pandangan
tetapi adalah fakta yg
ada di dunia ini, yg bukan berlaku utk masalah
biology saja.
In nature, the strong survive and those best suited
to survival will
out-live the weak. Those with strength (economic,
physical,
technological) flourish and those without are
destined for extinction.
---In [email protected]
<mailto:[email protected]>, <lusi_d@...
<mailto:lusi_d@...>> wrote :
Jiwa pandangan yang bung promosikan itu pernah juga
diungkapkan oleh
Warren Buffet, itu dedengkot imperialis AS, yang
orisinalnya saya
kutipkan sbb.:
Warren Buffett Original engl.: ”There’s class
warfare, all right, but
it’s my class, the rich class, that’s making war,
and we’re winning.”
– im Interview mit Ben Stein in New York Times, 26.
November 2006
Itu memang kesimpulan mutlak kaum pemenang macam
Waren Buffet
bersama-sama para cecunguknya yang sedang menikmati
hasil nilai lebih
dlm proses perang penghisapan dlm masyarakat
nekolim. Seandainya bung
pernah mempelajari hasil pemikiran lain ttg
pandangan keadilan sosial
yang manusiawi pasti akan berpandangan yang bijaksana.
Am 30 Jun 2019 03:30:46 -0700 schrieb
"bhjo@... <mailto:bhjo@...> mailto:bhjo@...
<mailto:bhjo@...> [GELORA45]"
<[email protected]
<mailto:[email protected]>
mailto:[email protected]
<mailto:[email protected]>>:
> Caplok-mencaplok adalah pendorong kemajuan dan
sesuai dgn hukum alam
> "Survival of the fittest" seperti species
Neanderthals musnah karena
> tidak bisa bersaing dgn species manusia, yg
sekarang menguasai dunia.
> Kalau tidak ada prinsip ini, kita (manusia) akan
tidak ada sekarang
> ini. Dalam bidang ekonomi seperti Bombardier
bagian pembuatan kapal
> terbang musnah karena tidak bisa bersaing utk
membuat produksi yg
> lebih baik dgn Boeing dan Airbus.
<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
不含病毒。www.avg.com
<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
<#m_4151821472328959298_m_-6897716503071001718_DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2>