Survival of the the fittest adalah bukan yg kuat memangsa yg
lemah tetapi yg bisa beradaptasi akan berkembang (survive) dan yg
tidak bisa beradaptasi akan musnah. Dalam hal biologi, misal,
moyang orang kulit putih dulunya (ribuan tahun yg lalu) juga
mempunyai kulit hitam sebab asalnya dari Afrika. Tetapi karena di
daerah2 yg jauh dari Equator seperti di Eropa, lebih kurang UV
light (daripada didaerah Equator) utk membuat vitamin D di kulit
mereka, gen dari keturunan mereka yg mengalami mutasi utk membuat
kulitnya menjadi kutih/pucat utk bisa membuat vitamin D lebih
banyak akan survive. Orang Mongol mempunyai mata sipit karena
moyang mereka beradaptasi melalui "gen mutasi" utk melindungi
mata mereka dari badai pasir (sand storms) dimana yg bermata
sipit akan survive. Kita, manusia, sampai sekarang masih dan akan
mengalami adaptasi melalui gen mutasi sesuai dgn lingkungannya
tetapi karena prosesnya lambat kita tidak bisa mengetahuinya
dalam kehidupan/umur kita yg relatif pendek. Berita sangat
menarik dimana orang/manusia mulai tumbuh tulang dibelakang batok
kepalanya karena penggunaan cell phone, yg barangkali bisa
diturunkan kepada keturunannya melalui gen mutasi. Padahal
penggunaan cell phone belum ada 50 tahun.
https://www.washingtonpost.com/nation/2019/06/20/horns-are-growing-young-peoples-skulls-phone-use-is-blame-research-suggests/?utm_term=.cd364b6d120c
Seperti kita ketahui, dibidang teknologi/ekonomi
mobil industri, misal, Mercedez Benz, BMW harus beradaptasi utk
mulai membuat mobil elektrik (electric car) supaya bisa survive
dari tantangan dari Tesla. Tiongkok dimulai dgn pimpinan Deng
X-Ping harus beradaptasi ekonomi/teknologinya utk bisa
berkembang/makmur/survive dari tantangan/lingkungan keunggulan
Eropa dan Amerika.
Tentang Neanderthals memang ada "interbreeding" dgn moyang
manusia yg survive sekarang ini.
---In [email protected] <mailto:[email protected]>,
<jonathangoeij@...> <mailto:jonathangoeij@...> wrote :
Komentar sedikit, saya kira pemahaman BH Jo tentang survival of
the fittest sebagai yg kuat memangsa yg lemah kurang tepat,
fittest dari kata "fit" yg artinya "sesuai" atau "cocok" dan hal
ini sebenarnya sesuai dengan kemanusiaan dalam Pancasila itu.
Tentang Neanderthal ada didalam kurang lebih 20% DNA manusia
modern sekarang ini (National Geographic
<https://news.nationalgeographic.com/news/2014/01/140129-neanderthal-genes-genetics-migration-africa-eurasian-science/>)
Surprise! 20 Percent of Neanderthal Genome Lives On in Modern
Humans, Sc...
Two new studies suggest that the contribution from Neanderthal
DNA was vital to modern human genomes.
<https://news.nationalgeographic.com/news/2014/01/140129-neanderthal-genes-genetics-migration-africa-eurasian-science/>
On Monday, July 1, 2019, 12:52:16 AM PDT, Lusi D.
<lusi_d@...> <mailto:lusi_d@...> wrote:
Maaf - Koreksi, perbaikan.
Untuk mempermudah pengertian dlm kalimat pd e-mail saya yang lalu ttg
penempatan kata Pancasila perlu dikoreksi dengan ditempatkan setelah
kata menggali dlm kalimat. Kedua kalimat sebelum dan sesudah
dikoreksi
saya kirim ulang.
Terimakasih.
Beginn der weitergeleiteten Nachricht:
Datum: Sun, 30 Jun 2019 23:23:41 +0200
Von: "'Lusi D.' lusi_d@... <mailto:lusi_d@...> [nasional-list]"
<[email protected]
<mailto:[email protected]>> An:
<[email protected] <mailto:[email protected]>>,
[email protected]
<mailto:[email protected]> Betreff: [nasional-list]
Fw: [GELORA45]
Re: caplok-mencaplok
Sebelum koreksi:
Filosofi yang bung kemukakan itu lahir pada era sejarah ketika
manusia
belum menemukan faham kemanusiaan sebagai pandangan hidup. Bung Karno
yang menggali dan menempatkan faham filsafat kemanusiaan itu menjadi
salah satu pilar Pancasila.
Filosofi yang bung kemukakan spt di bawah inilah yang pernah membawa
Indonesia ke alam dunia mala petaka genocida pada tahun-tahun
1965-an.
Sesudah dikoreksi:
Filosofi yang bung kemukakan itu lahir pada era sejarah ketika
manusia
belum menemukan faham kemanusiaan sebagai pandangan hidup. Bung Karno
yang menggali Pancasila dan menempatkan faham filsafat
kemanusiaan itu
menjadi salah satu pilarnya.
Filosofi yang bung kemukakan spt di bawah inilah yang pernah membawa
Indonesia ke alam dunia mala petaka genocida pada tahun-tahun
1965-an.
Beginn der weitergeleiteten Nachricht:
Datum: 30 Jun 2019 17:01:32 +0000
Von: "bhjo@... <mailto:bhjo@...> [GELORA45]"
<[email protected] <mailto:[email protected]>>
An: <[email protected] <mailto:[email protected]>>
Betreff: [GELORA45] Re: caplok-mencaplok
Survival of the fittest adalah bukan pandangan tetapi adalah fakta yg
ada di dunia ini, yg bukan berlaku utk masalah biology saja.
In nature, the strong survive and those best suited to survival will
out-live the weak. Those with strength (economic, physical,
technological) flourish and those without are destined for
extinction.
---In [email protected] <mailto:[email protected]>,
<lusi_d@... <mailto:lusi_d@...>> wrote :
Jiwa pandangan yang bung promosikan itu pernah juga diungkapkan oleh
Warren Buffet, itu dedengkot imperialis AS, yang orisinalnya saya
kutipkan sbb.:
Warren Buffett Original engl.: ”There’s class warfare, all right, but
it’s my class, the rich class, that’s making war, and we’re winning.”
– im Interview mit Ben Stein in New York Times, 26. November 2006
Itu memang kesimpulan mutlak kaum pemenang macam Waren Buffet
bersama-sama para cecunguknya yang sedang menikmati hasil nilai lebih
dlm proses perang penghisapan dlm masyarakat nekolim. Seandainya bung
pernah mempelajari hasil pemikiran lain ttg pandangan keadilan sosial
yang manusiawi pasti akan berpandangan yang bijaksana.
Am 30 Jun 2019 03:30:46 -0700 schrieb
"bhjo@... <mailto:bhjo@...> mailto:bhjo@... <mailto:bhjo@...>
[GELORA45]" <[email protected]
<mailto:[email protected]>
mailto:[email protected] <mailto:[email protected]>>:
> Caplok-mencaplok adalah pendorong kemajuan dan sesuai dgn hukum
alam
> "Survival of the fittest" seperti species Neanderthals musnah
karena
> tidak bisa bersaing dgn species manusia, yg sekarang menguasai
dunia.
> Kalau tidak ada prinsip ini, kita (manusia) akan tidak ada sekarang
> ini. Dalam bidang ekonomi seperti Bombardier bagian pembuatan kapal
> terbang musnah karena tidak bisa bersaing utk membuat produksi yg
> lebih baik dgn Boeing dan Airbus.