BETUUUL juga bung Jo, naluri manusia sejak dilahirkan itu egois, dan itulah sebab ribuan tahun usaha Agama yg ada didunia ini berusaha agar setiap umatnya bisa mengikis egois berlebih dan bisa peduli pada orang disekitar, memabntu sesama dan berbuat sosial, ... sekalipun dalam kenyataan juga TIDAK BANYAK hasil nyata didunia ini. Lalu, Marx dengan komunisme nya juga berusaha menciptakan umat manusia yang bisa lebih dahulu mementingkan umum, menciptakan komunis-komunis yg bisa mengebawahkan kepentingan pribadi dengan mendahulukan kepentingan umum, .... Lalu Marx hendak menghilangkan hak-milik perseorangan atas alat produksi yg dikatakan dasar ekonomi munculnya kapitalisme laknat didunia!

Kenyataan selama lebih 200 tahun ini, usaha komunisme menciptakan umat manusia yang bisa sepenuhnya mengebawahkan kepeentingan pribadi dan mendahulukan kepentingan umum masih jauh dari panggang api! Sekalipun PKT berani mengklaim anggota PKT telah menyundul 90 juta, tapi mereka juga mengakui kenyataan yang dikatakan komunis-komunis baik, anggota PKT yg bisa dijadikan teladan itu tidak lebih dari 30 ribu saja! Jadi, keberhasilan menciptakan manusia-manusia yang tidak lagi egoistis masih sangat, sangat sedikiiiiit sekali! Mengapa?

Saya juga setujuuu ada faktor kemiskinan disitu! Akibat dari serba masih kekurangan, setiap orang *TERPAKSA* harus berebutan mendahulukan kepentingannya sendiri untuk bisa hidup! Jadi, tidak bisa menghilangkan kepentingan pribadi seseorang begitu saja, ... itu pula sebab Marx TIDAK BERANI hanya mengatakan hak-milik peerseorangan atas alat produksi, tapi tidak berani menjawab kapan dan bagaimana membasmi hak-milik perseorangan itu! Ternyata, sampai sekarang juga bisa dibasmi begitu saja! Karena hal-milik perseorangan atas alat produksi itu justru merupakan rangsang yg kuat untuk mendorong maju produksi! Dan nampaknya itu baru bisa diwujudkan setelah tingkat kemakmuran masyarakat mencapai tingkat cukup tinggi, serba berkecukupan, tidak lagi ada orang harus berebutan untuk sandang-pangan yang dibutuhkan dan setiap orang sudah hidup ditingkat budaya cukup tinggi, ...

Namun, kalau saja berani perhatikan perkembangan pengusaha-kapitalis di Tiongkok, saya juga melihat ada perbedaan dengan kapitalis dijaman Marx yg begitu kejam dan serakah melakukan penghisapan habis-habisan terhadap buruhnya! Artinya, kapitalis di Tk, umumnya sudah bisa peduli perhatikan kepentingan buruh, berbuat sosial dengan membagikan keuntungan yg didapat untuk masyarakat, ... Bahkan kenyataan lebih 30Ribu pengusaha swasta terlibat dalam usaha mengentaskan kemiskinan yg tersisa 20 juta didesa-terbelakang. Tentu, mengatakan demikian tidak berarti di Tiongkok sudah tidak ada lagi kapitalis kejam, yg tetap melanggar hukum bahkan penipuan utk meraih keuntungan besar. TETAP saja ada, namanya juga manusia ada saja saja yang baik-baik dan juga ada yang berjiwa iblis! Yaa, ditindak tegas saja kapitalis-kapitalis nakal yg kejam dan melanggar HUKUM, ...!



[email protected] [GELORA45] 於 2/7/2019 9:54 寫道:

Caplok-mencaplok tidak mungkin dihilangkan dari dunia ini sebelum semua manusia bisa hidup dgn kecukupan atau makmur. Dan naluri manusia adalah egois yg adalah suatu survival instinct dimana akan lebih mementingkan utk dirinya sendiri dan keturunan/keluarganya dan baru kemudian utk orang lain. Dan kecukupan dan kemakmuran utk semua manusia, kemungkinan sekali, tidak bisa terlaksana karena SDA dan SD-lain2 tidak akan cukup utk memenuhi pertumbuhan jumlah manusia yg lebih cepat drpd tersedianya SDA dll. Dan survival instinct tsb diatas tidak bisa dilenyapkan karena sudah di program di gen/DNA nya supaya keturunannya survive. Maka dari itu kita harus mau atau bisa bersaing supaya bisa hidup atau tidak kekurangan. Wong, misalnya, negara kaya yg bisa memproduksi bahan makanan berlimpahan, lebih baik kelebihannya disimpan di gudang sampai membusuk atau dibuang kelaut drpd dikasihkan orang/rakyat yg kelaparan, yg antara lain utk mempertahankan harganya yg tinggi.



---In [email protected], <SADAR@...> wrote :

Saya jadi tertarik ikutan memberi pemikiran dengan tema "Caplok-mencaplok" yang terjadi sepanjang sejarah masyarakat didunia ini. Itulah kenyataan yang terjadi sampai sekarang dan, ... akan TERUUUSSS terjadi dalam masyarakat dimanapun kita berada. Akibat wajar dari kontradiksi-kontradiksi yang ada dalam masyarakat dalam proses kemajuan, .... hilang tumbuh silih berganti. Bergantian generasi tua diganti generasi muda dst., ...

Kalau saja didalam masyarakat kapitalis, caplok-mencaplok itu bisa berakibat krisis ekonomi, dengan melonjak naik pengangguran, tapi, ... saya perhatikan justru TIDAK besar pengaruhnya di Tiongkok saat menghadapi gempuran krisis-moneter akhir tahun 2007 awal 2008. Lebih 30 ribu perusahaan gulung-tikar, bahkan majikannya lari begitu saja meninggalkan HUTANG, termasuk jutaan gaji buruh lebih sebulan belum dibayar! Pemerintah RRT cukup sigap, mengambil alih perushaan yang dianggap penting bagi kehidupan rakyat dan meneruskan usaha, sedang yg dianggap tak guna dibiarkan saja bankrut! Kebetulan saat itu RRT sedang gencarkan titik-berat TUGAS pada pembangunan desa! Jadi, desa-desa asal buruh-buru yg jatuh menjadi penganggur bisa tersedot balik kekampung masing-masing. Kalau saja diawal tahun-tahun 1980-an BUMN banyak yang dilepas jadi swasta, ... orang bilang di tahun 2008 diambil alih kembali menjadi BUMN! Begitulah pemerintah RRT yang sangat kuat BERHASIL mengatasi dampak gempuran dahsyat krismon 2008 yg terjadi, kalau tidak salah ingat ketika itu, GDP tahun 2008 masih 2 digit! Bahkan ditahun 2008 itu juga, RRT bukan saja harus mengatasi GEMPA BUMI dahsyat di Wen Chuan, tapi juga tetap berhasil selenggarakan Olympic-2008di Beijing yg sangat mengagumkan dan spektakular itu, ...

Sekarang, kalau diperhatikan juga masih saja terjadi caplok-mencaplok perusahaan-perusahaan yg beroperasi didunia dan di Tiongkok sendiri, ... yg menjadi perhatian hypermarket Carefour dibeli Shunning. Ada betulnya kata bung Jo, itulah yg mendorong maju kemajuan, ... entah manajemen Carefour yg konservatif dan tidak sesuai dengan masyarakat Tiongkok atau mungkin sedang menghadapi masalah keuangan, lalu ada perusahaan yg merasa mampu dan bisa meneruskan, yaa dibeli sahamnya. Mudah2an saja bisa berjalan lebih maju sejahtera, adil dan makmur, ... dan tidak terjadi sebaliknya seperti dimasyarakat kapitalis, terjadi penambahan pengangguran dan ekonomi makin terpuruk, kehidupan rakyat banyak makin sulit dan menderita, ...


bhjo@... <mailto:bhjo@...> [GELORA45] 於 2/7/2019 1:03 寫道:

    Survival of the the fittest adalah bukan yg kuat memangsa yg
    lemah tetapi yg bisa beradaptasi akan berkembang (survive) dan yg
    tidak bisa beradaptasi akan musnah. Dalam hal biologi, misal,
    moyang orang kulit putih dulunya (ribuan tahun yg lalu) juga
    mempunyai kulit hitam sebab asalnya dari Afrika. Tetapi karena di
    daerah2 yg jauh dari Equator seperti di Eropa, lebih kurang UV
    light (daripada didaerah Equator) utk membuat vitamin D di kulit
    mereka, gen dari keturunan mereka yg mengalami mutasi utk membuat
    kulitnya menjadi kutih/pucat utk bisa membuat vitamin D lebih
    banyak akan survive. Orang Mongol mempunyai mata sipit karena
    moyang mereka beradaptasi melalui "gen mutasi" utk melindungi
    mata mereka dari badai pasir (sand storms) dimana yg bermata
    sipit akan survive. Kita, manusia, sampai sekarang masih dan akan
    mengalami adaptasi melalui gen mutasi sesuai dgn lingkungannya
    tetapi karena prosesnya lambat kita tidak bisa mengetahuinya
    dalam kehidupan/umur kita yg relatif pendek. Berita sangat
    menarik dimana orang/manusia mulai tumbuh tulang dibelakang batok
    kepalanya karena penggunaan cell phone, yg barangkali bisa
    diturunkan kepada keturunannya melalui gen mutasi. Padahal
    penggunaan cell phone belum ada 50 tahun.

    
https://www.washingtonpost.com/nation/2019/06/20/horns-are-growing-young-peoples-skulls-phone-use-is-blame-research-suggests/?utm_term=.cd364b6d120c

    Seperti kita ketahui, dibidang teknologi/ekonomi
    mobil industri, misal, Mercedez Benz, BMW harus beradaptasi utk
    mulai membuat mobil elektrik (electric car) supaya bisa survive
    dari tantangan dari Tesla. Tiongkok dimulai dgn pimpinan Deng
    X-Ping harus beradaptasi ekonomi/teknologinya utk bisa
    berkembang/makmur/survive dari tantangan/lingkungan keunggulan
    Eropa dan Amerika.

    Tentang Neanderthals memang ada "interbreeding" dgn moyang
    manusia yg survive sekarang ini.


    ---In [email protected] <mailto:[email protected]>,
    <jonathangoeij@...> <mailto:jonathangoeij@...> wrote :

    Komentar sedikit, saya kira pemahaman BH Jo tentang survival of
    the fittest sebagai yg kuat memangsa yg lemah kurang tepat,
    fittest dari kata "fit" yg artinya "sesuai" atau "cocok" dan hal
    ini sebenarnya sesuai dengan kemanusiaan dalam Pancasila itu.

    Tentang Neanderthal ada didalam kurang lebih 20% DNA manusia
    modern sekarang ini (National Geographic
    
<https://news.nationalgeographic.com/news/2014/01/140129-neanderthal-genes-genetics-migration-africa-eurasian-science/>)


        


        


        Surprise! 20 Percent of Neanderthal Genome Lives On in Modern
        Humans, Sc...

    Two new studies suggest that the contribution from Neanderthal
    DNA was vital to modern human genomes.

    
<https://news.nationalgeographic.com/news/2014/01/140129-neanderthal-genes-genetics-migration-africa-eurasian-science/>



        On Monday, July 1, 2019, 12:52:16 AM PDT, Lusi D.
<lusi_d@...> <mailto:lusi_d@...> wrote:


    Maaf - Koreksi, perbaikan.
    Untuk mempermudah pengertian dlm kalimat pd e-mail saya yang lalu ttg
    penempatan kata Pancasila perlu dikoreksi dengan ditempatkan setelah
    kata menggali dlm kalimat. Kedua kalimat sebelum dan sesudah
    dikoreksi
    saya kirim ulang.
    Terimakasih.

    Beginn der weitergeleiteten Nachricht:

    Datum: Sun, 30 Jun 2019 23:23:41 +0200
    Von: "'Lusi D.' lusi_d@... <mailto:lusi_d@...> [nasional-list]"
    <[email protected]
    <mailto:[email protected]>> An:
    <[email protected] <mailto:[email protected]>>,
    [email protected]
    <mailto:[email protected]> Betreff: [nasional-list]
    Fw: [GELORA45]
    Re: caplok-mencaplok


    Sebelum koreksi:

    Filosofi yang bung kemukakan itu lahir pada era sejarah ketika
    manusia
    belum menemukan faham kemanusiaan sebagai pandangan hidup. Bung Karno
    yang menggali dan menempatkan faham filsafat kemanusiaan itu menjadi
    salah satu pilar Pancasila.
    Filosofi yang bung kemukakan spt di bawah inilah yang pernah membawa
    Indonesia ke alam dunia mala petaka genocida pada tahun-tahun
    1965-an.


    Sesudah dikoreksi:

    Filosofi yang bung kemukakan itu lahir pada era sejarah ketika
    manusia
    belum menemukan faham kemanusiaan sebagai pandangan hidup. Bung Karno
    yang menggali Pancasila dan menempatkan faham filsafat
    kemanusiaan itu
    menjadi salah satu pilarnya.
    Filosofi yang bung kemukakan spt di bawah inilah yang pernah membawa
    Indonesia ke alam dunia mala petaka genocida pada tahun-tahun
    1965-an.




    Beginn der weitergeleiteten Nachricht:

    Datum: 30 Jun 2019 17:01:32 +0000
    Von: "bhjo@... <mailto:bhjo@...> [GELORA45]"
    <[email protected] <mailto:[email protected]>>
    An: <[email protected] <mailto:[email protected]>>
    Betreff: [GELORA45] Re: caplok-mencaplok


    Survival of the fittest adalah bukan pandangan tetapi adalah fakta yg
    ada di dunia ini, yg bukan berlaku utk masalah biology saja.

    In nature, the strong survive and those best suited to survival will
    out-live the weak. Those with strength (economic, physical,
    technological) flourish and those without are destined for
    extinction.

    ---In [email protected] <mailto:[email protected]>,
    <lusi_d@... <mailto:lusi_d@...>> wrote :

    Jiwa pandangan yang bung promosikan itu pernah juga diungkapkan oleh
    Warren Buffet, itu dedengkot imperialis AS, yang orisinalnya saya
    kutipkan sbb.:

    Warren Buffett Original engl.: ”There’s class warfare, all right, but
    it’s my class, the rich class, that’s making war, and we’re winning.”
    – im Interview mit Ben Stein in New York Times, 26. November 2006


    Itu memang kesimpulan mutlak kaum pemenang macam Waren Buffet
    bersama-sama para cecunguknya yang sedang menikmati hasil nilai lebih
    dlm proses perang penghisapan dlm masyarakat nekolim. Seandainya bung
    pernah mempelajari hasil pemikiran lain ttg pandangan keadilan sosial
    yang manusiawi pasti akan berpandangan yang bijaksana.



    Am 30 Jun 2019 03:30:46 -0700 schrieb
    "bhjo@... <mailto:bhjo@...> mailto:bhjo@... <mailto:bhjo@...>
    [GELORA45]" <[email protected]
    <mailto:[email protected]>
    mailto:[email protected] <mailto:[email protected]>>:
    > Caplok-mencaplok adalah pendorong kemajuan dan sesuai dgn hukum
    alam
    > "Survival of the fittest" seperti species Neanderthals musnah
    karena
    > tidak bisa bersaing dgn species manusia, yg sekarang menguasai
    dunia.
    > Kalau tidak ada prinsip ini, kita (manusia) akan tidak ada sekarang
    > ini. Dalam bidang ekonomi seperti Bombardier bagian pembuatan kapal
    > terbang musnah karena tidak bisa bersaing utk membuat produksi yg
    > lebih baik dgn Boeing dan Airbus.


    
<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
        不含病毒。www.avg.com
    
<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>


    <#DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2>




---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com

Kirim email ke