Egoisme mungkin sulit, tetapi bagaimana dengan kepentingan bersama? On Tue, Jul 2, 2019 at 8:11 AM [email protected] [GELORA45] < [email protected]> wrote:
> > > Betul, pandagan Marx bagus atau boleh dibilang "mulia" tetapi cuma > idealisme atau chayalan, karena tidak akan bisa dipraktekan disebabkan > adanya naluri manusia yg egois, yg sudah ter-program di gen/DNA utk bisa > hidup dgn aman/berkecukupan (survival instinct). Jadi setiap orang adalah > egois dan yg tidak egois adalah pengecualian (exception than the rule). Orang > lebih menyintai orang lain daripada anaknya/keluarganya adalah "exception > than the rule" alias tidak normal. Untuk menghilangkan egoisme menjadi > pandangan Marx diperlukan indoktrinasi pada setiap orang, yg jauh lebih > sulit atau barangkali tidak mungkin dimana egoisme (survival Instinct) sudah > ada tertanam di gen/DNA disetiap orang sejak pembuahan bibit janin > dikandungan (tanpa perlu di indoktrinasi utk menjadi egois). > Maka dari itu, "lebih dari 200 tahun ini, usaha komunisme menciptakan > umat manusia yang bisa sepenuhnya mengebawahkan kepeentingan pribadi dan > mendahulukan kepentingan umum masih jauh dari panggang api!" > 10000 tahun juga tidak akan bisa menghilangkan egoisme yg sudah terprogram > ini. Paling2 ada/menjadikan orang yg memberikan dari kelebihannya kalau > keperluan pribadi dan keluarga sudah terpenuhi dulu, yg biasanya sebagai > "donation". > > > ---In [email protected], <SADAR@...> wrote : > > BETUUUL juga bung Jo, naluri manusia sejak dilahirkan itu egois, dan > itulah sebab ribuan tahun usaha Agama yg ada didunia ini berusaha agar > setiap umatnya bisa mengikis egois berlebih dan bisa peduli pada orang > disekitar, memabntu sesama dan berbuat sosial, ... sekalipun dalam > kenyataan juga TIDAK BANYAK hasil nyata didunia ini. Lalu, Marx dengan > komunisme nya juga berusaha menciptakan umat manusia yang bisa lebih dahulu > mementingkan umum, menciptakan komunis-komunis yg bisa mengebawahkan > kepentingan pribadi dengan mendahulukan kepentingan umum, ... Lalu Marx > hendak menghilangkan hak-milik perseorangan atas alat produksi yg dikatakan > dasar ekonomi munculnya kapitalisme laknat didunia! > > Kenyataan selama lebih 200 tahun ini, usaha komunisme menciptakan umat > manusia yang bisa sepenuhnya mengebawahkan kepeentingan pribadi dan > mendahulukan kepentingan umum masih jauh dari panggang api! Sekalipun PKT > berani mengklaim anggota PKT telah menyundul 90 juta, tapi mereka juga > mengakui kenyataan yang dikatakan komunis-komunis baik, anggota PKT yg bisa > dijadikan teladan itu tidak lebih dari 30 ribu saja! Jadi, keberhasilan > menciptakan manusia-manusia yang tidak lagi egoistis masih sangat, sangat > sedikiiiiit sekali! Mengapa? > > Saya juga setujuuu ada faktor kemiskinan disitu! Akibat dari serba masih > kekurangan, setiap orang *TERPAKSA* harus berebutan mendahulukan > kepentingannya sendiri untuk bisa hidup! Jadi, tidak bisa menghilangkan > kepentingan pribadi seseorang begitu saja, ... itu pula sebab Marx TIDAK > BERANI hanya mengatakan hak-milik peerseorangan atas alat produksi, tapi > tidak berani menjawab kapan dan bagaimana membasmi hak-milik perseorangan > itu! Ternyata, sampai sekarang juga bisa dibasmi begitu saja! Karena > hal-milik perseorangan atas alat produksi itu justru merupakan rangsang yg > kuat untuk mendorong maju produksi! Dan nampaknya itu baru bisa diwujudkan > setelah tingkat kemakmuran masyarakat mencapai tingkat cukup tinggi, serba > berkecukupan, tidak lagi ada orang harus berebutan untuk sandang-pangan > yang dibutuhkan dan setiap orang sudah hidup ditingkat budaya cukup tinggi, > ... > > Namun, kalau saja berani perhatikan perkembangan pengusaha-kapitalis di > Tiongkok, saya juga melihat ada perbedaan dengan kapitalis dijaman Marx yg > begitu kejam dan serakah melakukan penghisapan habis-habisan terhadap > buruhnya! Artinya, kapitalis di Tk, umumnya sudah bisa peduli perhatikan > kepentingan buruh, berbuat sosial dengan membagikan keuntungan yg didapat > untuk masyarakat, ... Bahkan kenyataan lebih 30Ribu pengusaha swasta > terlibat dalam usaha mengentaskan kemiskinan yg tersisa 20 juta > didesa-terbelakang. Tentu, mengatakan demikian tidak berarti di Tiongkok > sudah tidak ada lagi kapitalis kejam, yg tetap melanggar hukum bahkan > penipuan utk meraih keuntungan besar. TETAP saja ada, namanya juga manusia > ada saja saja yang baik-baik dan juga ada yang berjiwa iblis! Yaa, ditindak > tegas saja kapitalis-kapitalis nakal yg kejam dan melanggar HUKUM, ...! > > > > bhjo@... [GELORA45] 於 2/7/2019 9:54 寫道: > > > > Caplok-mencaplok tidak mungkin dihilangkan dari dunia ini sebelum semua > manusia bisa hidup dgn kecukupan atau makmur. Dan naluri manusia adalah > egois yg adalah suatu survival instinct dimana akan lebih mementingkan utk > dirinya sendiri dan keturunan/keluarganya dan baru kemudian utk orang lain. > Dan kecukupan dan kemakmuran utk semua manusia, kemungkinan sekali, tidak > bisa terlaksana karena SDA dan SD-lain2 tidak akan cukup utk memenuhi > pertumbuhan jumlah manusia yg lebih cepat drpd tersedianya SDA dll. Dan > survival instinct tsb diatas tidak bisa dilenyapkan karena sudah di program > di gen/DNA nya supaya keturunannya survive. Maka dari itu kita harus mau > atau bisa bersaing supaya bisa hidup atau tidak kekurangan. Wong, misalnya, > negara kaya yg bisa memproduksi bahan makanan berlimpahan, lebih baik > kelebihannya disimpan di gudang sampai membusuk atau dibuang kelaut drpd > dikasihkan orang/rakyat yg kelaparan, yg antara lain utk mempertahankan > harganya yg tinggi. > > > ---In [email protected], <SADAR@...> <SADAR@...> wrote : > > Saya jadi tertarik ikutan memberi pemikiran dengan tema "Caplok-mencaplok" > yang terjadi sepanjang sejarah masyarakat didunia ini. Itulah kenyataan > yang terjadi sampai sekarang dan, ... akan TERUUUSSS terjadi dalam > masyarakat dimanapun kita berada. Akibat wajar dari kontradiksi-kontradiksi > yang ada dalam masyarakat dalam proses kemajuan, .... hilang tumbuh silih > berganti. Bergantian generasi tua diganti generasi muda dst., ... > > Kalau saja didalam masyarakat kapitalis, caplok-mencaplok itu bisa > berakibat krisis ekonomi, dengan melonjak naik pengangguran, tapi, ... saya > perhatikan justru TIDAK besar pengaruhnya di Tiongkok saat menghadapi > gempuran krisis-moneter akhir tahun 2007 awal 2008. Lebih 30 ribu > perusahaan gulung-tikar, bahkan majikannya lari begitu saja meninggalkan > HUTANG, termasuk jutaan gaji buruh lebih sebulan belum dibayar! Pemerintah > RRT cukup sigap, mengambil alih perushaan yang dianggap penting bagi > kehidupan rakyat dan meneruskan usaha, sedang yg dianggap tak guna > dibiarkan saja bankrut! Kebetulan saat itu RRT sedang gencarkan titik-berat > TUGAS pada pembangunan desa! Jadi, desa-desa asal buruh-buru yg jatuh > menjadi penganggur bisa tersedot balik kekampung masing-masing. Kalau saja > diawal tahun-tahun 1980-an BUMN banyak yang dilepas jadi swasta, ... orang > bilang di tahun 2008 diambil alih kembali menjadi BUMN! Begitulah > pemerintah RRT yang sangat kuat BERHASIL mengatasi dampak gempuran dahsyat > krismon 2008 yg terjadi, kalau tidak salah ingat ketika itu, GDP tahun 2008 > masih 2 digit! Bahkan ditahun 2008 itu juga, RRT bukan saja harus mengatasi > GEMPA BUMI dahsyat di Wen Chuan, tapi juga tetap berhasil selenggarakan > Olympic-2008 di Beijing yg sangat mengagumkan dan spektakular itu, ... > > Sekarang, kalau diperhatikan juga masih saja terjadi caplok-mencaplok > perusahaan-perusahaan yg beroperasi didunia dan di Tiongkok sendiri, ... yg > menjadi perhatian hypermarket Carefour dibeli Shunning. Ada betulnya kata > bung Jo, itulah yg mendorong maju kemajuan, ... entah manajemen Carefour yg > konservatif dan tidak sesuai dengan masyarakat Tiongkok atau mungkin sedang > menghadapi masalah keuangan, lalu ada perusahaan yg merasa mampu dan bisa > meneruskan, yaa dibeli sahamnya. Mudah2an saja bisa berjalan lebih maju > sejahtera, adil dan makmur, ... dan tidak terjadi sebaliknya seperti > dimasyarakat kapitalis, terjadi penambahan pengangguran dan ekonomi makin > terpuruk, kehidupan rakyat banyak makin sulit dan menderita, ... > > > bhjo@... [GELORA45] 於 2/7/2019 1:03 寫道: > > > > Survival of the the fittest adalah bukan yg kuat memangsa yg lemah tetapi > yg bisa beradaptasi akan berkembang (survive) dan yg tidak bisa beradaptasi > akan musnah. Dalam hal biologi, misal, moyang orang kulit putih dulunya > (ribuan tahun yg lalu) juga mempunyai kulit hitam sebab asalnya dari > Afrika. Tetapi karena di daerah2 yg jauh dari Equator seperti di Eropa, > lebih kurang UV light (daripada didaerah Equator) utk membuat vitamin D di > kulit mereka, gen dari keturunan mereka yg mengalami mutasi utk membuat > kulitnya menjadi kutih/pucat utk bisa membuat vitamin D lebih banyak akan > survive. Orang Mongol mempunyai mata sipit karena moyang mereka beradaptasi > melalui "gen mutasi" utk melindungi mata mereka dari badai pasir (sand > storms) dimana yg bermata sipit akan survive. Kita, manusia, sampai > sekarang masih dan akan mengalami adaptasi melalui gen mutasi sesuai dgn > lingkungannya tetapi karena prosesnya lambat kita tidak bisa mengetahuinya > dalam kehidupan/umur kita yg relatif pendek. Berita sangat menarik dimana > orang/manusia mulai tumbuh tulang dibelakang batok kepalanya karena > penggunaan cell phone, yg barangkali bisa diturunkan kepada keturunannya > melalui gen mutasi. Padahal penggunaan cell phone belum ada 50 tahun. > > https://www.washingtonpost.com/nation/2019/06/20/horns-are-growing-young-peoples-skulls-phone-use-is-blame-research-suggests/?utm_term=.cd364b6d120c > > Seperti kita ketahui, dibidang teknologi/ekonomi > mobil industri, misal, Mercedez Benz, BMW harus beradaptasi utk mulai > membuat mobil elektrik (electric car) supaya bisa survive dari tantangan > dari Tesla. Tiongkok dimulai dgn pimpinan Deng X-Ping harus beradaptasi > ekonomi/teknologinya utk bisa berkembang/makmur/survive dari > tantangan/lingkungan keunggulan Eropa dan Amerika. > > Tentang Neanderthals memang ada "interbreeding" dgn moyang manusia yg > survive sekarang ini. > > > ---In [email protected], <jonathangoeij@...> <jonathangoeij@...> > wrote : > > Komentar sedikit, saya kira pemahaman BH Jo tentang survival of the > fittest sebagai yg kuat memangsa yg lemah kurang tepat, fittest dari kata > "fit" yg artinya "sesuai" atau "cocok" dan hal ini sebenarnya sesuai dengan > kemanusiaan dalam Pancasila itu. > > Tentang Neanderthal ada didalam kurang lebih 20% DNA manusia modern > sekarang ini (National Geographic > <https://news.nationalgeographic.com/news/2014/01/140129-neanderthal-genes-genetics-migration-africa-eurasian-science/> > ) > > > > > Surprise! 20 Percent of Neanderthal Genome Lives On in Modern Humans, Sc.... > > Two new studies suggest that the contribution from Neanderthal DNA was > vital to modern human genomes. > > <https://news.nationalgeographic.com/news/2014/01/140129-neanderthal-genes-genetics-migration-africa-eurasian-science/> > > > > On Monday, July 1, 2019, 12:52:16 AM PDT, Lusi D. <lusi_d@...> > <lusi_d@...> wrote: > > > > Maaf - Koreksi, perbaikan. > Untuk mempermudah pengertian dlm kalimat pd e-mail saya yang lalu ttg > penempatan kata Pancasila perlu dikoreksi dengan ditempatkan setelah > kata menggali dlm kalimat. Kedua kalimat sebelum dan sesudah dikoreksi > saya kirim ulang. > Terimakasih. > > Beginn der weitergeleiteten Nachricht: > > Datum: Sun, 30 Jun 2019 23:23:41 +0200 > Von: "'Lusi D.' lusi_d@... [nasional-list]" > <[email protected]> An: <[email protected]>, > [email protected] Betreff: [nasional-list] Fw: [GELORA45] > Re: caplok-mencaplok > > > Sebelum koreksi: > > Filosofi yang bung kemukakan itu lahir pada era sejarah ketika manusia > belum menemukan faham kemanusiaan sebagai pandangan hidup. Bung Karno > yang menggali dan menempatkan faham filsafat kemanusiaan itu menjadi > salah satu pilar Pancasila. > Filosofi yang bung kemukakan spt di bawah inilah yang pernah membawa > Indonesia ke alam dunia mala petaka genocida pada tahun-tahun 1965-an. > > > Sesudah dikoreksi: > > Filosofi yang bung kemukakan itu lahir pada era sejarah ketika manusia > belum menemukan faham kemanusiaan sebagai pandangan hidup. Bung Karno > yang menggali Pancasila dan menempatkan faham filsafat kemanusiaan itu > menjadi salah satu pilarnya. > Filosofi yang bung kemukakan spt di bawah inilah yang pernah membawa > Indonesia ke alam dunia mala petaka genocida pada tahun-tahun 1965-an. > > > > > Beginn der weitergeleiteten Nachricht: > > Datum: 30 Jun 2019 17:01:32 +0000 > Von: "bhjo@... [GELORA45]" <[email protected]> > An: <[email protected]> > Betreff: [GELORA45] Re: caplok-mencaplok > > > Survival of the fittest adalah bukan pandangan tetapi adalah fakta yg > ada di dunia ini, yg bukan berlaku utk masalah biology saja. > > In nature, the strong survive and those best suited to survival will > out-live the weak. Those with strength (economic, physical, > technological) flourish and those without are destined for extinction. > > ---In [email protected], <lusi_d@...> wrote : > > Jiwa pandangan yang bung promosikan itu pernah juga diungkapkan oleh > Warren Buffet, itu dedengkot imperialis AS, yang orisinalnya saya > kutipkan sbb.: > > Warren Buffett Original engl.: ”There’s class warfare, all right, but > it’s my class, the rich class, that’s making war, and we’re winning.” > – im Interview mit Ben Stein in New York Times, 26. November 2006 > > > Itu memang kesimpulan mutlak kaum pemenang macam Waren Buffet > bersama-sama para cecunguknya yang sedang menikmati hasil nilai lebih > dlm proses perang penghisapan dlm masyarakat nekolim. Seandainya bung > pernah mempelajari hasil pemikiran lain ttg pandangan keadilan sosial > yang manusiawi pasti akan berpandangan yang bijaksana. > > > > Am 30 Jun 2019 03:30:46 -0700 schrieb > "bhjo@... mailto:bhjo@... [GELORA45]" <[email protected] > mailto:[email protected]>: > > Caplok-mencaplok adalah pendorong kemajuan dan sesuai dgn hukum alam > > "Survival of the fittest" seperti species Neanderthals musnah karena > > tidak bisa bersaing dgn species manusia, yg sekarang menguasai dunia. > > Kalau tidak ada prinsip ini, kita (manusia) akan tidak ada sekarang > > ini. Dalam bidang ekonomi seperti Bombardier bagian pembuatan kapal > > terbang musnah karena tidak bisa bersaing utk membuat produksi yg > > lebih baik dgn Boeing dan Airbus. > > > > <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient> > 不含病毒。www.avg.com > <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient> > <#m_-6897716503071001718_DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2> > > >
