Yang hebat dari pemerintah Tiongkok adalah tidak satupun bank di Tiongkok dibiarkan jatuh waktu terjadi krisis moneter. Yang hampir jatuh langsung ditolong, karena sekali rusak sulit mengembalikan kepercayaan rakyat pada bank. Tetapi juga langsung diatur an diawasi supaya kesalahan tidak terulang. Orang Tiongkok dan Jepang hidupnya ngirit. Deposito di Banknya banyak. Bunganya menarik, karena itu pemerintah Tiongkok dan Jepang utang dalam negerinya dari rakyatnya tinggi untuk bisa membeayai pembangunan. Rakyatnya juga senang dapat bunga lumayan. Lha, di Indonesia, orang banyak bungakan uangnya di Singapore. Lha, pemerintah Indonesia sampai terpaksa ngutang dari luar negeri ?
Pada tanggal Sel, 2 Jul 2019 pukul 11.12 ChanCT <[email protected]> menulis: > Nah, ... saya lihat disini ada perbedaan mendasar antara komune-rakyat > yang "milik NEGARA", dimana petani hanya BEKERJA sepenuh hari utk > kepentingan komune dengan dibayar sesuai dengan nilai-kerja yg ditentukan > oleh kepala-barisan, dengan Koperasi-desa yang dijalankan di Tiongkok > sekarang ini. > > Saat di Komune sangat TERGANTUNG pada kesadaran dan kebijakan > KEPALA-Barisan yg membagi kerja pada petani dan KEADILAN pembagian hasil > kerja selesai panen, ... dan karena tingkat kesadaran anggota PKT dan > masyarakat ketika itu masih butut, sedang kondisi serba kekurangan dan > sangat miskin, wajarlah tidak bisa dihindari adanya mendahulukan > kepentingan pribadi dan berakibat merugikan kepentingan banyak petani. > Produksi sulit didorong maju, ... sekalipun setiap hari dinyanyikan lagu > "Sosialisme adalah Baik!" dan seruan "Desa Belajar pada Da Zhai!!!" Sedang > dapur bersama dengan makan bebas, membuat orang yang bekerja lebih keras > tidak berbeda dengan yg bekerja malas, ... tidak mendorong orang > berkompetisi bekerja giat mendapatkan produksi lebih banyak dan lebih > baguuus. > > Sedang dengan koperasi-desa, petani memasukkan nilai hak-guna tanah yg ada > pada setiap keluarga petani itu dalam saham koperasi-desa, jadi sekalipun > setiap petani kembali bekerja sesuai pembagian Kepala Barisan, tapi > merasakan betul HASIL kerja setiap tahunnya dengan ketambahan BONUS sesuai > nilai saham yg ada di Koperasi. Kegairan kerja meningkat seiring dengan > peningkatan kesejahteraan mereka, dan, disamping itu setiap petani > dibolehkan mengerjakan tanah sekitar rumah untuk menanam sayuran dan > pelihara ternak, sebagai TAMBAHAN kerja dan kreatifitas perseorangan yg > bisa dikembangkan. Kelebihannya juga boleh dijual kepasar-bebas, ... Adanya > RANGSANG kepemilikan pribadi (dalam bentuk saham) inilah yg nyata-nyata > mendorong kegairahan kerja PETANI di koperasi-desa dan dengan sendirinya > lebih mudah meningkatkan produksi tanpa harus didorong-dorong dengan > propaganda spt saat komune-rakyat lagi. > > Tentu, yg jadi masalah juga pejabat yg dipercayakan petani desa untuk > mengelola koperasi-desa itu, lagi-lagi masalah KESADARAN kader PKT yg > membawa maju petani desa! Itulah yang disimpulkan selama 40 tahun terakhir > ini, desa itu berhasil maju dan makmur sangat TERGANTUNG dari komite Partai > Komunis disitu! Jadi, belasan tahun terakhir ini, PKT menggencarkan kembali > pendidikan ideologi/politik, Jangan Lupa pemikiran awal dan cita-cita Mulia > komunis, PENGABDI RAKYAT!!! > > > kh djie [email protected] [GELORA45] 於 2/7/2019 16:08 寫道: > > > Kalau ada musuh bersama, baru bersatu. > Dulu di Israel juga banyak Kibutz. daerah pertanian dan pertahanan. > Punya dapur bersama, punya traktor bersama, punya sekolahan bersama. > Punya malam dansa bersama. > Setelh jadi makmur, masing2 bisa beli traktor sendiri, bisa kirim anak2nya > ke sekolahan di tempat lain tergantung yang diinginkan, Kibutznya pada > bubar. > Barangkali tinggal 2 di Israel. > Pesantren bisa saja jadi semacam Kibutz nanti ? > > > Pada tanggal Sel, 2 Jul 2019 pukul 09.52 Sunny ambon [email protected] > [GELORA45] <[email protected]> menulis: > >> >> Egoisme mungkin sulit, tetapi bagaimana dengan kepentingan bersama? >> >> On Tue, Jul 2, 2019 at 8:11 AM [email protected] [GELORA45] < >> [email protected]> wrote: >> >>> >>> >>> Betul, pandagan Marx bagus atau boleh dibilang "mulia" tetapi cuma >>> idealisme atau chayalan, karena tidak akan bisa dipraktekan disebabkan >>> adanya naluri manusia yg egois, yg sudah ter-program di gen/DNA utk bisa >>> hidup dgn aman/berkecukupan (survival instinct). Jadi setiap orang adalah >>> egois dan yg tidak egois adalah pengecualian (exception than the rule). >>> Orang >>> lebih menyintai orang lain daripada anaknya/keluarganya adalah "exception >>> than the rule" alias tidak normal. Untuk menghilangkan egoisme menjadi >>> pandangan Marx diperlukan indoktrinasi pada setiap orang, yg jauh lebih >>> sulit atau barangkali tidak mungkin dimana egoisme (survival Instinct) sudah >>> ada tertanam di gen/DNA disetiap orang sejak pembuahan bibit janin >>> dikandungan (tanpa perlu di indoktrinasi utk menjadi egois). >>> Maka dari itu, "lebih dari 200 tahun ini, usaha komunisme menciptakan >>> umat manusia yang bisa sepenuhnya mengebawahkan kepeentingan pribadi dan >>> mendahulukan kepentingan umum masih jauh dari panggang api!" >>> 10000 tahun juga tidak akan bisa menghilangkan egoisme yg sudah >>> terprogram ini. Paling2 ada/menjadikan orang yg memberikan dari >>> kelebihannya kalau keperluan pribadi dan keluarga sudah terpenuhi dulu, yg >>> biasanya sebagai "donation". >>> >>> >>> ---In [email protected], <SADAR@...> <SADAR@...> wrote : >>> >>> BETUUUL juga bung Jo, naluri manusia sejak dilahirkan itu egois, dan >>> itulah sebab ribuan tahun usaha Agama yg ada didunia ini berusaha agar >>> setiap umatnya bisa mengikis egois berlebih dan bisa peduli pada orang >>> disekitar, memabntu sesama dan berbuat sosial, ... sekalipun dalam >>> kenyataan juga TIDAK BANYAK hasil nyata didunia ini. Lalu, Marx dengan >>> komunisme nya juga berusaha menciptakan umat manusia yang bisa lebih dahulu >>> mementingkan umum, menciptakan komunis-komunis yg bisa mengebawahkan >>> kepentingan pribadi dengan mendahulukan kepentingan umum, ... Lalu Marx >>> hendak menghilangkan hak-milik perseorangan atas alat produksi yg dikatakan >>> dasar ekonomi munculnya kapitalisme laknat didunia! >>> >>> Kenyataan selama lebih 200 tahun ini, usaha komunisme menciptakan umat >>> manusia yang bisa sepenuhnya mengebawahkan kepeentingan pribadi dan >>> mendahulukan kepentingan umum masih jauh dari panggang api! Sekalipun PKT >>> berani mengklaim anggota PKT telah menyundul 90 juta, tapi mereka juga >>> mengakui kenyataan yang dikatakan komunis-komunis baik, anggota PKT yg bisa >>> dijadikan teladan itu tidak lebih dari 30 ribu saja! Jadi, keberhasilan >>> menciptakan manusia-manusia yang tidak lagi egoistis masih sangat, sangat >>> sedikiiiiit sekali! Mengapa? >>> >>> Saya juga setujuuu ada faktor kemiskinan disitu! Akibat dari serba masih >>> kekurangan, setiap orang *TERPAKSA* harus berebutan mendahulukan >>> kepentingannya sendiri untuk bisa hidup! Jadi, tidak bisa menghilangkan >>> kepentingan pribadi seseorang begitu saja, ... itu pula sebab Marx TIDAK >>> BERANI hanya mengatakan hak-milik peerseorangan atas alat produksi, tapi >>> tidak berani menjawab kapan dan bagaimana membasmi hak-milik perseorangan >>> itu! Ternyata, sampai sekarang juga bisa dibasmi begitu saja! Karena >>> hal-milik perseorangan atas alat produksi itu justru merupakan rangsang yg >>> kuat untuk mendorong maju produksi! Dan nampaknya itu baru bisa diwujudkan >>> setelah tingkat kemakmuran masyarakat mencapai tingkat cukup tinggi, serba >>> berkecukupan, tidak lagi ada orang harus berebutan untuk sandang-pangan >>> yang dibutuhkan dan setiap orang sudah hidup ditingkat budaya cukup tinggi, >>> ... >>> >>> Namun, kalau saja berani perhatikan perkembangan pengusaha-kapitalis di >>> Tiongkok, saya juga melihat ada perbedaan dengan kapitalis dijaman Marx yg >>> begitu kejam dan serakah melakukan penghisapan habis-habisan terhadap >>> buruhnya! Artinya, kapitalis di Tk, umumnya sudah bisa peduli perhatikan >>> kepentingan buruh, berbuat sosial dengan membagikan keuntungan yg didapat >>> untuk masyarakat, ... Bahkan kenyataan lebih 30Ribu pengusaha swasta >>> terlibat dalam usaha mengentaskan kemiskinan yg tersisa 20 juta >>> didesa-terbelakang. Tentu, mengatakan demikian tidak berarti di Tiongkok >>> sudah tidak ada lagi kapitalis kejam, yg tetap melanggar hukum bahkan >>> penipuan utk meraih keuntungan besar. TETAP saja ada, namanya juga manusia >>> ada saja saja yang baik-baik dan juga ada yang berjiwa iblis! Yaa, ditindak >>> tegas saja kapitalis-kapitalis nakal yg kejam dan melanggar HUKUM, ...! >>> >>> >>> >>> bhjo@... [GELORA45] 於 2/7/2019 9:54 寫道: >>> >>> >>> >>> Caplok-mencaplok tidak mungkin dihilangkan dari dunia ini sebelum semua >>> manusia bisa hidup dgn kecukupan atau makmur. Dan naluri manusia adalah >>> egois yg adalah suatu survival instinct dimana akan lebih mementingkan utk >>> dirinya sendiri dan keturunan/keluarganya dan baru kemudian utk orang lain. >>> Dan kecukupan dan kemakmuran utk semua manusia, kemungkinan sekali, tidak >>> bisa terlaksana karena SDA dan SD-lain2 tidak akan cukup utk memenuhi >>> pertumbuhan jumlah manusia yg lebih cepat drpd tersedianya SDA dll. Dan >>> survival instinct tsb diatas tidak bisa dilenyapkan karena sudah di program >>> di gen/DNA nya supaya keturunannya survive. Maka dari itu kita harus mau >>> atau bisa bersaing supaya bisa hidup atau tidak kekurangan. Wong, misalnya, >>> negara kaya yg bisa memproduksi bahan makanan berlimpahan, lebih baik >>> kelebihannya disimpan di gudang sampai membusuk atau dibuang kelaut drpd >>> dikasihkan orang/rakyat yg kelaparan, yg antara lain utk mempertahankan >>> harganya yg tinggi. >>> >>> >>> ---In [email protected], <SADAR@...> <SADAR@...> wrote : >>> >>> Saya jadi tertarik ikutan memberi pemikiran dengan tema >>> "Caplok-mencaplok" yang terjadi sepanjang sejarah masyarakat didunia ini. >>> Itulah kenyataan yang terjadi sampai sekarang dan, ... akan TERUUUSSS >>> terjadi dalam masyarakat dimanapun kita berada. Akibat wajar dari >>> kontradiksi-kontradiksi yang ada dalam masyarakat dalam proses kemajuan, >>> .... hilang tumbuh silih berganti. Bergantian generasi tua diganti generasi >>> muda dst., ... >>> >>> Kalau saja didalam masyarakat kapitalis, caplok-mencaplok itu bisa >>> berakibat krisis ekonomi, dengan melonjak naik pengangguran, tapi, ... saya >>> perhatikan justru TIDAK besar pengaruhnya di Tiongkok saat menghadapi >>> gempuran krisis-moneter akhir tahun 2007 awal 2008. Lebih 30 ribu >>> perusahaan gulung-tikar, bahkan majikannya lari begitu saja meninggalkan >>> HUTANG, termasuk jutaan gaji buruh lebih sebulan belum dibayar! Pemerintah >>> RRT cukup sigap, mengambil alih perushaan yang dianggap penting bagi >>> kehidupan rakyat dan meneruskan usaha, sedang yg dianggap tak guna >>> dibiarkan saja bankrut! Kebetulan saat itu RRT sedang gencarkan titik-berat >>> TUGAS pada pembangunan desa! Jadi, desa-desa asal buruh-buru yg jatuh >>> menjadi penganggur bisa tersedot balik kekampung masing-masing. Kalau saja >>> diawal tahun-tahun 1980-an BUMN banyak yang dilepas jadi swasta, ... orang >>> bilang di tahun 2008 diambil alih kembali menjadi BUMN! Begitulah >>> pemerintah RRT yang sangat kuat BERHASIL mengatasi dampak gempuran dahsyat >>> krismon 2008 yg terjadi, kalau tidak salah ingat ketika itu, GDP tahun 2008 >>> masih 2 digit! Bahkan ditahun 2008 itu juga, RRT bukan saja harus mengatasi >>> GEMPA BUMI dahsyat di Wen Chuan, tapi juga tetap berhasil selenggarakan >>> Olympic-2008 di Beijing yg sangat mengagumkan dan spektakular itu, ... >>> >>> Sekarang, kalau diperhatikan juga masih saja terjadi caplok-mencaplok >>> perusahaan-perusahaan yg beroperasi didunia dan di Tiongkok sendiri, .... yg >>> menjadi perhatian hypermarket Carefour dibeli Shunning. Ada betulnya kata >>> bung Jo, itulah yg mendorong maju kemajuan, ... entah manajemen Carefour yg >>> konservatif dan tidak sesuai dengan masyarakat Tiongkok atau mungkin sedang >>> menghadapi masalah keuangan, lalu ada perusahaan yg merasa mampu dan bisa >>> meneruskan, yaa dibeli sahamnya. Mudah2an saja bisa berjalan lebih maju >>> sejahtera, adil dan makmur, ... dan tidak terjadi sebaliknya seperti >>> dimasyarakat kapitalis, terjadi penambahan pengangguran dan ekonomi makin >>> terpuruk, kehidupan rakyat banyak makin sulit dan menderita, ... >>> >>> >>> bhjo@... [GELORA45] 於 2/7/2019 1:03 寫道: >>> >>> >>> >>> Survival of the the fittest adalah bukan yg kuat memangsa yg lemah >>> tetapi yg bisa beradaptasi akan berkembang (survive) dan yg tidak bisa >>> beradaptasi akan musnah. Dalam hal biologi, misal, moyang orang kulit putih >>> dulunya (ribuan tahun yg lalu) juga mempunyai kulit hitam sebab asalnya >>> dari Afrika. Tetapi karena di daerah2 yg jauh dari Equator seperti di >>> Eropa, lebih kurang UV light (daripada didaerah Equator) utk membuat >>> vitamin D di kulit mereka, gen dari keturunan mereka yg mengalami mutasi >>> utk membuat kulitnya menjadi kutih/pucat utk bisa membuat vitamin D lebih >>> banyak akan survive. Orang Mongol mempunyai mata sipit karena moyang mereka >>> beradaptasi melalui "gen mutasi" utk melindungi mata mereka dari badai >>> pasir (sand storms) dimana yg bermata sipit akan survive. Kita, manusia, >>> sampai sekarang masih dan akan mengalami adaptasi melalui gen mutasi sesuai >>> dgn lingkungannya tetapi karena prosesnya lambat kita tidak bisa >>> mengetahuinya dalam kehidupan/umur kita yg relatif pendek. Berita sangat >>> menarik dimana orang/manusia mulai tumbuh tulang dibelakang batok kepalanya >>> karena penggunaan cell phone, yg barangkali bisa diturunkan kepada >>> keturunannya melalui gen mutasi. Padahal penggunaan cell phone belum ada 50 >>> tahun. >>> >>> https://www.washingtonpost.com/nation/2019/06/20/horns-are-growing-young-peoples-skulls-phone-use-is-blame-research-suggests/?utm_term=.cd364b6d120c >>> >>> Seperti kita ketahui, dibidang teknologi/ekonomi >>> mobil industri, misal, Mercedez Benz, BMW harus beradaptasi utk mulai >>> membuat mobil elektrik (electric car) supaya bisa survive dari tantangan >>> dari Tesla. Tiongkok dimulai dgn pimpinan Deng X-Ping harus beradaptasi >>> ekonomi/teknologinya utk bisa berkembang/makmur/survive dari >>> tantangan/lingkungan keunggulan Eropa dan Amerika. >>> >>> Tentang Neanderthals memang ada "interbreeding" dgn moyang manusia yg >>> survive sekarang ini. >>> >>> >>> ---In [email protected], <jonathangoeij@...> <jonathangoeij@...> >>> wrote : >>> >>> Komentar sedikit, saya kira pemahaman BH Jo tentang survival of the >>> fittest sebagai yg kuat memangsa yg lemah kurang tepat, fittest dari kata >>> "fit" yg artinya "sesuai" atau "cocok" dan hal ini sebenarnya sesuai dengan >>> kemanusiaan dalam Pancasila itu. >>> >>> Tentang Neanderthal ada didalam kurang lebih 20% DNA manusia modern >>> sekarang ini (National Geographic >>> <https://news.nationalgeographic.com/news/2014/01/140129-neanderthal-genes-genetics-migration-africa-eurasian-science/> >>> ) >>> >>> >>> >>> >>> Surprise! 20 Percent of Neanderthal Genome Lives On in Modern Humans, >>> Sc... >>> >>> Two new studies suggest that the contribution from Neanderthal DNA was >>> vital to modern human genomes. >>> >>> <https://news.nationalgeographic.com/news/2014/01/140129-neanderthal-genes-genetics-migration-africa-eurasian-science/> >>> >>> >>> >>> On Monday, July 1, 2019, 12:52:16 AM PDT, Lusi D. <lusi_d@...> >>> <lusi_d@...> wrote: >>> >>> >>> >>> Maaf - Koreksi, perbaikan. >>> Untuk mempermudah pengertian dlm kalimat pd e-mail saya yang lalu ttg >>> penempatan kata Pancasila perlu dikoreksi dengan ditempatkan setelah >>> kata menggali dlm kalimat. Kedua kalimat sebelum dan sesudah dikoreksi >>> saya kirim ulang. >>> Terimakasih. >>> >>> Beginn der weitergeleiteten Nachricht: >>> >>> Datum: Sun, 30 Jun 2019 23:23:41 +0200 >>> Von: "'Lusi D.' lusi_d@... [nasional-list]" >>> <[email protected]> An: <[email protected] >>> <[email protected]>>, >>> [email protected] Betreff: [nasional-list] Fw: [GELORA45] >>> Re: caplok-mencaplok >>> >>> >>> Sebelum koreksi: >>> >>> Filosofi yang bung kemukakan itu lahir pada era sejarah ketika manusia >>> belum menemukan faham kemanusiaan sebagai pandangan hidup. Bung Karno >>> yang menggali dan menempatkan faham filsafat kemanusiaan itu menjadi >>> salah satu pilar Pancasila. >>> Filosofi yang bung kemukakan spt di bawah inilah yang pernah membawa >>> Indonesia ke alam dunia mala petaka genocida pada tahun-tahun 1965-an. >>> >>> >>> Sesudah dikoreksi: >>> >>> Filosofi yang bung kemukakan itu lahir pada era sejarah ketika manusia >>> belum menemukan faham kemanusiaan sebagai pandangan hidup. Bung Karno >>> yang menggali Pancasila dan menempatkan faham filsafat kemanusiaan itu >>> menjadi salah satu pilarnya. >>> Filosofi yang bung kemukakan spt di bawah inilah yang pernah membawa >>> Indonesia ke alam dunia mala petaka genocida pada tahun-tahun 1965-an. >>> >>> >>> >>> >>> Beginn der weitergeleiteten Nachricht: >>> >>> Datum: 30 Jun 2019 17:01:32 +0000 >>> Von: "bhjo@... [GELORA45]" <[email protected]> >>> An: <[email protected] <[email protected]>> >>> Betreff: [GELORA45] Re: caplok-mencaplok >>> >>> >>> Survival of the fittest adalah bukan pandangan tetapi adalah fakta yg >>> ada di dunia ini, yg bukan berlaku utk masalah biology saja. >>> >>> In nature, the strong survive and those best suited to survival will >>> out-live the weak. Those with strength (economic, physical, >>> technological) flourish and those without are destined for extinction. >>> >>> ---In [email protected], <lusi_d@...> wrote : >>> >>> Jiwa pandangan yang bung promosikan itu pernah juga diungkapkan oleh >>> Warren Buffet, itu dedengkot imperialis AS, yang orisinalnya saya >>> kutipkan sbb.: >>> >>> Warren Buffett Original engl.: ”There’s class warfare, all right, but >>> it’s my class, the rich class, that’s making war, and we’re winning.” >>> – im Interview mit Ben Stein in New York Times, 26. November 2006 >>> >>> >>> Itu memang kesimpulan mutlak kaum pemenang macam Waren Buffet >>> bersama-sama para cecunguknya yang sedang menikmati hasil nilai lebih >>> dlm proses perang penghisapan dlm masyarakat nekolim. Seandainya bung >>> pernah mempelajari hasil pemikiran lain ttg pandangan keadilan sosial >>> yang manusiawi pasti akan berpandangan yang bijaksana. >>> >>> >>> >>> Am 30 Jun 2019 03:30:46 -0700 schrieb >>> "bhjo@... mailto:bhjo@... [GELORA45]" <[email protected] >>> mailto:[email protected] <[email protected]>>: >>> > Caplok-mencaplok adalah pendorong kemajuan dan sesuai dgn hukum alam >>> > "Survival of the fittest" seperti species Neanderthals musnah karena >>> > tidak bisa bersaing dgn species manusia, yg sekarang menguasai dunia. >>> > Kalau tidak ada prinsip ini, kita (manusia) akan tidak ada sekarang >>> > ini. Dalam bidang ekonomi seperti Bombardier bagian pembuatan kapal >>> > terbang musnah karena tidak bisa bersaing utk membuat produksi yg >>> > lebih baik dgn Boeing dan Airbus. >>> >>> >>> >>> <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient> >>> 不含病毒。www.avg.com >>> <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient> >>> <#m_3985310677434477542_m_4151821472328959298_m_-6897716503071001718_DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2> >>> >>> > >
