Selain mengundang kecaman dari Kontras, YLBHI dll. kekacauan berpikir Jokowi tentang ideologi dan keamanan negara saat wawancara dengan AP juga menggugah orang untuk bertanya, "kapan Jokowi pernah melantangkan sumpah setia kepada NKRI, Pancasila, dan UUD'45?"
Pertanyaan sederhana ini rupanya sangat sulit dijawab. Apabolehbuat, mendagri pun buru-buru menyelamatkan Jokowi dan kelompoknya bahwa mereka bukan mau membubarkan FPI tapi hanya memperingatkan. sumpah dan janji setia Kapan giliran Jokowi? - Bukan Mau Membubarkan, Presiden Jokowi Hanya Memperingatkan FPI Selasa, 30 Juli 2019, 18:50 WIB | Laporan:Aprilia Rahapit RMOL.ID- Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyatakan Presiden Joko Widodo hanyamemperingatkan Front Pembela Islam (FPI) untuk taat pada ideologi negara. "PakJokowi memberikan warning saja, menyangkut ideologi negara itu sudah final dansudah mengikat seluruh ormas yang ada," kata Tjahjo di Gedung OmbudsmanRepublik Indonesia, Jakarta, Selasa (30/7). Menurut Tjahjo, Presiden mempersilakan keberadaan ormas, termasuk FPI namuntetap sesuai dan taat pada ideologi negara. Hal itu tidak bisa ditawar. "Silakan ormas, mau ormas keagamaan, mau sifatnya sosial, apapun jugaharus menerima ideologi negara secara konsisten," ujarnya. Soal izin perpanjangan FPI yang hingga kini belum disetujui, Mendagri Tjahjomenjelaskan, pihaknya masih menunggu hasil evaluasi pihak Direktorat JenderalPolitik dan Pemerintahan Umun Kemendagri terkait pengajuan surat keteranganterdaftar (SKT) baru maupun perpanjangan. Sebelumnya, Presiden Jokowi membuka kemungkinan tidak memperpanjang izin SKTuntuk FPI jika tidak tunduk pada Pancasila. Hal itu diungkapkan Jokowi dalamwawancaranya dengan Associated Press (AP) pada Jumat (27/7). MenurutJokowi, pemerintah mungkin saja tidak memperpanjang SKT FPI bila ormas pimpinanHabib Rizieq Shihab tersebut dinilai tidak sejalan dengan ideologi bangsa danmengancam keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). "Jika pemerintah meninjau dari sudut pandang keamanan dan ideologismenunjukkan bahwa mereka (FPI) tidak sejalan dengan bangsa," kata Jokowikala itu, Minggu (28/7). Editor:Azairus Adlu
