Yang lagi demo terus di Hongkong itu apa benar untuk democratie ? Bukan democrazy?
Pada tanggal Min, 22 Sep 2019 pukul 21.12 'nesare' [email protected] [GELORA45] <[email protected]> menulis: > > > RKUHP itu pentingnya luar biasa. > > Alasan mau direvisi krn KUHP yg sekarang adalah peninggalan belanda. > > Oleh karena itu boleh direvisi demi kepentingan golongan tertentu. Ini > alasannya. Kacau kan? > > Lucunya lagi perdukunan juga dimasukkan dalam RKUHP ini. > > > > Masalahnya banyak patriot2 yg gak bisa lihat terlalu jauh krn dibutakan > oleh patriotisme yg sempit itu. > > > > Wong negaranya sudah mau berubah haluan, eh yg msh menjadi persoalan para > patriot2 ini adalah hebatnya para patriot2 dgn ide2 patriotismenya yg gak > masuk akal. > > > > Gimana bisa masuk akal: terapkan pajak baja import 25%, lepaskan papua > biar merdeka. Lucu gak para patriot2 ini malah menggunakan bahasa > imperialisme Indonesia atas papua, sedangkan USA yg jelas2 adalah > imperialist tulen atas tanah orang Indian gak dikutak katik dan malahan > diplintir katanya orang2 indian sudah enak2. Minta ampun!!!! > > Coba naik mobil di highway 90 dari Minnesota kea rah rapid city lihat > kepala presiden2 amerika yg terkenal itu, dipinggir kiri kanan yg kosong > melompong itu bakalan kelihatan rumah2 dibalik batu gunung beratap seng yg > panas nya minta ampun kalau musim panas dan dinginnya ke ubun2 di musim > dingin. > > > > Memang banyak patriot2 yg tinggal diluar negeri butatuli gak tahu apa yg > mereka perjuangkan!!!! Sayang sekali!!!! > > Mereka2 ini banyak gak tahunya. Kalau diajak diskusi, kaburnya gak tahu > kemana2 dibalik istilah2 keren: patriotismelah, HAM lah, demokrasilah dst…. > > > > Nesare > > > > > > *From:* [email protected] <[email protected]> > *Sent:* Saturday, September 21, 2019 9:45 PM > *To:* [email protected]; nesare <[email protected]> > *Subject:* Re: [GELORA45] Pakar sarankan Pasal 217-220 RKUHP dihapus > > > > > > Satu usaha pencerahan yang sangat baik, bung Nesare! Khususnya dengan yang > disebut "Taliban KPK!" itu. Yang merupakan pertarungan kekuatan nasionalis > dengan Syariah Islam itu. Lalu, berlanjut dengan RKUHP, ... yang tidak > kalah sengit! > > Kalau begitu kenapa tidak berani dibuka diskusi massal, biar terjadi > perdebatan besar dan syukur bisa mencerahkan publik mana yang benar mana > yang salah?! Setidaknya, menjadi bahakn pertimbangan lebih matang di DPR, > ... Jadi, tidak perlu buru-buru disahkan DPR dengan membungkam > suara/pendapat massa seperti pengesahan UU KPK, bahkan TIDAK mengundang KPK > utk ikut memperbincangkan dan mengesahkan UU KPK itu? DPR jadi SULIT > mengelak tuduhan terburu-buru mengesahkan UU KPK untuk KERDILKAN bahkan > mematikan KPK, karena kenyataan KPK selama 2014-2019 ini BERHASIL meringkus > 254 anggota DPR/DPRD! Diantaranya 22 Anggota DPR dan 2 diantaranya Ketua > DPR Setya Novanto dan wk.Ketua DPR Taofik Kurniawan! > > Lalau bagaimana menyikapi RKUHP? BETUL PENTING, ... Seperti misalnya dalam > mengajukan usulan MENGHAPUS pasal 217-220 RKUHP itu. Kenapa harus dihapus? > BUKANKAH kehormatan setiap orang harus dilindungi, tidak boleh dilecehkan, > dihina apalagi dengan fitnah tanpa bukti-fakta yang ada! Apalagi Presiden > yang merupakan kepala negara, seharusnya dihormati bersama itu! Namun, > sayapun SETUJU, jangan sampai pasal-pasal tsb. jadi pasal karet untuk > menjerat dan bungkam orang yang ajukan kritik dan beda pendapat dengan > presiden! Harus diberikan batasan jelas dan tegas mana yang serangan > pribadi orang bisa kena pidana, dengan mana yang merupakan kritik, beda > pendapat dibidang politik, ekonomi, budaya bahkan Agama, ...! > > Jangan sampai terjadi seperti UU KPK yg terjadi kontroversial sudah > disahkan DPR! Apa masih bisa dibatalkan atau di revisi, khususnya > pembentukan Dewan Pengawas KPK yg dianggap mengkerdilkan fungsi KPK itu? > Sampai-sampai muncul Jihad Najwa, ... menentang UU KPK yg mematikan KPK > itu??? > > Salam, > > ChanCT > > > > > > 'nesare' [email protected] [GELORA45] 於 22/9/2019 3:21 寫道: > > > > Di milis ini tidak ada yg ngomongin RKUHP ini. Hanya bung saja! > > Semoga bung mengerti artinya dan pentingnya RKUHP ini. > > > > Saya tambahin, RKUHP ini begitu diredam dimedia jarang ditulis. Yang > kedengaran KPK, asap hutan kebakaran dan ibukota. Jokowi setengah mati > kerja utk menganulir/gak setuju dgn RKUHP ini yg penuh dgn hukum2 islam > Syariah. > > > > Ada apa? > > > > Lalu kembali ke KPK, jelas2 novel baswedan itu dilecehkan koq. Kenapa > novel baswedan tidak banyak yg menolong/simpati? Beda sekali dgn kasus > munir yg betul2 dipetieskan. Kasus novel ini bukan hanya krn pengainiaya > nya adalah petinggi polisi saja. Novel baswedan itu garis keras islam. > Didalam KPK kelompok ini disebut Taliban KPK. Novel ini dulu pangkat > terakhirnya adalah komisaris polisi dan dulu di Bengkulu April 2004 pernah > menangani kasus Aliang pengusaha sarung burung di Bengkulu. Novel dan > jajarannya menangkap 6 orang pencurinya. Ditembak, disiksa, dipukuli, > diestrum. 1 orang tewas namanya Aan. Ini sikap premanisme polisi. Gak ada > kejelasan kasus ini, novel dipindahkan kemabes polri. 2007 ditempatkan di > KPK, nangkapin nazaruddin dan Angelina zondakh tetapi hanya sampai disini > saja, yg diatas mereka gak kutak katik. Ada apa? Demi kepentingan > kelompoknyalah! > > > > Didalam KPK, novel membentuk suatu system “wadah pegawai KPK” dimana dia > pernah menjadi ketuanya. Jadi siapapun ketuanya ya gak akan banyak perannya > krn orang2nya yg direkruit dalam system “wadah pegawai KPK” itulah yg akan > bekerja. Ini terbukti ketika novel bersiteru dgn brigjen aris Budiman > direktur penyidikan polri. Aris Budiman kalah krn novel dng rapinya bekerja > sama membangun opini dgn LSM LSM menyingkirkan aris Budiman. Novel adalah > sepupu anies baswedan. Makanya jangan heran temen novel yaitu bekas wakil > ketua KPK Bambang widjojanto lulusan jayabaya menjadi team suksesnya anies > baswedan. Makanya belum kedengaran masalah di DKI yg diendus oleh KPK. > System yg diciptakan oleh novel sangat efektif. Mereka bisa menggerakkan > LSM dan aktifis dalam membentuk opini dimasyarakat. Kalau sudah kedengaran > KPK ngobok2 DKI, nah itu tandanya habislah riwayat anies baswedan. > > > > Makanya pemilihan ketua KPK barusan ini sangat pelik prosesnya. > Terpilihnya firli bahuri yg adalah mantan irjen polisi direktur kriminal > khusus di polda jateng. Inilah sosok yg paling mampu utk ngurusin kelompok > novel di KPK. > > > > Singkatnya: banyak hal pelik di NKRI. Perlu decision making yg perlu utk > keutuhan bangsa dan negara, bukan right or wrong yg berlandaskan 1 sudut > pandang saja. > > > > Nesare > > > > *From:* [email protected] <[email protected]> > <[email protected]> > *Sent:* Saturday, September 21, 2019 5:14 AM > *To:* ChanCT [email protected] [GELORA45] <[email protected]> > <[email protected]> > *Subject:* Re: [GELORA45] Pakar sarankan Pasal 217-220 RKUHP dihapus > > > > > > Pakar dan Pikir......... > > > > Pada tanggal Sab, 21 Sep 2019 pukul 10.50 ChanCT [email protected] > [GELORA45] <[email protected] <[email protected]>> menulis: > > > > Itu dalam rangka merespon aspirasi masyarakat karena pasal-pasal tersebut > dikritik banyak orang karena dinilai warisan kolonial dan bertentangan > dengan putusan MK > > Jakarta (ANTARA) - Pakar hukum pidana Universitas Al Azhar Jakarta, > Suparji Ahmad menyarankan agar Pasal 217-220 dalam Rancangan Kitab > Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) dihapuskan, dalam rangka merespon > aspirasi masyarakat. > > Pasal 217-220 RKUHP mengatur hukuman terhadap setiap orang yang menyerang > harkat dan martabat Presiden dan Wakil Presiden. > > "Itu dalam rangka merespon aspirasi masyarakat karena pasal-pasal tersebut > dikritik banyak orang karena dinilai warisan kolonial dan bertentangan > dengan putusan MK," kata Suparji dalam diskusi di Jakarta, Sabtu. > > Dia mengatakan banyak pihak menilai pasal penyerangan harkat dan martabat > Presiden/Wakil Presiden dikhawatirkan multi-interpretasi, memasung > kebebasan pers, dan dikhawatirkan mudah mempidanakan orang. > > Pasal-pasal itu menurut dia dikhawatirkan mempidanakan orang, padahal > Presiden adalah pejabat publik dan seharusnya sebagai pejabat sangat wajar > kalau dikritik. > > "Itu salah satu nuansa yang muncul dalam berbagai diskusi, apalagi kalau > sekarang ditunda pengesahannya maka pasal-pasal itu dihapuskan saja," > ujarnya. > > Namun, dia menilai sebenarnya pasal 217-220 RKUHP itu tidak akan mengekang > kebebasan pers karena Presiden/Wakil Presiden tidak bisa semena-mena > melaporkan media massa kalau unsur-unsurnya tidak terpenuhi. > > Dia mencontohkan kalau pers mengkritik kebijakan, menjelaskan suatu > persoalan maka Presiden/Wapres tidak bisa menilainya sebagai penghinaan > atau penyerangan harkat dan martabat sehingga pers tidak bisa dipidanakan.. > > "Logikanya sederhana, karena presiden simbol negara sehingga tidak boleh > dihina dan diserang. Menghina tiap orang tidak boleh apalagi > presiden/wapres, sehingga perlu dilindungi," tuturnya. > > Dia menilai atas berbagai pertimbangan, pasal-pasal itu diperlukan asalkan > pelaksanannya bisa proporsional dan penanganannya profesional dan dilakukan > berdasarkan delik aduan. > > Pasal 217 RKUHP menyebutkan bahwa Setiap Orang yang menyerang diri > Presiden atau Wakil Presiden yang tidak termasuk dalam ketentuan pidana > yang lebih berat dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun. > > Pasal 218 ayat (1) Setiap Orang yang di muka umum menyerang kehormatan > atau harkat dan martabat diri Presiden atau Wakil Presiden dipidana dengan > pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun 6 (enam) bulan atau pidana denda > paling banyak Kategori IV. > > Pasal 218 ayat (2) menyebutkan tidak merupakan penyerangan kehormatan > atau harkat dan martabat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) jika perbuatan > dilakukan untuk kepentingan umum atau pembelaan diri. > > Pasal 219 menyebutkan Setiap Orang yang menyiarkan, mempertunjukkan, atau > menempelkan tulisan atau gambar sehingga terlihat oleh umum, > memperdengarkan rekaman sehingga terdengar oleh umum, atau menyebarluaskan > dengan sarana teknologi informasi yang berisi penyerangan kehormatan atau > harkat dan martabat terhadap Presiden atau Wakil Presiden dengan maksud > agar isinya diketahui atau lebih diketahui umum dipidana dengan pidana > penjara paling lama 4,5 tahun atau pidana denda paling banyak Kategori IV.. > > Dan Pasal 220 ayat (1)Tindak Pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218 > dan Pasal 219 hanya dapat dituntut berdasarkan aduan. Ayat (2) Pengaduan > sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan secara tertulis oleh > Presiden atau Wakil Presiden. > > Pewarta: Imam Budilaksono > Editor: Chandra Hamdani Noor > > > > > <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient> > > 不含病毒。www.avg.com > <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient> > > >
