Mumpung demo lagi jeda maghrib, ngetik iseng.
Hari ini mahasiswa-mahasiswi Jakarta absen memberi kuliah #TurunkanJokowi di 
Gedung DPR/MPR. Tetapi ada dosen-dosen pengganti yang terdiri dari ribuan 
pelajar sekolah menengah yang sebagian besar berseragam STM/SMK (bukan merk 
mobil kondang). Tanpa babi atau bu para "dosen" ini langsung menguliahi polisi 
dengan hujan batu yang cukup deras. 
Selalu, partisipasi pelajar dalam demonstrasi pro Rakyat selalu mengagumkan.. 
Bayangkan, di usia yang masih sangat muda mereka terpaksa turuntangan dalam 
urusan para dewasa yang tidak becus, hehe... Diantara demo dengan jumlah 
pelajar yang besar antara lain, demo Tritura'66; Malari'74; SU-MPR'78; dan 
Reformasi'98. 
Berbeda dari semua demo pro Rakyat itu, boleh jadi demo TurunkanJokowi2019 ini 
paling istimewa. Para pelajar tampil solo tanpa didampingi kakak-kakak 
mahasiswa maupun pemuda-pemudi demonstran. Sangat mandiri. Bahkan korps pelajar 
yang terkenal ahli tawuran ini kelihatan mahir bikin barikade api dari ban-ban 
bekas. 
Dari pengakuan beberapa pelajar, gerakan mereka terkoordinir melalui media 
sosial. Namun tidak sedikit yang mengaku geram melihat kekerasan polisi 
terhadap abang-abang mahasiswa sehingga merasa terpanggil untuk melawan polisi 
yang merupakan musuh bebuyutan sehari-hari mereka. Maksudnya, mereka mau 
mengatakan konsolidasi dan koordinasi antar-STM :) berlangsung secara offline. 
Sedangkan tagar #STMMelawan di media sosial hanya sebagai kode asap untuk 
bergerak.  O ya?
Pertanyaannya, ke mana mahasiswa/i Jakarta hari ini, kok baik hati sekali 
berbagi jadwal kuliah dengan adik-adik STM/SMK. 
Tidak satu pelajar pun bisa menjawab siapa yang berkoordinasi dengan mahasiswa 
untuk jadwal hari ini, kecuali berupaya membela bahwa para abang dan mpok 
mahasiswa absen lantaran ditangkapi dan masuk rumahsakit! Apa nggak pengin 
nangis lihat kecintaan adik terhadap kakaknya begini...
Barangkali (barangkali lho) yang tahu jawabannya ya cuma kakak-kakak pembina di 
istana. Itu pun tidak ada jaminan kakak pembina sudi atau bernyali untuk 
menjawab.
Baiklah, rupanya kuliah sudah dimulai lagi. Dengan sessi dialog hujan batu 
dijawab hujan petasan dan airmata (gas). 
Yang sebel buang saja catatan iseng ini. 


Kirim email ke