Ternyata bung tidak realistis! Mempertahankan Jokowi adalah KENYATAAN
yang harus dihadapi, suka atau tidak! Jokowi itulah yang menangkan
Pilpres-2019 yang sah dan harus diakui! Sedang bung masih saja bermimpi
hendak unggulkan dan bahkan nobatkan Prabowo jadi Presiden RI tanpa
peduli gunakan jalan apapun, sekalipun melanggar HUKUM dan menjadi lebih
KEJIIII juga gerakkan anak-anak sekolah dibawah umur!!!
Dan entah berapa korban jiwa harus bergelimpangan utk usaha makar ini,
.... menggagalkan pelantikan Jokowi periode-2, 20 Oktober yad, ...
Satu usaha sia-sia yg PASTI GAGAL! Kecuali hanya merusak dan jatuhkan
korban jiwa orang-orang tidak berdosa, ...
ajeg [email protected] [GELORA45] 於 27/9/2019 11:17 寫道:
Dari 5 hal yang Anda tekankan itu benang merahnya hanya untuk
mempertahankan Jokowi. Anda tidak peduli jutaan paruparu Rakyat
(termasuk anak-anak) yang disesaki asap kebakaran hutan setiap tahun.
Sudah divonis bersalah oleh MA dalam kasus karhutla pun Jokowi tetap
tak mau tunduk pada hukum. Lha ngapain dia sok bicara penegakan hukum
segala?
Sadarilah bahwa masalah yang dibawa Jokowi bukan cuma RKUHP. Dua
mahasiswa di Kendari dan satu pelajar di Jakarta tewas dalam demo
aneka masalah ini tapi Jokowi tetap memboneka, bisu.
Sejak malam tadi mulai terjadi penangkapan-penangkapan. Perbedaan
pendapat semakin dibungkam. Jokowi keliru, sweeping ini justru
menghabisi legitimasinya.
Dia yang gagu kenapa orang lain yang dibungkam?
--- SADAR@... wrote:
PENEKANAN saya, anak-anak dibawah umur, berapa usia dewasa di
Indonesia (17 atau 18?) hendaknya TIDAK diikut sertakan turun
kejalan apalagi melibat diri dengan lempar-melempar batu apalagi
molotov yg berbahaya itu! Ini pertama.
Kedua, bagi mahasiswa-mahasiswi yg sudah menginjak dewasa,
hendaknya bisa dengan kepala jernih apa yang mereka perjuangkan!
Jangan sampai ditunggangi oleh kekuatan-kekuatan yang sedang
perjuangkan kepentingannya sendiri dengan abaikan kepentingan
NASIONAL! Apalagi kepentingan asing yg jelas sangat merugikan
kepentingan BANGSA sendiri!
Ketiga, dalam berjuang harus hitung-hitung sebaik-baiknya kekuatan
diri sendiri dan kekuatan lawan! Jangan benturkan kepala pada
BATU, bukan saja tujuan yg diperjuangan pasti GAGAL, kepala bisa
PECAH! Syukurlah kalau tidak jatuh korban jiwa, ... Gunakanlah
kemungkinan-kemungkinan yang diberikan dan bisa digunakan untuk
perjuangkan tujuan, dengan perkuat barisan dan BELAJAR menyusun
strategi-taktik perjuangan sebaik-baiknya untuk menangkan
perjuangan! Rebutlah apa yang mungkin bisa dicapai lebih dahulu.
Jangan pula seperti cebol merindukan bulan,... yang hidup dalam
mimpi dalam tempurung saja!
Jokowi sudah putuskan "MENUNDA pengesahan RKUHP, biar dilaksanakan
DPR periode berikut, ...!" Jadi, turun kejalan mengangkat isu
RKHUP sudah tidak relevan lagi. Tapi mengapa masih juga turun
kejalan? Bahkan UUKPK yg baru disahkan juga masih bisa gunakan
jalur MK, ... kenapa harus turun kejalan? Jelas, aksi-aksi
mahasiswa ditunggangi sekelompok kekuatan anti Jokowi dan hendak
gagalkan pelantikan Jokowi, 20 Okt. yad! Jalankan MAKAR? Sudah
cukup kuat dan bisa? Atau dapatkan dukungan asing jalankan
revolusi warna, ... spt di HK??? Hehehee, ...
Kenapa pula tidak gunakan jalur HUKUM yang masih bisa digunakan,
... Bahkan dengan sabar dan ulet meneruskan perjuangan dengan
perkuat barisan, meraih simpati dan dukungan massa untuk pilpres
2024?
ajeg 於 26/9/2019 19:43 寫道:
Itulah anehnya Jokowi, berada di ibukota negara tapi membisu atas
demo di seluruh Indonesia memprotes ketidakbijakannya (hari ini
jatuh korban tewas di Kendari). Sementara, sang wakil dari markas
PBB sana bisa bicara perlunya pandangan publik soal kebijakan
pemerintah. Jelas, si Jokowi mutlak harus dididik. Mulai dari...
pelajaran bicara dulu, supaya jangan bisanya cuma baca teks
bikinan orang melulu.
--- ilmesengero@... wrote:
Kalau sibuk ada wakilnya untuk bicara. Maruf Amin sebagai wakil
presiden untuk bicara, tetapi kelihatannya sama saja kedua-duanya
membisu atau telah dibisukan oleh campur tangan asing!? hehehehehe
--- ilmesengero@... wrote:
On Thursday, September 26, 2019, 4:30 PM, ajeg wrote:
Nah, sementara situasi serba tak menentu dan Jokowi tetap
membisu, mari kita dukung keikhlasan anak-anak sekolah mendidik
Jokowi dan rezim oligarki-otoriternya.
--- SADAR@... wrote:
Anak2 muda PEMILIK haridepan NEGERI ini kudu DIDIDIK betul
membangun bangsa dengan baik, baru mempunyai HARI DEPAN yang
baik! Apa jadinya haridepan negeri ini, kalau sejak kanak-kanak
sudah dididik anarkis, seenak udelnya sendiri menuntut yang
dikehendaki tanpa peduli melanggar HUKUM, ...
ajeg 於 26/9/2019 9:40 寫道:
Jawabannya dalam setarikan nafas saja: pantas, karena mereka
pemilik masadepan negeri.
Apa bedanya, toh di masalalu mereka juga ikut berjuang
membebaskan negeri dari penjajah. Memperjuangkan nasib dan
kehidupan yang lebih baik. Kalau sudah begitu, tidak ada batasan
masih sekolah atau sudah kuliah. Berapa banyak anak yang
beruntung melanjutkan ke perguruan tinggi pada masa itu? Semaoen
misalnya, apa latar pendidikannya?
Konyolnya sampai di era PYM Jokowi toh masih saja banyak anak
jalanan yang harus berjuang untuk bertahan hidup. Setiap hari.
Apa bedanya? Pantas. Mereka pantas dan berhak memperjuangkan
hak-haknya yang dirampas Jokowi.
Bukalah mata, lihat dunia. Jangan cuma Beijing & HK melulu.
Hehe.....
--- SADAR@... wrote:
Yang menjadi pertanyaan dan seharusnya dipikirkan lebih CERMAT
oleh pakar-pakar pemerhati dan peduli gerak perjalanaqn bangsa
ini, mengapa dan pantaskah anak-anak sekolah (dibawah-umur) turun
kejalan memperjuangkan "cita-cita" yg dianggap luhur itu dengan
KEKERASAN, menghujat aparat keamanan dengan hujan batu, ...???
--
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com